Penyebab Lemahnya Mutu SDM (Sumber Daya Manusia) Di Indonesia

Di kalangan masyarakat akhir – akhir ini khususnya para pakar SDM berkembang polemik tentang lemahnya mutu SDM (Sumber Daya Manusia) di Indonesia. Salah satu penyebab lemahnya SDM di Indonesia adalah adanya ketidak seimbangan mata pelajaran yang diberikan guru kepada siswa. Ada mata pelajaran yang diprioritaskan dan ada mata pelajaran yang dikesampingkan.

Ilustrasi suasana belajar yang membosankan karena metode yang dipaksakan
Ilustrasi suasana belajar yang membosankan

Selama ini pelajaran bidang akademik lebih diutamakan daripada pelajaran non akademis khususnya pelajaran kesenian dan ketrampilan. Padahal pelajaran bidang akademik yang dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan di Indonesia, sebenarnya hanya mengembangkan otak kiri saja yang memiliki fungsi antara lain : sequen (mengikuti aturan), analysis (kemampuan menganalisa), linear (terarah atau lurus), computarion (penuh perhitungan), logic (logika), fact (segala sesuatu yang nyata).

Sedangkan otak kanan berfungsi aebagai holistik (menyeluruh ), intuition (paham tanpa pikir ), creatif (penuh kreatifitas), day dreaming (mengembangkan angan – angan), imagination ( imajinasi ), dan feeling (perasaan). Selama ini hampir tidak mendapat kesempatan berkembang, karena pelajaran kesenian dan ketrampilan yang dapat mengembangkan fungsi otak kanan diabaikan.

Suasana berekspresi yang menyenangkan; anak SD sedang membuat seni kriya
Suasana berekspresi yang menyenangkan

Pengembangan fungsi otak kiri dan kanan yang tidak seimbang menjadikan siswa bodoh, tidak kreatif, tidak berkembang feeling, dan imajinasinya. Pelajaran yang bersifat memupuk kreatifitas siswa dan penuh kegembiaraan sesuai dengan anak – anak tidak mereka dapatkan, sehingga siswa menadi jenuh, bosan dan tidak bergairah mengikuti pelajaran.

Kegiatan di sekolah hanyalah rutinitas yang dipaksakan. Belajar bukan lagi suatu kebutuhan, melainkan suatu beban yang sangat tidak menyenagkan bagi siswa. Mereka datang ke sekolah tanpa kerinduan dan gairah dalam belajar, karena keatifitas yang sesuai dengan dunia anak –anak hampir tak pernah mereka temukan. Perkembangan antara otak kiri dan kanan berjalan tidak seimbang. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab merosotnya mutu pendidikan di Indonesia.

Ilustrasi akibat dari metode pembelajaran yang tidak seimbang
Ilustrasi akibat dari metode pembelajaran yang tidak seimbang

Untuk meningkatkan gairah belajar siswa khususnya, serta untuk meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya, maka mata pelajaran khususnya Seni Rupa harus diberi tempat yang sederajat. karena seni rupa dapat difungsikan sebagai media ekspresi, media komunikasi, media bermain, media pengembangan bakat.

Lukisan pemandangan pedesaan karya imajinasi anak SD

Disamping berfungsi sebagai media, seni rupa juga dapat dipakai sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral, etika, budi pekerti, estitika dan pesan-pesan pendidikan lainnya yang dengan mudah dapat diterima oleh pemirsa karena seni rupa merupakan alat komunikasi yang universal.

Semoga ulasan singkat ini bermanfaat. Silakan menikmati pembahasan yang lainnya :
Juga artikel menarik lainnya. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel