Trik Mendesain Kartu Nama

Desain Kartu Nama harus sesuai dengan karakter usaha / person yang diwakili, dalam hal ini perorangan maupun perusahaan sehingga bisa meningkatkan image profesionalnya. Untuk itu, Kartu Nama harus menunjukkan siapa pemiliknya dan memberikan informasi mengenai segala hal yang bisa dilakukan oleh pemilik dan juga layanan yang bisa diberikan di masa mendatang.

Didalam dunia bisnis atau dunia kerja, Kartu Nama merupakan sarana paling tepat, efektif dan efisien untuk merangkai dan memuat berbagai informasi tentang bisnis atau usaha di dalam satu lembar kertas kecil dengan ketebalan berkisar antara 190gr – 260gr dan di Indonesia standard ukuran Kartu Nama yakni 54mm x 89mm.

Contoh Desain Kartu Nama sebagai trik mendesain kartu nama
Contoh Desain Kartu Nama

Menggunakan Kartu Nama untuk memperkenalkan diri kepada konsumen/ relasi baru merupakan salah satu cara yang terbaik untuk memperluas jaringan komunikasi pemasaran, seperti diungkapkan oleh International Director, John Robert Powers Indonesia yakni Indayati Oetomo, bahwa : “Kartu Nama merupakan strategi marketing kita kepada semua orang. Oleh karena itu seorang yang profesional harus memiliki Kartu Nama.”

Selain hal yang di atas, fungsi kartu nama dan kegunaan yang paling utama akan terasa amat dan sangat berfungsi sebagai identitas diri adalah Kartu Nama bisa ditinggal atau dititipkan, manakala kita tidak bisa bertemu dengan orang atau owner sebuah perusahaan yang ingin kita temui pada saat itu.

Jika Anda berencana mendesain kartu nama, inilah 10 trik yang harus Anda perhatikan......

1. Manfaatkan kedua sisi. Bila muatan informasi yang hendak Anda sampaikan dalam kartu nama cukup banyak, jangan memaksakan untuk memadatkan semua informasinya di satu sisi saja. Informasi pendukung seperti foto lokasi atau produk, jenis-jenis keahlian yang ditawarkan, mungkin testimoni dari klien yang berpotensi dan sebagainya bisa kita tampilkan di sisi belakang kartu nama.

2. Karakter. Kartu nama harus mencerminkan atau merepresentasikan profil diri atau perusahaan. Sebaiknya gali dan temukan jati diri atau karakteristik seseorang / perusahaan sebaik mungkin. Karena karakteristik tersebut akan dipakai untuk membangun unsur-unsur visual yang ada di kartu nama. Intinya ketika klien melihat-lihat kembali kartu nama Anda di kantornya atau di rumahnya, mereka akan dengan segera mengingat seseorang atau perusahaan pemilik kartu nama tersebut.. 

3. Buatlah terlihat. Seringkali kita melihat seluruh informasi dalam satu sisi kartu nama terkesan "saling berlomba" pertanda ingin dilihat duluan. Memang seluruh informasi yang hendak ditampilkan pada kartu nama merupakan informasi yang dianggap penting, namun semua itu tidak perlu sama-sama "berlomba" sama kerasnya meminta perhatian klien. Karena klien yang membacanya akan menjadi bingung, harus melihat informasi yang mana terlebih dahulu.

Sebaiknya informasi-informasi tersebut disusun berdasarkan prioritasnya. Inti dari kartu nama adalah agar relasi bisnis bisa menghubungi, baik melalui email, telepon seluler, telepon kantor dan sebagainya. Dari sekian banyak nomor telepon yang akan ditampilkan, kita tidak perlu membuat semuanya bold dan besar. Cukup salah satu saja, misalkan nomor telepon selular yang paling besar dan bold, karena relasi bisnis tidak mungkin menelepon ke kantor Anda ketika weekend atau dini hari. Karena mungkin Anda tidak berada di kantor saat itu.

4. Tonjolkan Bidang Keahlian Pemilik Kartu Nama. Poin yang hampir sama dengan trik nomor 3, yaitu tonjolkan bidang pekerjaan atau keahliannya dengan jelas. Pilihlah kalimat yang singkat, padat dan jelas. Misalkan "Professional Creative Designer & Animator" atau "Guru Les Privat Berkualitas" atau "Marketing is my Way of Life" dan lain sebagainya. "Tag-line" yang menerangkan apa profesi pemilik kartu nama tersebut mungkin paling sesuai jika ditempatkan di dekat area nama. Sehingga antara nama dan profesi akan saling menguatkan.

5. Tanamkan Manfaat Kartu Nama di Benak Relasi. Hampir sama dengan trik nomor 4, namun kini yang lebih diutamakan adalah manfaat atau keuntungan yang didapat dari kerja sama antara relasi dan pemilik kartu nama. Disini yang kita cantumkan adalah aspek profesionalitas, itu berarti faktor kepercayaan dan nama pemilik kartu nama dipertaruhkan. Sebaiknya Anda mempertimbangkan dengan pasti apa yang hendak Anda sampaikan di poin ini. Jangan sampai kata-kata yang Anda janjikan menjadi bumerang. Misalkan jangan menggunakan kata "...selalu tepat waktu", atau jangan menggunakan kata "...pekerjaan kami akan membuat Anda puas", disini kita tidak bisa mengukur variabel kepuasan klien, karena kepuasan bersifat subjektif. Jadi, hati-hati dengan mencantumkan kata-kata yang mengumbar janji.

6. Jangan Bunuh Arus Informasi. Dalam membuat kartu nama, muatan informasi seperti alamat email atau website tetap wajib Anda cantumkan, jangan sampai salah menuliskan setiap detail yang bersangkutan dengan informasi tersebut. Misalkan Anda salah menuliskan alamat email yang seharusnya menggunakan "underscore _" ditulis dengan menggunakan "dash -" atau ekstensi area negara email Anda misalkan seharusnya @yahoo.co.id ditulis menjadi @yahoo.com. Sebaiknya jangan menggunakan penyedia email atau nama domain web gratis, karena kurang menunjukkan keprofesionalan dan kemapanan seseorang / perusahaan pemilik kartu nama tersebut.

7. USP, adalah Unique Selling Proposition. Yaitu sebuah pernyataan tentang siapa pemilik kartu nama dan mengapa berbeda dengan kompetitor yang lain. Hampir sama dengan poin nomor 4 dan 5, bahwa pemilik kartu nama harus bisa terjual tentang siapa diri mereka sebenarnya dan mengapa klien akan sukses bekerja sama dengan mereka.

8. Logo. Sertakan logo usaha pemilik kartu nama, sebab logo adalah identitas yang mewakili perusahaan atau jenis usaha. Logo yang baik akan dengan mudah melekat di dalam benak calon klien/relasi. 

9. Inovasi. Gunakan bentuk kartu nama yang berbeda dari yang pernah ada, tapi tetap juga disesuaikan dengan citra atau karakter usaha pemilik kartu nama. Tapi jangan terlalu memaksakan karena ingin dianggap unik, misalkan menggunakan gambar garis-garis halaman sebuah notes buku, kemudian semua tulisannya menggunakan jenis huruf "script" dan berwarna-warni padahal usaha pemilik kartu adalah dalam bidang hukum, misalnya seorang pengacara. Desain seperti itu akan membuat calon klien memiliki persepsi berbeda dari yang diharapkan.

10. Distribusi. Sebaik apapun kartu nama, jika tidak pernah di distribusikan dengan baik, maka akan percuma saja. Klien tidak pernah mengetahui keberadaan pemilik. Kartu nama bisa disebarkan dimanapun dan kepada siapapun, asal kepada orang dan tempat yang tepat. 

Demikian pembahasan simpel tentang Trik Mendesain Kartu Nama, semoga menambah inspirasi Anda. Silakan mengunjungi pembahasan menarik lainnya........

Dalam desain grafis juga memiliki prinsip sebagaimana pada manusia, seseorang dikenal karena prinsipnya, prinsip utama harus ditampilkan pada sebuah desain grafis sehingga karya tersebut komunikatif, sedangkan unsur yang lainnya ditampilkan sekedarnya saja, tidak mengalahkan unsur utama. Semua itu tergantung selera desainer grafis, klien dan khalayak yang menjadi sasaran pesan. Ulasan selengkapnya pada Prinsip dan unsur desain grafis.

Pendapat umum tentang pengertian ilustrasi yang lebih sering digunakan dalam pembahasan, umumnya adalah suatu proses penggambaran sesuatu, sebagai bagian dari proses komunikasi visual. Komunikasi visual disini merupakan suatu proses komunikasi yang bisa direspon dengan indera penglihatan. Komunikasi visual ini umumnya dipakai di media komunikasi, pada khususnya media cetak, yang biasanya bisa berupa tipografi, ilustrasi, layout, fotografi, dan sebagainya. Simak pembahasannya di Pengertian Ilustrasi.

Dan berbagai pembahasan unik dan menarik lainnya pada Blog ini. Terimakasih atas kehadiran Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel