Sejarah, Teori Dan Kritik Arsitektur

Sejarah, Teori dan Kritik dalam ilmu arsitektur merupakan aspek-aspek yang tidak dapat dipisahkan dan ketiga hal tersebut memiliki keterkaitan dan saling terkait. Proses ber-arsitektur secara terus menerus akan melahirkan teori arsitektur, sedangkan kritik arsitektur merupakan buah dari teori arsitektur. Sebuah siklus yang berlaku secara universal

Sejarah Arsitektur
Pembelajaran tentang sejarah dalam arsitektur akan terkait dengan deskripsi dan interpretasi kajian akan keberhasilan dari produk arsitektur. Kesalahan dan kekurangan masa lampau menjadi pelajaran yang terbaik saat ini agar dapat menghasilkan karya arsitektur yang bermanfaat dan berguna.

Monumen-monumen bangunan bersejarah hasil karya nenek moyang yang sudah berdiri pada masa lampau sampai sekaang tetap terkenang namanya bahakan masih dapat dijadikan konsumsi secara visual dan edukasi serta dapat dijadikan suatu kebanggaan sebagai pelajaran bahwa pada jaman dahulu orang sudah dapat membuat bangunan yang indah dan megah. Contoh : Candi, Prasasti, Benteng, Masjid, Makam, Gapura dan sebagainya.

Candi Borobudur merupakan contoh Peninggalan Bersejarah di Indonesia
Candi Borobudur merupakan contoh Peninggalan Bersejarah di Indonesia
Gapura Bajang Ratu, Salah satu bangunan peninggalan Kerajaan Majapahit
Gapura Bajang Ratu, Salah satu bangunan peninggalan Kerajaan Majapahit

Arsitektur dipandang sebagai bangunan atau teknik membuat bangunan dimana melalui proses yang terdiri dari : Perencanaan (ide atau gagasan), Perancangan (desain) dan pelaksanaan pembangunan. Arsitektur juga dipandang sebagai ruang atau pemenuhan kebutuhan akan ruang oleh manusia untuk melakukan segala aktivitas tertentu. Arsitektur dipandang sebagai sejarah, dimana arsitektur merupakan ungkapan fisik dan peninggalan budaya suatu mayarakat, dalam batasan tempat dan waktu. Keberadaan arsitektur sendiri seumur dengan peradaban manusia di muka bumi ini.

Sejarah dan arsitektur mencakup dimensi ruang dan waktu yang tidak dapat ditentukan batasannya. Oleh karenanya kajian terhadap sejarah arsitektur dilakukan berdasarkan kronologis menurut ruang, dimensi dan waktu. Pengkajian ini dapat dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu : primitif tradisional, klasik dan modern. Pembagian ini masih bersifat global sehingga tiap-tiap periode masih harus dikelompokkan lagi secara terperinci.

Teori dan sejarah merupakan hal yang esensial untuk mempelajari dan menngerti arsitektur. Teori dalam arsitektur membicarakan apakah arsitektur itu, apa yang harus dilakukannya, dan bagaimana merancangnya. Sejarah sangat berhubungan erat mengenai teori-teori, kejadian-kejadian, metoda-metoda perancangan dan bangunan-bangunan. Pengaruh keduanya terhadap masa depan sangat perlu.

Kritik sebagai proses dan catatan dari tanggapan terhadap lingkungan binaan, kritikan juga berhubungan langsung dengan teori dan sejarah. Artikel ini mengenai teori, kritik dan sejarah dan dalam pelaksanaannya merupakan salah satu basis esensial untuk mempelajari dan mempraktekan arsitektur.

TEORI. Teori adalah ungkapan umum apakah arsitektur itu, tujuan yang dicapai, dan bagaimana cara terbaik untuk merancang. Sebagian besar perancangan arsitektural merupakan kegiatan merumuskan daripada kegiatan menganalisis, dengan memadukan bermacam ragam unsur dalam cara-cara dan keadaan-keadaan baru, sehingga hasilnya tidak semuanya dapat diramalkan. Teori dalam arsitektur mengemukakan arah, tapi tidak dapat menjamin hasilnya.

Dalam menganjurkan cara-cara khusus untuk memandang arsitektur, para ahli teori seringkali mendasarkan diri pada analogi,. antara lain :

1.Analogi Matematika. Beberapa ahli teori berpendapat bahwa angka-angka dan geometri merupakan dasar yang penting untuk mengambil keputusan dalam arsitektur. Perancangan ruang sesuai dengan bentuk-bentuk murni dan angka-angka primer/simbolik akan sesuai dengan tatanan alam semesta. Bangunan yang berproporsi akan mempengaruhi kepekaan estetika kita.

2.Analogi Biologis. "Bangunan adalah suatu proses biologis, .... bangunan bukan suatu proses estetika". Teori Arsitektur yang berdasarkan analogi biologis ada 2 bentuk :

a. Bersifat umum. Terpusat pada hubungan antara bagian-bagian bangunan atau antara bangunan dengan penempatannya/penataannya.

b. Lebih bersifat khusus. Terpusat pada pertumbuhan proses-proses dan kemampuan gerakan yang berhubungan dengan organisme. Disebut arsitektur biomorfik.

Arsitektur Organik. F.L. Wright ---> . Arsitektur organik F.L. Wright mempunyai 4 karakter sifat
  1. Berkembang dari dalam ke luar, harmonis terhadap sekitarnya dan tidak dapat dipakai begitu saja.
  2. Pembangunan konstruksinya timbul sesuai dengan bahan-bahan alami, apa adanya (kayu sebagai kayu, batu sebagai batu, dll).
  3. Elemen-elemen bangunannya bersifat terpusat (integral).
  4. Mencerminkan waktu, massa, tempat dan tujuan.

Secara asli dalam arsitektur istilah organik berarti sebagian untuk keseluruhan - keseluruhan untuk sebagian.

Arsitektur organik adalah sebuah konsep arsitektur dimana ruang dan bentuk dipadukan. Ruang menjadi pusat pemikiran. Arsitektur organik secara konseptual menggabungkan konsep tempat tinggal manusia dengan lingkungan alam. Desain arsitektur organik bisa menjadi ide bagi Anda untuk menciptakan kesan sebuah rumah atau bangunan yang unik sekaligus menyatu dengan alam.

Contoh Bamginan dengan Arsitektur organik
Contoh Bamginan dengan Arsitektur organik

Ciri pada umumnya:

  • Terinspirasi bentukan alam.
  • Adanya unsur pengulangan.
  • Elastis, lentur, mengikuti aliran.
  • Pendalaman terhadap konsep serta kepuasan dalam ide.
  • Bentuk unik dan lain dari yang lain.
  • Penuh dengan kejutan dan permainan.
  • Mengkespresikan konsep ide secara kuat.


Arsitektur Biomorfik. Kurang terfokus terhadap hubungan antara bangunan dan lingkungan daripada terhadap proses-proses dinamik yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perubahan organisme. Biomorfik arsitektur berkemampuan untuk berkembang dan tumbuh melalui : perluasan, penggandaan, pemisahan, regenerasi dan perbanyakan.

Contoh Bangunan dengan ARSITEKTUR BIOMORFIK
Contoh Bangunan dengan ARSITEKTUR BIOMORFIK

3.Analogi Romantis. Kunci Analogi romantis adalah evokatif, yaitu mebawa/mengemban, menghasilkan reaksi emosional terhadap pengamat. Ada 2 cara:

a. Menyatakan asosiasi. Perancangan romantis mengacu pada alam, masa lalu, tempat-tempat eksotis, benda primitif dan lain-lain. Contoh hotel di California.

b. Pernyataan yang dilebih-lebihkan. Mempengaruhi perasaan dengan adanya sarana-sarana yang formal. Dipakai oleh gerakan ekspresionis di Eropa pada awal abad 20.

4.Analogi Bahasa/Linguistik. Dimaksudkan untuk menyampaikan kepada pengamat dengan menggunakan 3 cara :

a. Model Tatabahasa. Arsitektur seringkali terdiri dari unsur-unsur yang ditata menurut aturan sehinggan memudahkan dalam pemahaman dan penafsiran yang disampaikan oleh bangunan tersebut. Imaginasi dan rasa arsitekturnya diungkapkan dalam batas-batas yang ditentukan oleh bahasa arsitektur universal. Contoh yaitu rumah yang layak harus dipertimbangkan dan mempunyai tata bahasanya sendiri. Tata bahasa disini dianalogikan dengan konstruksi dimana hubungan bentuk antara berbagai unsur yang masuk ke dalam konstitusi benda tersebut.

b. Model Ekspresionis. Bangunan dianggap sebagai tempat/wadah yang digunakan arsitek untuk mengungkapkan sikapnya terhadap proyek bangunan tersebut.

EINSTEIN TOWER (MENARA EINSTEIN); Contoh Arsitektur Ekspresionis
EINSTEIN TOWER (MENARA EINSTEIN); Contoh Arsitektur Ekspresionis

c. Model Semiotik. Suatu bangunan merupakan suatu tanda penyampaian informasi tentang apakah itu sebenarnya dan apa yang dilakukannya diterapkan oleh tanda-tanda cukup untuk menyampaikan makna.

5.Analogi Mekanik. Le Corbusier menegaskan bahwa rumah adalah contoh dari penggunaan analog mekanik dalam arsitektur. Seharusnya mereka tidak menyembunyikan fakta-fakta ini dengan hiasan yang tidak relevan dalam bentuk gaya.

6, Analogi Pemecahan Masalah. Arsitektur adalah seni yang menuntut lebih banyak penalaran daripada ilham-ilham dan lebih banyak pengetahuan faktual daripada semangat. Metode pemecahan masalah beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan lingkungan merupakan masalah yang harus diselesaikan secara analisis. Suatu ciri dari metode pemecahan masalah dalam perancangan adalah prosedur yang seksama dan terpadu.

7. Analogi Adhocis. Dimaksudkan untuk menanggapi kebutuhan langsung dengan cara menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan tanpa mengarah ke suatu tujuan/cita-cita Pedoman apa saja dapat dipakai untuk mengukur rancangan tersebut

8. Analogi Bahasa Pola
Perancangan Arsitektur untuk mengidentifikasikan pola-pola dan jenis-jenis baku dari kebutuhan suatu tempat/kebudayaan tertentu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Hubungan-hubungan lingkungan dan perilaku menggunakan pendekatan tipologis/pola untuk membuat suatu bangunan/kota. Contoh: Bangunan untuk seorang lansia umumnya berupa pondok kecil di sebidang tanah yang kurang luas dan ditempatkan di lantai bawah.

9. Analogi Dramaturgi
Kegiatan-kegiatan manusia dinyatakan sebagai teater dan lingkungan buatan dianggap sebagai pentas panggung. Ada 2 sudut pandang:

a. Dari sudut pandang aktor. Dengan menyediakan alat-alat perlengkapan dan kesan-kesan yang diperlukan serta perabot-perabot disusun secara teratur.

b. Dari sudut pandang dermawan. Arsitek menyebabkan orang bergerak ke suatu arah dengan memberikan petunjuk-petunjuk visual misalnya. Arsitek dalam analogi Dramaturgi mengatur aksi sekaligus menunjangnya

Kritik Dalam Arsitektur
Kritik merupakan rekaman dari tanggapan terhadap lingkungan buatan (built environment). Kritik meliputi semua tanggapan termasuk tanggapan negatif dan pada hakekatnya kritik bermaksud menyaring dan melakukan pemisahan. Ciri pokok kritik adalah pembedaan dan bukan penilaian (misalnya : reaksi penduduk terhadap rancangan pemukiman dilakukan dengan metode penyampaian tanggapan).

Metode kritik arsitektur terdiri dari :

  1. Kritik Normatif; kritik ini berdasarkan pada pedoman baku normatif.
  2. Kritik Penafsiran; kritik ini merupakan penafsiran dan bersifat pribadi.
  3. Kritik Deskriptif; bersifat tidak menilai, tidak menafsirkan, semata-mata membantu orang melihat apa yang sesungguhnya ada, menjelaskan proses terjadinya perancangan bangunan.
Demikian pembahasan singkat tentang Sejarah, Teori dan Kritik Arsitektur ini, semoga bermanfaat. Jangan lewatkan pembahasan menarik yang lainnya...


Dan berbagai pembahasan lainnya. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel