ARSITEKTUR YUNANI KUNO (THE ANCIENT GREEK ARCHITECTURE)

ARSITEKTUR YUNANI KUNO (THE ANCIENT GREEK ARCHITECTURE) merupakan pondasi dari berbagai gaya berikutnya yang berkembang diberbagai belahan dunia dan juga menyumbangkan pemikiran yang paling pintar dan penampilan yang sempurna di dalam tradisi Eropa Barat. Oleh karena itu, monumen utamanya begitu penting sebagai bentuk pemahaman tentang Arsitektur Eropa itu sendiri.

Yunani tidak menjadi suatu bangsa yang berdiri sendiri hingga era modern dimana pulau utama yang  bergunung-gunung dan pulau-pulau lainnya yang terpencar berkembang menjadi city states yang merupakan kebiasaan yang terjadi dalam persaingan

Peradaban pertama sejarah Yunani Kuno bermula dari Crete (3000-1400 SM) dan berkembang hingga kepuncaknya yakni pada masa Istana Knossos. Kemudian digantikan dengan budaya Mycenae dan Tiryns pada daratan utama. Kemunduran terjadi pada 1100 SM dimana merupakan masa kegelapan dengan beberapa peninggalan yang masih bertahan.

Masa keemasan terjadi pada periode Hellenic (800-323 SM) dimana memperlihatkan perkembangan dari kota besar sebagai pusat komunitas, penemuan kota yang baru dimana munculnya Athens sebagai kekuasaan tertinggi setelah penentuan kemenangan melawan Persia serta perkembangan dalam hal demokrasi. Zenith merupakan peraturan Pericles (444-429 SM) dengan fantasi bunga dalam filosofi, seni, literatur, ilmu, matematika dan drama. Budaya ini berkembang dan direfleksikan ke dalam prestasi-prestasi arsitektur termasuk di dalamnya Parthenon.

Pertumbuhan yang luar biasa pada bangunan sangat dipengaruhi oleh iklim dimana kecerahan serta sinar matahari yang begitu indah memperkuat bayangan dan membersihkan pandangan sehingga terciptanya suatu bentuk landscape yang begitu kuat. Batu gamping dan marmer lokal pun tak kalah memberikan nilai yang berkualitas.

Pada periode Hellenistic (323-30 SM), diikuti dengan kematian Alexander Agung yang mempersatukan Yunani dan memperluas wilayah kekuasaan hingga ke Timur, bentuk-bentuk bangunan besar (great styles) tetap berlanjut walaupun dengan keuatan yang lebih sedikit dan adanya pengalihan kekuasaan oleh Roma. Arsitektur menampilkan suatu perpaduan Orde yang meluas hingga ke Spanyol dengan penggunaan elemen-elemen tapak dan kubah. Bangunan-bangunan kecil tetap terlihat elegan dengan hiasan yang begitu terperinci namun tidak kehilangan struktur monumentalnya yang merupakan superhuman scale.

Arsitektur Yunani yang masih tetap ada pada dasarnya merupakan bangunan–bangunan publik terutama kuil dan teater. Namun, beberapa rumah biasa juga tetap bertahan.

KUIL-KUIL
Dewa-dewa dengan berbagai macam sifat dan aktivitas yang melekatnya menambah berbagai macam kebiasaan yang melekat dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat Yunani. Suatu bentuk kepentingan dari ekspresi arsitektur dan bentuk-bentuk bangunan yang dominan pada masa Hellenic adalah kuil yang merupakan istana tempat tinggal para dewa.Hal ini tidak dimaksudkan sebagai tempat pemujaan namun secara tidak langsung altar yang terdapat pada bagian luar bangunan menjadi ruang ritual bagi masyarakat dimana bentuk didapatkan dari pengalaman yang datang dari luar.

Dari Mycenaem megaron (dinding utama dengan serambi) mengembangkan bentuk kuil menjadi persegipanjang yang dikelilingi kolom-kolom untuk memberikan kesan yang mendalam. Konsep yang simpel ini kemudian diperinci dengan suatu pendalaman pemikiran baik yang datangnya dari luar maupun dalam sehingga membentuk suatu desain.

Inti dari kuil adalah naos, suatu ruang tempat meletakkan patung dewa dengan pintu utamanya menghadap Timur. Patung itu diletakkan di sebuah podium/panggung yang rendah (crepidoma) sekitar tiga anak tangga. Bagian depan naos adalah portico atau pronaos (serambi yang bertiang-tiang). Hal ini merupakan bentuk prostyle dengan kolom-kolom yang berjajar terbuka di depan pintu masuk-keluar ataupun bisa juga merupakan antis dengan kolom-kolom (biasanya dua) antara antae (pilaster-pilaster yang mengakhiri perluasan bagian dinding naos) sehingga portico agak mundur ke dalam bangunan sebagai pengganti rancangannya. Di belakang naos kadang-kadang terdapat rear sanctuary (adyton).

Keinginan akan simetri sering ditemukan pada bagian opisthodomus yang merupakan bagian belakang portico yang biasanya dibuat tanpa akses langsung dengan kuil utama. Atap kadang-kadang didukung oleh kolom-kolom yang ada di dalamnya.

Kuil-kuil pada masa awal dibangun dengan menggunakan kayu dan batu merah dengan dasar dinding batu. Kolom-kolom dan dinding-dinding utama pada awalnya dibangun dengan batu gamping (diselesaikan dengan plesteran marmer) pada abad ke-6 SM. Marmer pertama kali muncul pada bangunan di Asia Minor. Material atap utama menggunakan atap terakota.

ORDE KLASIK 
Sebagian besar arsitektur Yunani dibuat dari susunan kolom dan balok. Kolom adalah sebuah modul untuk keseluruhan bangunan dimana bagian capital dan basenya dapat diklasifikasikan pada salah satu dari tiga bentukyang mendasar yang dikenal sebagai orde klasik.

Orde yang paling awal adalah Doric, dikarakteristikan sebagai kolom-kolom yang terlihat kuat (powerful-looking), biasanya dengan 20 pinggiran galur yang tajam tanpa base. Tinggi kolom (termasuk capital) adalah 4-6 x diameter yang mengalami peningkatan hingga 71 kali pada masa Hellenic. Triglyph dan metope pada frieze (hiasan melintang pada dinding) berkembang dari kayu.

Orde Ionic merupakan orde yang scroll capitalnya berasal dari Asia Minor pada abad ke-6 SM. Kolom-kolom yang telah mature memiliki 24 galur yang dipisahkan menjadi lembaran-lembaran kecil. Galur persegi yang dibuat dari tanah liat (plinth) muncul pada akhir masa Hellenic. Tinggi kolom (termasuk capital dan base) adalah sekitar 9 x diameter terendah.

Peninggalan achantus pada capital Corinthian hampir tidak dapat dibedakan entablaturenya dengan Ionic dimana hampir selalu dapat dibedakan hanya dari friezenya yang populer pada masa Hellenistic. Tinggi kolombiasanya sekitar 10 x diameter base.

EVOLUSI TEMPLE PLAN
Dengan mengeksperimentasikan pada proporsi, pembangunan kuil mendapatkan bentuk yang ideal dimana sebagian besar rencana pembangunan kuil Doric yang mengalami perpanjangan/penguluran secara berangsur-angsur berkembang pada rencana kolom klasik yakni 6 x 13 pada outer colonnade (pteron). Hal ini menjadi populer pada abad ke-5 SM. Kuil-kuil di Asia Minor, Itali, dan Sicily mengikuti bentuk yang tidak beraturan dalam artian tidak memiliki suatu aturan yang pasti.

DEKORASI KUIL
Pediment Doric sering menggambarkan pemandangan mitologi pada relief. Genteng atap pada bagian pinggirnya diakhiri dengan hiasan yang dikenal sebagai antefixae, dimana hal ini meyebabkan bagian joint tidak kelihatan. Semua orde menggunakan moulding (papan hias tembok) dengan berbagai macam tipe profil termasuk hawksbeak (tipe Doric) dan egg-and-dart (Ionic). Dekorasi Doric seringkali dicet sedangkan Ionic dan Corinthian menggunakan permainan ritme pada motif tumbuh-tumbuhan.

Berikut  ini adalah beberapa kuil bersejarah peninggalan Arsitektur Yunani Kuno :

1. Kuil Parthenon ( 447-432 SM)
Kuil Parthenon merupakan permata Acropolis yang dibangun dengan marmer pentelic. Parthenon merupakan bangunan yang sangat menonjol dan merupakan pusat dari Acropolis. Parthenon dibangun antara 447-432 SM sebagai karya dari arsitek Ictimus (Iktinos) dan Callicrates (Kallikrates) dan ahli pematung Phidias (Pheidias). Bangunan Parthenon dikatakan sebagai 'kesempurnaan terbesar dari karya kuil Doric yang pernah di bangun’, sebuah penampilan dengan proporsi sempurna yang dihasilkan oleh ahli maya-loka Athena.

Parthenon,kuil Yunani yang dibangun untuk dewi Athena, pelindung Athena pada abad ke-5 SM. Parthenon dianggap sebagai simbol Yunani Kuno dan demokrasi Athena, dan merupakan salah satu monumen budaya terbesar dunia.
Kuil Parthenon
Parthenon menjadi contoh bangunan tertinggi. Desain dasar dapat terlihat pada bangunan itu sendiri yakni kuil Doric dengan deretan kolom-kolom penunjang atap (pteron) 8 x 17 kolom dengan tinggi 10,4 m serta terdapat serambi prostyle yang diduplikasikan dari Ophistodomos.

Denah Parthenon, contoh bangunan tertinggi peninggalan masa yunani kuno
Denah Parthenon

Di dalam naos terdapat monument emas Phidias yakni patung Athena serta memiliki kolom-kolom internal pada tiga sisi. Di belakangnya, namun masih dapat diakses hingga opisthodomus, merupakan tempat suci yakni sebuah Hall of the Virgins yang dianggap sebagai tempat sakral. Entablaturenya terdapat pada ketinggian 3,4 m. Pediment dan metope merupakan hiasan yang diukir. Ionic menginspirasikan frieze pada sekeliling dinding luar naos, serambi dan opisthodomos yang menggambarkan prosesi  Panathenaic.

2. Propylaea ( 437-432 SM )
Propylaea adalah bangunan berbentuk pintu gerbang karya arsitek mnesicless, tapi pembangunannya tak sempat diselesaikan karena terjadi peperangan dengan bangsa Peloponnesia. Puing-puing dari bangunan tersebut masih bisa dilihat sampai sekarang, tetapi ada beberapa bangunan yang benar-benar sudah hilang antara lain; Pinacotheca (sebuah gallery seni), Theater Dionysus, Odeon(sebuah ruang musik dari Herodes Atticus) dan Stoa (sebuah tempat berteduh dan tempat berpameran dengan colonnade dari Eumenes).

Patung Promachos karya Pheidias yang sangat besar dan terbuat dari perunggu dan mendominasi wajah kota. Kehalusan dari denah Acropolis terlukis melalui tangga-tangga lapangan yang melandai dan ruang kolom dari propylae (437-432 SM) dengan istana depan dari gedung-gedung yang ada disampingnya.

Arsitek Minesicles menciptakan perpaduan yang unik antara keagungan dan kesederhanaan yang tepat pada entrance serambi depan Acropolis. Kolom-kolom luarnya adalah Doric dimana salah satu kolom yang ada di dalamnya yakni pada jalur lintasan utama merupakan kolom Ionic yang lebih kecil, sebuah penjajaran yang briliant.

Suatu penempatan yang luar biasa. Selanjutnya memiliki sayap dengan pintu-pintu yang dilengkapi dengan serambi bergambar. Propylaea menjadi pintu gerbang dari Acropolis dirancang dan yang dibangun pada 437-432 SM meliputi suatu bangunan pusat dan dua sayap cabang samping. Colonnades sepanjang sisi timur dan barat mempunyai suatu baris kolom Doric dua baris kolom Bersifat Ionic membagi koridor tengah ke dalam tiga komponen.

Dinding dari sayap utara dihias dengan lukisan, dinding atau panel dicat dan disebut" Pinakotheke". Langit-Langit Dari Propylaea mempunyai dekorasi dicat dan suatu sima dilubangi di sekitar atap.

3. Kuil Athena Nike ( 427-424 SM )
Kuil Nike merupakan kuil terkecil yang bagi penduduk Athena dianggap sebagai kuil pembawa keberuntungan bagi kota Athena. Kuil ini merupakan salah satu tempat suci yang mempesona, dipersembahkan kepada kemenangan Athena yang dibangun oleh Callicrates. Kuil ini merupakan salah satu dari bangunan Ionic pertama di Athena.

Kuil Nike merupakan kuil terkecil yang bagi penduduk Athena dianggap sebagai kuil pembawa keberuntungan bagi kota Athena
Kuil Athena Nike ( 427-424 SM )

Gaya bangunannya terdiri dari empat ionic dengan empat kolom pada masing-masing akhir. Bentuknya amphiprostyle dimana terdapat portico (serambi yang bertiang-tiang) pada setiap akhirnya namun tidak terdapat pteron (outer colonnade). Kuil ini berdiri dengan Hak cipta dari Propylae yang telah lama direncanakan. Perbandingan proporsi kolom dengan diameter yang kecil mungkin untuk menghindari perbedaan yang begitu besar dengan Propylaea.

Untuk pertama kalinya dalam dunia Arsitek Yunani menggunakan tiga fasade. Pada kuil nike Athena terdapat suatu sandaran di sebelah kanan dan didepan yang kuat, kecuali beberapa batu Elusinian yang dekorasi strukturnya dalam wujud suatu pintu gerbang luas dengan sayap yang panjang dan lebar sekitar 156 kaki. Suatu serambi di sisi kiri adalah museum lukisan dan suatu ruang terbuka pada sisi kanan yang berisi patung yang didalamnya terdapat tiang-tiang.

Dekorasinya menggambarkan kemenangan Athena atas Persia. Relief pembebasan terlihat pada bagian atas dari dinding dimana pada bagian atas sisi timur melukiskan konferensi para dewa, sedangkan pada atas sisi yang lain menggambarkan pemandangan dari peristiwa pertempuran .

Suatu sandaran pualam dihias dengan penyajian relief; pembebasan Nikae (Kemenangan), yang dilindungi tepi dari benteng yang di atasnya kuil menegangkan.

4. Erechtheum ( 421-405 SM )
Erechteum merupakan sebuah kuil pengganti bangunan sebelumnya yang mengalami kehancuran pada 480 SM akibat peperangan dengan bangsa Persia yang dipimpin Salamis. Kuil ini dibangun oleh arsitek Mnesicles antara tahun 421-405 SM dan terletak pada situs yang dikelilingi oleh hutan keramat dan tanah perkuburan. Dibangun dengan gaya bersifat ionic dan banyak patung pemujaan Athena. Terdapat kekurangan pada main fasadenya dimana tidak bisa diapresiasikan hanya dalam satu view point. Kuil ini dibangun untuk memperingati pertarungan antara Athena dan Poseidon untuk Athens.

Kuil Erechtheum merupakan sebuah kuil pengganti bangunan sebelumnya yang mengalami kehancuran pada 480 SM akibat peperangan dengan bangsa Persia yang dipimpin Salamis. Kuil ini dibangun oleh arsitek Mnesicles antara tahun 421-405 SM dan terletak pada situs yang dikelilingi oleh hutan keramat dan tanah perkuburan
Kuil Erechtheum

Ini merupakan irreguler planning dimana memiliki 2 level yang didirikan pada site yang tidak tepat serta membutuhkan penambahan tempat suci bagi 3 dewa. Dari tiga serambi yang ada, satu serambi pada bagian utara dihias indah oleh tiang-tiang ionic serta pintu keluar masuk yang diperkaya dengan ukiran-ukiran. Serambi ini merupakan serambi terindah. Sedangkan serambi selatan ditopang dengan pahatan patung Caryatid. Dekorasi dinding friezen berwarna dark grey, sedangkan marmer eleusian dihias dengan pahatan marmer putih.

Erechtheion merupakan bangunan yang bersifat Ionic mempunyai suatu prostasis pada sisi atas bagian timur, suatu propylon sangat besar pada atas bagian utara, dan serambi terkenal dari Caryatids pada bagianselatan.

Kuil Yang utama adalah dibagi menjadi dua bagian, dipersembahkan kepada pemujaan dari dua dewa utama Attica, Athena dan Poseidon-Erechtheus. Patung kayu Athena disimpan disini dimana Erechteum lebih sakral daripada Parthenon

Suatu dekorasi relief; pembebasan, tegas suatu penyajian yang mungkin menyangkut kelahiran Erechtheus, menghias bagian luar dari bangunan. Di atas menjadi pandangan dari selatan dan timur.

5. Kuil Artemis
Bagian timur Aegean adalah tempat lahirnya bangunan Yunani kuno.kuil ionic adalah bangunan dengan bentuk dasar dari Capital Voluted pertamayang terlihat tahun 570 SM. tipe dasar bangunan ini memiliki potonganhorizontal yang bergulur yang berada diatas dengan cetakan cembung dasar(Thorus).

Kuil Artemis di efesus adalah bengunan terkemuka dangan pahatan gendang pada kolom bangunannya
Kuil Artemis

Kuil Artemis di efesus adalah bengunan terkemuka dangan pahatan gendang pada kolom bangunannya. Dinding luarnya berbentuk sudut, dan memiliki sebuah halaman berbentuk cekung yang luas yang mengelilingi bangunan dengan ciri khas Asia Kecil. Bangunan kuil terbesar 10 x 21 kolom,dengan jumlah kolom 122, tangga 7 trapgank ionic.

6.Kuil Apollo
Kuil Apollo Doric ( 336-326 SM ) dipersembahkan kepada dewa Apollo dan memiliki luas 6 x 16 yang diwarisi dari para pendahulunya yaitu yang keenam berada didekat perbendaharan Athena (510 SM). Bertempat di kawasan Delphi yang merupakan tempat yang paling menarik dari semua tempat suci yang ada. Terkenal sebagai tempat duduk kuil dan sebagai tempat peramal dari Dewa Apollo.

Kuil Apollo Doric ( 336-326 SM ) dipersembahkan kepada dewa Apollo dan memiliki luas 6 x 16 yang diwarisi dari para pendahulunya yaitu yang keenam berada didekat perbendaharan Athena (510 SM)
Doric Apollo

Di sini semua bangunan lain saling berhubungan dimana tahap terpenting dari sejarah yang dimulai pada abad ke-6 SM. Susunan di altar sekitar jalan suci berliku-liku ke arah selatan dan terlihat tidak baik namun pada kenyataannya dengan teliti menyusun serta menciptakan rangkaian pemandangan. Bangunan Doric pertama terdiri dari 100% marmer dengan dinding yang dihiasi pahatan tentang pujian dan musik untuk Apollo.

7.Kuil Hera
Kuil ini dibangun pada tahun 550 SM. Mengalami perpanjangan rencana pada masa awal Doric (6 x 16). Sebagian besar Ethinus block yang masih bertahan berasal dari abad ke-5 SM (characterized by angled straightsides), tetapi beberapa dari abad ke-6 SM (sisi tikungan yang hati-hati).

Sisa-sisa kuil Hera di Samos, merupakan salah satu kuil tertua
Sisa-sisa kuil Hera di Samos

Kuil ini merupakan salah satu kuil tertua. Kadang-kadang disebut Basilica karena kesalahan arkeolog-arkeolog terdahulu yang berpikir bahwa kuil ini merupakan bangunan publik bangsa Romawi. Tidak seperti kuil-kuil lainnya, maksud pembangunan kuil ini ditujukan sebagai ucapan syukur kepada Hera dalam bentuk kuil. Oleh karena itu, di bagian dalam kuil terdapat patung Hera dalam bentuk kecil yang sekarang disimpan dalam museum Paesteum.

8.Kuil Olimpiade Zeus
Di Sisilia bangunan terbesar adalah Kuil Olimpiade Zeus, dimana bangunan dinding bersatu dengan Doric bagian luar kolom. Corak eksterior mengangkat model pahatan dibawah entablature yang berat. Menggunakan mature Doric 6 x 13plan. Secara keseluruhan dibangun dengan plesteran batu kapur / gamping dengan hiasan marmer dan genteng atap.

Kuil Olimpiade Zeus
Kuil Olimpiade Zeus

Italia dan Sisilia memiliki pemeliharaan yang baik pada kuil Doric diawal tahun ke 5 dan 6 SM. Doric basilica yang dibangun 530 SM terinspirasi oleh bangunan Yunani Kuno,dimana bentuknya seperti cerutu yang memiliki capitl besar dengan dekorasi leher. Selain itu terdapat bangunan kuil Poseidon, dimana anak tangga utama menuju langit-langit atap memiliki bagian-bagian yang kuat.

9.Kuil Theseion
Seperti pada Parthenon, Doric frieze pada bagian serambi digantikan dengan kelanjutan Ionic frieze. Cukup terdapat banyak moulding pada bagian atas.

Bangunan ini sebagian besar dibangun dengan menggunakan marmer Pentelic kecuali pada bagian tiga anak tangga paling bawah yang menggunakan batu gamping. Kuil ini menyimpan patung Athena dan Theseus/Hephaestos.

Kuil Theseion,Bangunan ini sebagian besar dibangun dengan menggunakan marmer Pentelic kecuali pada bagian tiga anak tangga paling bawah yang menggunakan batu gamping. Kuil ini menyimpan patung Athena dan Theseus/Hephaestos
Kuil Theseion

Baik pronaos maupun opisthodomos didekorasi dengan Ionic frieze termasuk di dalamnya beberapa tipe triglyphs Doric yang ditambahkan dengan hiasan pada pediment dan metope.Frieze pada pronaos menggambarkan pertarungan Theseus dengan Pallantides pada persembahan para dewa dimana frieze pada opisthodomos menggambarkan pertarungan antar Centaur dan Lapith.

Pada awalnya, pediment di bagian timur diindikasi sebagai kelahiran Erichthonios sedangkan bagian barat adalah Heracle sebelum Thetis. Namun, pada teori terakhir menganggap bahwa pediment di bagian barat memperlihatkan lagi pertarungan antara Centaur dan Lapith sedangkan pediment di bagian timur menggambarkan Heracles ketika akan menjadi pahlawan menuju Gunung Olympus.

Hanya 18 dari 68 metope kuil Theseion yang dihias, sedangkan yang lainnya dicat. Sepuluh metope pada sisi timur menggambarkan pekerjaan Heracles sedangkan empatnya masing-masing sebelah utara dan selatan yang menggambarkan Exploits of Theseus

10.Kuil Poseidon
Kuil poseidon dibangun pada tahun 440 SM di atas reruntuhan kuil sebelumnya pada masa Archaic. Berada di ketinggian 60 m di atas laut. Tipe desain kuil ini adalah hexa style yakni memiliki portico depan dengan 6 kolom. Hanya beberapa kolom dari kuil tersebut yang masih berdiri.

Seperti dengan kuil-kuil Yunani lainnya, kuil poseidon dibangun berbentuk persegi panjang dengan tiang-tiang penunjang atap (collonnade) di keempat sisinya. Jumlah perbandingan kolom awal berdiri dengan saat ini adalah 42:18. Kolomnya merupakan kolom Doric yang dibuat dengan material lokal yakni marmer putih.

Kuil poseidon dibangun pada tahun 440 SM di atas reruntuhan kuil sebelumnya pada masa Archaic. Berada di ketinggian 60 m di atas laut. Tipe desain kuil ini adalah hexa style yakni memiliki portico depan dengan 6 kolom. Hanya beberapa kolom dari kuil tersebut yang masih berdiri
Kuil Poseidon
Tipe desain kuil ini adalah hexastyle yakni memiliki portico depan dengan 6 kolom. Hanya beberapa kolom dari kuil tersebut yang masih berdiri.

Seperti dengan kuil-kuil Yunani lainnya, kuil Poseidon dibangun berbentuk persegi panjang dengan tiang-tiang penunjang atap (collonnade) di keempat sisinya. Jumlah perbandingan kolomawal berdiri dengan saat ini adalah 42:18.

Fasadenya merupakan deretan kolom-kolom yang merupakan ciri arsitektur Yunani dimana bangunannya bersifat human scale sehingga berkesan kuat dan megah

Kolomnya merupakan kolom Doric dengan hiasan-hiasan yang halus.

Hiasan-hiasan ataupun gaya-gaya yang dipakai kurang lebih sama dengan Kuil Theseion karena dibangun oleh arsitek yang sama.

Pada bagian tengah kuil terdapat naos dimana terletak patung poseidon yang menghadap ke pintu utama.

KESIMPULAN
Bangunan-bangunan Yunani Kuno memakai material lokal, yaitu kayu, batu, gamping/kapur marmer/batu pualam. Karena bahan yang sering digunakan adalah batu-batu besar, membuat bangunan Yunani tampak super human scale.

Bentuk umum denah adalah persegi panjang dengan berbagai variasi tambahan baik berupa sayap kiri dan kanan serta serambi. Jarak antara tiang yang paling tepi dengan yang di sampingnya lebih pendek dari jarak antara tiang-tiang lainnya. Gelombang irama sengaja justru ingin berhenti karena diberi batas sehingga akhir/pangkal deretan merupakan akhir/pangkal tertutup (closed end). Dengan mengeksperimentasikan pada proporsi,pembangunan kuil mendapatkan bentuk yang ideal dimana sebagian besar rencana pembangunan kuil Doric yang mengalami perpanjangan/penguluran secara berangsur-angsur berkembang pada rencana kolom klasik yakni 6 x 13 pada outer colonnade.

Fasade bangunan merupakan deretan tiang besar yang merupakan super human scale yang menggambarkan kebesaran dan keagungan serta bentuk apresiasi mereka kepada para dewa yang mereka percaya. 

Secara umum, ada 3 jenis kolom mendasar yang digunakan dalam bangunan Yunani Kuno, orde Doric, Ionian dan corhintian. Orde yang paling awal adalah Doric, dikarakteristikan sebagai kolom-kolom yang terlihat kuat (powerful-looking), biasanya dengan 20 pinggiran galur yang tajam tanpa base.

Tinggi kolom (termasuk capital) adalah 4-6x diameter yang mengalami peningkatan hingga 71 kali pada masa Hellenic. Triglyph dan metope pada frieze (hiasan melintang pada dinding) berkembang dari kayu.

Orde Ionic merupakan orde yang scroll capitalnya berasal dari Asia Minor pada abad ke-6 SM.

Kolom-kolom yang telah mature memiliki 24 galur yang dipisahkan menjadi lembaran-lembaran kecil.

Galur persegi yang dibuat dari tanah liat (plinth) muncul pada akhir masa Hellenic. Tinggi kolom (termasuk capital dan base) adalah sekitar 9 x diameter.

Hiasan-hiasan yang dipakai sebagian besar merupakan legenda atau mistik yang mereka percayai ataupun gambaran peristiwa seputar alasan keberadaan bangunan tersebut. Pediment Doric sering menggambarkan pemandangan mitologi pada relief.

Genteng atap padabagian pinggirnya diakhiri dengan hiasan yang dikenal sebagai antefixae, dimana hal ini meyebabkan bagian joint tidak kelihatan.

Semua orde menggunakan moulding (papan hias tembok) dengan berbagai macam tipe profil termasuk hawksbeak (tipeDoric) dan egg-and-dart (Ionic).

Dekorasi Doric seringkali dicet sedangkan Ionic dan Corinthian menggunakan permainan ritme pada motif tumbuh-tumbuhan.

Patung-patung yang ada tentunya memiliki nilai sejarah yang berhubungan dengan pembangunann tersebut dimana kuil-kuil ini merupakan istana tempat tinggal para dewa sehingga ketika membangun kuil untuk salah seorang dewa ataupun beberapa maka akan memuat elemen yang berhubungan dengan dewa tersebut

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel