Pembaharuan Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK)

A. PENGERTIAN PEMBAHARUAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK (TK)

Kata pembaharuan merupakan istilah yang akrab bagi banyak orang,termasuk bagi para mahasiswa calon guru Taman Kanak-Kanak (TK). Kata pembaharuan memiliki akar kata baru yang berarti belum pernah ada( dilihat atau didengar) sebelumnya.

Istilah pembaharuan juga dapat diartikan sama dengan kata inovasi ( innovation). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Penyusun Kamus !997), istilah inovasi diartikan sebagai pemasukan atau pengendalan hal-hal baru atau sebagai penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada yang sudah dikenal sebelumnya gagasan, metode, atau alat.

Dari penjelasan yang terdapat dalam  kamus di atas, secara harfiah istilah pembaharuan dapat diartikan dalam 2 pengertian. Pertama, pembaharuan diartikan sebagai proses, perbuatan, atau cara untuk membarui sesuatu. Kedua, pembaharuan (inovasi)  dapat diartikan sebagai sesuatu penemuan hal baru gagasan, metode, alat, atau yang lainnya yang berbeda dari yang sudah ada atau sudah dikenal sebelumnya.

Roger (1983: 10) mendefinisikan istilah pembaharuan sebagai “... an idea practice, or object perceived as new by an individual or otder unit of adoption”. Artinya, pembaharuan merupakan suatu ide, prakter, objek yang dianggap sebagai sesuatu yang baru oleh seorang individuatau unit adopsi lainnya.

Ibrahim (1998) menjelaskan keterkaitan antara istilah pembaharuan (inovasi) dengan istilah discovery dan invention. Dua istilah ini bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai penemuan. Namun, penemuan dalam arti  discovery merujuk kepada penemuan sesuatu yang sudah ada. Singkatnya, discovery merupakan penemuan sesuatu yang sudah ada sedangkan invention merupakan penemuan sesuatu hasil kreasi baru.

Sebagai contoh, seorang guru TK berupaya mencari dan mempelajari suatu metode pembelajaran yang dapat memfasilitasi kemampuan literacy (baca-tulis) anak secar efektif dan menyenangkan.

Menurut ibrahim (1988) istilah pembaharuan (inovasi) dapat mencakup baik hasil discovery maupun hasil invention. Dengan pemahaman seperti itu, ia mengartikan pembaharuan sebagai  suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seoarang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invensi maupun diskoveri.

Pertama, pembaharuan merupakan suatu penemuan yang dianggap sebagai hal baru yang berupa ide, cara atau metode, barang atau media peralatan atau yang lainnya. Substansi dari pembaharuan bisa bermacam-macam, namun yang penting adalah bahwa sesuatu itu mengandung unsur kebaruan. Artinya, sesuatu itu mengandung unsur perbedaan dari yang selama ini sudah diketahui atau sudah ada.

Kedua, yang dimaksud baru dalam pengertian pembaharuan (inovasi) bisa benar-benar baru, yakni tidak pernah ada sebelumnya; bisa pula sebenarnya sudah ada, tetapi baru diketahui keberadaannya. Dengan demikian, inovasi dapat merupakan penemuan baru, baik hasil dari diskoveri maupun invensi.

Ketiga, pengertian baru dalam konteks inovasi juga bisa bersifat objektif, yakni tergantung kepada orang atau pihak yang akan mengadopsi sesuatu yang dianggap baru tersebut.

Pembaharuan pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) adalah pembaharuan dalam bidang pendidikan TK. Yaitu pembaharuan yang dimaksudkan untuk memecahkan masalah-masalah atau mengembangkan pendidikan di TK. 

Bila dikaitkan dengan pengertian pembaharuan yang telah diungkapkan di atas maka istilah pembaharuan pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) dapat diartikan sebagai sesuatu penemuan ide, teori, metode, media pembelajaran atau yang lainnya yang dianggap sebagai hal baru oleh seseorang atau sekelompok orang baik itu hasil diskovery maupun invensi untuk memecahkan masalah-masalah dan atau mengembangkan pendidikan TK.

Secara sederhana pendidikan dapat diartikan sebagai segenap upaya pendidik dalam memfasilitasi perkembangan anak agar anak dapat mencapai perkembangan yang optimal sesuai dengan nilai- nilai dan norma masyarakat yang dianut.

Pembaharuan pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) bisa dilakukan berkenaan dengan aspek-aspek atau sub-sub komponen dari pendidikan TK.

Gambar Contoh Pembaharuan Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK)
Contoh Pembaharuan Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK)


B. KARAKTERISTIK PEMBAHARUAN

Rogers (1983) mengemukankan 5 karakteristik pembaharuan, yaitu :
1. Keuntungan relarif (relative advantage)
Keuntungan Relatif (relative advantage) adalah taraf sejauh mana suatau pembaharuan dianggap lebih daripada yang sebelumnya. Taraf keuntungan bisa dilihat dari aspek ekonomis, prestise sosial, kecocokan, dan kepuasan mengadopsi.

2. Kecocockan (compatibility)
Kecocokan (copmpability) adalah taraf kesesuaian suatu pembaharuan dengan nilai-nilai, pengalaman masa lampau dan kebutuhan pengadopsi dengan cepat oleh yang bersangkutan.

3. Kompleksitas (compexity)
Kompleksitas (complexity) adalah taraf kesulitan suatu pembaharuan untuk dipahami dan digunakan oleh pengadopsi. Suatu ide atau cara pembaharuan yang kompleks dan sulit akan cenderung lebih lambat untuk diadopsi daripada yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Coba perhatikan bagaimana mudahnya sebagian bersar masyarakat kita menerima cara-cara praktis dalam pembelajaran baca, tulis, hitung (calistung) bagi anak tanpa melihat dampak-dampak  perkembangan lebih jauh dari cara-cara pembelajaran seperti itu.

4. Kemudahan untuk mencoba (trialability)
Kemudahan untuk mencoba (trialability) adalah taraf sejauh mana suatu pembaharuan dapat diuji cobakan dengan basis terbatas. Ide-ide baru yang dapat dicobakan secara bertahap akan lebih mudah diadopsi dari pada pembaharuan yang tak dapat diuji coba secara bertahap.

5. Kemudahan untuk diamati (observability)
Kemudahan untuk diamati (observability) adalah taraf sejauh mana suatu pembaharuan dapat dilihat hasilnya oleh pengadospi. Semakain mudah pengadopsi melihat hasil dari sesuatu perbaruan, semakin lebih mudah baginya untuk mengadopsi.

Dengan 5 karakter diatas, Rogers (1983) menyimpulkan bahwa pembaharuan yang dianggap oleh penerimanya sebagai memiliki keuntungan relatif, kecocokan, kemudahan untuk dicoba, kemudahan untuk diamati, dan kurang kompleksitas akan cenderung diadopsi lebih cepat dari pada pembaharuan yang tidak memiliki 5 karakter tersebut.

C. TUJUAN PEMBAHARUAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK (TK)

Pembaharuan bukan sekedar upaya untuk mengubah suatu keadaan tanpa arah perubahan yang jelas. Pembaharuan juga bukan merupakan suatu kegiatan yang sifatnya coba-coba tanpa pertimbangan yang matang, meskipun pada prosesnya bisa melibatkan serangkaian langkah uji coba yang panjang. 

Pembaharuan merupakan upaya yang memerlukan persiapan matang, pemikiran dan kerja keras, keuletan dan kreativitas, serta arah sasaran yang jelas.

Dalam dunia Taman Kanak-Kanak (TK), upaya pembaharuan dilakukan dalam rangka menghasilkan kualitas pendidikan yang lebih baik. Upaya-upaya pembaharuan dimaksudkan untuk melakukan perubahan-perubahan berdasarkan masalah yang dihadapi sehingga mencapai kondisi pendidikan yang lebih baik sebagai mana yang diharapkan.

Upaya-upaya pembaharuan yang pernah dilakukan Pemerintah, seprti dikembangkan Kurikulum Gaya Baru pada tahun 1960-an atau Kurikulum Berbasis Kompetensi dewasa ini, dimaksudkan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu pendidikan TK. Jadi pada dasarnya, upaya pembaharuan pendidikan TK berwujud untuk mewujudkan proses dan hasil pendidikan TK yang lebih bermutu.

Secara lebih langsung, sering kali juga upaya- upaya pembaharuan pendidikan itu dimaksudkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. Dalam hal ini, Ibrahim (1988) menegaskan bahwa memang pembaharuan pendidikan itu dilakukan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan.

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya pembaharuan pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) dimaksudkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan TK dan sekaligus untuk meningkatkan mutu pendidikan TK.

D. FUNGSI PEMBAHARUAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK (TK)

Dengan 2 sasaran utama pembaharuan pendidikan TK berarti pembaharuan pendidikan TK memiliki 2 fungsi pula, yakni fungsi pemecahan masalah dan fungsi peningkatan mutu pendidikan. Namun meskipun tidak dinyatakan sebagai sasaran utama, ada fungsi adaptif dan fungsi pengembangan staf. 

Fungsi adaptif maksudnya adalah bahwa melalui upaya-upaya pembaharuan yang dilakukan, pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) akan dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan dan perkembangan kehidupan masyarakat global yang terus terjadi.

Sedangkan fungsi pengembangan staf artinya adalah bahwa upaya-upaya pembaharuan yang dilakukan bisa menjadi sarana bagi para penyelenggara dan pengelola Taman Kanak-Kanak (TK) untuk mengembangkan berbagai potensi dan kemampuan dalam rangka profesionalisasi dan aktualisasi diri.

Dengan demikian, fungsi pembaharuan pendidikan TK, yakni:
  1. fungsi perpecahan masalah (problem solving funtion),
  2. fungsi adaptasi (adaptive function),
  3. fungsi pengembangan staf (staff development function), dan
  4. fungsi peningkatan kualitas (quality improvement function).


Penjelasan dari masing-masing fungsi tersebut dapat dikemukan sebagai berikut:
1. Fungsi Pemecahan Masalah
Pembaharuan pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) berfungsi sebagai pemecahan masalah maksudnya adalah bahwa upaya pembaharuan pendidikan TK dapat mengatasi atau mereduksi masalah-masalah pendidikan yang terjadi di TK.

2. Fungsi Adaptif
Dilihat dari sisi perkembangan kehidupan masyarakat global yang terus berlangsung. Pembaharuan pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) berfungsi merespons perubahan-perubahan kehidupan masyarakat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dewasa ini telah menyebabkan tersediannya berbagai fasilitas belajar serta derasnya arus penyebaran informasi yang mendorong manusia untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

3. Fungsi Pengembangan Staf
Manusia adalah makhluk hidup yang terus berkembang. Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk pembelajar sepanjang hayat. Oleh karena itu, pengembangan berbagai minat dan kemampuan merupakan hal yang secara alamiah perlu dilakukan dan dipenuhi dalam rangka aktualisasi diri.

4. Fungsi Peningkatan Mutu Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK)
Disamping fungsi-fungsi di atas, upaya pembaharuan pendidikan TK juga berfungsi untuk memperbaiki  atau meningkatkan mutu pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK). Demikian fungsinya fungsi pembaharuan bagi peningkatan mutu pendidikan sehingga seorang pakar pendidikan Indonesia, Tilaar (1998: 357), berujar,” peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat berjalan tanpa adanya inovasi pendidikan”.

Dengan fungsi ini, pembaharuan pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) berguna untuk mewujudkan proses dan hasil pendidikan yang lebih baik.

E. PRINSIP-PRINSIP PEMBAHARUAN PENDIDIKAN DI TAMAN KANAK-KANAK (TK)

Sesuai dengan pendapat  Drucker (tilaar,1998), ada 5 prinsip utama yang perlu diperhatikan dalam melakukan pembaharuan pendidikan TK. Lima prinsip yang dimaksud adalah :

1. Pembaharuan pendidikan di Taman Kanak-Kanak (TK) perlu didasarkan pada analisis berbagai kesempatan dan kemungkinan yang terbuka. Artinya pembaharuan pendidikan di TK itu bukan sekedar kegiatan yang sifatnya coba – coba tanpa dasar kajian yang akurat. Perlu disadari bahwa pendidikan menyangkut perkembangan anak manusia yang bisa berdampak panjang bagi kehidupannya.

2. Pembaharuan pendidikan itu bersifat konseptual dan perceptual. Maksudnya adalah bahwa pelaku pembaharuan di TK perlu merancang dan mengimplementasikan upaya pembaharuan pendidikan TK tidak saja berdasarkan konsep-konsep atau ilmu pengetahuan yang ia kuasai, tetapi juga harus berdasarkan pemahamannya terhadap kebutuhan masyarakat pengguna hasil pembaharuan tersebut.

3. Pendidikan pembaharuan di Taman Kanak-Kanak (TK) harus bersifat sederhana dan terfokus. Sederhana artinya mudah dipahami dan dipraktekkan, dan terfokus maksudnya terarah kepencapaian hasil yang jelas.

4. Pembaharuan di Taman Kanak-Kanak (TK) perlu dimulai dengan yang kecil. Tidak semua pembaharuan dimulai dengan ide-ide besar yang tidak terjangkau oleh kehidupan nyata para praktisi. Dari keinginan yang kecil untuk memperbaiki suatu kondisi atau kebutuhan pendidikan nyata di kelas perkembangan pendidikan selanjutnya.

5. Pembaharuan pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) diarahkan kepada kepeloporan. Pembaharuan perlu diarahkan untuk menghasilkan kepeloporan dari suatu perubahan pendidikan yang diperlukan. Apabila tidak demikian maka maksud dari pembaharuan tersebut akan kurang jelas dan tidak memperoleh apresiasi dalam komunikasi terkait.

Demikian pembahasan tentang Pembaharuan Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK), semoga menambah pengetahuan kita.

Silakan mengunjungi artikel menarik lainnya.....
Juga pembahasan menarik yang lainnya. Terimakasih atas kehadiran Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel