Kompetensi Pendidik Anak Usia Dini (PAUD)

Pendidikan merupakan salah satu faktor keberhasilan dan perkembangan dalam dunia pendidikan. Sebagai pendidik, kita haruslah mengetahui dan memahami apa tujuan utama pendidikan yang kita berikan. Khususnya untuk para pendidik dalam pendidikan anak usia dini yang sudah tersebar luas di Indonesia.

Namun, tidak  sedikit pendidik yang belum memahami apa tujuan pendidikan yang diberikan kepada peserta didiknya sehingga tujuan pendidikan itu tidak terlaksana dan tercapai secara optimal. Untuk itu saya ingin berbagi ilmu mengenai dunia pendidikan khusususnya dalam Pendidikan Anak Usia Dini.

Pembuatan artikel ini adalah untuk menjelaskan hakikat Pendidik  Anak Usia Dini yang terdiri dari :
  1. Pendidik  pada PAUD (Istilah)
  2. Kedudukan PAUD menurut perundang-undang
  3. Kompetensi pendidik standar ketenagaan PAUD
  4. Peran pendidikan PAUD


Diharapkan para pembaca sekalian, khususnya para guru pendidikan anak usia dini dapat mengetahui dan memahami serta mengaplikasikan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan anak usia dini di Indonesia

Selain itu artikel ini juga memberikan beberapa informasi mengenai hakikat Pendidikan Anak Usia Dini. Saya selaku penulis berharap artikel ini dapat menambah wawasan kita semua dalam mengembangka pendidikan khususnya PAUD.

Kompetensi Pendidik Anak Usia Dini (PAUD)

A. ISTILAH PENDIDIK PADA PAUD

Istilah pendidik pada hakikatnya terkait sangat erat denga istilah guru secara umum. Guru diidentifikasikan sebagai :
  • Orang yang memiliki kharisma atau wibawa hngga perlu untuk ditiru dan diteladani
  • Orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik,mengajar,dan membimbing anak.
  • Orang yang memiliki kemampuan merancang program pembelajaran serta mampu menata dan mengelola kelas.
  • Suatu jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus


Undang-undang No.20 tahun 2003 tentang sisitem pendidikan nasional dijelaskan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban
  1. Membuat suasana pendidikan yang bermakana,menyenangkan,kreatif,dinamis,dan dialogis
  2. Mempunyai komitmen secara profesional  untuk meningkatkan mutu pendidikan
  3. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga,profesi,dan kedudukan sesuai kepercayaan yang diberikan kepadanya.


Seorang pendidik harus mampu melakukan rangkaian proses belajar, memberikan dorongan, memuji, menghukum, memberi contoh, membiasakan. Pelaksanaan hakikat pendidik membutuhkan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai pendidik.

Menurut Nugroho Notososanto (1985:16), profesi bukan sekedar pekerjaan, melainkan pekerjaan khusus yang memiliki cri-ciri:
  1. Keahlian (expertise)
  2. Tanggung Jwab (Responsibility)
  3. Kesejawatan(corporaeness)


Dalam kehidupan sehari-hari pendidik menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat. Salah satu faktor yang menempatkan kedudukan guru sedemikian rupa adalah kewibawaan yang dimiliki oleh seorang pendidik.

Masyarakat yakin bahwa gurulah yang dapat mendidik anak-anak mereka  agar menjadi orang yang berkepribadian mulia walaupun dalam pandangan lain, seorang guru, dalam hal ini pendidik melihat sebagai seorang pahlawan tanpa tanda jasa.

Guru sebagai pendidik adalah seorang yang berjasa besar kepada masyarakat dan Negara. Tinggi rendahnya kebudayaan suatu masyarakat dan Negara, sebagian besar bergantung pada pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh para guru.

B. KEDUDUKAN PENDIDIK PAUD MENURUT  Per-Undang-undangan

Berdasarkan UU No.20 tahun 2003 pasal 1 ayat 6 dituliskan bahwa pendidik adalah tenaga yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widiaiswara, tutor, intruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menjalankan pendidikan.

Pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi (Undang-uncdang no.20/2003,pasal 39 ayat 2).

Pendidik professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, dan kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu memerlukan pendidikan profesi (Undang-undang No. 14/2005, Pasal 1 Butir 14).

Adapun prinsip profesionalitas adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme
  2. Memiliki komitmen mutu, imtaq, dan akhlak
  3. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai bidang tugas
  4. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan
  5. Memiliki organisasi profesi
  6. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalannya secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
  7. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan
  8. Memperoleh penghasilan yang ditentukan atas prestasi kerja
  9. Memiliki kode etik profesi (UU No. 14,pasal 7 Ayat 1)


C. KOMPETENSI PENDIDIK PAUD

Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Pasal 40 ayat 2, dinyatakan bahwa kewajiban pendidik adalah:
  1. Membuat suasana pendidikan yang bermakna,menyenangkan,kreatif,dinamis dan dialogis
  2. Mempunyai komitmen secara professional yang meningkatkan mutu pendidikan
  3. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga,profesi,dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.


Agar dapat melaksanakan kewajibannya tersebut, maka pendidik harus memiliki sejumlah kompetensi. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada anak Pendidikan Anak Usia Dini meliputi 4 kompetensi.

Di bawah ini dijelaskan 4 kompetensi seorang pendidik:
1.Kompetensi Pedagogis mencakup kemampuan untuk dapat:
  • Memahami karakteristik, kebutuhan dan perkembangan anak didik
  • Menguasai konsep dan prinsip pendidikan
  • Menguasai konsep, prinsip dan prosedur pengembangan kurikulum
  • Menguasai teori, prinsip dan strategi pembelajaran
  • Menciptakan situasi pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi anak didik untuk berprtisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian
  • Menguasai konsep, prinsip, prosedur dan bimbingan belajar anak didik
  • Menguasai media pembelajaran termasuk teknologi komunikasi dan informasi
  • Menguasai prinsip, alat dan prosedur penilaian proses dan hasil belajar


2,Kompetensi Kepribadian, mencakup:
  • Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, mantap, stabil, dewasa, berwibawa serta arif dan bijaksana
  • Berakhlaq mulia dan menjadi teladan bagi anak didik dan masyarakat sekitar
  • Memiliki jiwa, sikap dan perilaku demokratis
  • Memiliki sikap dan komitmen terhadap profesi serta menjunjung kode etik pendidik


3.Kompetensi Sosial, mencakup kemampuan untuk dapat:
  • Bersikap terbuka, objektif dan tidak diskriminatif
  • Berkomunikasi dan bergaul secara efektif dan santun dengan anak didik
  • Berkomunikasi dan bergaul secara kolegal dan santun dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan
  • Berkomunikasi secara empatik dan santun dengan orang tua wali atau anak didik serta maayarakat
  • Bekerja sama secara efektif dengan anak didik, sesama pendidik dan tenaga kependidikan serta masyarakat sekitar.


4.Kompetensi  Profesional, mencakup kemampuan untuk dapat
  • Menguasai substansi aspek-aspek perkembangan anak
  • Menguasai konsep dan teori perkembangan anak yang menaungi bidang-bidang pengembangan
  • Mengintegrasikan berbagai bidang pengembangan
  • Mengaitkan bidang pengembangan dengan kehidupan sehari-hari
  • Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri dan profesi


D. PERAN PENDIDIK  ANAK USIA DINI

Menurut Rogers dalam Catron dan Allen (1999:58) keberhasilan pendidik yang sebenarnya menekankan pada kualitas dan sikap yang utama, yaitu:
  1. Pendidik yang memberikan fasilitas untuk perkembangan anak menjadi manusia seutuhnya
  2. Membuat suatu pelajaran menjadi berharga dengan menrima perasaan anak-anak dan kepribadiaanya
  3. Mengembangkan pemahaman empati bagi guru yang peka atau sensitive untu mengenal perasan anak-anak di dunia.


Peran Pendidik Anak Usia Dini:
1. Peran pendidik dalam berinteraksi
2. Peran pendidik dalam pengasuhan
3. Peran pendidik dalam mengatur tekanan atau stress
4. Peran pendidik dalam memberikan fasilitas
5. Peran pendidik dalam perencanaan
6. Peran pendidik dalam pengayaan
7. Peran pendidik dalam menangani masalah
8. Peran pendidik dalam pembelajaran
9. Peran pendidik dalam bimbingan dan pemeliharaan
  • Fungsi pemahaman
  • Fungsi pencegaha
  • Fungsi perbaikan
  • Fungsi pemeliharaan dan pengembangan


E. KESIMPULAN

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting dan mendasar sebab merupakan hulu dalam pengembangan sumber daya manusia. Periode emas (Golden Periode) dalam tumbuh kembang anak hanya terjadi sekali dalam kehidupan manusia yang dimulai sejak lahir hingga usia 8 tahun.Artinya sekolah hendaknya selalu memberi kesempatan kepada anak setiap saat untuk memperoleh pendidikan, sehingga sekolah harus merupakan sistem yang terbuka bagi anak-anak.

F. SARAN

Pendidik Anak Usia Dini harus mampu merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta  melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Pendidik Anak Usia Dini harus mampu membuat suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis.

Pendidik Anak Usia Dini (PAUD) harus mampu menjadi pembimbing, penuntun serta pengarah bagi anak didik.

Demikian pembahasan tentang Kompetensi Pendidik Anak Usia Dini (PAUD), semoga bermanfaat. Silakan menyimak pembahasan menarik lainnya.....
Dan pembahasan penting yang lainnya. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel