Menggambar Dapat Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini

Pengertian Kreativitas
Kreativitas adalah kemampuan mencipta atau daya cipta. Menurut Chaplin 1989  (dalam  Rachmawati 2005 :15) mengatakan bahwa kreativitas  adalah kemampuan menghasilkan bentuk baru dalam seni. Atau dalam persenian atau dalam memecahkan masalah dengan metode – metode baru. 

Menurut Hurlock kreativitas menekankan pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda. Kreativitas merupakan proses, bukan hasil.

Kreativitas merupakan proses mental yang unik, suatu proses yang semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, berbeda, dan orisinil. Kreativitas yang tampak pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Kreativitas seorang anak bisa muncul jika terus diasah sejak dini. 

Pada anak-anak, kreativitas merupakan sifat yang komplikatif. Seorang anak mampu berkreasi dengan spontan karena ia telah memiliki unsur pencetus kreativitas. Pada dasarnya kreativitas anak-anak bersifat ekspresionis. Ini karena pengungkapan ekspresi itu merupakan sifat yang dilahirkan dan dapat berkembang melalui latihan-latihan.

Kreativitas juga diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk, atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya. Ia dapat berupa imajinasi atau sintesis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman.

Ia harus mempunyai maksud atau tujuan yang ditentukan, bukan fantasi semata, walaupun merupakan hasil yang sempurna dan lengkap. Ia dapat berupa seni, kesustraan, produk ilmiah, atau mungkin bersifat prosedural atau metodologis.

Anak laki-laki menunjukkan kreativitas yang lebih besar dari anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak. Ini disebabkan anak laki-laki lebih diberi kesempatan untuk mandiri, didesak oleh teman sebayanya untuk lebih mengambil risiko, dan didorong oleh para orang tua dan guru untuk lebih menunjukkan inisiatif dan orsinalitas.

Contoh gambar karya Anak Usia Dini sebagai Menggambar dapat mengembangkan kreativitas anak usia dini
Contoh gambar karya Anak Usia Dini


Pengertian Menggambar
Menggambar adalah kegiatan manusia untuk mengungkapkan apa yang dirasakan dan dialaminya baik mental maupun visual dalam bentuk garis dan warna. Menggambar adalah proses mengungkapkan ide-ide, angan-angan, perasaan, pengalaman dan yang dilihatnya dengan menggunakan jenis peralatan menggambar tertentu.

Namun secara luas, menggambar adalah kegiatan berkarya yang berwujud dwi matra/ dua dimensi, sebagai perwujudan tiruan yang menyerupai sesuatu (orang, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan lainnya), termasuk juga lukisan, karya cetak, foto, dan sejenisnya.

Dalam arti sempit, menggambar adalah kegiatan untuk mewujudkan angan-angan (pikiran, perasaan) berupa hasil goresan benda runcing (pensil, pena, crayon, kapur, dan lain-lain) pada permukaan bidang datar (kertas, papan, dinding, dan sebagainya).

Berdasarkan cara pembuatannya menggambar dapat dibedakan menjadi: pertama yaitu menggambar bebas sesuai alat gambar yang digunakan dan tanpa memakai bantuan alat-alat mistar, jangka, dan sejenisnya. Hasilnya memiliki ciri bebas, spontan, kreatif, unik, dan bersifat individual.

Yang kedua yaitu menggambar yang dibuat dengan peralatan mistar, ataupun sejenisnya, hasilnya memiliki ciri terikat, statis, dan tidak spontan. Namun dalam pembelajaran anak TK, jenis menggambar yang dilatihkan yaitu jenis menggambar bebas. Misalnya, menggambar bebas, menggambar imajinatif, mewarnai gambar, dan lainnya.

Menggambar cenderung terikat masalah katepatan bentuk, motip, pola, ukuran, proporsi, kejelasan, kesan warna alamiah. Menggambar adalah salah satu aktivitas yang sangat disukai anak. Menggambar membuat anak belajar koordinasi tangan-mata, mengembangkan imajinasinya, dan menyalurkan emosinya.

Gambar dimaksudkan untuk mewujudkan pengalaman, pengamatan secara nyata, mewujudkan kejadian yang terlihat sekilas, mewujudkan ide khayalan, menjelaskan suatu peristiwa obyek, tempat, keadaan, untuk menghias, sebagai pedoman dan petunjuk untuk pembuatan barang/benda, sebagai tanda, lambang, dan sebagainya.

Menggambar dapat mengembangkan kreativitas anak usia dini
Menggambar sebagai salah satu bentuk seni yang diberikan pada anak usia dini (Taman Kanak – Kanak ).

Seperti yang  diungkapkan oleh  Indrati (2005 :4)  bahwa dengan menggambar  anak bisa mengeluarkan ekspresi  dan imajinasinya tanpa batas. Pada proses inilah anak dapat mengembangkan  gagasan, menyalurkan emosinya,  menumbuhkan minat seni dan kreativitasnya.

Dengan menggambar anak mampu mewujudkan keterampilan, mengungkapkan ide-ide, gagasan, pengalaman, pengamatan kedalam goresan garis, bentuk, warna, sesuai alat gambar yang digunakannya yang membuat anak menjadi lebih kreatif. Dengan menggambar anak-anak bisa menuangkan apa yang mereka pikirkan ke dalam bentuk visual.

Teknik menggambar yang diajarkan pada Anak Usia Dini atau TK misalnya menggambar dengan jari, menggambar dengan tiupan, menggambar dengan tarikan benang, menggambar dengan teknik Inkblot, menggambar dengan krayon, dan lain sebagainya dapat meningkatkan kreativitas anak.

Anak yang bisa dengan lancar menuangkan ide, pikiran bahkan terkadang emosinya sendiri dan menceritakannya dalam bentuk gambar itulah yang disebut sebagai anak yang kreatif.

Menggambar bagi anak adalah bentuk dari hasil pengalaman ekspresi dan imajinasinya yang kreatif. Dengan menggambar, anak akan berimajinasi. Imajinasi tersebut dapat memunculkan ide-ide kreatif dan imajinasi seseorang jelas akan mempengaruhi kreativitas yang ia miliki.

Kreativitas anak  dikoridori  oleh keunikan gagasan dan tumbuhnya imajinasi  serta fantasi. Sesuai dengan pendapat  Rohidi (2000:120) bahwa dunia seni adalah dunia imajinasi , maka apabila anak menceritakan imajinasinya itu kedalam bentuk suatu karya seni yaitu dengan menggambar itu merupakan bentuk kreativitas anak.

Cara guru dan orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak melalui menggambar
Menurut Sudjana (1989:158) Dengan melalui tahapan – tahapan dalam pembelajaran menggambar di Taman Kanak – kanak sesuai dengan  kurikulum 2004 yang dilakukan dengan pendekatan tema dapat disampaikan pada anak disesuaikan dengan situasi dan kondisi atau lingkungan setempat.

Sajian tema sebagai materi pembelajaran menggambar tidak lepas dari tujuan membina fungsi – fungsi jiwa anak yaitu kreasi, imajinasi dan ekspresi dengan tidak terlepas dari fungsi ketrampilannya.(dalam hal ini spontanitas dalam menggores).

Pendidik hendaknya mengembangkan sikap dan kemampuan anak didiknya yang dapat membantu untuk menghadapi persoalan-persoalan dimasa mendatang secara kreatif dan inventif.

Pada dasarnya semua anak memiliki kemampuan dasar kreativitas sejak dini. Kreatifitas pada anak tidak diukur dari bagaimana ia menggambarkan sesuatu dengan bagus dan sempurna. Hal ini dikarenakan pada dasarnya kesempurnaan bentuk pada gambar merupakan hasil dari proses perkembangan motorik halus si anak. Kewajiban orang tua dan guru sebenarnya adalah mempertahankan agar anak tetap kreatif.

Sebagai seorang guru ataupun orang tua bagi anak, hendaknya mendukung agar kreativitas anak tetap terus berkembang. Untuk membuat anak kreatif maka orangtuapun harus kreatif. Sebagai guru ataupun orang tua harus kreatif mendidik anak agar anak memiliki inisiatif dalam melakukan sesuatu.

Dalam mengembangkan kreativitas anak  dalam menggambar hendaknya harus mengetahui caranya agar kreativitas anak tidak terhambat. Guru dan orang tua hendaknya mempunyai pemahaman yang benar tentang menggambar tersebut. Untuk mendukung aktivitas anak dalam menggambar, orang tua dan guru hendaknya melakukan:

  • Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Seperti cat air/minyak, kuas, pensil, krayon, kertas dll. jangan lupa, alat yang disiapkan harus aman untuk mereka.
  • Biarkan mereka menggambar yang mereka mau, jangan contohkan gambar pada anak.
  • Beri ruang untuk menggambar. Jangan marahi anak jika ruangan menjadi berantakan ketika menjadi studionya.
  • Beri pujian untuk semua gambarnya.
  • Ajak anak untuk bercerita tentang gambarnya.
  • Buat  variasi aktivitas agar anak tak bosan, misalnya menggambar dengan jari, dengan ditiup, cetakan dll.
  • Setelah melakukan aktivitas, ajak anak merapikan kembali peralatannya.

Selain itu, orang tua dan guru juga harus memperhatikan perencanaan aktivitas apa yang akan dilakukan untuk mengembangkan kreatiivitas anak. Masa kanak-kanak adalah masa yang penting bagi orang tua untuk turut membantu anak mengembangkan karakter dasarnya.

Stimulus dan bimbingan orang tua merupakan faktor utama dalam menumbuhkembangkan kreativitas anak, karena kreativitas lahir buka semata-mata faktor keturunan. Dari itu, perlu pemahaman guru dan orang tua agar melatih kreativitas anak tersebut dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak.

Karena kreativitas anak akan terwujud bilamana ada dukungan dari lingkungan dan dorongan dari dalam dirinya sendiri (motivasi internal) untuk menghasilkan sesuatu.

Kesimpulan
Semua anak mempunyai potensi untuk kreatif, walaupun tingkat kreativitasnya berbeda-beda. Kreativitas merupakan proses mental yang unik, suatu proses yang semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, berbeda, dan orisinil.

Kreativitas seorang anak bisa muncul jika terus diasah sejak dini. Kreativitas dapat berupa seni, kesustraan, produk ilmiah, atau mungkin bersifat prosedural atau metodologis. Menggambar adalah salah satu yang dapat mengembangkan kreativitas anak usia dini.

Menggambar adalah kegiatan untuk mewujudkan angan-angan (pikiran, perasaan) berupa hasil goresan benda runcing (pensil, pena, crayon, kapur, dan lain-lain) pada permukaan bidang datar (kertas, papan, dinding, dan sebagainya), yang hasilnya lebih mengutamakan tampilnya unsur garis.

Dengan menggambar anak mampu mewujudkan keterampilan, mengungkapkan ide-ide, gagasan, pengalaman, pengamatan kedalam goresan garis, bentuk, warna, sesuai alat gambar yang digunakannya yang membuat anak menjadi lebih kreatif.

Sebagai seorang guru ataupun orang tua bagi anak, hendaknya mendukung agar kreativitas anak tetap terus berkembang. Untuk membuat anak kreatif maka orangtuapun harus kreatif. Sebagai guru ataupun orang tua harus kreatif mendidik anak agar anak memiliki inisiatif dalam melakukan sesuatu.
Dalam mengembangkan kreativitas anak  dalam menggambar hendaknya harus mengetahui caranya agar kreativitas anak tidak terhambat.

Saran
Dengan adanya pengenalan tentang menggambar dapat mengembangkan kreativitas anak usia dini tersebut. Saya mengharapkan agar para pembaca mampu mengimplementasikannya terhadap anak usia dini agar generasi-generasi yang lahir berikutnya lebih bisa menjadi anak yang kreatif.

Demikian pembahasan tentang menggambar dapat mengembangkan kreativitas anak usia dini, semoga bermanfaat.

Silakan mengikuti pembahasan penting atau tutorial menggambar asyik untuk anak yang lainnya.

Dan pembahasan atau tutorial menggambar lainnya. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel