Pengertian Dan Ciri-ciri Kreatifitas



Munandar, (1977 dalam Reni Akbar-Hawadi dkk, 2001) menerangkan bahwa kreatifitas adalah sebuah proses atau kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, merinci), suatu gagasan. Pada definisi ini lebih menekankan pada aspek proses perubahan (inovasi dan variasi). Selain pendapat yang diuraikan diatas ada pendapat lain yang menyebutkan proses terbentuknya kreatifitas sebagai berikut :

Kreativitas dapat didefinisikan kedalam empat jenis dimensi sebagai Four P’s Creativity, yaitu dimensi Person,Proses, Press dan Product sebagai berikut :

1. Dimensi Person Definisi kreatifitas dalam dimensi person adalah upaya mendefinisikan yang berfokus pada individu atau person dari individu yang dapat disebut kreatif.

2. Dimensi Proces. Kreatifitas dalam dimensi proses adalah upaya mendefinisikan kreatifitas yang berfokus pada proses berfikir sehingga memunculkan ide-ide unik atau kreatif.

Karya Kreatifitas Anak sebagai pengertian dan ciri-ciri kreatifitas
Gambar 1 Karya Kreatifitas Anak

Wallas (1976) dalam Reni Akbar-Hawadi dkk, 2001 mengemukakan empat tahap dalam proses kreatif yaitu :
  • Tahap Persiapan ; adalah tahap pengumpulan informasi atau data sebagai bahan untuk memecahkan masalah. Dalam tahap ini terjadi percobaan-percobaan atas dasar berbagai pemikiran kemungkinan pemecahan masalah yang dialami.
  • Inkubasi ; adalah tahap dieraminya proses pemecahan masalah dalam alam prasadar. Tahap ini berlangsung dalam waktu yang tidak menentu, bisa lama (berhari-har, berbulan-bulan, bertahun-tahun), dan bisa juga hanya sebentar (hanya beberap jam, menit bahkan detik). Dalam tahap ini ada kemungkinan terjadi proses pelupaan terhadap konteksnya, dan akan teringat kembali pada akhir tahap pengeraman dan munculnya tahap berikutnya.
  • Tahap Iluminasi ; adalah tahap munculnya inspirasi atau gagasan-gagasan untuk memecahkan masalah. Dalam tahap ini muncul bentuk-bentuk cetusan spontan, seperti dilukiskan oleh Kohler dengan kata-kata now, I see itu yang kurang lebihnya berarti “oh ya”.
  • Tahap Verivikasi ; adalah tahap munculnya aktivitas evaluasi terhadap gagasan secara kritis, yang sudah mulai dicocokkan dengan keadaan nyata atau kondisi realita.

Dari dua pendapat ahli diatas memandang kreatifitas sebagai sebuah proses yang terjadi di dalam otak manusia dalam menemukan dan mengembangkan sebuah gagasan baru yang lebih inovatif dan variatif (divergensi berpikir).

Karya Kreatifitas Anak sebagai Pengertian Dan Ciri-ciri Kreatifitas
Gambar 2. Karya Kreatifitas Anak

3. Dimensi Press. Definisi kreatifitas dalam dimensi press adalah definisi dan pendekatan yang menekankan factor press atau dorongan, baik dorongan internal diri sendiri berupa keinginan dan hasrat untuk mencipta atau bersibuk diri secara kreatif, maupun dorongan eksternal dari lingkungan social dan psikologis.

Definisi Simpson (1982) dalam S.C.U. Munandar 1999, merujuk pada aspek dorongan internal dengan rumusannya sebagai berikut :

“The initiative that one manifest by his power to break away from the usual sequence of thought”

Mengenai “press” dari lingkungan, ada lingkungan yang menghargai imajinasi dan fantasi, dan menekankan kreatifitas serta inovas. Kreatifitas juga kurang berkembang dalam kebudayaan yang terlalu menekankan tradisi, dan kurang terbukanya terhadap perubahan atau perkembangan baru.

4. Dimensi Product
Definisi kreatifitas pada dimensi produk merupakan upaya mendefinisikan kreatifitas yang berfokus pada produk atau apa yang dihasilkan oleh individu baik sesuatu yang baru/ original atau sebuah elaborasi/ penggabungan yang inovatif. “Creativity is the ability to bring something new into existence” (Baron, 1976 dalam Reni Akbar-Hawadi dkk, 2001).

Definisi yang berfokus pada produk kreatif menekankan pada orisinalitas, seperti yang dikemukakan oleh Baron (1969) yang menyatakan bahwa kreatifitas adalah kemampuan untuk menghasilkan/ menciptakan sesuatu yang baru.

Begitu pula menurut Haefele (1962) dalam Munandar, 1999 ; yang menyatakan kreatifitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasikombinasi baru yang mempunyai makna sosial.

Dari dua definisi ini maka krastifitas tidak hanya membuat sesuatu yang baru tetapi munakin saja kombinasi dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya.

Kreatifitas adalah kemampuan untuk menciptakan sessuatu atau daya cipta. Faktor yang mempengaruhi kreatifitas ada 2, yaitu factor intrinsic dan ekstrinsik. Kreatifitas peserta didik agar dapat terwujud membutuhkan adanya dorongan dalam diri individu (motivasi intrinsic) dan dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik).

Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan indikator kreatifitas dikemukakan oleh (Munandar, S.C.U, 1992) sebagai berikut :

1. Dorongan ingin tahu besar. Semua anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar terutama terhadap halhal yang baru dilihatnya.

2. Sering mengajukan pertanyaan baik. Rasa ingin tahu yang besar pada diri anak menyebabkan mereka selalu ingin bertanya tentang apa saja.

3. Memberikan banyak gagasan atau usul terhadap suatu masalah. Anak yang kreatif selalu aktif dan berani mencetuskan ide dan gagasan. Mereka mempunyai gagasan yang inovatif terhadap suatu permasalahan yang dihadapinya.

4. Bebas dalam menyatakan pendapat. Anak selelu berpendapat, dan mereka mempunyai kebebasan dalam menyatakan pendapatnya. Kemampuan ini membuat anak mempunyai keterampilan sosial yang tinggi.

5. Mempunyai rasa keindahan. Keindahan merupakan salah satu kebutuhan manusia. Setiap anak mempunyai terhadap sesuatu yang dilihatnya.

6. Menonjol dalam salah satu bidang seni. Setiap anak memiliki potensi seni dalam dirinya baik potensi dalam bidang seni rupa, seni music, seni drama, atau seni tari.

7. Mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain.

8. Rasa humor tinggi. Rasa humor yang tinggi dapat menciptakan perasaan gembira pada anak. Kegembiraan pada anak diungkapkan dengan berbagai macam ekspresi misalnya tersenyum, tertawa, bertepuk tangan, bahkan melompat-lompat.

9. Daya imajinasi kuat. Daya imajinasi yang kuat inilah yang mendorong anak mampu menciptakan gagasan-gagasan baru.

10. Keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebagainya ; dalam pemecahan masalah menggunakan cara-cara orisinal, yang jarang diperlihatkan anak-anak lain.

11. Dapat bekerja sendiri. Rasa percaya diri pada anak mampu membangkitkan kemandirian. Anak dapat bekerja sendiri secara individu walaupun disisi lain mereka adalah makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan orang lain/ masyarakat.

12. Senang mencoba hal-hal baru. Anak akan tertantang hal-hal baru, karena dengan sesuatu yang baru membuat anak termotivasi, tidak jenuh, dan aktif.

13. Kemampuan mengembangkan atau merinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi). Anak yang kreatif mampu mengembangkan suatu ide/ gagasan menjadi lebih luas, sehingga mereka mempunyai alternative cara dalam memecahkan suatu permasalahan.

Karya Kreatifitas Anak sebagai Pengertian Dan Ciri-ciri Kreatifitas
Gambar 3. Karya Kreatifitas Anak

Dari uraian mengenai ciri-ciri kreativitas diatas maka dapat dipahami bahwa seseorang dikatakan kreatif apabila dalam interaksinya dengan lingkungan ciri-ciri dari kreativitas mendominasi dalam aktivitas kehidupannya, dan melakukan segalanya dengan cara-cara yang unik.

Semua ciri-ciri tersebut secara konstruktif dapat dimunculkan dalam diri setiap individu, sebab setiap individu memiliki potensi kreatif. Treffinger (1980) dalam Reni Akbar-Hawadi dkk, 2001 mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang tidak memiliki kreatifitas, hal ini memberikan makna bahwa setiap orang memiliki potensi kreatif dalam dirinya.

Demikian pembahasan tentang Pengertian Dan Ciri-ciri Kreatifitas, semoga bermanfaat. Silakan membaca pembahasan yang lain untuk mendapatkan pemahaman seutuhnya karena tiap pembahasan saling berkaitan...

Juga pembahasan penting lainnya pada Blog ini. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel