CARA MEMILIH BAHAN/KAIN PADA DUNIA KONVEKSI (FASHION)

Bahan atau kain mempunyai aneka ragam jenis dan sifatnya. Akibat proses pembuatan yang berlainan dan bahan mentah (asal bahan) serta zat pelarutnya yang berbeda, menyebabkan ciri-ciri dan sifat bahan bebeda pula, ada yang kaku, ada yang melansai, yang lembut, lemas, berat, ringan, tebal, tipis, transparan dan sebagainya.

Untuk itu pemilihan bahan atau kain harus dilakukan oleh seorang yang ahli dibidang tekstil. Pemilihan kain yang sesuai dengan kebutuhan akan menghindarkan dari kelambatan dalam pemotongan. Pada waktu pembelian kain, spesifikasi mutu kain harus dinyatakan dengan jelas. 

Spesifikasi mutu kain tersebut antara lain adalah :
  1. Dimensi, meliputi ukuran panjang, lebar, berat dan mungkin tebalkain, termasuk toleransinya.
  2. Jumlah dan jenis cacat yang diperbolehkan tiap unit, termasukcara penilaiannya dan lembaga penilai yang ditunjuk jika terjadiperbedaan pendapat.
  3. Rincian konstruksi dan sifat kain yang diminta, didasarkan pada laporan uji.


Di samping hal di atas, keserasian antara bahan dengan desain busana sangat perlu diperhatikan. Siluet pakaian menjadi pertimbangan sebelum kita memilih bahan, apakah sesuai untuk desain pakaian berkerut, berlipit atau mengembang. Caranya, bahan digantungkan memanjang dengan dilipit-lipit untuk memperhatikan jatuhnya, begitu pula untuk memperhatikan kasar halusnya kita raba dan beratnya kita timang apakah syarat-syarat pada desain telah terpenuhi.

Permukaan bahan (tekstur) ada empat karakter:
  1. Bila dilihat dari efek pantulan cahaya dari bahan misalnya berkilau atau kusam;.
  2. Jika diraba terasa kasar atau halus;
  3. Kalau dipegang terasa berat,ringan, tipis dan kaku;
  4. Kesan pada penglihatan adalah mewah atau sederhana.


Setiap tekstur mempunyai pengaruh terhadap penampilan suatu busana dan bentuk badan si pemakai, bahan yang berat atau tebal akan menambah bentuk. Bahan yang berkilau akan menambah besar dari pada bahan tenunan yang permukaan kusam, seperti bahan satin akan memperbesar bentuk badan dari pada bahan Cape.

Maka dariitu kita perlu memilih bahan yang tepat. Jika suatu desain memerlukan efek mengembang, pilihlah bahan busana yang dapat membentuk gelembung dengan wajar. Sebaliknya bila suatu desain memperlihatkan kelembutan perhatikanlah jangan memakai bahan yang kaku. Bahan tekstil yang bercorak atau bermotif juga akan ikut berperan membentuk kesan tertentu pada busana atau si pemakainya.

Penyesuaian karakter motif seperti garis-garis atau kotak–kotak akan memberikan kesan kaku. Maka dari itu desain mengarah kepada kesan sportif, begitu pula dengan bulatan maka lebih mengarah pada lengkung. Untuk itu dalam menyiapkan bahan perlu disesuaikan dengan desain, bentuk tubuh, usia, jenis pakaian serta kesempatan si pemakai.

Berikut ini adalah jenis-jenis kain yang sering digunakan pada usaha konveksi (Fashion)


Mungkin banyak temen-temen yang belum mengetahui jenis bahan/kain yang sering digunakan dalam dunia Konveksi/Fashion.

 Kami mencoba memberi penjelasan mengenai jenis-jenis bahan/kain yang sering digunakan pada dunia Konveksi (Fashion), karakter dari masing-masing bahan kain, serta kelebihan dan kekurangannya. Selamat menikmati dengan santai.....

A. Kain Blacu

Kain blacu adalah jenis kain yang dibuat dari kapas sebagai bahan dasarnya. Kain jenis ini sangat fleksibel sehingga mudah untuk dibentuk untuk menjadi berbagai macam kreasi dan cocok ditambahkan hiasan-hiasan tertentu.

Kain blacu adalah jenis kain yang dibuat dari kapas sebagai bahan dasarnya. Kain jenis ini sangat fleksibel sehingga mudah untuk dibentuk untuk menjadi berbagai macam kreasi dan cocok ditambahkan hiasan-hiasan tertentu.
Kain Blacu

Kain ini termasuk jenis yang ramah lingkungan karena bahan dasar pengolahannya alami. Kita dapat dengan mudah menemukan kain blacu ini di mana-mana, sebagai contoh yang dipakai untuk pembungkus tepung terigu.

Blacu pada dasarnya adalah turunan dari kain mori; yaitu kain tenun berwarna putih yang terbuat dari kapas dan biasanya dipakai sebagai bahan untuk membuat kain batik. Ada 2 jenis kain mori yaitu kain mori yang telah mengalami proses pemutihan atau bleaching dan kain mori yang belum diputihkan. Kain mori pernah pula amat populer sebagai bahan pakaian yaitu pada era 1960–1970-an.

Nah kain yang belum diputihkan tersebutlah yang juga disebut sebagai kain belacu. Kini kain blacu yang harganya relatif terjangkau membuat blacu cocok digunakan untuk bahan tote bag terutama untuk goody bag acara-acara semisal seminar atau ulang tahun.

Kelebihan Kain Blacu:
  • Berbahan alami yaitu kapas sehingga nyaman di kulit dan terasa adem.
  • Warnanya putih dengan salur ke bawah sehingga sesuai untuk yang ingin terlihat langsing.
  • Ramah lingkungan


Kekurangan Kain Blacu:
  • Bahanya agak sedikit kasar


B. Kain Wools

Kain ini termasuk kain yang cukup berat, kita sering melihat kain ini digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan pakaian hangat atau sweater. Kain wools mempunyai keunggulan tersendiri yaitu lebih awet dibanding kain jenis lain jika cara perawatannya dilakukan dengan benar.

Kain Wools termasuk kain yang cukup berat, kita sering melihat kain ini digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan pakaian hangat atau sweater. Kain wools mempunyai keunggulan tersendiri yaitu lebih awet dibanding kain jenis lain jika cara perawatannya dilakukan dengan benar.
Kain Wools

Kelebihan jenis kain wool:
  • Sangat tebal dan kuat
  • Daya serap keringat yang tinggi


Kekurangan kain wool:
  • Bahan lebih terasa panas di kulit
  • Noda sangat sulit dibersihkan karena serat yang tebal


C. Kain Poly Ester ( PE )

Kain ini memiliki kemiripan dengan kain katun, namun dari segi kualitasnya kain PE berada satu tingkat di bawah kualitas kain katun. Bahan dasar dari kain ini terbuat dari benang polyester / serat sintetis yang menyerupai biji plastik.

Kain polyester (PE) memiliki kemiripan dengan kain katun, namun dari segi kualitasnya kain PE berada satu tingkat di bawah kualitas kain katun. Bahan dasar dari kain ini terbuat dari benang polyester / serat sintetis yang menyerupai biji plastik.
Kain Polyester (PE)

Bahan ini terbuat dari serat sintetis yang dibuat dari hasil minyak bumi yang kemudian menghasilkan fiberpoly. Oleh karena sifat bahan dasarnya yang tidak alami, maka bahan ini tidak dapat menyerap keringat dan panas saat dipakai.

Kelebihan kain polyster:
  • Kain tidak mudah kusut
  • Serat kain lebih kuat dan tahan lama


Kekurangan kain polyster:
  • Terasa panas di kulit
  • Tidak dapat menyerap keringat
  • Noda susah dihilangkan, terlebih minyak
  • Tekstur kain kurang lentur


D. Kain Chiffon

Kain Chiffon adalah kain yang sering digunakan dalam pembuatan dress, selendang, blouse, pelengkap kebaya, serta tudung kepala. Biasanya penggunaan kain chiffon untuk kerudung dibarengi dengan ciput dari bahan kaos. Kain chiffon ada yang terbuat dari polyester yang sering disebut chiffon polos serta ada yang terbuat dari bahan sutra yang disebut chiffon ceruti.

Kain Chiffon adalah kain yang sering digunakan dalam pembuatan dress, selendang, blouse, pelengkap kebaya, serta tudung kepala. Biasanya penggunaan kain chiffon untuk kerudung dibarengi dengan ciput dari bahan kaos. Kain chiffon ada yang terbuat dari polyester yang sering disebut chiffon polos serta ada yang terbuat dari bahan sutra yang disebut chiffon ceruti.
Kain Chiffon

Kelebihan Kain Chiffon:
  • Bertekstur sangat lembut serta halus
  • Ketika digunakan secara otomatis kain ini akan menyesuaikan bentuk tubuh si pemakai


Kekuranangan Kain Chiffon:
  • Kadang sangat panas saat digunakan, namun tetap memberikan kesan anggun pada pemakainya.
  • Kainya bersifat transparan, dan dapat mengikuti bentuk badan penggunanya, sehingga tidak cocok digunakan orang yang berbadan gemuk.


Cara merawat bahan Chiffon:
  • Sebaiknya dicuci secara manual dengan air sedikit hangat,
  • Jangan gabungkan bahan ini dengan warna lainnya karena mudah menyerap warna,
  • Jangan diperas
  • Saat dicuci bahan akan susut tapi sudah dipastikan potongannya oleh si pembuat pakaian,- Setrika dengan temperature yang rendah.


E. Kain Flanel / Flet

Kain ini merupakan jenis kain yang terbuat dari bahan dasar serat wol tapi tanpa ditenun. Tekstur kain ini agak lebih tebal dari yang lain, namun sangat lembut dan lentur sehingga mudah dibentuk menjadi apa saja. Kain flannel inilah yang sering digunakan dalam pembuatan kerajinan tangan seperti gantungan kunci atau kotak tis dan juga kemeja.

Kain Flanel / Flet merupakan jenis kain yang terbuat dari bahan dasar serat wol tapi tanpa ditenun. Tekstur kain ini agak lebih tebal dari yang lain, namun sangat lembut dan lentur sehingga mudah dibentuk menjadi apa saja. Kain flannel inilah yang sering digunakan dalam pembuatan kerajinan tangan seperti gantungan kunci atau kotak tis dan juga kemeja.
Kain Flanel / Flet

Kelebihan kain flanel :
  • Mudah dibentuk, sekalipun dalam potongan yang sangat kecil
  • Tidak perlu menjahit pinggiran kain
  • Bisa dibeli dengan ukuran kecil (tidak harus meteran)
  • Harga terjangkau


Kekurangan kain flanel :
  • Tidak dapat dijadikan bahan pakaian, karena bahannya yang tebal dan kaku
  • Relatif cepat bulukan
  • Mudah kotor
  • Masih jarang yang jual flanel bermotif


F. Kain Rayon / Rayon Viskoca / Sutra Buatan

Rayon adalah kain sintetis pertama yang pernah dibuat manusia. Rayon terbuat dari serat yang berasal dari kayu. Pinus, hemlock, dan cemara adalah tiga spesies pohon yang paling sering digunakan dalam pembuatan rayon.

Kain Rayon adalah kain sintetis pertama yang pernah dibuat manusia. Rayon terbuat dari serat yang berasal dari kayu. Pinus, hemlock, dan cemara adalah tiga spesies pohon yang paling sering digunakan dalam pembuatan rayon.
Kain Rayon

Rayon memiliki banyak kegunaan secara komersial, industri dan domestik. Salah satu penggunaan yang paling populer adalah untuk pakaian. Pakaian formal, celana panjang, gaun, rok, blus, jaket, pakaian, topi, pakaian olahraga, dasi dan jas semua dapat dibuat dari rayon. Produk kesehatan wanita dan diapers juga banyak yang terbuat dari rayon. Produk medis bedah, ban, bola bowling, film fotografi dan produk industri lainnya juga memanfaatkan serat rayon. Di rumah, kain gorden, furnitur, slipcovers, karpet, seprei, selimut dan tirai juga banyak ditemukan dari bahan rayon.

Kelebihan Kain Rayon:
  • Daya serapnya yang tinggi
  • Tidak mudah kusut, halus, dan tahan lama.


Kekurangan Kain Rayon:
  • Tidak elastis dan mudah terbakar.


G. Kain Sutra

Termasuk salah satu kain termewah dan termahal dibanding kain yang lain. Teksturnya yang sangat lembut dan sangat ringan membuat kita harus berhati-hati dalam penjahitan serta perawatannya, seperti saat pencucian dan penyetrikaan.

Kain Sutra termasuk salah satu kain termewah dan termahal dibanding kain yang lain. Teksturnya yang sangat lembut dan sangat ringan membuat kita harus berhati-hati dalam penjahitan serta perawatannya, seperti saat pencucian dan penyetrikaan.
Kain Sutra

Kelebihan Kain Sutra:
  • Nyaman digunakan sehari – hari / pergi ke pesta
  • Bahanya yang lembut dan ringan


Kekurangan Kain Sutra:
  • Mudah kusut
  • Mudah luntur dan butuh perawatan khusus agar bisa tahan lama.


H. Kain Katun

Katun terbuat dari serat kapas yang ringan namun kuat sehingga kain jenis ini merupakan yang paling banyak diminati untuk dijadikan sebagai pakaian. Bahan kain ini sudah digunakan sejak berabad-abad yang lalu oleh manusia.

Kain Katun terbuat dari serat kapas yang ringan namun kuat sehingga kain jenis ini merupakan yang paling banyak diminati untuk dijadikan sebagai pakaian. Bahan kain ini sudah digunakan sejak berabad-abad yang lalu oleh manusia.
Kain Katun

Kain katun memiliki beberapa jenis yakni di antaranya:

  • Katun Biasa: agak kaku, sedikit tipis, dan tidak melar/stretch. Memiliki daya serap sedang hingga bagus. Harga relatif murah dengan motif biasanya polos, garis, bunga-bunga, bahkan abstrak.
  • Katun Jepang: terbuat dari combed 100% full cotton. Teksturnya halus, daya serap sangat bagus, permukaan lebih halus. Harganya relatif mahal dari katun biasa. Sering dipakai untuk membuat sprei dan cocok untuk blouse wanita. Ciri khusus kain ini dapat dilihat dari: bagian ujung sisi bahan ada tulisan “Japan Design” atau bisa juga kode warna.
  • Katun Paris: Kualitas katun paris sebenarnya hampir sama dengan katun jepang, akan tetapi hanya lebih tipis saja. Daya serapnya bagus sehingga harganya pun relatif mahal. Digunakan untuk pembuatan blouse wanita atau kerudung.
  • Katun Silk: Dinamakan ‘silk’ karena permukaan kain ini terlihat mengkilap. Namun, kekurangannya terdapat pada daya serap keringat yang rendah, bahkan paling rendah dari jenis katun yang lain. Meski begitu, kilap pada kain ini tidak akan hilang walaupun dicuci. Harganya relatif lebih mahal tapi biasanya masih lebih murah dari katun jepang. Sekarang jenis kain ramai digunakan untuk pembuatan dress dan rok.
  • Katun Kombed (Cotton Combed) Merupakan jenis kain katun yang pada tahapnya finishing-nya dilakukan penyisiran/combed dengan tujuan serat-serat kapas halus pada kain tersebut dapat dipisahkan sehingga kain menjadi lebih halus dan tidak berbulu. Kain jenis ini kebanyakan digunakan sebagai bahan untuk pembuatan kaos distro. Ukuran kain ini biasanya terdiri dari 20s, 24s, dan 30s. Angka pada ukuran tersebut menunjukkan ukuran benang yang digunakan dalam pembuatan. Semakin tinggi angkanya menunjukkan semakin tipis benangnya sekaligus menunjukkan kelenturan atau kelemasan kain tersebut.
  • Katun Karded (Cotton Carded). Perbedaan kain ini dengan kain katun kombed hanya di satu bagian saja, yakni jenis kain katun karded tidak melalui tahapan penyisiran pada saat finishing-nya. Oleh karena itu, pada kain ini masih terdapat serat-serat kapas yang halus sehingga harganya pun relatif lebih murah dibanding kain katun kombed.


Kelebihan Kain Katun:
  • Akan tetap nyaman digunakan walaupun saat cuaca panas, karena mudah menyerap keringat. Selain itu, bahan ini juga tidak mudah kusut, tidak berbulu dan tidak mudah luntur.


Kekurangan Kain Katun :
  • Keringnya lama ketika dijemur karena bahnnya yang tebal


I. Kain Satin

Satin adalah jenis kain yang ditenun dengan dengan menggunakan teknik serat filamen sehingga memiliki ciri khas permukaan yang mengkilap dan licin. Bagian dalam atau belakang permukaan satin sebaliknya tidak licin dan tidak mengkilap.

Kain Satin adalah jenis kain yang ditenun dengan dengan menggunakan teknik serat filamen sehingga memiliki ciri khas permukaan yang mengkilap dan licin. Bagian dalam atau belakang permukaan satin sebaliknya tidak licin dan tidak mengkilap.
Kain Satin

Bahan satin mengkilap dengan permukaan yang halus, jenis kain ini biasanya terbuat dari sutra ataupun dari bahan rayon. Kualitasnya yang mewah  menjadikan jenis kain ini populer untuk gaun pernikahaan dan acara formal. Namun, karena kualitasnya yang mewah jenis kain terbatas fleksibitasnya dan sulit untuk dijahit .

Berikut beberapa kelebihan maupun kekurangan bahan ini :
Tampilan. Bahan satin terlihat mewah dan mahal karena permukaannya yang  berkilau , mengkilap. Hal ini merupakan kelebihan bahan ini, sehingga banyak digunakan untuk acara-acara formal, pesta dan gaun pernikahan.  Disisi lain, karena tampilan bahan ini yang terkesan mewah,  bahan jenis ini jarang digunakan untuk pakaian sehari-hari kecuali acara formal.

  • Sentuhan. Satin bahan yang lembut dan halus ketika disentuh , hal tersebut membuat bahan ini menjadi pilihan terbaik  untuk bahan pakaian seperti piyama, sprei, dan pakaian dalam, karena kain ini lembut dikulit dan nyaman dipakai.
  • Fleksibilitas  Kain. Kelebihan kain adalah bahan ini ringan, cocok untuk membuat pakain yang longgar. Dalam hal fleksibitasl, bahan ini tidak bisa dijahit dengan detail yang tinggi karena akan merusak bahan.
  • Penjahitan. Karena satin bahannya licin,  relatif sulit untuk dijahit. Anda harus ekstra hati-hati  ketika menjahit pastikan jahitan tetap lurus.
  • Pencucian. Kain satin 100 persen terbuat dari sutra, hanya boleh dicuci dengan tangan.  Merawat pakaian berbahan satin memang lebih sulit dibandingkan dengan pakaian yang bisa dicuci dengan mesin cuci.
  • Penyetrikaan. Teknik penenunan yang khusus membuat kain ini terlihat mengkilap. Gunakan setrika dengan hati- hati jika anda tidak ingin merusak kainnya.


J. Denim / Jeans

Denim adalah bahan pembuatan celana Jeans. Denim tercipta di sebuah kota di Perancis, yaitu Nimes. Awalnya bahan ini disebut ‘Serge de Nimes’ kemudian di singkat menjadi de Nime atau lebih populer di sebut Denim. Denim merupakan material kain kokoh yang terbuat dari kain katun twill. Ada juga yang menyebutkan kain denim ini terbuat dari wool serta terdapat juga denim dengan bahan dasar sutra yang dicampur wool atau Jeans adalah denim yang sudah di proses menjadi celana, sedangkan denim adalah bahan dari pembuatan celana Jeans.

Denim adalah bahan pembuatan celana Jeans. Denim tercipta di sebuah kota di Perancis, yaitu Nimes. Awalnya bahan ini disebut ‘Serge de Nimes’ kemudian di singkat menjadi de Nime atau lebih populer di sebut Denim. Denim merupakan material kain kokoh yang terbuat dari kain katun twill. Ada juga yang menyebutkan kain denim ini terbuat dari wool serta terdapat juga denim dengan bahan dasar sutra yang dicampur wool atau Jeans adalah denim yang sudah di proses menjadi celana, sedangkan denim adalah bahan dari pembuatan celana Jeans.
Denim / Jeans

Kelebihan kain denim:
  • Tebal dan kuat
  • Tidak mudah kusut


Kekurangan kain denim:
  • Warna cenderung mudah luntur
  •  Lebih terasa panas dikulit


K. Kain Spandex / Lycra

Kain spandex dikenal juga dengan nama ‘Lycra’. Kain yang biasanya digunakan untuk bahan pembuatan pakaian dalam ini bertekstur lembut, elastis, kuat, dan licin. Daya elastis kain ini bisa mencapai lima kali lipat dari bahan dasarnya tanpa rusak sedikitpun.

Kain spandex / lycra dikenal juga dengan nama ‘Lycra’. Kain yang biasanya digunakan untuk bahan pembuatan pakaian dalam ini bertekstur lembut, elastis, kuat, dan licin. Daya elastis kain ini bisa mencapai lima kali lipat dari bahan dasarnya tanpa rusak sedikitpun.
Kain Spandex / Lycra

Kain ini juga sering dibuat untuk busana pesta, casual wear, hingga jaket. Bahan ini terbuat dari serta kayu Eucalyptus (sejenis pohon pinus). Bahan spandex terdiri dari yang murni dan campuran dengan rayon.

Ciri-ciri kain ini yakni: terasa lembut dan dingin saat bersentuhan dengan kulit kita; bahannya ‘jatuh’, tidak kaku, dan warnanya mengkilap; menyerap keringat, bisa dicuci dry clean; dan biasanya bahan/pakaian akan rusak jika direndam lebih dari satu jam di dalam detergen.

Kelebihan kain spandex:
  • Halus dan elastic
  • Daya serap keringat yang tinggi
  • Mudah dirapihkan
  • Tahan dari sinar UV


Kekurangan kain spandex:
  • Licin
  • Daya serap kurang
  • Bahan mudah kendor karena elastic
  • Biasanya bahan/pakaian akan rusak jika direndam lebih dari satu jam di dalam detergen.
  • Nampak kerutan saat disetrika (jika bahannya sangat tipis)


L. Kain Chasmere

Tergolong bahan kain yang mewah dengan kualitasnya yang prima. Kebanyakan pakaian dengan bahan kain ini memiliki harga yang mampu menguras isi kantong kita. Cashmere bisa dipadupadankan dengan rok elegan ataupun jeans, tetap mampu membawa kesan mewah dan berkelas.

Kain cashmere tergolong bahan kain yang mewah dengan kualitasnya yang prima. Kebanyakan pakaian dengan bahan kain ini memiliki harga yang mampu menguras isi kantong kita. Cashmere bisa dipadupadankan dengan rok elegan ataupun jeans, tetap mampu membawa kesan mewah dan berkelas.
Kain Cashmere

Bahan kain ini semakin sering dicuci akan semakin halus, namun cara pencuciannya tentu berbeda dengan kain jenis lain. Ada sampo khusus untuk pencucian kain cashmere ini.

Kelebihan kain cashmere:
  • Mewah dan modern
  • Halus dan lentur sehingga mudah dirapikan


Kekurangan kain cashmere:
  • Tidak cocok dipakai saat cuaca panas


M. Kain Jersey

Bahan kain yang satu ini pasti sangat dikenal oleh para olahragawan, karena kebanyakan kaos-kaos/seragam olahraga menggunakan kain ini dalam pembuatannya. Kain ini melekat pada tubuh dan ‘jatuh’-nya terlihat sangat enak.

Kain Jersey sangat dikenal oleh para olahragawan, karena kebanyakan kaos-kaos/seragam olahraga menggunakan kain ini dalam pembuatannya. Kain ini melekat pada tubuh dan ‘jatuh’-nya terlihat sangat enak.
Kain Jersey

Untuk saran, pilihlah jersey olahraga yang ukurannya satu tingkat di atas baju kita yang lain agar tidak menimbulkan kesan melekat ketat, sehingga kurang enak dipandang. Model kaos hitam depan belakang bisa menjadi pilihan tepat untuk dijadikan pakaian olahraga.

Kelebihan kain jersey:
  • Mudah menyerap keringat
  • Tekstur kain lembut dan ringan


Kekurangan kain jersey
  • Mudah rusak jika terlalu sering disetrika


N. Kain Tenun

Kain tenun merupakan kain yang dihasilkan dari alat tenun tradisional. Beberapa daerah seperti Lombok, Sumatra, dan lain-lain merupakan sentra kain tenun khas di Indonesia. Kain-kain tenun tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing.

Kain tenun merupakan kain yang dihasilkan dari alat tenun tradisional. Beberapa daerah seperti Lombok, Sumatra, dan lain-lain merupakan sentra kain tenun khas di Indonesia. Kain-kain tenun tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing.
Kain Tenun

Selain itu, proses pengerjaannya yang relatif lebih lama dari jenis kain lain membuat harga kain bisa sangat tinggi. Oleh karena itu, kain tenun tradisional akhir-akhir ini dilirik untuk memberikan warna baru dalam dunian fashion Indonesia.

O. Kain Brokat
Berasal dari kata ‘broccato’ yang berarti kain yang disulam. Kain jenis ini biasa digunakan untuk pakaian formal karena memiliki kesan mewah serta elegan. Banyak juga brokat yang dipadukan dengan sutra ataupun ornamen mewah lain seperti benang berwarna perak atau keemasan. Contoh pakaian dengan bahan dasar brokat adalah kebaya, pakain pesta, bahkan baju pernikahan.

Kain brokat biasa digunakan untuk pakaian formal karena memiliki kesan mewah serta elegan. Banyak juga brokat yang dipadukan dengan sutra ataupun ornamen mewah lain seperti benang berwarna perak atau keemasan. Contoh pakaian dengan bahan dasar brokat adalah kebaya, pakain pesta, bahkan baju pernikahan.
Kain Brokat

Kelebihan dari jenis kain brokat adalah bisa membuat pemakainya terlihat lebih anggun dan mewah. Karena bisa menekankan kesan elegan, saat ini jenis kain brokat mulai digunakan juga sebagai pelengkap aksesoris, penghias sepatu, dikombinasikan dengan bawahan maupun atasan segala busana.

P. Kain Akrilit


Bahan Akrilit adalah Bahan untuk membuat kemeja. Biasanya dikombinasikan dengan rompi berbahan light weight wools
Kain Akrilit

Bahan Akrilit adalah Bahan untuk membuat kemeja. Biasanya dikombinasikan dengan rompi berbahan light weight wools

Q. Kain Sheer


Kain Sheer Biasa digunakan untuk tampilan elegan dan anggun. Pilih yang transparan dilengkapi dengan dalaman, Anda akan terlihat simple yet sexy.
Kain Sheer

Biasa digunakan untuk tampilan elegan dan anggun. Pilih yang transparan dilengkapi dengan dalaman, Anda akan terlihat simple yet sexy.

R. Bahan Leather Suede

Pasti keduanya sudah sangat familiar di telinga Anda, bukan tidak mungkin, mulai dari dari celana, tas sampai sepatu Anda pun terbuat dari bahan tersebut. Dua-duanya sebenarnya sama-sama terbuat dari kulit. Hanya saja, leather dibuat dari kulit luar, sementara suede dibuat dari bagian kulit dalam. Cari yang halus dan tidak kaku. Untuk dua bahan ini, Anda akan memerlukan teknik perawatan khusus untuk membersihkannya.

Bahan leather dibuat dari kulit luar, sementara suede dibuat dari bagian kulit dalam. Cari yang halus dan tidak kaku. Untuk dua bahan ini, Anda akan memerlukan teknik perawatan khusus untuk membersihkannya.
Bahan Leather Suede

Untuk leather, pilih yang tidak mengkilap untuk kesan mahal dan elegan. Mengkilap malahan berkesan murahan.

S. Bahan Paragon


Bahan Paragon adalah Jenis kain yang halus seperti kapas.Umumnya digunakan bahan pembuatan Baju Basket. Kualitas IBL Indonesia
Bahan Paragon

Jenis kain yang halus seperti kapas.Umumnya digunakan bahan pembuatan Baju Basket. Kualitas IBL Indonesia

T. Bahan D’Tree


Bahan D'Tree adaah Kain berpori penyerap keringat. Biasanya digunakan untuk bahan baju basket juga.
Bahan D'Tree

Kain berpori penyerap keringat. Biasanya digunakan untuk bahan baju basket juga.

U. Baby Tray


Baby Tray adalah Jenis kain yang bersifat tebal dan halus serta tidak berbulu. Bagian dalamnya lembut seperti selimut. Biasa digunakan untuk bahan Jumper/Sweeter.
Baby Tray

Jenis kain yang bersifat tebal dan halus serta tidak berbulu. Bagian dalamnya lembut seperti selimut. Biasa digunakan untuk bahan Jumper/Sweeter.

V. Bahan Aston


Bahan aston adalah bahan yang  agak licin dan biasanya digunakan dalam pembuatan jas
Bahan Aston

Bahan agak licin dan biasanya digunakan dalam pembuatan jas

W. Bahan Kanvas


Bahan kanvas adalah Bahan yang tebal dan kasar. Cocok untuk anak muda. Bahan pembuatan jaket. Jaket dengan bahan ini sangat tahan.
Bahan Kanvas

Bahan yang tebal dan kasar. Cocok untuk anak muda. Bahan pembuatan jaket. Jaket dengan bahan ini sangat tahan.

Demikian ulasan tentang cara memilih bahan/kain pada dunia konveksi (fashion) ini, semoga bermanfaat. Silakan menikmati ulasan menarik yang lainnya....
Dan masih banyak pembahasan menarik lainnya. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel