Metode Pembelajaran Seni Rupa di Sekolah Dasar (SD)

Pengertian dan Tujuan Penggunaan Metode

Metode merupakan kegiatan menata dan mengelola pelaksanaan pengajaran yang efektif yang melibatkan segala bentuk interaksi antara siswa, guru dan sumber belajar. Metode pengajaran membicarakan bagaimana membelajarkan siswa sesuai dengan harapan-harapan dan mewujudkan perubahan positif.

Proses pembelajaran melalui informasi, latihan dan keterampilan di harapkan terjadi perubahan peserta didik dalam segala aspek potensi yang di milikinya. Untuk itu perlu teknik dan strategi pembelajaran yang tepat guna agar tercapai tujuan yang di harapkan.

Ilustrasi pembelajaran di dalam kelas
Ilustrasi pembelajaran di dalam kelas

Metode pembelajaran membicarakan bagaimana siswa dibelajarkan sesuai dengan harapan-harapan untuk mewujudkan perubahan positif. Metode merupakan kegiatan menata dan mengelola pelaksanaan pembelajaran yang efektif yang melibatkan segala bentuk interaksi antara siswa, guru dan sumber belajar. Pola ini merupakan pengalihan langsung pengetahuan atau proses-proses yang berkaitan dengan pembelajaran.

Tujuan metodologi pengajaran adalah untuk merencanakan dan melaksanakan cara-cara yang efektif untuk mencapai tujuan. Dasar metode yang tepat adalah relevansinya dengan tujuan/sasaran yang di rumuskan. Yang mana indikatornya adalah kualitas hasil pembelajaran dalam proses pembelajarannya.

Pembelajaran seni dapat menggunakan metode seperti ceramah, demonstrasi, multimedia, slide, pameran, belajar partisipasi, diskusi, resitasi, latihan, kerja kelompok, kerja kreatif, imitasi, kritik seni dan lain-lain.

Jenis-jenis Metode Pembelajaran Khusus Seni Rupa

Menurut Sukmadinata, metode pembelajaran dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
1.    Pembelajaran Teori, yang bentuk aplikasinya antaran lain :

  • Pembelajaran ekspositorik : ceramah, Tanya jawab dan demonstrasi.
  • Pembelajaran kegiatan kelompok : diskusi, bermain peran, dan lain-lain
  • Pembelajaran berbuat : eksperimen pemecahan masalah, dan lain-lain

2.    Pembelajaran praktek, dengan bentuk aplikasinya antara lain :

  • Pembelajaran praktek di sekolah
  • Pembelajaran praktek di lingkungan kerja

Sedangkan menurut De Francesco, membagi metode pengajaran pendidikan seni rupa menjadi :

  1. Pengajaran langsung (Directed teaching ),
  2. Ekspresi bebas (Free expression),
  3. Pengajaran inti (core teaching ),
  4. Pengajaran berkorelasi (correlated teaching)

Metode Pembelajaran Seni Rupa di SD

Metode pembelajaran seni rupa yang bisa diaplikasikan di Sekolah Dasar (SD) antara lain :

1. Metode Ekspresi Bebas

Metode ekspresi bebas pada dasarnya adalah suatu cara untuk membelajarkan siswa agar dapat mencurahkan isi hatinya dalam bentuk karya seni rupa. Agar metode ini tercapai secara maksimal, maka perlu dilakukan :

  1. Tawarkan dan tetapkan beberapa pilihan tema sebagai perangsang daya cipta
  2. Tetapkan beberapa pilihan media yang cocok
  3. Jelaskan jenis kertas serta alas an pemilihan kertas tersebut
  4. Jelaskan bentuk kegiatan menggambar tersebut

Metode ekspresi bebas identik dengan metode ekspresi-kreatif atau metode kerja cipta. Metode ini merupakan pengembangan dari pendapat Victor Lowenfield yang menganjurkan agar setiap guru yang bermaksud mengembangkan kreasi siswanya untuk bebas berekspresi (free expressiona). Atas dasar tersebut metode ini sering disebut metode ekspresi-kreatif.

Anak-anak SD sedang mendesain benda-benda kerajinan
Anak-anak SD sedang mendesain benda-benda kerajinan

Dalam pelaksanaan metode ini, kehadiran guru memiliki peran sangat kecil bahkan hampir tidak diperlukan. Metode hasil kerja cipta dapat di terapkan dalam kegiatan menggambar dekorasi, mendesain benda-benda kerajinan, menggambar reklame dan sebagainya.

Langkah-langkah kegiatan metode kerja cipta sebagai berikut :

  1. Guru memberikan pengarahan yang berfokus pada kedudukan konsep dalam proses kelahiran suatu karya.
  2. Siswa mencoba menuangkan suatu konsep pada desain gambar dekorasi, reklame atau barang-barang kerajinan yang akan dibuat.
  3. Selama proses pengerjaan, guru menganjurkan sumbang saran antar siswa terjadi.
  4. Guru memberikan saran, petunjuk dan pengarahan mengenai konsep yang dikemukakannya serta memberi petunjuk kepada siswa yang mengalami hambatan.
  5. Selama proses kerja berlangsung, keterampilan-keterampilan dasar dan menengah sudah harus betul-betul dikuasai.

2. Metode Demonstrasi-eksperimen

Demonstrasi adalah kegiatan guru/instruktur memperagakan proses pembuatan suatu benda kerajinan. Eksperimen adalah siswa mencoba sendiri setelah memperhatikan suatu proses pengerjaan yang didemonstrasikan oleh guru. Dengan prinsip belajar : dengar/perhatikan, kerjakan dan periksa.

3. Metode Mencontoh

Metode mencontoh merupakan metode tertua dalam seni kerajinan. Metode ini banyak dilakukan di pusat-pusat pembelajaran seni zaman dahulu. Untuk belajar keterampilan motorik, cara ini dapat dilakukan. Pada dasarnya metode mencontoh memiliki manfaat yang tinggi dalam meningkatkan kemampuan motorik, sedangkan untuk keterampilan mental dan kreasi tidak memiliki apa-apa.

Membuat sketsa/menggambar dengan metode mencontoh
Membuat sketsa/menggambar dengan metode mencontoh

Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam penggunaan mencontoh, diantaranya. Metode mencontoh baik digunakan apabila ditujukan untuk :

  • Melatih dasar keterampilan fisik;
  • Memperoleh bentuk yang sama walaupun ukurannya diperbesar atau diperkecil;
  • Memproduksi benda teradisional;
  • Memahami proporsi dan anatomi yang tepat dari benda yang akan di tiru.
  • Kegiatan mencontoh harus memiliki makna bagi proses belajar siswa
  • Mencontoh tidak di jadikan kebiasaan

Sebaiknya model yang akan ditiru dipilih oleh siswa itu sendiri. Seyogyanya secara berangsur-angsur apa yang dilakukan oleh siswa berubah dan membuat aplikasi tepat menjadi modifikasi model yang dicontoh.

Yang termasuk jenis-jenis mencontoh adalah :

  1. Metode mencontoh dengan bantuan kertas karbon;
  2. Metode mencontoh dengan bantuan kertas tipis;
  3. Metode mencontoh dengan bantuan sinar lampu;
  4. Metode mencontoh dengan bantuan alat proyektor;
  5. Metode mencontoh bantuan skala garis / skala berpetak;
  6. Metode mencontoh dengan bantuan alat pantograph;
  7. Metode mencontoh secara langsung.

Tujuan dari metode ini adalah :

  1. Melatih siswa bekerja teliti dalam mengamati model yang akan digambar.
  2. Melatih siswa dalam mencari posisi/ sudut pandang yang baik dari model yang akan di gambar.
  3. Siswa dihadapkan pada kenyataan yang rasional sehingga tidak terjadi penyimpangan dari gambar yang ditiru.
  4. Melatih kepekaan rasa agar lebih sensitif terhadap keindahan.

4. Metode Stick Figure

Penggunaan metode ini biasanya dipakai dalam menggambar adegan gerak (action) manusia atau binatang. Metode ini merupakan penyederhanaan bentuk atau wujud menusia atau binatang menjadi tongkat atau garis patah-patah sesuai dengan lekukan/persendian pada manusia atau binatang.

5. Metode Global

Metode ini biasa digunakan pada awal belajar menggambar bentuk. Tujuan penggunaan metode ini adalah agar anak dapat menangkap bentuk keseluruhan dari bentuk model yang disediakan. Secara teknis penggunaan metode ini dibagi dua, yaitu:

  1. Dengan teknik silhulet. Teknik ini dipandang lebih mudah, karena anak diminta untuk menangkap benda secara keseluruhan dengan mengabaikan bagian-bagian detailnya. Metode ini cocok untuk siswa yang sedang belajar pada tahap-tahap awal.
  2. Dengan teknik kontur. Teknik ini lebih cocok bagi siswa, mahasiswa atau ahli gambar teknik yang sudah memiliki kemampuan motorik. Secara teknik, penggambar dituntut untuk menangkap benda secara global dan menyederhanakannya dalam bentuk gambar-gambar dasar (geometris) yang dibuat dengan goresan garis. Kemudian gambar tersebut dikembangkan untuk disempurnakan menjadi bentuk benda yang kompleks (detail).

6. Metode Kerja Kelompok

Ada dua macam metode kerja kelompok, yaitu :

  1. Metode Group Work  (kerja kelompok jenis paduan). Dalam kegiatan ini para siswa bekerja sama untuk menyelesaikan sketsa sebuah gambar yang sebelumnya telah dirancang oleh seorang temanya yang bertindak sebagai ketua kelompok sekaligus sebagai desainer.
  2. Metode Collective painting (kerja kelompok jenis kumpulan). Perbedaan antara metode kerja kelompok jenis paduan dengan metode ini adalah jumlah anggota harus genap dan pembagian tugas-tugas kelompoknya.

7. Metode-metode dalam kritik seni

Chapman (1978:80) menyebutkan metode kritik seni dalam upaya mengembangkan kemampuan dan kepercayaan diri siswa dalam melakukan kritik seni. Metode-metode tersebut adalah :
a. Metode induktif
Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam melaksanakan metode ini adalah :

  1. Gambarkan dasar karakter karya
  2. Gambarkan hubungan antar bagian
  3. Gambarkan wilayah dan kualitas keseluruhan
  4. Tafsirkan aspek-aspek yang dihubungkan dengan pengalaman
  5. Tafsirkan dan ringkas ide, tema,kualitas ekspresi dari makna dari karya
  6. Evaluasi karya dengan criteria kritikdan tunjukkan bukti-bukti untuk mendukung penilaian.

b. Metode Dedukatif
Pendekatan ini dapat mempertinggi keterlibatan antara pekerja seni, secara khusus jika kita mau untuk meletakkannya sebagai percobaan, untuk dibicarakan, yang memerlukan waktu banyak dengan standar perbedaan masing-masing. Pendekatan ini juga memberikan peluang bentuk pembahasan yang dapat membuktikan ketertarikan dan kejelasan tentang seni. Langkah yang dilakukan dalam pendekatan ini adalah :

  1. Tentukan kriteria yang akan digunakan
  2. Uji karya seni untuk mengidentifikasi fakta-fakta yang spesifik
  3. Tentukan tingkat (degree) kriteria yang dipandang pantas

c. Metode Empatik

Adapun beberapa teknik yang dapat membantu mengembangkan rasa empati dan keterlibatannya ketika kita menilai suatu karya seni, diantaranya :

  1. Jangan memandang karya seni terlalu berlebihan karena dapat melupakan orang yang lebih terlatih pada bidang seni.
  2. Memandang kualitas visual secara murni
  3. Gunakan analogi dan metaphora untuk menghubungkan apa yang kita lihat dan rasakan
  4. Gunakan pengalaman dan pengetahuan sendiri untuk membandingkan apa yang kita lihat dapat dirasakan
  5. Jangan takut meninggalkan satu aspek dari karya
  6. Dengan seluruh pengertian, dapatkan secara fisik dan imajinasi
  7. Menilai karya jika kita mau melakukannya.

d. Metode Interaktif

Pendekatan ini tidak semata-mata pendekatan deskriptif, ini bermaksud untuk menemukan sampai terjadi diskusi dan debat secara berkelompok untuk membahas karya seni. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pendekatan ini adalah :

  1. Pilihlah moderator dan jelaskan aturan mainnya
  2. Gambarkan seperti banyak orang yang memungkinkan untuk masuk kedalam proses menjelaskan karya.
  3. Ketika orang kelihatan untuk keluar dari penjelasan, kemudian panggil hipotesis.
  4. Bawa kelompok untuk mendiskusikan hipotesis sehingga beberapa peserta diskusi memperlihatkan penafsiran dengan kesepakatan kelompok.

Kesimpulan

Pendekatan dan metode pembelajaran merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran seni di sekolah. Karakteristik mata pelajaran seni yang unik dan berbeda dengan mata pelajaran pada umumnya menunut persiapan atau perencanaan yang matang. Perlu diketahui bahwa hasil belajar dalam pembelajaran seni umumnya tidak serta merta tampak pada saat itu juga.

Tujuan penyelenggaraan pendidikan seni di sekolah umum mengisyaratkan bahwa pembelajaran seni merupakan rangkaian proses pendidikan yang hasilnya mungkin baru akan terasa setelah sekian lama siswa meninggalkan tempat pendidikannya. Untuk itulah pendekatan dan metode pembelajaran dalam penyelenggaraan pendidikan menjadi sangat penting untuk diketahui.

Pendekatan pembelajaran pendidikan seni rupa digunakan sebagai penentu hubungan antara manipulasi pembelajaran dengan kinerja atau hasil pembelajaran. Pandangan pendidikan seni rupa dalam pendekatan pembelajaran ada dua yaitu: (1) Pendidikan seni rupa, (2) Keterampilan berkarya seni rupa.

Metode merupakan kegiatan menata dan mengelola pelaksanaan pembelajaran yang efektif yang melibatkan segala bentuk interaksi antara siswa, guru dan sumber belajar. Tujuan metodologi pengajaran adalah untuk merencanakan dan melaksanakan cara-cara yang efektif untuk mencapai tujuan. Dasar metode yang tepat adalah relevansinya dengan tujuan/sasaran yang di rumuskan. Yang mana indikatornya adalah kualitas hasil pembelajaran dalam proses pembelajarannya. Pembelajaran seni dapat menggunakan metode seperti ceramah, demonstrasi, multimedia, slide, pameran, belajar partisipasi, diskusi, resitasi, latihan, kerja kelompok, kerja kreatif, imitasi, kritik seni dan lain-lain. Metode pembelajaran seni rupa terdiri dari metode ekspresi bebas, metode demonstrasi-eksperimen, metode mencontoh, metode stick figure, metode global, metode kerja kelompok, dan metode-metode dalam kritik seni.

Saran Kami, pelajaran seni adalah suatu pelajaran yang berbeda dari pelajaran lain maka dari itu sebelum memulai pembelajaran seni sebagai guru harus tahu pendekatan dan metode agar pembelajaran seni di kelas dapat efektif.

Demikian pembahasan tentang metode pembelajaran seni rupa di Sekolah Dasar (SD) ini, semoga bermanfaat. Silakan membaca pembahasan lainnya :

Dan....berbagai artikel seni rupa ilmiah yang lainnya. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel