Teknik Dasar Perencanaan Desain Busana

Sebelum membuat busana terlebih dahulu kita hendaklah membuat perencanan, dengan perencanaan yang baik diharapkan hasilnya akan baik. Perencanaan busana dituangkan dalam bentuk desain atau model busana.



Desain dapat dirancang sendiri ataupun dengan mengambil/memilih desain dari majalah. Sebagai seorang penata atau pengelola busana harus dapat memahami atau membaca desain busana itu sendiri, untuk itu diperlukan pengetahuan dasar dan latihan-latihan menyimak model dan mengkonstruksi pola sesuai dengan desain.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain busana adalah:

1. Bentuk tubuh si pemakai, seperti langsing, gemuk pendek, tinggi kurus dan sebagainya. Dalam mendesain busana untuk model dengan tipe tersebut hendaklah dapat mengatasi masalah-masalah tubuh, seperti bagian yang kurang sesuai dapat disembunyikan sehingga tertutupi kelemahannya.

Misalnya untuk yang bertubuh tinggi kurus hendaklah dihindari bentuk leher model V, karena akan semakin menambah kesan kurus seperti gambar  di bawah ini...

Bentuk Leher Model V kurang cocok untuk yang bertubuh tinggi kurus
Bentuk Leher Model V kurang cocok untuk yang bertubuh tinggi kurus
Contoh aplikasi motif. Untuk yang bertubuh tinggi kurus, hindari aplikasi motif garis vertikal karena akan semakin menambah kesan kurus. Yang lebih sesuai adalah menggunakan motif garis horisontal seperti gambar di bawah ini.

Motif  garis horisontal cocok untuk yang bertubuh tinggi kurus
Motif  garis horisontal cocok untuk yang bertubuh tinggi kurus

2. Kesempatan. Kesempatan yang dimaksud disini adalah busana untuk kesempatan kerja, busana pesta, busana sehari-hari, dan sebagainya. Mendesain busana untuk pesta hendaklah desainnya kelihatan memberi kesan lebih mewah dan untuk busana kerja diharapkan dapat memberi kesan resmi dan nyaman.

Contoh busana pesta yang didesain lebih mewah dibanding busana kerja atau lainnya.
Contoh Busana Pesta

Masalah yang sering terjadi di lapangan adalah tidak tepatnya hasil pakaian dengan desain yang diharapkan. Ini disebabkan tidak benarnya cara merubah pola dasar sesuai dengan desain. Kesalahan teknis mengubah pola akan mengakibatkan pakaian tidak sesuai dengan desain, hasilnya bisa lebih buruk dan juga bisa lebih baik, tetapi yang jelas sudah tidak sesuai dengan yang diminta, inilah yang sering membuat konsumen merasa kecewa. Untuk itu marilah dipahami terlebih dahulu analisa desain dan konstruksi pola serta dapat mengenal ciri-ciri desain.

Dalam menganalisa desain kita bisa mengamati dari gejala-gejala atau ciri-ciri dari desain itu sendiri seperti :

1) Gejala perspektif 

Desain apakah berupa sketsa atau foto, ada yang lurus kedepan, sikap dengan gaya menyamping ataupun sikap membelakangi lensa, dengan gaya tersebut satu desain pakaian ada kalanya dapat dilihat dengan jelas dan ada kalanya meragukan terutama pada saat menoleh ke kiri atau ke kanan, jika desain seperti ini jika diperhatikan maka bagian kiri atau kanannya tidak sama, bagian yang dekat dengan mata lebih besar dari pada yang letaknya agak jauh, semakin jauh jarak semakin kecil letaknya. Hal ini disebabkan gejala perspektif dalam pandangan mata, sedangkan bila dilihat lurus ke depan bagian kiri dan kanan sama. Jadi dalam menganalisa model hal-hal tersebut di atas perlu diperhatikan agar tidak salah dalam memahami desain.

2) Siluet 

Dengan melihat dan mengamati siluet dari busana kita dapat menaksir dan menentukan wujud bahan dari busana itu sendiri. Siluet yang tegang dan mengembang dengan garis sisi yang lurus, menandakan bahannya tebal dan kaku, bila sisinya lengkung atau bawah baju/rok agak bergelombang maka bahan yang digunakan adalah lembut. Siluet yang melangsai ke bawah selain menandakan bahannya lembut juga dapat dilihat arah benangnya yang memanjang ke bawah dan bila lebih bergelombang pinggirnya berarti arah benang diagonal dan sebagainya.

3) Teknik penyelesaian busana.

Teknik penyelesaian suatu busana sangat menentukan kualitas dari busana itu sendiri, kesalahan dalam menganalisa desain akan menjadi kesalahan dalam teknik penyelesaiannya. Seperti ada desain dengan kantong klep, kemudian dibuat dengan klep palsu (tanpa kantong), dilihat dari bentuk sama tapi kualitas dari busana itu sendiri akan turun dari yang semestinya.

4) Warna dan corak bahan 

Gambar desain pada majalah mode tidak selalu memakai warna sehingga penyimak mode perlu menaksir warna dan corak untuk suatu desain. Sebaiknya kita mencari suatu desain yang cocok untuk bahan yang telah kita beli. Misalnya desain busana yang ramai kita kombinasikan dengan warna yang lembut sehingga lebih serasi dengan corak dan warna yang menyolok.

5) Ciri-ciri desain 

Ciri-ciri khusus pada busana dapat kita amati untuk menentukan desain yang benar karena terlihat sama atau serupa tapi sebenarnya konstruksinya berbeda, seperti desain berikut:

  1. Kerah setali dengan kerah river, perbedaannya terletak pada garis sambungan pada kerah bagian muka dan kalau dilihat dari belakang yaitu pada kerah tengah belakang mempunyai sambungan untuk kerah setali, sedangkan kerah river tidak mempunyai sambungan .
  2. Ciri-ciri blus yang mempunyai kampuh pinggang dan yang tidak berkampuh pinggang.

Ciri–ciri blus yang berkampuh pinggang dibawah ikat pinggang terdapat lipit kup atau kerutan, diatasnya polos. Untuk yang tidak memakai kampuh pinggang di atas ataupun di bawah ikat pinggang sama, pakai kerutan atau tanpa kerutan dan pakai lipit atau tidak pakai lipit.

6). Analisa desain dan konstruksi.

Merobah pola dasar menjadi pola busana sesuai dengan desain tertentu terdapat pada cara memindahkan lipit pantas (lipit kup) pola dasar wanita dewasa, karena lipit pantas ini merupakan aset dalam pecah pola atau merobah pola.

Begitu pula mengkonstruksi pola pakaian sesuai dengan desain dapat dengan memindahkan lipit pantas sehingga menjadi desain yang baru atau menjadi garis hias seperti garis princes, garis empire serta garis hias lainnya. Memecah lipit pantas pada rok dan mengembangkannya menjadi rok model A. Begitu pula dengan bentuk kerah, bentuk lengan dan sebagainya.

Amatilah desain di bawah ini, lalu dianalisa dan kita coba bagaimana membuat konstruksinya.


Gaun ini mempunyai garis pas empire, lipit kup dijadikan kerutan dibawah buste (buah dada). Konstruksinya, lebih kurang 9cm dari garis pinggang (½ panjang sisi) untuk pas pinggang kupnya dihilangkan. Memakai lengan kop, konstruksinya adalah : puncak lengan dipecah (digunting) dan dikembangkan. Kerah sanghai (kerah board). Rok model A, konstruksinya: lipit kup (lipit pantas) dilipatkan dan pada ujung kup digunting dan secara otomatis akan menjadi kembang ( terbuka ) setelah lipit kup ditutup.

Demikian pembahasan sederhana tentang teknik dasar perencanaan desain busana, semoga bermanfaat. Silakan menikmati pembahasan menarik yang lainnya :

Juga berbagai pembahasan menarik lainnya. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel