Belajar Membuat Pola Dasar Drapping Badan Bagian Bawah (Rok)

Tujuan yang akan dicapai setelah mempelajari, mendiskusikan, mengerjakan semua modul ini adalah agar Anda dapat:
  • Mengumpulkan informasi tentang materi pembuatan pola dasar badan bagian bawah (rok) dengan teknik draping.
  • Menyusun kesimpulan dari semua referensi yang diperoleh tentang materi pembuatan pola dasar badan bagian bawah dengan teknik draping.
  • Menyiapkan bahan-bahan dan alat yang dibutuhkan untuk pembuatan pola dasar rok teknik draping.
  • Merapikan bahan belacu/caliko dengan benar (sesuai dengan karakteristik bahan yang digunakan), dengan cara di seterika.
  • Menghitung panjang dan lebar bahan yang diperlukan untuk pola rok bagian muka dan bagian belakang.
  • Membuat pola dasar rok bagian muka dengan teknik draping.
  • Membuat pola dasar rok bagian belakang dengan teknik draping.
  • Mencari solusi atau jalan keluar dari semua masalah yang ditemukan pada saat melakukan praktik.
  • Memindahkan pola draping pada kertas pola.
  • Menyusun laporan hasil praktik pembuatan pola dasar badan bagian bawah.
  • Melakukan presentasi hasil praktik sesuai dengan laporan yang sudah ditulis.

Menetukan Kebutuhan Panjang Bahan Bagian Muka
Menentukan berapa panjang bahan yang diperlukan untuk pola dasar bagian muka, caranya adalah: sisakan bahan 3 cm pada bagian pinggang (untuk kampuh garis pinggang rok), kemudian tarik bahan ke bagian bawah melalui garis tengah muka sepanjang yang diinginkan, dari batas panjang yang diinginkan tambahkan lagi 3 cm untuk kelebihan pada bagian kelim. Itulah panjang bahan yang dibutuhkan. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini.

Menyiapkan bahan belacu/calico
Menyiapkan bahan belacu/calico

Menetukan Kebutuhan Lebar Bahan Bagian Muka
Menentukan berapa lebar bahan yang diperlukan untuk pola dasar bagian muka, caranya adalah: sisakan bahan 5cm pada garis tengah muka, kemudian tarik bahan dari tengah muka ke bagian sisi dimulai dari garis tinggi pinggul, selanjutnya diratakan bagian atas dan bagian bawah. Kemudian sampai pada garis sisi, tambahkan 3 cm (untuk kampuh). Itulah lebar bahan yang dibutuhkan. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini.

Menetukan Kebutuhan Lebar Bahan Bagian Muka
Menetukan Kebutuhan Lebar Bahan Bagian Muka

Menetukan Kebutuhan Panjang Bahan Bagian Belakang
Menentukan berapa panjang bahan yang diperlukan untuk pola dasar bagian belakang, caranya adalah: sisakan bahan 3 cm pada bagian pinggang (untuk kampuh garis pinggang rok), kemudian tarik bahan ke bagian bawah melalui garis tengah belakang sepanjang yang diinginkan (sama dengan panjang bahan bagian muka), dari batas panjang yang diinginkan, tambahkan lagi 3 cm untuk kelebihan pada bagian kelim. Itulah panjang bahan yang dibutuhkan. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini.

Menetukan Kebutuhan Panjang Bahan Bagian Belakang
Menetukan Kebutuhan Panjang Bahan Bagian Belakang

Menetukan Kebutuhan Lebar Bahan Bagian Belakang
Menentukan berapa lebar bahan yang diperlukan untuk pola dasar bagian belakang, caranya adalah: sisakan bahan 5 cm pada garis tengah belakang, kemudian tarik bahan dari tengah belakang ke bagian sisi dimulai dari garis tinggi pinggul, selanjutnya diratakan bagian atas dan bagian bawah. Kemudian sampai pada garis sisi, tambahkan 3 cm (untuk kampuh). Itulah lebar bahan yang dibutuhkan. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini.

Menetukan Kebutuhan Lebar Bahan Bagian Belakang
Menetukan Kebutuhan Lebar Bahan Bagian Belakang

Cara menentukan kebutuhan bahan yang sudah diuraikan di atas apabila digambarkan dapat dilihat sebagaimana gambar berikut ini

Cara menentukan kebutuhan bahan
Cara menentukan kebutuhan bahan

Keterangan Menentukan Panjang Bahan Yang dibutuhkan
Contoh:
  • Panjang Rok yang akan dibuat = 50 cm
  • Kampuh pinggang = 3 cm
  • Kampuh atau kelim = 3 cm
Maka = 50 + 3 + 3 = 56 cm
Jadi   = Panjang  bahan yang dibutuhkan adalah 56 cm.

Keterangan Menentukan Lebar Bahan Yang dibutuhkan
H =Hips =Lingkar Pinggul
Kelonggaran = adalah kelonggaran untuk lingkar pinggul dan ditambah dengan sisi = 3 cm
Contoh:
  • H = 88 = 3 cm
  • Kelonggaran pinggul = 1 cm = 3 cm
  • Kampuh sisi               = 3 cm
  • Kampuh untuk tengah muka
  • atau tengah belakang = 5 cm
Maka
  • = H : 4       =  88 : 4 = 22
  • = 22 + 1 + 3 + 5  = 31 cm
Jadi Lebar bahan yang dibutuhkan adalah 31 cm.

Ukuran bahan belacu/caliko untuk pola dasar rok dengan teknik drapping adalah
1) Bagian belakang
  • Lebar = ¼  lingkar pinggul + 9 cm ( 5 cm + 1 + 3 cm)
  • Panjang =  panjang rok + 6 cm( 3 cm + 3 cm)
  • Ukuran 5 cm pada bagian pinggir adalah kelebihan bahan yang disisakan untuk bagian tengah belakang, 1 cm adalah kelebihan untuk kelonggaran dan 3 cm adalah untuk kampuh bagian sisi, maka garis putus-putus(- - -) tegak lurus, adalah garis lurus tengah belakang.
  • Garis putus-putus melebar, adalah garis batas lebar pinggul pada titik pinggul tertinggi yang diukur tegak lurus dari garis tengah belakang sampai batas garis sisi, biasa juga disebut dengan Horizontal Balance Line (HBL).
  • Dengan penjelasan ini, maka ukuran yang digunakan dapat berubah sesuai dengan kebutuhan besar atau kecilnya ukuran boneka atau dummy yang di pakai atau digunakan.
2) Bagian muka
  • Lebar = ¼  lingkar pinggul + 9 cm( 5 cm + 1 + 3 cm)
  • Panjang =  panjang rok + 6 cm( 3 cm + 3 cm)
  • Ukuran 5 cm pada bagian pinggir adalah kelebihan bahan yang disisakan untuk bagian tengah muka, dan 1 cm adalah kelebihan untuk kelonggaran, maka garis putus-putus (- - -) tegak lurus adalah garis lurus tengah muka. Garis melebar, adalah garis batas tinggi pinggul yang diukur tegak lurus dari garis tengah muka, biasa juga disebut dengan Horizontal Balance Line( HBL).
  • Dengan penjelasan ini, maka ukuran yang digunakan dapat berubah sesuai dengan kebutuhan besar atau kecilnya ukuran boneka atau dummy yang di pakai atau digunakan.
a) Memulir bagian muka (membuat pola rok bagian muka)
Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum memulai mendraping atau memulir pada paspop/boneka adalah menyiapkan bahan belacu/ muslin. Menyiapkan bahan belacu, harus dengan cara dan proses yang sama dengan yang dilakukan pada saat pembuatan pola badan bagian atas, sebagaimana telah dibahas pada materi sebelumnya. 

Bahan yang sudah rapi, dilengkapi dengan tanda-tanda sebagaimana yang sudah dilihat pada gambar. Membuat pola rok teknik drapping bagian muka dilakukan dengan beberapa langkah  kerja sebagaimana terlihat pada gambar berikut ini.

❤1) Menyemat bahan draping pada boneka
Yang menjadi pekerjaan kunci dalam membuat pola dasar rok dengan teknik draping adalah garis tengah muka dan garis tinggi pinggul. Dua garis horizontal dan garis fertikal ini, harus tepat pada garis bidy line dan tidak boleh bergerak, jadi  urutan menyemat bahan pada boneka adalah:
  1. Pada titik pinggang tengah muka
  2. Pada titik persilangan tinggi pinggul pada bagian tengah muka
  3. Pada titik persilangan tinggi pinggul pada bagian sisi.
Menyemat bahan draping pada boneka
Menyemat bahan draping pada boneka
❤2) Menata rok pada bagian pinggang.
Yang perlu diperhatikan pada saat menata  bahan pada bagian pinggang adalah:
  • Pada saat menata bahan pada bagian pinggang, kampuh yang dilebihkan 3 cm   dapat di gunting, agar tidak mengganggu pada saat membuat kupnat/lipit pantas.
  • Jangan sampai ada serat bahan dipaksakan pada saat membuat lipit pantas/kupnat. Lipit atau kupnat di buat mengikuti jatuhnya bahan atau arah serat.
  • Kalau akan membuang bahan pada bagian sisi, usahakan tidak lebih dari 2,5 cm masuk dari garis lurus (garis bantu). Apabila terlalu banyak membuang bahan di sisi akan mempengaruhi jatuh bahan pada bagian pinggul ke bawah.
  • Apabila sisa bahan yang akan di kupnat 5 cm, kupnat dapat dibuat satu, dengan cara separohnya(2,5 cm) di buang ke sisi dan 2, 5 cm lagi untuk kupnat.
  • Apabila sisa bahan yang akan di kupnat cukup banyak, sebaiknya dibuat kupnatnya dua.
  • Baik membuang bahan di sisi maupun membuat kupnat usahakan satu kupnat lebarnya tidak lebih dari 3 cm.
Memberi tanda kelebihan bahan. Setelah di semat, kelebihan bahan diperhitungkan, berapa cm dibuang pada bagian sisi dan berapa  cm. lebar kupnat yang akan di buat.
Memberi tanda kelebihan bahan. Setelah di semat, kelebihan bahan diperhitungkan, berapa cm dibuang pada bagian sisi dan berapa  cm. lebar kupnat yang akan di buat.
Hati-hati pada saat memutuskan akan membuat satu kupnat saja. Jangan sampai kupnat terlalu lebar, sebab akan mengganggu jatuh bahan pada bagian permukaan. Biarkan bahan jatuh alami, tidak ada kesan dipaksakan. Begitu juga pada saat menentukan garis miring pada sisi usahakan tidak terlalu miring. Maksimal 3 cm masuk dari garis lurus pinggul.

Membuat lipit pantas dan garis sisi
  • Kampuh pada garis pinggang dapat di gunting agar tidak mengganggu.
  • Lipatan kupnat diarahkan ke tengah muka.
Membuat lipit pantas dan garis sisi
Membuat lipit pantas dan garis sisi
Melengkapi Tanda-tanda Garis Pola
  • Tanda garis pinggang.
  • Tanda garis sisi.
  • Tanda garis kupnat.
  • Tanda batas panjang kupnat.
Melengkapi Tanda-tanda Garis Pola
Melengkapi Tanda-tanda Garis Pola
Pada saat menentukan letak kupnat baik yang pertama, maupun yang ke dua, dapat diberi tanda mengikuti dimana sisa bahan yang pantas di  kupnat, jadi tidak ada ukuran tertentu yang mengharuskan berapa jarak dan berapa panjang kupnat yang diperlukan.

b) Memulir bagian Belakang(membuat pola rok bagian belakang)
Memulir atau membuat pola dasar draping rok bagian belakang cara dan teknik serta prinsipnya sama dengan pembuatan pola rok draping bagian muka.

❤ 1) Menyemat bahan draping pada boneka/model
Yang menjadi pekerjaan kunci dalam membuat pola dasar rok dengan teknik draping bagian belakang, prinsipnya  sama dengan bagian muka yaitu garis tengah belakang dan garis tinggi pinggul. Dua garis horizontal dan garis vertikal ini, harus tepat pada garis body line dan tidak boleh bergerak, yang di atur hanya sisa bahan pada bagian pinggang, jadi  urutan menyemat bahan pada boneka adalah:
  • Pada titik pinggang tengah belakang.
  • Pada titik persilangan tinggi pinggul pada bagian tengah belakang.
  • Pada titik persilangan tinggi pinggul pada bagian sisi.
Draping pola bagian belakang
Draping pola bagian belakang
❤ 2) Menata rok pada bagian pinggang.
Yang perlu diperhatikan pada saat menata  bahan pada bagian pinggang adalah:
  • Pada saat menata bahan pada bagian pinggang, kampuh yang dilebihkan 3 cm   dapat di gunting, agar tidak mengganggu pada saat membuat kupnat/lipit pantas.
  • Jangan sampai ada serat bahan dipaksakan pada saat membuat lipit pantas/kupnat. Lipit atau kupnat di buat mengikuti jatuhnya bahan atau arah serat.
  • Kalau akan membuang bahan pada bagian sisi, usahakan tidak lebih dari 2,5 cm masuk dari garis lurus(garis bantu). Apabila terlalu banyak membuang bahan di sisi akan mempengaruhi jatuh bahan pada bagian pinggul ke bawah.
  • Apabila sisa bahan yang akan di kupnat 5 cm, kupnat dapat dibuat satu, dengan cara separohnya(2,5 cm) di buang ke sisi dan 2, 5 cm lagi untuk kupnat.
  • Apabila sisa bahan yang akan di kupnat cukup banyak, sebaiknya dibuat kupnatnya dua.
  • Baik membuang bahan di sisi maupun membuat kupnat usahakan satu kupnat lebarnya tidak lebih dari 3 cm.
  • Semakin kecil lebar kupnat semakin kecil atau sedikit lebar bahan yang dibuang pada bagian sisi akan semakin lebih baik.
Memberi tanda kelebihan bahan.
Setelah disemat, kelebihan bahan diperhitungkan, berapa cm dibuang pada bagian  sisi dan berapa lebar kupnat yang akan dibuat.
Memberi tanda kelebihan bahan. Setelah disemat, kelebihan bahan diperhitungkan, berapa cm dibuang pada bagian  sisi dan berapa lebar kupnat yang akan dibuat.
Memberi tanda kelebihan bahan. Setelah disemat, kelebihan bahan diperhitungkan, berapa cm dibuang pada bagian  sisi dan berapa lebar kupnat yang akan dibuat.
Membuat lipit pantas dan garis sisi
  • Kampuh pada garis pinggang dapat digunting agar tidak mengganggu.
  • Lipatan kupnat diarahkan ke tengah belakang.
Membuat lipit pantas dan garis sisi
Membuat lipit pantas dan garis sisi
Melengkapi Tanda-Tanda Garis Pola
  • Tanda garis pinggang.
  • Tanda garis sisi.
  • Tanda garis kupnat.
  • Tanda batas panjang kupnat.
Melengkapi Tanda-Tanda Garis Pola
Melengkapi Tanda-Tanda Garis Pola
Menyatukan Pola Bagian Muka Dengan Bagian Belakang
Menyatukan Pola Bagian Muka Dengan Bagian Belakang
Setelah Pola bagian muka dan belakang selesai, pekerjaan terakhir adalah menyatukan pola muka dengan pola belakang agar di evaluasi ketepatan garis pola dengan garis tubuh, maksudnya adalah, hasil draping bagian muka garis- pola pada pinggang dan pinggul harus sama, oleh sebab itu apabila ada perbedaan atau selisih, pada saat menyatukan pola muka dan belakang, supaya diperbaiki.

Cara menyatukan pola muka dengan belakang adalah sebagaimana terlihat pada gambar:
  • kampuh sisi bagian belakang lepas atau tidak di lipat dan di arahkan ke bagian muka;
  • kampuh sisi bagian muka supaya dilipat, agar dapat melihat pertemuan titik dan garis pinggang serta pinggul;
  • rapikan kembali garis pola, yang merupakan garis yang sudah disempurnakan dan    siap untuk menjadi garis pola;
  • hasil draping apabila dilihat dari muka, sisi dan belakang, harus terlihat rata baik tengah muka, tengah belakang, maupun pada bagian kelim harus rata, tidak ada yang terlihat turun atau naik atau melenting, semua rapi, tenang dan jatuh bahan secara  alami.

Rangkuman

Apa yang sudah Anda bahas dan pelajari serta apa yang sudah Anda latihkan pada materi ini, sebenarnya belumlah cukup untuk menyatakan bahwa Anda sudah menguasai materi  ini, karena apa yang sudah Anda kuasai tersebut haruslah/perlu ada pembuktian, oleh sebab itu Anda perlu untuk membahas lebih dalam lagi dan mestinya Anda juga dapat mengembangkan materi ini menjadi penemuan atau ide-ide baru yang kreatif dalam melengkapi pengetahuan dan keterampilan Anda sehingga anda mempunyai kiat-kiat tersendiri dalam pembuatan pola drapping ini.

Beberapa kesimpilan yang dapat kita ambil dari materi di atas diantaranya adalah:
1. Menyiapkan bahan belacu/caliko, adalah:
  • Buang tepi kain/bagian pinggir dengan cara di gunting atau di sobek.
  • Tarik benang untuk memperbaiki tenunan.
  • Rapikan tenunan dengan cara menarik bahan tersebut secara diagonal, dan lakukan secara seimbang pada setiap sudut bahan.
  • Rapikan permukaan bahan dengan cara ditarik dan di seterika.  Jangan menyeterika dengan panas yang tinggi, dan jangan menyeterika dengan menggunakan uap atau air atau jangan di stem.

2. Walaupun ada pedoman menentukan kebutuhan bahan dengan cara diukur, cara yang paling mudah adalah lansung menpelkan bahan blacu pada tubuh boneka/dummy.

3. Ukuran panjang bagian muka adalah tempelkan bahan blacu dari titik pinggang sampai pada panjang rok yang diinginkan kemudian ditambah kampuh pinggang dan kelim.

4. Ukuran lebar bagian muka adalah ditempelkan bahanblacu secara fertikal atau melebar dari titik tengah muka pas pada garis pinggul tertinggi sampai pada garis sisi, kemudian ditambah kampuh tengah muka dan kampuh sisi.

5. Ukuran panjang bagian belakang caranya adalah dengan  menenpelkan bahan blacu pada tubuh boneka bagian belakang mulai dari titik pinggang belakang sampai pada panjang rok yang diinginkan(samakan dengan panjang bagian muka), kemudian ditambah kampuh pinggang dan kelim.

6. Ukuran lebar bahan pola rok belakang caranya adalah dengan menempelkan blacu pada titik tengah belakang persis pada garis pinggul tertinggi sampai pada garis sisi, kemudian ditambahkan kampuh tengah belakang dan kampuh sisi.

7. Cara mendraping rok bagian muka adalah garis tengah muka dan dan garis bantu fertikal atau garis melebar pada tinggi pinggul, disemat dan tidak boleh bergeser, selanjutnya aturlah bagian sisi dan kupnat.

8. Mendraping bagian belakang, adalah garis tengah belakang dan garis bantu fertikal atau garis melebar tinggi pinggul, disemat dan tidak boleh bergeser, selanjutnya aturlah bagian sisi dan kupnat.

Demikian pembahasan tentang Belajar Membuat Pola Dasar Drapping Badan Bagian Bawah (Rok), semoga bermanfaat. Sikajan mempelajari tema lainnya........
Dan berbagai tema yang lainnya pada blog ini. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel