Bahasa Dalam Komunikasi

A. Hakekat Bahasa

Beberapa ciri bahasa yang dikemukakan oleh Adler dan Rodman (1982), yaitu:
1. Bahasa bersifat simbolik
Kata-kata merupakan lambang-lambang yang mewakili hal-hal seperti gagasan, peristiwa, benda, dan sebagainya. Kata-kata itu bukan hal-hal itu sendiri, melainkan hanya mewakili saja.

Bahasa terdiri dari kumpulan lambang-lambang, yang memiliki syarat-syarat tertentu: Pertama, suatu bahasa harus berisi unsur-unsur tertentu. Bahasa berisi dua tipe peraturan. Pertama, sintaktik mengatur cara-cara dalam mana lambang-lambang dapat disusun. Kedua, aturan simantik yang juga mengatur penggunaan bahasa.

Beda antara keduanya adalah apabila aturan sintaktik (“syntax”) berkenaan dengan struktur, maka semantik mengatur arti/makna. Aturan semantik mencerminkan cara dalam mana pembicaraan dari suatu bahasa memberikan respons terhadap suatu lambang tertentu. Aturan-aturan semantiklah yang memungkinkan kita menyetujui arti fungsi dari suatu lambang tertentu.

2. Makna ada pada orang, tidak pada kata-kata
Kata-kata dapat ditafsirkan dalam berbagai cara yang berbeda. Menurut Berlo: komunikasi tidak terdiri dari pemindahan makna/arti. Makna/arti tidak dapat dipindahkan, tidak dapat dialihkan. Hanya pesan yang dapat dipindahkan, dan makna/arti tidak berada dalam pesan, tetapi berada pada mereka yang menggunakan pesan.

3. Bahasa membentuk persepsi Individu
Dalam bahasa kasus label, yang digunakan seseorang (individu) akan membentuk cara individu melihat suatu peristiwa. Iklan merupakan contoh terbaik tentang bagaimana sikap dapat diciptakan lewat penggunaan kata-kata.

4 Bahasa mencerminkan sikap Individu
Bahasa sering mencerminkan sikap: pembicara, disamping membentuk persepsi. Pencerminan ini misalnya dapat terungkap dari pernyataan suka atau tidak suka secara tidak langsung. Penempatan kata-kata dalam kalimat, disebutkan di depan atau di belakang.

Gambar Ilustrasi Bahasan Dalam Komunikasi
Ilustrasi Bahasan Dalam Komunikasi

B. Komunikasi Verbal dan Nonverbal

Komunikasi verbal (kata-kata) merupakan lambang-lambang abstrak yang dibuat sekelompok orang tertentu yang sepakat untuk memberikan makna-makna tertentu pada lambang-lambang tersebut. Menurut Adler dan Rodman (1982) komunikasi non-verbal adalah pesan-pesan yang dinyatakan lewat sarana yang bukan sarana linguistik.

Karakteristik dan ciri-ciri komunikasi non-verbal antara lain:
  1. Keberadaan komunikasi non-verbal
  2. Seseorang tidak dapat berkomunikasi
  3. Komunikasi non-verbal mentransmisikan perasaan
  4. Komunikasi non-verbal bermakna ganda
  5. Banyak dari komunikasi non-verbal terikat kebudayaan
  6. Komunikasi non-verbal memiliki banyak fungsi


Adler dan Rodman (1982) mengemukakan beberapa kategori komunikasi non-verbal yaitu:

a. Kinetik atau gerakan tubuh Kategori ini terdiri dari:
  • Orientasi tubuh ialah derajat individu menghadap ke rah atau menjauh dari seseorang dengan tubuh, kaki atau kepala individu sendiri (komunikator).
  • Postur (gaya tubuh). Cara lain berkomunikasi non-verbal ialah melalui postur/gaya tubuh, misalnya duduk menyandar ke belakang, yang bagi siswa di kelas bisa ditafsirkan sebagai penyataan bosan terhadap penuturan guru.
  • Gerakan isyarat (“gesture”), merupakan sumber yang baik bagi komunikasi non-verbal. Wajah merupakan saluran yang paling nampak dalam penyampaian emosi. Komunikator hendaknya sangat berhati-hati mengontrol ekspresi wajahnya, apabila mencoba menyembunyikan perasaannya.
  • Wajah dan mata, wajah merupakan saluran pernyataan yang paling rumit. Pertama, sangat sulit untuk menggambarkan jumlah dan jenis dari ekspresi-ekspresi yang biasa dihasilkan dengan wajah dan mata individu (komunikator).

b. Suara
Suara merupakan satu saluran yang lain dari komunikasi non-verbal. Suara  merupakan parabahasa (“paralangue”) – cara kata-kata diucapkan. Terdapat berbagai cara, suara bisa mengkomunikaskan sesuatu, yaitu: lewat nada, kecepatan, tinggi suara, besar suara, jumlah dan panjang istirahat, dan ketidaklancaran.

c. Sentuhan
Sentuhan dapat mengkomunikasikan banyak pesan. Sentuhan dapat menyampaikan rasa persahabatan, perhatian, sêksual, dan keagresifan.

d. Pakaian
Pakaian disamping sebagai pelindung dari udara dingin, juga bisa berfungsi dekoratif (menghias), sarana identifikasi dengan kelompok, alat untuk menarik perhatian sêksual, indikator status, pemberi tanda dari peranan tertentu, dan bahkan sarana untuk menyembunyikan diri.

e.Proksemik
Merupakan studi tentang bagaimana orang dan binatang menggunakan ruang. Kadang-kadang seseorang dapat diketahui perasaannya terhadap yang lain hanya dengan memperhatikan jarak antara keduanya. Kesediaan seseorang untuk dekat dengan yang lain, secara fisik maupun emosional bervariasi menurut kedekatan orang yang bersamanya dan situasinya.

C. Berbicara dan Mendengarkan

Berbicara merupakan komunikasi yang biasanya terjadi karena seseorang pembicara ingin menyampaikan suatu maksud yang sudah dibayangkan sebelumnya. Jadi maksud itu harus sudah jelas dalam pikirannya. Menurut Adler dan Rodman untuk kriteria untuk satu pernyataan maksud yang baik yaitu:
  1. Pernyataan maksud harus berorientasi pada khalayak
  2. Pernyataan maksud harus tepat
  3. Pernyataan maksud harus mudah dicapai


Dalam bukunya “perilaku mendengar”, Larry Barker, sebagaimana dikutip oleh Adler dan Rodman (1982) menggambarkan proses mendengar memiliki 4 komponen, yaitu: mendengar, memperhatikan, mengerti, dan mengingat. Mendengar adalah aspek fisiologi dari mendengarkan.

Sementara proses mendengarkan dimulai dari proses fisiologi, kemudian menjadi proses psikologi. Memperhatikan adalah aspek psikologi dari mendengarkan. Komponen mendengarkan tersusun dari beberapa unsur:
  1. Memahami sesuatu pesan melibatkan sejumlah pengenalan dari aturan-aturan tata bahasa yang digunakan untuk menciptakan pesan itu.
  2. Pengertian tergantung pada pengetahuan pada seseorang tentang sumber dar pesan.
  3. Ada konteks sosial. Misalnya waktu dan tempat.


Adler dan Rodman (1982) mengemukakan pendapat tentang bagaimana menjadi seorang pendengar yang baik dalam berkomunkasi, yaitu:
  1. Pilihlah lingkungan yang baik
  2. Berhenti berbicara
  3. Dengarkan butir-butir utama dan bukti-bukti pendukung
  4. Pusatkan perhatian pada gagasan-gagasan pembicara
  5. Jangan terlampau kritis
  6. Berbagai tanggung jawab untuk berkomunikasi
  7. Bertanyalah
  8. Gunakan cara mendengar yang aktif


D. Menulis dan Membaca

Menulis merupakan tindakan menyajikan pesan tertulis, sementara membaca adalah tindakan menerima pesan tertulis dalam suatu komunkasi.

Membaca adalah suatu proses untuk memperoleh makna dari halaman tertulis dengan memberikan makna ke dalam halaman tertulis tersebut. Membaca yang baik adalah cara seseorang membawa seluruh hidupnya menghadapi gagasan-gagasan baru yang ditemui di halaman-halaman.

E. Komunikasi Interpersonal

Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi antara 2 atau lebih individu-individu dengan  saling berhadapan secara tatap muka. Komunikasi DeVito (1989) ada beberapa maksud mengapa orang melakukan komunikasi interpersonal. Maksud ini bisa disadari atau tidak disadari, dapat pula disengaja maupun tidak disengaja pada saat komunikasi dimulai yaitu:
  • Untuk belajar. Dalam komunikasi interpersonal, seseorang sedikit banyak akan belajar tentang dunia sekitar, dan tentang diri kita. komunikasi interpersonal memungkinkan kita mengerti lebih baik tentang dunia di luar kita sampai dunia benda, peristiwa, dan orang lain.
  • Untuk berhubungan. Satu diantara hasrat dan keinginan yang terbesar dari orang lain adalah untuk menciptakan dan memelihara hubungan yang erat dengan orang lain.
  • Untuk mempengaruhi. Seseorang sering mencoba mempengaruhi sikap dan perilaku dari oarng lain dalam pertemuan interpersonalnya.
  • Untuk bermain. Bermain mencakup semua aktivitas dan tujuan utamanya adalah memperoleh kesenangan.

  • Untuk menolong. Para psikiter, ahli psikologi klinik dan terapis dari berbagai jenis secara profesional melakukan fungsi menolong. Tugas mereka ialah menawarkan bimbingan lewat interaksi interpersonal.


F. Komunikasi Massa dan Publik

Komunikasi publik merupakan komunikasi dimana seseorang berhubungan dengan khalayak yang mempunyai hubungan fungsional dengannya. Dalam komunikasi massa seseorang memiliki satu gambaran yang kabur terhadap khalayaknya, dalam arti: jumlah, latar belakang, dan deskripsi-deskripsi lain.

Komunikasi massa adalah proses dengan pesan yang sama secara simultan dan kepada umum serta disiarkan dengan satu media massa kepada sejumlah orang yang heterogen, terpisah secara tempat, dan tidak dikenal satu dengan lainnya.

Komunikasi massa serupa dngan bentuk komunikasi yang lain (yaitu melibatkan orang, medan pengaruh, pesan, saluran, noise, umpan balik, pengaruh dan konteks), namun dalam berbagai hal berbeda dari tipe komunikasi lainnya.

Menurut Gamble dan Gamble (1986) perbedaan-perbedaannya adalah sebagai berikut:
  • Para komunikator massa bersandar pada alat-alat tehnik atau penyiar pengantar. Komunikator massa dapat berupa media elektronik atau mekanik seperti: surat kabar, radio, televisi, film dan lain-lain.
  • Para komunikator massa mencoba untuk berbagi makna dengan jutaan orang yang tidak mereka kenal secara pribadi.
  • Pesan bersifat umum.
  • Sebagai sumber, komunikasi massa terutama tersusun dari organisasi-organisasi formal seperti jaringan-jaringan, dan sebaganya.
  • Komunikasi massa diawasi oleh banyak pengawas (“gate-keeper”).
  • Umpan balik lebih tertunda daripada yang ada pada tpe-tipe lkomunikasi ain .
Demikian pembahasan mengenai Bahasan Dalam Komunikasi, semoga bermanfaat. Jangan lewatkan pembahasan menarik lainnya pada blog ini........

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel