Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana

1. Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri

Analisa bentuk tubuh maksudnya adalah menganalisa bentuk tubuh model untuk mengetahui secara detail bentuk tubuh dan posisi/letak garis tubuh yang perlu di ukur untuk keperluan pembuatan pola busana dan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pada tubuh seseorang, sehingga bentuk pola yang dibuat sesuai dengan bentuk tubuh model. Analisa bentuk tubuh dapat dilakukan sendiri dengan menggunakan alat bantu cermin yang dapat melihat keseluruhan tubuh kita dari kaki sampai ke kepala, dengan cara berdiri di depan kaca. Sebaiknya kaca ada pada bagian muka dan juga ada pada bagian belakang, sebagaimana terlihat pada gambar berikut ini.

Analisa Diri Sendiri sebagai Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana
Analisa Diri Sendiri

2. Macam-macam Bentuk Tubuh

Sebagaimana telah dibahas pada materi sebelumnya, bahwa tidak ada bentuk tubuh manusia yang sama. Oleh sebab itu untuk mengetahui bentuk tubuh seseorang, harus melakukan analisa bentuk tubuh. Seseorang yang menekuni ilmu di bidang Fashion, harus mampu dan terampil menganalisa bermacam-macam bentuk tubuh.

Sebelum merancang desain dan pola haruslah diawali dengan menganalisa bentuk tubuh, agar dapat diidentifikasi lebih detail sehingga mendapatkan gambaran bentuk tubuh yang akan memudahkan para perancang atau pembuat pola dalam menciptakan pola  yang sesuai dengan bentuk tubuh model. 

Pembuatan busana yang tidak diawali dengan analisa bentuk tubuh, mungkin saja bisa dipakai tetapi tidak akan nyaman, akibatnya si pemakai menjadi tidak percaya diri dan pada akhirnya busana tersebut jarang bahkan mungkin juga tidak akan dipakai. Hal seperti ini tentu menjadi pekerjaan yang sia-sia dan mengakibatkan pemborosan.

Suatu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri adalah kebiasan kita membeli pakaian/busana siap pakai (pakaian jadi) yang dijual di toko-toko sering tidak cocok atau tidak sesuai dengan tubuh pembeli, hal ini disebabkan karena pembuatan busana tersebut adalah dengan menggunakan ukuran standar atau ukuran rata-rata, padahal walaupun ukuran tubuh seseorang tersebut sama, tetapi belum tentu bentuk tubuhnya sama juga.

Jadi dengan demikian untuk mendapatkan busana yang enak dan nyaman dipakai haruslah dengan menggunakan ukuran tubuh sendiri yang disesuaikan dengan bentuk tubuh kita sendiri.  Secara umum macam-macam bentuk tubuh yang dapat dianalisa oleh orang lain antara lain adalah sebagaimana yang ditampilkan pada gambar–gambar berikut ini:

Macam-macam Bentuk Tubuh
Bentuk Punggung sebagai Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana
Bentuk Punggung

Keterangan:
  1. Bentuk punggung  sedikit menonjol keluar (Round)
  2. Bentuk punggung melandai (Ideal)
  3. Bentuk punggung datar/rata (Flat)
Apabila kita perhatikan dan analisa ketiga gambar di atas, ada beberapa hal yang dapat kita analisa dari masing-masing bentuk tubuh tersebut. Pada gambar di atas kita fokuskan analisa kita hanya pada bentuk punggung saja.

Perhatikan warna yang dibedakan pada bagian sisi sampai pada batas punggung. Mari kita bahas satu-persatu.

1) Bentuk punggung  sedikit menonjol keluar (Round)
Model atau orang yang mempunyai bentuk punggung sedikit menonjol keluar, apabila kita tarik atau buat garis sisi, kemudian di bawah ketiak dibuat garis tegak lurus dari garis sisi menuju batas garis punggung, maka terlihat lebar garisnya lebih panjang dari bentuk punggung melandai (Ideal) dan bentuk punggung datar/rata (Flat). Hal ini akan mempengaruhi pada saat pembuatan pola busana. 

Bentuk punggung yang menonjol kalau dibuat pola busana dengan teknik konstruksi atau pembuatan pola sesuai dengan ukuran model, dengan tidak memperhatikan bentuk tubuh model dalam hal ini bentuk punggung, akibatnya setelah dibuatkan busana, garis pinggang busana pada bagian belakang akan menjadi naik atau berada di atas garis pinggang belakang, karena tertarik oleh punggung yang menonjol.

Tetapi kalau kita sudah melakukan analisa bentuk punggung model sebelum membuat pola maka pola akan bisa disesuaikan dengan bentuk punggung tersebut dengan cara diantaranya adalah: membuat atau memberi kupnat/lipit pantas pada bagian bahu belakang, menambah panjang punggung dari ukuran yang diambil atau dengan cara melakukan uji coba pola dasar sebelum dirubah menjadi pola yang sesuai dengan desain.

Sehingga dengan demikian busana yang dibuat akan sesuai dengan bentuk tubuh model, pada akhirnya busana yang dibuat akan menjadi busana yang nyaman dan enak dipakai.

2) Bentuk punggung melandai (Ideal)
Bentuk punggung melandai (Ideal) adalah bentuk punggung yang tidak begitu bermasalah apabila dibuatkan pola busana untuk model yang mempunyai punggung ideal ini. Dengan demikian pembuatan polanya pada bagian belakang tidak ada kesulitan. Namun demikian karena bentuk punggung tidak rata, maka sebaiknya perlu ada kupnat atau lipit pantas pada bagian bahu belakang.

3) Bentuk punggung datar/rata (Flat)
Bentuk punggung datar/rata adalah bentuk punggung yang dimiliki oleh sebagian orang/manusia, jadi untuk membuatkan pola busana bagi model yang mempunyai bentuk punggung datar/rata harus ada perlakuan khusus untuk pola bagian belakang, karena sistem pembuatan pola konstruksi adalah menggunakan ukuran bentuk tubuh yang ideal, sehingga apabila ada bentuk tubuh yang tidak lazim, diperlukan perlakuan khusus atau sentuhan khusus pada garis pola tertentu agar busana yang dibuat sesuai dengan bentuk tubuh model tersebut.

Untuk bentuk punggung yang rata seperti pada gambar di atas, kupnat atau lipit pantas pada garis bahu dapat dihilangkan, karena punggungnya rata, namun tetap dibuktikan terlebih dahulu dengan cara melakukan uji coba pola dasar. Untuk lebih jelasnya, kenapa pada bagian bahu perlu ada kupnat atau lipit pantas, mari kita amati gambar berikut ini

Pengakomodasian Kupnat Pada Tubuh dan Pola(Punggung) sebagai Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana
Pengakomodasian Kupnat Pada Tubuh dan Pola(Punggung)
Pada gambar di atas memperlihatkan bahwa apabila tubuh kita diberi sarung dengan kain yang dibuat kaku dan berbentuk lurus, segi empat panjang dari atas sampai pada betis, maka agar bahan tersebut rapi dan rata jatuhnya pada badan, apabila ditarik garis lurus dari bagian leher muka maka ada beberapa tempat yang perlu dipatahkan atau dilipat sehingga membentuk kupnat.

Sekarang fokuskan pembahasan kita pada bagian punggung persisnya pada bagian bahu. Agar bahan lengket pada bagian punggung maka kita harus melipat atau membuang daerah yang berbentuk segitiga siku sebagaimana yang terlihat pada gambar yang ada tanda panah berwarna merah(panah 1). Kelonggaran inilah natinya yang bakal menjadi kupnat pada bagian bahu belakang, sebagai mana terlihat pada gambar pola disampingnya(panah 2)

Bentuk Dada sebagai Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana
Bentuk Dada
Keterangan:
  1. Buah dada lebih tinggi dari perut(di atas normal).
  2. Buah dada lebih tinggi sedikit dari Perut(normal).
  3. Buah dada sama rata dengan perut.
Bentuk dada akan mempengaruhi pada pembuatan pola, pada besar kecilnya kupnat yang dibutuhkan untuk kelonggaran pada bagian payudara. Untuk lebih jelasnya mari kita ikuti penjelasan masing-masing dari tiga gambar di atas.

1) Buah Dada lebih tinggi dari perut
Pada gambar nomor satu dinyatakan buah dada lebih tinggi dari perut. Pernyataan ini diperjelas lagi dengan menarik garis lurus dari pinggang menuju puncak payu dara. Dengan adanya garis lurus, terlihat nyata bahwa jarak garis menuju dada lebih jauh bila dibandingkan dengan gambar nomor dua dan tiga. Ini artinya untuk bentuk tubuh model satu dibutuhkan kupnat yang lebih lebar dari bentuk tubuh nomor dua dan tiga. Jadi semakin tinggi payudara semakin lebar kupnat yang diperlukan. Kupnat tersebut adalah untuk member kelonggaran pada payudara.

2) Buah dada lebih tinggi sedikit dari Perut (normal)
Pada gambar nomor dua dinyatakan buah dada sedikit lebih tinggi dari perut(tidak setinggi bentuk tubuh nomor satu). Pernyataan ini diperjelas lagi dengan menarik garis lurus dari pinggang menuju puncak payu dara. Dengan adanya garis lurus, terlihat nyata bahwa jarak garis menuju dada tidak se jauh bila dibandingkan dengan gambar nomor satu tetapi lebih jauh dari bentuk tubuh nomor tiga. Ini artinya untuk bentuk tubuh model dua dibutuhkan kupnat yang lebih lebar dari bentuk tubuh nomor tiga tetapi lebih kecil dari bentuk tubuh nomor satu.

3) Buah dada sama rata dengan perut
Pada gambar nomor tiga dinyatakan buah dada sama rata dengan perut(tidak setinggi bentuk tubuh nomor satu dan dua). Pernyataan ini diperjelas lagi dengan menarik garis lurus dari pinggang menuju puncak payudara. Dengan adanya garis lurus, terlihat nyata bahwa jarak garis menuju dada tidak se jauh bila dibandingkan dengan gambar nomor satu dan dua. Ini artinya untuk bentuk tubuh model tiga dibutuhkan kupnat yang lebih kecil dari bentuk tubuh nomor satu dan dua.

Ketiga bentuk tubuh di atas, dapat juga lebih diperjelas dengan memperhatikan gambar berikut ini. Pengaruh tinggi rendahnya payudara pada garis pola terletak pada kupnat dan garis yang ada tanda panah warna merah. Semakin jauh jarak antara garis tegak lurus (horizontal) dengan titik pertemuan garis lebar(fertikal) pada bagian dada atau leher, semakain lebar kupnat yang dibutuhkan sebagaimana terlihat pada gambar pola yang ditunjuk oleh anak panah. Demikian juga sebaliknya, semakin dekat jarak garisnya semakin kecil lebar kupnat yang diperlukan.

Pengakomodasian Kupnat Pada Tubuh dan Pola(Dada) sebagai Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana
Pengakomodasian Kupnat Pada Tubuh dan Pola(Dada)
Bentuk Pinggul dan Perut sebagai Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana
Bentuk Pinggul dan Perut
Keterangan:
  1. Bentuk  I :  perut dan pinggul rata
  2. Bentuk  R :  pinggul rata dan turun, perut menonjol ke depan
  3. Bentuk  S :  pinggul dan paha besar, perut rata
  4. Bentuk  O1 :  perut menonjol tinggi (ke atas) pantat menonjol turun
  5. Bentuk  O2 :  perut dan pantat menonjol pada garis yang sama
Bentuk pinggul dan perut perlu dianalisis, karena akan mempengaruhi teknik pembuatan pola busana bagian bawah atau Rok. Oleh sebab itu mari kita bahas masing-masing dari bentuk tubuh di atas satu persatu.

1) Bentuk  I:   perut dan pinggul rata
Bentuk tubuh nomor satu, perut dan pinggul hampir rata, sehingga apabila dibuatkan busana bagian bawah, hanya memerlukan sedikit kupnat, karena jarak antara garis pinggang dengan titik tinggi pinggul hanya dekat atau sedikit.

2) Bentuk  R:  pinggul rata dan turun, perut menonjol ke depan
Bentuk tubuh nomor dua, pinggul rata dan turun, kemudian perut menonjol ke depan sehingga apabila dibuatkan busana bagian bawah, memerlukan kupnat lebih lebar bagian muka dari pada bagian belakang, karena jarak antara garis pinggang dengan titik tinggi pinggul bagian depan/muka lebih jauh dari bagian belakang. Selanjutnya kalau diperhatikan bentuk perut dan pinggul, kupnat bagian depan lebih pendek dari kupnat bagian belakang agar tidak terambil bagian perut yang menonjol. Panjang  kupnat dibuat sampai batas awal tinggi perut dan batas awal tinggi panggul.

3) Bentuk  S:   pinggul dan paha besar, perut rata
Bentuk tubuh nomor tiga, pinggul dan paha, besar, perut rata.  Apabila dibuatkan busana bagian bawah, memerlukan kupnat bagian belakang lebih lebar dan lebih banyak dari pada bagian muka, karena jarak antara garis pinggang dengan titik tinggi pinggul bagian belakang lebih jauh dari bagian muka.

4) Bentuk  O1:   perut menonjol tinggi (ke atas) pinggul juga menonjol
Bentuk tubuh nomor empat, perut  dan pinggul sama-sama menonjol. Apabila dibuatkan busana bagian bawah, memerlukan kupnat bagian belakang lebih lebar dan lebih banyak dari pada bagian muka, karena jarak antara garis pinggang dengan titik tinggi pinggul bagian belakang lebih jauh dari bagian muka. Kupnat bagian muka jauh lebih pendek dari kupnat bagian belakang, karena perut sangat tinggi, jadi kupnatnya harus pendek, jangan sampai melewati tinggi perut.

5) Bentuk  O2:  perut dan pinggul menonjol pada garis yang sama
Bentuk tubuh nomor lima hampir sama dengan bentuk tubuh nomor empat yaitu perut dan pinggul  sama-sama menonjol, perbedaannya, nomor lima perut tidak terlalu ke atas dan pinggul lebih besar serta lebar dari pada nomor empat. Lebar kupnat muka dan belakang pada nomor lima hampir sama, Cuma kupnat belakang lebih panjang dari kupnat bagian muka/depan. Karena tinggi perut lebih dekat ke garis pinggang dari pada bagian belakang.

Kelima bentuk pinggul dan pinggang di atas, dapat juga lebih diperjelas dengan memperhatikan gambar berikut ini. Pengaruh bentuk pinggul dan perut pada garis pola terletak pada kupnat dan garis yang ada tanda panah warna merah. Semakin jauh jarak antara garis tegak lurus (horizontal) dengan titik pertemuan garis lebar(fertikal) pada bagian pinggang, semakain lebar kupnat yang dibutuhkan, sebagaimana terlihat pada gambar pola yang ditunjuk oleh anak panah merah. Demikian juga sebaliknya, semakin dekat jarak garisnya semakin kecil lebar kupnat yang diperlukan.

Pengakomodasian Kupnat Pada Tubuh dan Pola Badan bawah sebagai Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana
Pengakomodasian Kupnat Pada Tubuh dan Pola Badan bawah
Bentuk Bahu sebagai Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana
Bentuk Bahu
Keterangan:
  1. Garis bahu melandai dari titik leher (ideal).
  2. Garis bahu turun dari titk leher (sloped).
  3. Garis bahu sejajar dengan titik leher (square).
  4. Di sekitar garis bahu terdapat daging yang cukup tebal (muscular).
  5. Sekitar garis bahu dan lekuk leher terdapat tonjolan tulang (bony).
Bentuk bahu adalah salah satu bentuk tubuh yang harus di analisis, sebelum memulai membuat pola busana.  Bentuk bahu akan mempengaruhi garis pola yang akan dibuat. Untuk bentuk bahu tertentu, perlu sentuhan garis pola khusus, agar hasilnya sesuai dengan bentuk bahu model. Bentuk bahu sebagian orang ada yang dipengaruhi oleh kebiasaan, misalnya seseorang yang terbiasa memberi beban pada salah satu bahu saja, seperti membawa tas atau mengangkat sesuatu hanya menggunakan salah satu bahu saja, hal ini akan menjadi kebiasaan orang tersebut bahunya menjadi tidak sama tinggi.

Bahu yang biasa diberi beban akan kelihatan lebih turun dari bahu yang satunya. Ada beberapa bentuk bahu yang perlu kita pelajari, sebagaimana yang tercantum pada gambar di atas. Mari kita bahas masing-masing dari bentuk bahu tersebut.

1) Garis bahu melandai dari titik leher (ideal)
Bentuk bahu ideal tidak perlu mendapat perhatian khusus. Bentuk bahu ideal dapat lansung menggunakan pola dasar konstruksi yang sudah dibuat dengan ukuran tubuh ideal.

2) Garis bahu turun dari titk leher (sloped)
Bentuk bahu yang turun dari garis leher, pada pola dasar berarti garis bahu pada titik ujung atau pangkal leher, bagian muka dinaikkan dan garis bahu pada titik lengan, bagian muka diturunkan sebanyak perbedaan yang diperkirakan dengan ukuran turun bahu normal/ideal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini

Contoh Perbaikan Pola sebagai Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana
Contoh Perbaikan Pola
Contoh Perbaikan Pola sebagai Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana
3) Garis bahu sejajar dengan titik leher (square)
Bentuk bahu yang sejajar dengan titik leher, agar pola dan busana yang dibuat sesuai dengan bentuk bahu tersebut, garis bahu pada ujung lengan perlu dinaikkan setinggi perbedaan yang diperkirakan dengan garis bahu normal/ideal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar pola berikut ini.

Contoh Perbaikan Pola sebagai Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana
Contoh Perbaikan Pola
4) Di sekitar garis bahu terdapat daging yang cukup tebal (muscular)
Bentuk bahu yang terdapat daging yang cukup tebal (muscular). Berarti garis bahu dari titik leher perlu dinaikkan sesuai dengan tinggi yang diperkirakan. Sebagaimana terlihat pada gambar berikut ini

Contoh Perbaikan Pola sebagai Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana
Contoh Perbaikan Pola

5) Sekitar garis bahu dan lekuk leher terdapat tonjolan tulang (bony)
Untuk bentuk bahu yang di Sekitar garis bahu dan lekuk leher terdapat tonjolan tulang (bony), diperlukan mengkaji desain yang sesuai dengan bentuk bahu ini agar dapat menutupi tonjolan tulang tersebut. Disamping melakukan penyesuaian garis pola, juga perlu memperhatikan desain yang sesuai. Untuk bentuk bahu ini penanganannya hampir sama dengan bentuk bahu yang nomor empat sebagaimana gambar berikut ini (Di sekitar garis bahu terdapat daging yangcukup tebal).

Contoh Perbaikan Pola sebagai Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana
Contoh Perbaikan Pola
Untuk memperjelas macam-macam bentuk bahu, dapat diperhatikan gambar dibawah ini. Gambar di bawah ini memperlihatkan perbedaan bentuk bahu yang diambil dari beberapa orang model. Beberapa orang model, difoto dengan latar belakangnya dinding yang sudah dibuat garis kotak-kotak dengan ukuran tertentu.

Model berdiri menempel pada dinding yang sudah ada garisnya, dari foto tersebut terlihat nyata seberapa jauh turun bahu seseorang dari garis lurus, dengan melihat  berapa derajat sudut yang terjadi dari bahu masing-masing model. Dengan demikian, pada saat membuat pola haruslah diantisipasi dengan cara menyesuaikan garis pola bahu dengan bentuk bahu model.

Macam-macam Bentuk turun bahu sebagai Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana
Macam-macam Bentuk turun bahu

Artinya apapun system atau metode pembuatan pola yang di pakai kita tetap harus melakukan penyesuaian pola dengan bentuk tubuh model. Apapun system atau metode pembuatan pola yang kita gunakan, tidak ada hasilnya yang lansung sesuai dengan bentuk tubuh model, tapi dengan mempelajari macam-macam bentuk tubuh, kita akan mampu melakukan penyesuaian dengan segala macam bentuk tubuh.

Rangkuman
Berikut ini adalah rangkuman atau kesimpulan dari materi pada bab ini:

❤ Bentuk Tubuh yang dimaksud pada pembahasan ini adalah macam-macam tampilan fisik manusia secara apa adanya yang dilihat secara tampilan bagian luarnya saja, untuk kepentingan pengambilan ukuran, pembuatan pola dan pada akhirnya pada pembuatan busana.

❤ Tujuan Mempelajari Bentuk Tubuh adalah agar dapat diketahui kelebihan dan kekurangan yang ada pada tubuh kita yang pada akhirnya busana yang dibuat dapat menampilkan busana yang mampu meminimalisir kekurangan dan menonjolkan kelebihan serta sesuai dengan bentuk tubuh pemakai.

❤ Bentuk tubuh dapat di analisa oleh diri sendiri dan juga dapat dilakukan oleh orang lain.

❤ Menganalisa diri sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu kaca cermin yang ditaruh pada bagian muka dan belakang tubuh dan dapat melihat tubuh dari kepala sampai ke kaki.

❤ Menganalisa tubuh orang lain yang paling utama di analisa adalah:
  1. bentuk punggung;
  2. bentuk dada;
  3. bentuk pinggang;
  4. bentuk perut;
  5. bentuk pinggul;
  6. bentuk bahu;
  7. bentuk lengan;
Demikian pembahasan tentang Analisa Bentuk Tubuh Yang Dilakukan Sendiri Sebagai Dasar Membuat Pola Busana, semoga bermanfaat. Silakan membaca tema menarik lainnya......
Dan berbagai tema menarik yang lainnya pada blog ini. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel