Mengoptimalkan Multiple Intelligence Pada Anak Usia Dini

Pengertian Multiple Intelligences
Teori MI atau multiple intelligence dikembangkan pertama kali oleh howard gardner (1993) yang melawan teori klasik tentang IQ dimana perkembangan selama 100 tahun teori klasik cenderung tidak berubah. Fandy’s, 2010),

Teori tentang multiple intelligence ini berdasarkan pakar Psikologi Harvard Howard Gardner mengemukakan bahwa pandangan klasik percaya bahwa kecerdasan merupakan kapasitas kesatuan dari penalaran logis, dimana kemampuan abstraksi sangat bernilai.

Gardner mengatakan bahwa, Inteligensi adalah kemampuan untuk memecahkan masalah dalam situasi budaya atau komunitas tertentu, yang terdiri dari tujuh macam inteligensi. Sedangkan, Kecerdasan menurutnya, adalah kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu seseorang.

Kecerdasan bergantung pada konteks, tugas serta tuntutan yang diajukan oleh kehidupan kita, dan bukan tergantung pada nilai IQ, gelar perguruan tinggi atau reputasi bergengsi.

Pada beberapa dekade terakhir teori tentang intelegensi semakin kompleks seiring dengan berkembangnya ilmu lain seperti psycho neuro-science, antropologi, sosial budaya dll.

Ilustrasi Multiple Intelligence sebagai keteranganMengoptimalkan Multiple Intelligence Pada Anak Usia Dini
Ilustrasi Multiple Intelligence
Teori yang cukup komprehensif pada tahun 1980-an mengenai intelegensi dikemukakan oleh Robbie Case dengan aliran neo-piaget yang menyatakan intelegensi adalah tema yang lebih luas dibandingkan hanya aspek-aspek yang terkandung pada teori klasik dengan skor yang ada namun terkait dengan faktor sosial, budaya dan penerapan di dunia nyata.

Gardner dengan penelitiannya menantang teori klasik pada tema utama yang dipertanyakan, yaitu:
  • Beberapa intelegensi bekerja bersama bukan pada satu aspek saja
  • Intelegensi ditunjukkan dari kemampuan kita melakukannya bukan pada skor tes dan bagaimana intelegensi ditunjukkan adalah berdasarkan budaya yang ada.

Merujuk pada teori MI oleh Gardner, intelegensi seharusnya dapat mengukur apa yang dapat dilakukan seseorang di dunia nyata sedangkan tes IQ lebih menunjukkan pada skor tes (tinggi, sedang, rendah dll).

MI lebih merujuk pada analisa kualitatif dibandingkan nilai kuantitatif tertentu dengan menggunakan tes. Menurut Gardner terdapat 8 intelegensi yang dapat dibedakan sesuai kriteria:
  1. Linguistik/bahasa
  2. Logika/ matematika
  3. Musik
  4. Spasial
  5. Bodily-kinestetik
  6. Interpersonal
  7. Intrapersonal
  8. Naturalis

Faktor-faktor yang mempengaruhi Multiple Intelligences
Kecerdasan terbentuk ketika pertumbuhan struktur dan fungsi otak mencapai batas tertinggi. Kondisi ini terjadi selama rentang waktu 12 tahun pertama, selama rentang waktu 0-3 tahun dan 6-9 tahun merupakan kondisi terbesar jumlah pembentukan jalur koneksi serta kemungkinan hilangnya jalur tersebut pada system syaraf.

Koneksi yang menghasilkan presepsi baik atau positif harus dibentuk semaksimal mungkin. Sebaliknya koneksi sel-sel saraf yang menghasilkan presepsi buruk harus dicegah dan diputuskan.

Perkembangan struktur dan fungsi otak yang sedang tumbuh melalui tiga tahapan, mulai dari otak primitive (action Brain), otak limbic (feeling brain), dan akhirnya ke neocortex (thought brain) otak pikir. Meski berkaitan tapi ketiganya memiliki fungsi sendiri-sendiri. 

Konsep ini memberikan suatu gagasan bentuk-bentuk model latihan atau tips-tips praktis untuk merangsang terbentuknya kecerdasan secara maksimal dalam bentuk struktur maupun fungsi organ.(Sultan Surya, 2007)

1Faktor Genotip (Herediter)
Suatu kenyataan yang tidak dapat ditolak bahwa inteligensi seseorang dipengaruhi oleh faktor pembawaan, hal ini dapat dilihat dari bukti-bukti tentang kekonstanan IQ, penelitian tentang anak kembar identik (Rumini, dkk. 1998)

Aliran Nativisme adalah aliran yang menganggap pertumbuhan dan perkembangan individu semata- mata dipengaruhi oleh pembawaannya. Akan tetapi gen memiliki peran dalam menentukan terbentukanya struktur organ. Pengaruh gen dalam pembentukan struktur adalah 50%, sedangkan 50% dibentuk oleh kondisi diluar gen atau lingkungan.

2. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan memiliki peranan yang penting dalam perilaku inteligen seseorang. Lingkungan yang kondusif dapat meningkatkan manifestasi secara maksimal potensi inteligensi yang telah ditentukan secara hereditas (Rumini, dkk. 1998)

Beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan seseorang antara lain : gizi, kesehatan lingkungan, simulasi kognisi, dan emosi, serta urutan kelahiran.

3 Asupan Nutrisi/Gizi
Asupan nutrisi/gizi sangat penting dalam merangsang tumbuh kembang individu dan merangsang perkembangan otak dan sistem sarafnya yang merupakan bagian yang paling penting dalam membentuk tumbuh kembang individu. Walaupun perkembangan otak tidak sepesat masa bayi, namun otak terus tumbuh pada masa awal individu.

Pada usia 3-4 tahun, ukuran otak anak ¾ dari otak orang dewasa , usia 5 tahun ukurannya mencapai 9/10 otak orang dewasa atau sekitar 90% berat otak orang dewasa. Pemberian ASI juga sngat penting pada masa awal perumbuhan, oleh karena itu pemberian nurtisi/gizi harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Mengenali tanda-tanda multiple intelligences pada Anak Usia Dini
1.Kecerdasan Bahasa (Linguistik)
Merupakan kemampuan berbahasa,  biasanya anak-anak dengan kecerdasan ini lebih suka belajar dengan mendengar. Mereka sering lebih menonjol dalam pelajaran bahasa, membuat puisi, lebih cepat menyerap kosa kata baru atau asing, jadi lebih mampu berbahasa asing dengan baik.

Kunci utama dari intelegensi linguistik adalah:
  • Keterlibatan untuk menerima atau membuat pembicaraan atau tulisan
  • Kemampuan berkomunikasi dan merasakan sesuatu melalui bahasa
  • Keterlibatan sensitivitas pada suatu bahasa

Kemampuan tambahan:
  • Bahasa ekspresif
  • Menunjukkan narasi atau membuat cerita
  • Bahasa deskripsi atau instruksi
  • Melaporkan
  • Bahasa puitis
  • Permainan kata

2. Kecerdasan Logika Matematika
Merupakan kemampuan yang lebih piawai menggunakan angka-angka, pemecahan masalah secara logis dan matematis. Jenis kecerdasan yang sering menjadi tolak ukur orang tua. Intelegensi logika – matematika tidak termasuk pada penggunaan hanya angka karena terkandung kemampuan hubungan logika angka (numerical reasoning).

Kunci utama dari intelegensi logika – matematika adalah:
  • Kemampuan individu menggunakan hubungan abstrak
  • Penggunaan angka dan berpikir logis

3. Kecerdasan Musik
Integensi musik adalah kemampuan berpikir melalui musik, kemampuan mendengarkan pola suara, mengingat, menggabungkan dan memanipulasi. Musik adalah kemampuan dan kemampuan ini dimiliki oleh manusia sehingga dapat diartikan sebagai intelegensi musik.                                                                                                 
Anak selalu tertarik mendengarkan musik dan memainkan alat musik, peka terhadap suara-suara dan mampu mengerti nuansa dan emosi yang terkandung dalam sebuah lagu.

Kunci utama dari intelegensi musik adalah:
  • Kemampuan menerima dan mengerti pola suara
  • Menciptakan dan mengartikan adanya suara

Kemampuan tambahan:
  • Persepsi music
  • Mencipta music
  • Komposisi atau notasi

4. Kecerdasan Spasial
Merujuk pada kemampuan merangkai bagian atau visualisasi bagian secara mental dan dirangkai sesuai dengan pola-pola tiga dimensi yang diproses melalui pikirannya.

Biasanya menyukai seni, lukisan dan patung. Memiliki kemampuan membaca arah dengan baik, menikmati permainan puzzle. Biasanya suka menulis catatan atau menjelaskan pikirannya dengan menggunakan gambar.

Kunci utama dari intelegensi spasial adalah:

  • Keterlibatan penerimaan dan pengolahan visual atau informasi 3 dimensi dalam satu pikiran
  • Keterlibatan pencitraan ulang gambar dalam ingatan.

5. Kecerdasann Bodily-Kinestetik
Diartikan sebagai jumlah penggunaan keseluruhan tubuh atau sebagian; tangan, kaki, jari untuk memecahkan masalah, membuat atau menaruh sesuatu. Contoh paling akurat adalah atlet olah raga, seniman tari atau drama.

Kemampuan menggunakan tubuh secara terampil, punya kontrol, ketangkasan dan keseimbangan gerak. Menyukai pengalaman belajar yang nyata seperti fieldtrip. Ingatannya lebih kuat terhadap apa yang pernah dilihat atau dialami.

Kunci utama dari intelegensi gerak tubuh adalah:

  • Penggunaan bagian/tubuh untuk memecahkan masalah
  • Kemampuan mengontrol sebagian anggota tubuh atau keseluruhan

6. Kecerdasan Interpersonal
Merupakan kecerdasan dalam berhubungan dengan orang lain. Biasanya anak dengan kecerdasan ini lebih supel dalam bergaul, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, suka berempati dan mampu memandang dari sudut pandang orang lain.

Kunci utama dari intelegensi interpersonal adalah:

  • Sensitif terhadap perasaan, keyakinan, mood, perhatian terhadap orang lain
  • Melibatkan penggunaan pemahaman untuk mengefektifkan orang lain dalam bekerja atau menghasilkan sesuatu
  • Melibatkan interpersonal untuk meraih sesuatu

7. Kecerdasan Intrapersonal
Merupakan kemampuan mengenal emosi diri sendiri dan orang lain, biasanya anak yang punya kecerdasan ini sering menyalurkan pikirannya dengan menulis buku harian, bisa memotivasi diri sendiri, menyukai pemikiran tentang filosofi hidup dan dapat mengembangkan konsep diri dengan baik.

Kunci utama dari intelegensi interpersonal adalah:

  • Kemampuan individu membentuk model mentalnya sendiri
  • Melibatkan gambaran model untuk mengambil keputusan terhadap tindakan tertentu
  • Termasuk kemampuan untuk membedakan satu perasaan, mood dan perhatian untuk mengantisipasi satu reaksi terhadap tindakan selanjutnya.

8. Kecerdasan Naturalis
Menyukai ilmu-ilmu alam, senang memelihara tanaman atau hewan. Tertarik pada masalah sosial, biasanya mampu membaca cuaca dan peduli terhadap lingkungan.

Kunci utama dari intelegensi naturalis adalah:

  • Kemampuan memahami dunia sekitar dan bekerja secara efektif di dalamnya
  • Kemampuan individu membedakan fungsi di sekitar kita
  • Termasuk kemampuan membedakan corak dari benda-benda yang ada

Cara Mengoptimalkan Multiple Intelligence Pada Anak Usia Dini
Jika proses pembelajaran ingin mencapai tujuan bahwa siswa harus memiliki pengetahuan, nilai dan sikap, serta keterampilan yang seimbang, maka jam belajar yang selama ini hanya cukup untuk menguasai pengetahuan saja harus diubah dengan memperluas jam belajar.

Hal ini perlu dilakukan tiada lain untuk:

  • Memberi dukungan dan melakukan praktek.
  • Meminta guru tertentu yang memiliki kemampuan tinggi dalam sebuah kecerdasan untuk memberikan pelatihan.
  • Mengintegrasikan para spesialis yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu Mengunjungi lokasi-lokasi lain sebagai bahan perbandingan proses pembelajaran.

Sejak lahir, anak secara genetis sesungguhnnya telah memiliki berbagai potensi dasar. Meski begitu, lingkungan di sekitarnya tetap memiliki pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian, peningkatan kemampuan kognitif dan motorik,

Sejalan dengan hal itu tentu tidaklah berlebihan jika sejumlah pihak menilai pendidikan anak pada usia dini merupakan investasi. Sebab, berdasarkan data Ditjen Pendidikan Non Formal dan Informal Departemen Pendidikan Nasional, melalui PAUD angka partisipasi anak dalam pendidikan formal dapat ditingkatkan dan angka mengulang serta putus sekolah dapat ditekan jumlahnya.

Selain itu, kemampuan anak yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan motorik dapat ditingkatkan secara signifikan sehingga berbagai potensi yang dimiliki anak sejak lahir dapat dikembangkan secara optimal.

Semua itu dapat dilakukan karena dengan program PAUD otak anak dapat berkembang secara maksimal. Menurut Hutenlocher dalam buku Soejatmiko (2006), kualitas otak anak sangat ditentukan oleh banyaknya cabang dendrit [cabang-cabang sel otak] dan kualitas sinaps [hubungan antarcabang sel otak]. Jadi, semakin banyak sinaps, maka semakin kompleks pula kemampuan otak anak.

Pembentukan sinaps tersebut dimulai pada masa kehamilan usia 23-25 minggu hingga usia 3 tahun, sementara kepadatan sinaps anak terjadi pada usia 3-8 tahun dan mengalami penurunan kepadatan pada umur 8 - 18 tahun.

Bertolak dari hal di atas, maka jelaslah bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat strategis bagi upaya optimalisasi perkembangan otak anak (Mustopa. 2009) Hal itu dimungkinkan karena kualitas sinaps yang sangat menentukan kecerdasan anak ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas nutrisi [gizi] yang diberikan oleh orang tua kepada anak, melainkan juga oleh proses stimulasi [rangsangan] yang diperoleh mereka dari lingkungan sekitarnya.

Sebagai orang tua mulai dari sekarang cobalah kenali jenis kecerdasan mana yang lebih menonjol pada anak Anda. Asahlah lebih dalam disana dengan tetap membantu meningkatkan kecerdasannya yang lain. Tapi jangan memaksanya untuk menonjol pada kemampuan yang bukan bakatnya, akibatnya bisa berakibat trauma pada anak dan kita para orang tua bisa jadi salah langkah menentukan arah masa depannya kelak.

Penerapan pendekatan Multiple Intelligence dalam pembelajaran, harus memerhatikan beberapa langkah, meliputi:

  1. Mengidentifikasi elemen-elemen Multiple Intelligence dalam program kurikuler dan ekstrakurikuler.
  2. Meninjau kembali sistem teknologi dan program piranti lunak untuk melihat kecerdasan-kecerdasan apa yang terabaikan.
  3. Para guru merenungkan kemampuan peserta didik, kemudian memutuskan untuk secara sukarela bekerjasama dengan rekan-rekan yang lain.

Semua kecerdasan yang ada pada anak harus dikembangkan dan dioptimalkan, sehingga orang dewasa dapat membimbingnya kepada kecerdasan yang paling menonjol dalam diri anak dengan tidak meneyampingkan kecerdasan-keerdasan yang lain.

Cara memaksimalkan Multiple Intelligence Anak Melalui Alat Indera

  • Peraba (kulit) : rangsangan sentuhan merupakan stimulus pertama yang diperoleh seorang anak setelah dilahirkan, pada masa ini berilah rangsangan berupa kasih sayang, perhatian pada anak.
  • Mata (penglihatan) : banyak hal yang dapat dipelajari seorang anak melalui penglihatan atau visual, oleh karena itu berikan sesuatu yang dapat menarik perhatian/dapat menjadi pusat perhatian melalui visualnya. Misalnya dengan warna-warna yang cerah, gmabar-gambar yang lucu,dll
  • Telinga (Pendengaran) : berikan rangsanan (stimulus )yang dapat memacu kepekaan indra pendengaran anak, missal dengan bunyi-bunyi, dengan lagu klasik, instumen dll.
Selain itu berikan stimulus-stimulus yang dapat memicu semua aspek kecerdasan yang dimiliki oleh anak.

1. Kecerdasan Linguistik (Bahasa)
Cara terbaik memotivasi mereka adalah mengajak mereka berbicara, menyediakan banyak buku-buku, rekaman, serta menciptakan peluang mereka untuk menulis. Guru perlu menyediakan peralatan membuat tulisan, menyediakan tape recorder, menyediakan mesin ketik atau keyboard untuk belajar mengidentifikasi huruf dalam kata-kata.

Selain itu berikan dongeng kepada mereka dan lakukan Tanya Jawab. Sesekali membawa anak-anak ke toko buku atau perpustakaan merupakan langkah yang tepat.

Wacana untuk meningkatkan kemampuan linguistik:

  • Tulisan
  • Permainan kata
  • Cerita
  • Majalah/Koran
  • Diskusi
  • Sandiwara
  • Debat/Pidato
  • Lirik

2. Kecerdasan Logika Matematika
Guru dapat menstimulasi kecerdasan logika-matematika anak dengan :

  • Memberikan materi-materi konkret yang dapat dijadikan bahan percobaan, seperti permainan mencampur warna, permainan aduk garam-aduk pasir.
  • Menjawab pertanyaan-pertanyaan anak dan memberikan penjelasan logis
  • Memberikan permainan-permainan yang merangsang logika anak seperti maze, permainan miteri, permainan yang menggunakan kemampuan membandingkan, dan permainan yang membutuhkan kemampuan memecahkan masalah.

Apabila perlu, ajaklah anak-anak mendatangi tempat-tempat yang dapat mendorong pemikiran ilmiah, seperti pameran komputer, museum.

Wacana untuk meningkatkan kemampuan Logika Matematika:

  • Grafik
  • Spreadsheet
  • Flowchart
  • Timeline
  • Perhitungan
  • Program computer
  • Perencanaan bisnis
  • Puzzle logika

3. Kecerdasan Musikal
Wacana untuk meningkatkan kemampuan musik:

  • Menulis lagu
  • Bermain alat music
  • Menari

4. Kecerdasan Spasial
Guru dapat merangsang kecerdasan visual-spasial dengan melalui :

  • Berbagai program seperti melukis, membentuk sesuatu dengan plastisin, mengecap, dan menyusun potongan gambar;
  • Menyediakan berbagai fasilitas yang memungkinkan anak mengembangkan daya imajinasi mereka, seperti alat-alat permainan konstruktif (lego, puzzle, lasie,), balok-balok bentuk geometri berbagai warna dan ukuran, peralatan menggambar, pewarna, alat-alat dekoratif (kertas warna-warni, gunting, lem, benang) dan berbagai buku bergambar
  • Menyediakan beberapa miniatur benda-benda yang disukai anak, seperti mobil-mobilan, pesawat terbang, rumah-rumahan, hewan, dan orang-orangan.

Wacana untuk meningkatkan kemampuan spasial

  • Grafik
  • Mengecat
  • Diagram
  • Film
  • Peta
  • Model
  • Aplikasi komputer seperti AutoCAD, CATIA, Photoshop dll

5. Kecerdasan Bodily-Kinestik
Pembelajaran dirancang sedemikian rupa sehingga anak-anak leluasa bergerak dan memiliki peluang untuk mengaktualisasikan dirinya secara bebas. Pembelajaran dapat dilakukan di luar ruangan seperti meniti titian, berjalan satu kaki, senam irama, merayap, dan lari jarak pendek.

Permainan yang bermuatan akademis sangat membantu anak-anak menyalurkan kebutuhan mereka untuk bergerak.

6. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal dibangun antara lain, atas kemampuan inti untuk mengenali perbedaan, khususnya perbedaan besar dalam suasana hati, temperamen, motivasi dan intense (maksud).

Wacana untuk meningkatkan kemampuan interpersonal:

  • Improvisasi drama
  • Dilema moral
  • Mediasi konflik
  • Pelayanan public
  • Peran memimpin

7. Kecerdasan Intrapersonal
Untuk merangsang kecerdasan intrapersonal, guru perlu menjalin komunikasi yang baik dengan anak-anak. Model permainan yang memperkenalkan berbagai emosi dan perasaan, serta identifikasi diri yang sebenarnya, menurut kaca mata anak, perlu dikembangkan.

Selain itu, pengakuan akan keberbedaan gaya “belajar” anak mutlak diciptakan. Oleh karena itu, kesempatan untuk menyelesaikan tugas-tugas secara mandiri tetap diperlukan di samping dorongan untuk bekerja sama dengan teman secara berpasangan dan berkelompok.

Dorongan tumbuhnya kecerdasan intrapersonal harus disertai dengan sikap positif para guru dalam menilai setiap perbedaan individu. Pujian yang tulus, sikap tidak mencela, dukungan yang positif, menghargai pilihan anak, serta kemauan mendengarkan cerita dan ide-ide anak merupakan stimulasi yang sesuai untuk menumbuhkan kecerdasan intrapersonal ini.

Wacana untuk meningkatkan kemampuan intrapersonal:

  • Refleksi diri
  • Buku diari
  • Autobiografi
  • Melakukan aktivitas seni
  • Membuat musik/lirik
  • Puisi

8. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan naturalis dapat diwujudkan dalam kegiatan investigasi, ekesperimen, menemukan elemen, fenomena alam, pola cuaca, kondisi yang mengubah karakteristik sebuah benda (es mencair ketika terkena panas matahari).

Kecerdasan naturalis memiliki peran yang besar dalam kehidupan. Pengetahuan anak mengenai alam, hewan, dan tumbuh-tumbuhan dapat mengantarkan mereka ke berbagai profesi strategis, seperti dokter hewan, insinyur pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, ahli farmasi, ahli geodesi, geografi, dan ahli lingkungan.

Wacana untuk meningkatkan kemampuan naturalis:

  • Berkebun
  • Memelihara binatang/ikan
  • Wisata alam
  • Kegiatan alam bebas
Kesimpulan
Artikel ini merupakan program yang sangat membantu para pendidik dalam pembahasan tentang Mengoptimalkan Multiple Intelligence Pada Anak Usia Dini. Multiple intelligences sangat penting dikembangkan mulai dari Anak Usia Dini.

Saya berharap semua pengetahuan dan pengalaman yang didapat akan bermanfaat dimasa yang akan datang. Dengan adanya artikel ini pula, penulis dapat lebih berpikir kreatif dan inovatif.

Saran
Dengan adanya pengenalan tentang Multiple Intelligences ini, diharapkan pembaca mampu melaksanakan pembelajaran Multiple Intelligences sesuai dengan tujuan dan mampu mempraktekkannya dalam pendidikan Anak Usia Dini sesuai dengan Konsep Dasar Anak Usia Dini itu sendiri..

Silakan mengunjungi pembahasan penting atau tutorial menggambar untuk anak lainnya.....

Juga pembahasan menarik dan tutorial menggambar asyik yang lainnya. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel