Belajar Teknik Sketsa Seni Lukis Realis

Layout  dalam menggambar  bentuk meliputi bidang gambar dan pengaturan tata letak atau komposisi gambar. 


Komposisi simetris  dalam menngambar bentuk adalah komposisi.yang mengacu pada keseimbangan yang sama antara kanan dan kiri atau atas dan bawah bidang gambar. Dalam bahasa Inggris disebut Symmetrical Balance.

Komposisi asematris  dalam mengambar bentuk adalah komposisi  yang menggunakan unsur-unsur tidak sama antara kanan dan kiri atau atas dan bawah bidang gambar, namun memiliki gaya berat yang sama. Dalam bahasa aslinya disebut Asymetrical Balance.

Pengertian Seni Lukis Realisme

Pengertian seni lukis realisme sering rancu dengan seni lukis naturalisme, ada yang mengatakan sama antara keduanya, namun ada pula yang membedakan antara keduanya. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci tentang pengertian seni lukis realis dilengkapi dengan beberapa contoh, konsep, sejarah, perkembangan  seni lukis realis Indonesia,  sehingga kelihatan  jelas benang merah perbedaan antara seni lukis realis dengan seni lukis naturalis. Artikel ini juga dilengkapi dengan beberapa contoh eksplorasi keteknikan dan langkah-langkah membuat seni lukis realis.

Seni lukis realis adalah salah satu isme di dalam seni  lukis yang dalam pengungkapannya berusaha menggambarkan suatu objek seperti apa adanya, seni lukis realis pada prinsipnya menggambarkan suatu objek sesuai dengan realitas objektif. Dengan demikian, para seniman lukis realis tulen tidak akan pernah memanipulasi penerapan berbagai bahan, alat dan teknik untuk mengubah tampilan objek.

Dengan perkataan lain, seorang seniman yang mengikuti tradisi seni realis tidak akan pernah menambah-nambah bagus penampilan objek atau menghilangkan sama sekali kelemahan tampilan objek atau adegan yang sedang dilukis. Modul ini juga akan menjelaskan beberapa ragam Seni Lukis realis yang berkembang sampai saat ini, beserta contoh-contohnya antara lain:
  1. Seni lukis realis klasik
  2. Seni lukis realis sosialis
  3. Seni lukis realis fotografis
  4. Seni lukis super/hiper realis

Eksplorasi keteknikan dan langkah-langkah membuat karya seni lukis realis pada artikel ini menerapkan teknik basah transparan (Aquarel),  bahan cat air di atas kertas gambar menggunakan alat kuas cat air.  Dengan memberikan banyak contoh eksplorasi keteknikan dasar membuat seni lukis realis, diharapkan artikel ini dapat dijadikan panduan membuat karya seni lukis realis.

Kegiatan Belajar

Pada kegiatan belajar ini,  Anda diharapkan dapat menggali sebanyak mungkin informasi tentang  pengertian, sejarah awal dan perkembangan  sketsa, serta tokoh-tokoh pelukis   sketsa dari  Indonesia 
dan  manca negara.  Kegiatan belajar ini sifatnya mandiri,  Anda mencari informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan seni sketsa.

Semua rangkaian kegiatan belajar ini dimaksudkan untuk melatih Anda memanfaatkan berbagai sumber informasi serta dapat memiliki sifat mandiri.  Artikel sebagai fasilitator yang sifatnya memberikan pengarahan  dalam mendukung kegiatan belajar teknik sketsa seni lukis realis.

1.  Mengamati

a.  Mengamati Karya Sketsa Seni Lukis Realis
  • 1)  Sketsa Karya Leonardo Da Vinci

Gambar Sketsa karya Leonardo Da Vinci studies of an old man and the action of water.
Gambar 1. Sketsa karya Leonardo Da Vinci studies of an old man and the action of water.

  • 2)  Sketsa Karya Michelangelo
 Gambar Sktech for Sybil with a Book, karya Michelangelo
 Gambar 2. Sktech for Sybil with a Book, karya Michelangelo

  • 3)  Sketsa Karya Raden Saleh
Gambar Sketsa karya Raden Saleh, Lukisan dengan judul  Tertangkapnya Diponegoro
Gambar 3. Sketsa karya Raden Saleh, Lukisan dengan judul  Tertangkapnya Diponegoro

  • 4)  Sketsa Karya Henk Ngantung
 Gambar Sketsa Henk Ngantung, Membatik
 Gambar 4. Sketsa Henk Ngantung, Membatik

  • 5)  Sketsa karya S. Sudjojono
Gambar Sketsa Lukisan Sultan Agung di atas Kuda, 34 X 23 Cm. 1973. Tinta di atas kertas.
Gambar 5. Sultan Agung di atas Kuda, 34 X 23 Cm. 1973. Tinta di atas kertas.

b.  Mengamati alat untuk membuat sketsa 


  • 1)  Pena
Gambar Pena gambar (pena kodok)
Gambar 6.Pena gambar (pena kodok)

  • 2)  Kuas
Gambar Kuas cat air
Gambar 7. Kuas cat air

  • 3)  Lidi
Gambar Lidi tusuk sate
Gambar 8 : Lidi tusuk sate

  • 4)  Bulu Burung/angsa/ayam
Gambar Bulu angsa sebagai alat sketsa
Gambar 9. Bulu angsa sebagai alat sketsa

  • 5) Bambu yang diraut
Gambar Bambu yang diraut sebagai alat sketsa
Gambar 10. Bambu yang diraut sebagai alat sketsa

c.  Mengamati alat atau bahan untuk membuat sketsa 

  • 1)  Arang Dapur
Gambar Arang dapur sebagai alat sketsa
Gambar 11. Arang dapur

  • 2)  Charcoal

a)  Charcoal batangan
Gambar Charcoal sebagai alat sketsa
Gambar 12. Charcoal


b)  Charcoal pensil
Gambar Charcoal pensil sebagai alat sketsa
Gambar 13. Charcoal pensil

  • c)  Pensil
Gambar Pensil sebagai alat sketsa
Gambar 14. Pensil

  • d) Tinta OI/Indian Ink
Gambar Tinta Indian Ink/Oi sebagai alat sketsa
Gambar 15. Tinta Indian Ink/Oi

  • e)  Jelaga
 Gambar Jelaga sebagai alat sketsa
 Gambar 16. Jelaga

Teknik Sketsa Seni Lukis Realis

Corat coret yang dilakukan oleh anak balita baik di atas tanah, di tembok atau di  kertas, sebetulnya sudah merupakan kompetensi dasar  yang mengarah pada seni sketsa, walaupun hasil coretannya masih belum jelas bentuknya, atau bahkan sama sekali tidak dapat dimengerti oleh orang dewasa.

Namun itu semua merupakan ungkapan batin anak atau mungkin anak ingin berkomunikasi dengan menggunakan media corat-coret, tidak jauh berbeda dengan seorang seniman dalam mengekspresikan ide dan perasaannya awal menggunakan media sketsa. Hampir semua  seniman seni rupa  akan selalu meluangkan waktunya untuk mencorat-coret mengungkapkan ide dan perasaannya dalam bentuk sketsa.

Sketsa diekspresikan  dengan menggunakan bahan  apa saja  yang  dapat untuk mengungkapkan ide dan perasaannya, walaupun mungkin hanya menggunakan bahan yang sangat sederhana, seperti   arang, pensil atau tinta di atas kertas. Hal ini dilakukan dalam upaya menjelajahi area idea atau gagasannya yang diekepresikan dalam bentuk visual.

Seniman seni rupa akan selalu memilih  solusi proses berfikir secara  visual. Salah satu pilihan  yang paling cepat, spontan dan langsung adalah sketsa. Dalam membuat sketsa, seorang seniman seni rupa tak ubahnya seperti seorang penulis yang memakai kertas dan pena untuk menulis menyatakan pikirannya, atau dapat dianalogikan sebagai seorang wartawan yang membuat catatan-catatan sementara menggunakan tulisan cepat/ stenografi, sebelum dituangkan dalam bentuk reportase yang lengkap.

Berikut akan dijelaskan secara rinci mengenai seni sketsa meliputi:

1.  Pengertian Sketsa
Sketsa adalah gambar sederhana atau draf kasar yang dibuat secara global untuk melukiskan bagian-bagian pokok yang ingin di ungkapkan oleh  pembuatnya. Sketsa biasanya dibentuk dengan menggunakan unsur garis, walaupun kadangkala  ditemukan beberapa sketsa  yang  menggunakan unsur garis,  blok,  dan warna.

Menggambar/membuat sketsa pada dasarnya adalah menarik garis dengan  spontan menggunakan  tangan bebas  atau istilah asingnya  free hand, tanpa menggunakan alat bantu mistar  , jangka atau alat bantu lain. Dengan demikian kualitas garis harus diperhatikan sesuai dengan karakter dan jenis objek yang akan ditampilkan.  

2.  Jenis Sketsa
Kusnadi, seorang kritikus seni rupa, mengatakan bahwa sketsa dalam seni rupa dapat dibagi menjadi 2 yaitu: 
  1. Sketsa  sebagai  seni murni  atau  sketsa  yang  berdiri sendiri,  dan sekaligus sebagai media ekspresi. 
  2. Sketsa    ‘Voor Studie’, sebagai media untuk studi bentuk, proporsi, anatomi, komposisi dan sebagainya yang akan dibuat berdasarkan sketsa.  

Dari pendapat Kusnadi tersebut  dapat diartikan bahwa kedua jenis sketsa tersebut memiliki perbedaan yang mendasar. Letak perbedaannya adalah pada fungsi. Jenis sketsa yang pertama berfungsi sebagai media ekspresi, sedangkan jenis sketsa yang kedua sebagai media studi. Jadi bila dibandingkan dengan sketsa jenis  ‘voor studie’, maka sketsa murni lebih ekspresif, karena sketsa murni dapat dijadikan media untuk berekspresi,  yang tidak terlalu terikat dengan masalah bentuk, proporsi, anatomi dan sebagainya serta  tidak pernah dilanjutkan menjadi sebuah  karya seni rupa lainnya, tetapi berhenti/selesai sebagai karya sketsa  murni  atau berdiri sendiri.

Dengan demikian dari kedua jenis sketsa tersebut  terdapat  2 sisi kegunaan yaitu: 

a.  Fungsi Sketsa 

Semua bidang dalam seni rupa,  baik  seni murni (fine art) lukis, patung dan seni grafis, atau seni terapan (applied art) kriya/kerajinan, desain grafis, desain interior-eksterior, arsitek bahkan sampai perancangan busana dan teknologi modern  tidak dapat lepas dari suatu kegiatan perancangan visual, dan sketsa merupakan pilihan yang paling tepat.  Sketsa di sini merupakan rancangan pendahuluan yang kasar dari sebuah karya lukis, kriya, arsitek, busana, dan sebagainya.  Berikut adalah beberapa  fungsi sketsa.

1)  Seni Murni 

  • 1)  Sketsa  sebagai media studi.
 Gambar Sketsa karya Raden Saleh
 Gambar 17. Sketsa karya Raden Saleh

  • 2)  Sketsa sebagai media ekspresi untuk mengungkapkan ide dan perasaan.
 Gambar Sketsa karya H. Widayat
 Gambar 18. Sketsa karya H. Widayat

  • 3)  Sketsa Seni Patung. Sketsa pada seni patung banyak diterapkan dalam sebuah perancangan pembuatan patung  (lihat gambar 32 dan gambar 44)

2)  Seni terapan 

Sketsa sebagai media perancangan awal sebelum diwujudkan dalam bentuk gambar kerja secara lengkap.  Gambar sketsa dijadikan sebagai    sarana  eksplorasi dan sekaligus sebagai komunikasi awal untuk perancang (yang menggambar)  atau orang lain, baik itu pemesan maupun orang yang akan dipercaya sebagai pelaksana untuk merealisasikan produknya. Dengan demikian  pengerjaan produk akan dapat lebih mudah difahami pelaksana, dengan mencermati sketsa yang dilengkapi dengan gambar kerja disertai notasinya. 

3)  Busana 

Sketsa juga dimanfaatkan oleh para perancang busana. Mereka melakukan eksplorasi  sketsa  beberapa kali  untuk mendapatkan sebuah rancangan yang dapat memuaskan selera pemakainya.  Dalam bidang perencanaan adi busana atau fashion  sketsa  biasanya didominasi unsur garis.   Garis 
berperan untuk membentuk desain busana  secara global, potongan, serta draperi kain. Setelah ada sketsa yang terpilih selanjutnya dibuat pola-pola busana.
 Gambar Sketsa desain busana
 Gambar 19. Sketsa desain busana

4)  Arsitek 

Perancangan awal sebuah bangunan memanfaatkan sketsa sebagai media eksplorasi. Contoh :  Sketsa rancangan bangunan pintu gerbang makam Julius II, karya Michelangelo.

Gambar Sketsa rancangan bangunan pintu gerbang makam Julius II, karya Michelangelo.
Gambar 20 Sketsa rancangan bangunan pintu gerbang makam Julius II, karya Michelangelo

5)  Teknologi 

Pemanfaatan media sketsa untuk perancangan sebuah produk. Contoh : Sketsa perancangan sebuah senjata panah karya Leonardo Davinci, Tahun 1500.
Gambar Sketsa perancangan sebuah senjata panah karya Leonardo Davinci, Tahun 1500
Gambar 21. Sketsa perancangan sebuah senjata panah karya Leonardo Davinci, Tahun 1500

6)  Ilmu Pengetahuan 

Ilmu pengetahuan juga banyak memanfaatkan media sketsa untuk penelitian ilmiah. Contoh : Sketsa Leonardo Da Vinci  dalam mengeksplorasi pergerakan lengan tangan.

Gambar Sketsa Leonardo Da Vinci  dalam mengeksplorasi pergerakan lengan tangan.
Gambar 22. Sketsa Leonardo Da Vinci  dalam mengeksplorasi pergerakan lengan tangan.

7)  Pendidikan

Seorang  pengajar  apabila  tidak dapat menunjukkan benda-benda sebenarnya  sebagai model pembelajaran,  dapat menunjukkan gambar atau foto dari benda-benda  tersebut. Namun cara seperti ini memerlukan waktu dan biaya yang lebih banyak.  Oleh karena itu,  menggunakan  media  sketsa, merupakan alternatif  yang  efektif dan efisien dalam proses pembelajaran, karena dapat dibuat oleh pengajar sendiri secara langsung dan cepat. Pengajar ketika membuat sketsa sekaligus dapat langsung  menjelaskan  materi ajar  yang  divisualkan dalam bentuk sketsa. 

b.  Manfaat Mempelajari Sketsa 

1)  Sebagai media latihan untuk menggores dengan lancar, bebas dan spontan sesuai dengan bentuk objek yang dipilih.

2) Sebagai media untuk studi bentuk, proporsi, anatomi, komposisi dan sebagainya dalam mempelajari objek yang diinginkan.

3)  Sebagai media eksplorasi untuk mendapatkan ide atau gagasan yang akan dituangkan dalam karya seni rupa, seperti lukis,  patung, disain dan sebagainya (sketsa sebagai rancangan karya yang akan dibuat).

4)  Sebagai media ekspresi dalam bentuk seni sketsa murni.

3.  Sejarah Awal dan Perkembangan Sketsa 

Sketsa dalam seni rupa tidak dapat lepas dan sering dikaitkan dengan seniman Maestro Leonardo Da Vinci dan  Michelangelo Buonarroti. Kedua seniman besar ini telah membiasakan diri dalam berkarya seni rupa selalu mengawali dengan membuat sketsa. Bagi keduanya sketsa merupakan media eksplorasi  yang paling efisien dan efektif. Dengan menggunakan media sketsa keduanya telah berhasil mewujudkan karya-karya seni rupa yang sangat mengagumkan. 

Michelangelo adalah seorang seniman yang bekerja pada proyek-proyek di berbagai disiplin ilmu. Salah satu kesamaan yang berhubungan  pada  setiap karyanya di berbagai bidang  disiplin ilmu adalah bahwa semua  dimulai dengan  sketsa dan  gambar  (drawing). Pembuatan sketsa  awal dan  drawing  selalu  dilakukan ketika Michelangelo merancang sebuah makam, awal  fresco  atau patung 
kolosal.

Sketsa  bagi  Michelangelo merupakan tahap awal  yang harus dilalui agar dapat menghasilkan karya seni rupa yang baik. Sebelum memulai proyek seni rupa,  Michelangelo  sebagai seniman  Renaissance,  seringkali membuat sketsa dari tokoh tunggal yang akan dibuat dengan melihat  seorang model,  secara langsung  untuk mendapatkan detail anatomi  dari  berbagai  pose.

Dengan cara demikian, seorang model dapat menunjukkan kepada seniman bagaimana tubuh bergerak, otot didefinisikan, dan semua bagian tubuh  yang saling  berhubungan antara  satu  dengan yang lain, baik    dalam  pose  otot  berkerut, merenggang, tegang, santai dan sebagainya.

Gambar Sketsa karya Michelangelo, studi torso untuk Penciptaan Adam
Gambar 23. Sketsa karya Michelangelo, studi torso untuk Penciptaan Adam

Sketsa Michelangelo untuk Penciptaan Adam adalah studi tentang torso,  sosok badan seorang Adam. Gambar menunjukkan  sosok tanpa kepala , dan tidak ada  detil  dari satu lengan atau kaki. Karena studi torso, maka satu-satunya bagian dari sosok dengan detail yang nyata adalah batang tubuh,  yang merupakan  projek akhir Michelangelo.

Tidak berbeda  dengan Mechelangelo, Leonardo Da Vinci juga mengawali project work seni rupanya dengan sketsa, seperti pada rancangan sketsa untuk salah satu lukisan dengan judul The Last Supper.

Gambar Sketsa The Last Supper, karya Leonardo Da Vinci
Gambar 24. Sketsa The Last Supper, karya Leonardo Da Vinci

Pada sketsa tersebut Leonardo membuat sebagian besar figur-figur manusia dengan detil yang jelas, bahkan draperi kain yang dikenakan digambar dengan nyaris sempurna.  Hal ini dilakukan agar dapat mencapai plastisitas bentuk, proporsi, anatomi dan draperi, sebagai acuan salah satu karya seni lukis  masterpiace yang dibuatnya. 

Perkembangan Seni Sketsa 

Perkembangan seni sketsa dari tahun ke tahun menunjukkan grafik peningkatan, dilihat dari makin seringnya seni sketsa muncul dalam berbagai bentuk pameran. Hal ini menunjukkan bahwa sketsa telah dapat diterima dan diapresiasi oleh masyarakat pecinta seni, walaupun belum dapat disejajarkan keberadaannya dengan seni lukis.

Pada saat sekarang sering dipamerkan karya-karya sketsa dari beberapa pelukis zaman  Renaissance  yang dapat menarik perhatian publik  pecinta seni,  misalnya  pameran sepuluh  karya sketsa dan  gambar  terbaik Leonardo da Vinci di Royal Collection tour ke lima di Inggris pada tahun 2012. Karya-karya tersebut dipilih untuk  mencerminkan penggunaan  berbagai  media yang berbeda dan berbagai  aktivitasnya  yang luar biasa  mulai dari  lukisan,  patung, teknik,  botani,  pembuatan peta,  hidrolika  dan anatomi.

Pameran meliputi desain untuk kereta, studi kepala Leda, gambar daun oak, selembar dua sisi  sketsa anatomi, desain untuk skema menguras  rawa,  pemandangan  sungai  dari  jendela,  sebuah studi kostum seorang pria di atas kuda, gambar adegan apokaliptik, dan sebuah studi  kasar  seorang pria tua  di  profil,  salah satu  gambar terakhir yang dibuat oleh Leonardo.

Pada tahun 2013  dua puluh lima  sketsa dan  gambar  karya Michelangelo  dipamerkan di    dua kota  di  AS.  Pameran  di Muscarelle Museum of Art di College of William & Mary di Williamsburg  tanggal 14 April 2013, kemudian pindah ke Museum of Fine Arts di Boston, dari  tanggal 21 April sampai 30 Juni 2013.

Disamping pameran sketsa, lelang seni sketsa karya-karya pelukis besar seperti Michelangelo dan Leonardo Da Vinci yang diselenggarakan oleh balai lelang dapat menghasilkan jutaan dolar. Hal ini merupakan salah satu pemicu para seniman sketsa pada saat ini untuk berkarya melalui media sketsa.

Pada  tahun 2010,  Ipe Ma’ruf seorang seniman senior yang sering dijuluki Raja Sketsa Indonesia, mempelopori gerakan sketsa bersama di Kebun binatang Ragunan. Dalam kegiatan sketsa tersebut Ipe Ma’ruf menunjukkan kepiawaiannya menggoreskan berbagai media dan alat untuk mengungkapkan  ekspresinya melalui media sketsa, antara lain menggunakan pena dengan bahan tinta  di atas  kertas, menggunakan bantuan media paku, karbon di atas karton, serta menggunakan media pentul korek api.

Semua  itu dilakukan  Ipe Ma’ruf untuk memenuhi kebutuhan dalam berolah sketsa. Kegiatan membuat sketsa bersama dan dilanjutkan dengan pameran bersama banyak dilakukan oleh komunitas seniman sketsa atau sketser, antara lain kegiatan yang dikelola oleh “MAHDOD” singkatan dari dua nama praktisi lukis Mahyar dan Godod, sering mengajak seniman-seniman muda untuk berkarya dan pameran bersama.

Hal yang sama juga dilakukan  oleh komunitas yang menamakan dirinya “IS” singkatan dari Indonesia’s Sketchers.  Komunitas ini sampai dengan bulan  September  2012 tercatat  telah memiliki  lebih dari  5.000  anggota  tergabung dalam kelompok ini.  Walaupun sebagian besar anggota IS merupakan anggota pasif, namun di antara mereka masih tetap rajin berkarya dan mengirimkan karya-karya sketsanya  untuk diunggah dalam wall  Face Book IS.

Pada tahun 2012 di Yogyakarta, tepatnya di Bentara Budaya Yogyakarta diselenggarakan pameran sketsa karya para  pelukis maestro Indonesia, diantara mereka, adalah: Lee Man Fong, Rusli, Sudjana Kerton, Hendra Gunawan, Oeman Effendi, X Ling, Trubus Soedarsono, Affandi, S. Soedjojono, Abdullah Soerjosoebroto.

4.  Tokoh Sketsa 

Yang dimaksud dengan tokoh sketsa di sini meliputi tokoh perintis dalam membuat karya sketsa, seniman yang aktif membuat dan memamerkan karya sketsa, mulai dari jaman Renaissance sampai dengan sekarang, baik dari mancanegara maupun dari Indonesia.

a.  Dari mancanegara 

❤ 1)  Michelangelo 
Michaelangelo Buonarroti  atau nama lengkapnya Michelangelo di Lodovico Buonarroti Simoni, yang kurang lebih berarti  Malaikat Mikail,  adalah seorang pelukis, pemahat, pujangga, dan arsitek zaman Renaissance,   lahir 6 Maret 1475 , dan meninggal 18 Februari 1564 pada umur 88 tahun,  Ia terkenal karena  sumbangan studi anatomi di dalam Seni Rupa. Beberapa karyanya yang dianggap terbaik adalah Patung David, Pietà, dan Fresko di langit-langit Kapel Sistina.

Gambar Wajah Michelangelo
Gambar 25. Wajah Michelangelo
Gambar Sketsa untuk desain makam Julius II, karya Michelangelo
Gambar 26. Sketsa untuk desain makam Julius II, karya Michelangelo

Gambar  di atas  merupakan sketsa rancangan Michelanggelo untuk makam Kaisar Julius II.  sketsa 
tersebut merupakan sketsa alternatife ke dua dari beberapa kali melakukan eksplorasi sketsa desain makam.

❤ 2)  Leonardo Da Vinci 
Leonardo Da Vinci adalah  seorang seniman yang memiliki talenta luar  biasa. Dia memiliki beberapa keahlian    antara lain:  arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia. Nama ayahnya adalah  Piero Fruosino di Antonio da Vinci, sedangkan nama ibunya adalah Caterina da Vinci. Leonardo memiliki postur tubuh yang ideal dengan tinggi: 1,94 m.

Ia  dikenal dunia sebagai seorang maestro seni lukis, dan  digambarkan sebagai arketipe "manusia renaisans" dan sebagai genius universal. Leonardo Da Vinci dilahirkan pada tanggal  15 April 1452,  di  Vinci, Italia, dan meninggal pada tanggal : 2 Mei 1519, di Amboise, Perancis. Dia hidup pada periode  Renaisans Tertinggi. Beberapa karya seninya  yang sangat terkenal adalah  Vitruvian Man,The Last Supper, Mona Lisa.

 Gambar Foto wajah Leonardo Da Vinci
 Gambar 27. Foto wajah Leonardo Da Vinci

Satu di antara beberapa karya sketsanya dilakukan dengan teliti, cermat dan detil yaitu tentang gradasi dan bayangan bola.

Gambar Sketsa eksperimen ilmiah, karya Leonardo Da Vinci
Gambar 28. Sketsa eksperimen ilmiah, karya Leonardo Da Vinci 

Gambar  di atas  menunjukkan bahwa Leonardo Da Vinci adalah seorang pemikir atau ilmuwan sejati. Dia mencoba bereksperimen secara eksakta  untuk menentukan gradasi dari gelap ke terang pada sebuah bola dan menentukan jatuhnya bayangan. Dengan menggunakan garis-garis bantu secara terukur Leonardo dapat menentukan gradasi gelap terang.

❤ 3)  Delacroix 
Delacroix memiliki nama lengkap Ferdinand Victor Eugène, adalah seorang  pelukis  dengan aliran  Romantisisme berasal dari Perancis. Delacroix dilahirkan pada tanggal 26 April 1798 dan meninggal pada tanggal 13 Agustus 1863, Dia adalah seorang  seniman  besar yang memulai  awal karirnya sebagai pemimpin sekolah Romantic Perancis.

Karena kepiawaiannya dalam berolah seni,  Delacroix dipercaya membuat ilustrasi dari  berbagai karya  William Shakespeare, penulis Skotlandia Walter Scott  dan penulis Jerman Johann Wolfgang von Goethe.

Gambar Foto Delacroix
Gambar 29. Foto Delacroix
Gambar Sketch for Attila, tinta di atas kertas, kaya Delacroik
Gambar 30. Sketch for Attila, tinta di atas kertas, kaya Delacroik

Sketsa karya Delacroik dengan judul Sketch for Attila yang dibuat dengan tinta  di atas  kertas menunjukkan kekuatan garis yang dibuat secara spontan, namun dapat menunjukan ketepatan proporsi, bentuk dan anatomi objek. Hal ini menunjukkan bahwa Delacroik adalah seorang seniman yang sangat mahir membuat sketsa.

❤ 4)  Auguste Rodin 
Aguste Rodin memiliki nama lengkap François-Auguste-René Rodin adalah pematung Perancis dan termasuk salah satu pematung utama dalam masa modern.

Gambar Foto wajah  Auguste Rodin
Gambar 31. Foto wajah  Auguste Rodin

Rodin  lahir pada tanggal 12 November 1840 dan meninggal pada tanggal  17 November  1917  dal usia 77 tahun, Di lingkungan seni patung dia dikenal dengan Auguste Rodin Oh-GOOST Roh-DAN berasal dari bahasa Perancis bahasa Perancis yang artinya adalah  pematung  Perancis  dan termasuk salah satu pematung utama dalam masa modern.

Salah satu yang mengagumkan dari  pematung ini adalah, walaupun dia dididik secara tradisional dan tidak pernah masuk di perguruan seni secara formal, namun Rodin dapat dianggap sebagai salah satu pematung modern terbesar. Patung-patung karyanya yang sangat terkenal dan abadi adalah Le Penseur (Pemikir), dan Le Baiser (Ciuman).

Berikut adalah salah satu karya sketsa Roding yang cukup terkenal, yaitu sketsa studi bentuk dalam merencanakan sebuah karya patung Masterpiace yang sangat terkenal, dengan judul Le Penseur yang artinya dalam bahasa Inggris adalah  the  Thinker,  dan dalam bahasa Indonesia berarti Pemikir.

Gambar Sketsa karya Auguste Rodin
Gambar 32. Sketsa karya Auguste Rodin

❤ 5)  Rembrandt
Rembrandt memiliki nama lengkap  Rembrandt Harmenszoon van Rijn adalah pelukis Belanda  yang 
merupakan salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa.  Lahir: 15 Juli 1606,  Leiden, BelAnda.  Meninggal pada tanggal  4 Oktober 1669,  di  Amsterdam, BelAnda. Nama istrinya  Saskia van Uylenburgh  (m. 1634–1642). Nama   orang tuanya  adalah Neeltgen Willemsdochter van Zuytbrouck,  Harmen  Gerritszoon van Rijn  m  Universitas Leiden. Salah satu karya seninya yang terkenal adalah De Nachtwacht.

Gambar Foto wajah Rembrandt Van Rijn
Gambar 33. Foto wajah Rembrandt Van Rijn
Gambar Sketsa karya Rembrandt Van Rijn
Gambar 34.  Sketsa karya Rembrandt Van Rijn

❤ 6)  Vincent van Gogh
Vincent van Gogh memiliki nama lengkap  Vincent Willem van Gogh adalah  yang berasal dari Negara  Belanda  Dia adalah seorang pelukis pasca-impresionis.

Gambar Foto Diri Vincent Van Gogh
Gambar 35. Foto Diri Vincent Van Gogh

Van Gogh dilahirkan pada tanggal  30 Maret  1853  dan meninggal pada tanggal  29 Juli  1890.  Lukisan-lukisan dan gambar-gambarnya termasuk karya seni yang terbaik, paling terkenal, dan paling mahal di dunia.  Vincent  Van Gogh dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa. Salah satu karya sketsanya yang terkenal h bejudul Bedroom in Arles, sketsa ini dibuat oleh Van Gogh dalam beberapa versi  dan berikut adalah versi pertama yang dibuat pada tahun 1888.

Gambar Bedroom in Arles, sketsa karya  Vincent Van Gogh
Gambar 36. Bedroom in Arles, sketsa karya  Vincent Van Gogh

❤ 7)  Pablo Picasso 
Pablo Picasso memiliki nama lengkap Pablo Ruiz Picasso, adalah seorang maestro seni lukis yang sangat terkenal dari Negara Spanyol.  Picassco mengenyam pendidikan di Real Academia de Bellas Artes de San Fernando,  aliran lukisannya adalah Kubisme.  Dia dijuluki sebagai  pelukis revolusioner pada abad ke 20. Pablo Picasso juga seorang jenius seni yang mahir membuat patung, grafis, keramik, kostum penari balet sampai tata panggung.

Dia dilahirkan di kota Malaga, Spanyol, pada tanggal 25 Oktober 1881, dan meninggal pada tanggal 8 April 1873, di Mougins, Perancis. Banyak karya seni yang telah dihasilkannya, dua di antara yang sangat terkenal adalah Guernica dan Les Demoiselles d’Avignon.

Gambar Foto wajah Pablo Picasso
Gambar Foto wajah Pablo Picasso

Gambar Sketsa karya Picasso, studi bentuk untuk Les Demoiselles
Gambar 38. Sketsa karya Picasso, studi bentuk untuk Les Demoiselles

b.  Dari Indonesia

❤ 1)  Raden Saleh
Raden Saleh memiliki nama lengkap  Raden Saleh Syarif Bustaman lahir pada tahun 1807, dan meninggal pada  tanggal 23 April 1880 di Bogor. Raden Saleh adalah pelukis Indonesia pertama yang mendapat kesempatan belajar melukis di Eropa. Di Belanda  ia belajar gaya melukis dari para Maestro di negeri itu. Kemudia ia juga belajar ke Jerman, Perancis, Austria, dan Italia, sebelum akhirnya kembali ke Jawa  pada pertengahan abad ke 19.

Gaya lukisannya merupakan  Romantisme  Eropa dengan  unsur-unsur etnik yang  menunjukkan latar belakang Jawa sang pelukis. Bakat melukis  Raden Saleh  sudah tampak    sejak  dia masih kecil. Waktu  itu dia tinggal di  daerah Terbaya,  Jawa Tengah dekat Semarang. Pada  usia 10 tahun,  Raden Saleh kecil diserahkan pamannya, Bupati Semarang, pada seorang atasan Belanda  di Batavia.

Bakat melukisnya semakin berkembang setelah memasuki bangku sekolah di Sekolah Rakyat (Volks-
School).  Seorang pelukis kebangsaan  Belanda  dan seorang mantan mahaguru Akademi Seni  rupa di Doornik,  Belanda,  yang bernama Payen tertarik pada kemampuan melukis Raden Saleh dan menawarkan untuk memberikan bimbingan melukis pada Raden Saleh.  Kesempatan ini  tidak disia-siakan oleh Raden Saleh.

Lukisan  pemandangan  dan wajah serta figur manusia pribumi yang dibuat Raden Saleh telah memikat pelukis  Belanda  ini, kemudian  Payen mengusulkan  kepada pemerintah Kolonial  Belanda  saat itu  agar Raden Saleh bisa belajar ke Belanda. Gubernur Jenderal Van Der Capellen yang memerintah waktu itu menyambut dengan baik usulan tersebut, setelah ia melihat  beberapa  karya  lukisan Raden Saleh  yang memang luar biasa.

Gambar Raden Saleh
Gambar 39. Raden Saleh

Pada tahun 1829, Raden Saleh berangkat ke Belanda untuk belajar melukis. Dari waktu ke  waktu Raden Saleh menunjukkan perkembangan melukis, dalam hal ketekunan, kecakapan  serta semangat  untuk dapat menjadi seorang pelukis besar.

Beberapa karya lukisan karya Raden Saleh diantaranya adalah lukisan dengan  judul : Seorang tua dan Bola Dunia dibuat pada tahun  1835, Berburu Banteng diselesaikan  pada  tahun1851, Bupati Majalengka  pada tahun  1852,  Penangkapan Pangeran Diponegoro dibuat pada tahun 1857, Harimau Minum diselesaikan pada tahun 1863  dan  Perkelahian dengan Singa yang dibuat pada tahun 1870.

Salah satu lukisan Masterpiece Raden Saleh berjudul Berburu Banteng  dianggap sebagai    salah satu lukisan legendaris hasil karya Raden Saleh Syarif Bustaman.

Gambar Sketsa karya Raden Saleh
Gambar 40. Sketsa karya Raden Saleh

Sketsa  di atas  adalah salah satu karya Raden Saleh, seorang  pelukis pribumi, yang merupakan ikon  Indonesia yang disebut-sebut sebagai perintis aliran seni lukis modern (modern art) di tanah air.

❤ 2)  Ipe Ma’ruf 
Nama lengkap  Ipe Ma’aroef  adalah  Ismet Pasha Ma’aroef lahir di Banda Olo, Padang, Sumatera Barat  pada tanggal  11 November  1938.  Ipe  Ma’aroef  adalah seorang  perupa Indonesia  yang berprofesi sebagai  pelukis.  Pada awal kariernya,  Ipe lebih banyak membuat karya-karya sketsa dengan memakai alat-alat gambar sederhana yang terdiri dari pena dan tinta, dan kegiatan membuat karya sketsa terus ditekuni di  samping membuat lukisan dan ilustrasi untuk beberapa majalah.

Karena kepiawaiannya dan konsistensinya dalam berolah sketsa maka dia dijuluki sebagai raja sketsa.  Ia dianggap pelukis angkatan 60-an, karena keseriusannya dalam melukis baru dimulai pada tahun 1960.  Ipe menamatkan sekolah menengah   pertama pada tahun 1956. Ia kemudian belajar melukis secara otodidak,  dan  selanjutnya bergabung dengan Seniman Indonesia Muda  yang memberikan kursus melukis di bawah pimpinan Sudjojono.

Atas anjuran Affandi,  ia belajar di ASRI Yogyakarta. Karena kesulitan biaya untuk belajar, Ipe berpetualang ke Bali dan mencoba hidup mandiri sambil memperdalam seni lukis dengan banyak berpraktek. Sambil bekerja sebagai disainer keramik, Ipe juga sempat kuliah di Jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung.

Gambar Foto Ipe Ma’ruf
Gambar 41. Foto Ipe Ma’ruf
Gambar Sketsa Ipe Ma’ruf
Gambar 42. Sketsa Ipe Ma’ruf

Ipe telah mengadakan berbagai pameran lukisan, diantaranya bersama karya-karya Soemartono di Balai Budaya Jakarta padatanggal   28 Mei sampai 2 Juni 1980, pameran tunggal di  Taman Ismail Marzuki  Jakarta (2006), serta pameran bersama di TIM Jakarta dan di Surabaya.

Ia juga pernah berkarier sebagai ilustrator  freelance  di beberapa majalah, seperti  Kawanku, Femina, Gadis, serta Pustaka Jaya. Kemudian ia menjadi ilustrator majalah Si Kuncung pada tahun 1961, sebelum pindah ke  biro iklan Intervista sebagai disainer. Ia  pindah ke  Taman Ismail Marzuki  dan berkarya sebagai pembuat poster.

Ipe dikenal sebagai pembuat sketsa yang cekatan karena kemahirannya dalam menangkap bentuk dan suasana yang didapatkan karena kebiasaannya membuat sketsa di mana saja ia berada:  di pasar, di jalan, di atas kereta dan di berbagai kesempatan lainnya yang ia dapatkan. Karya-karya Ipe sekarang dianggap sangat berharga sebagai bahan dokumentasi sejarah.

❤ 3)  Henk Ngantung
Henk Ngantung memiliki nama lengkap Hendrik Hermanus Joel Ngantung lahir di  Manado,  Sulawesi Utara,  pada tanggal  1 Maret  1921 dan  meninggal di  Jakarta,  pada tanggal  12 Desember  1991  dengan usia 70 tahun. Henk Ngatung  pernah menjadi  Gubernur Jakarta  untuk periode 1964-1965.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jakarta, Henk dikenal sebagai pelukis tanpa pendidikan formal. 
Pengangkatan Henk Ngantung sebagai Gubernur  oleh Presiden Soekarno  banyak menuai protes. Soekarno ingin agar Henk menjadikan Jakarta sebagai kota budaya, karena Henk Ngantung dinilai  memiliki bakat  seni dan tepat menduduki jabatan tersebut.  

Karya-karya sketsa Henk Ngantung banyak yang memiliki nilai sejarah, salah satu diantaranya adalah sketsa untuk Tugu Selamat Datang yang menggambarkan sepasang pria dan wanita  di bundaran  Hotel Indonesian  yang sedang melambaikan tangan. Walau  pun ide  awal  pembuatan patung berasal dari Presiden Soekarno, namun sketsa dan desain  awalnya dikerjakan oleh Henk Ngantung  dan pelaksanaannya dikerjakan oleh pematung Edi Sunarso dari Yogyakarta.

Gambar Foto diri Henk Nantung
Gambar 43. Foto diri Henk Nantung

Tema sketsa-sketsa karya Henk Ngantung sangat bervariasi, antara lain tema perjuangan, wanita membatik, petani dan sebagai. Dia juga membuat sketsa lambang DKI Jakarta dan lambang Kostrad. Ironisnya, hal tersebut belum diakui oleh pemerintah. Lukisan hasil karya Henk antara lain Ibu dan Anak, yang merupakan hasil karya terakhirnya.

Gambar Sketsa karya Henk Ngantung untuk Tugu Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia
Gambar 44. Sketsa karya Henk Ngantung untuk Tugu Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia
Gambar Sketsa detail Tugu Selamat Datang
Gambar 45. Sketsa detail Tugu Selamat Datang

Gambar Tugu Selamat Datang Bundaran HI
Gambar 46. Tugu Selamat Datang Bundaran HI


❤ 4)  S. Sudjojono
S. Sudjojono  memiliki nama lengkap Sindudarsono Sudjojono, lahir pada tahun 1913  dan meninggal pada tahun 1986. Sudjojono adalah seorang pelukis yang hidup pada jaman “Pergerakan Melawan Penjajahan  Belanda”. Selain sebagai pelukis,  ia  juga berprofesi sebagai kritikus seni lukis yang sangat disegani.

S. Sudjojono aktif menyuarakan semangat seni lukis Indonesia Baru melalui tulisan-tulisannya yang dimuat di majalah dan surat kabar. Seni lukis sebagai salah satu unsur kebudayaan suatu bangsa seharusnya mengungkapkan  corak yang cocok dengan watak bangsa. Meskipun demikian, lukisan-lukisan Indonesia pada saat itu belum juga mempunyai corak Indonesia. Hal itu karena kultur yang ada masih hilir-mudik.

Di satu pihak masih bersifat kejawaan, kekunoan, dan di lain pihak bersifat jawa dan bahkan kebarat-baratan. Lewat tulisannya, Sudjojono menganjurkan kepada para pelukis untuk mempelajari kehidupan rakyat jelata di kampung-kampung dan di desa-desa. Sebagai seorang kritikus seni. Sudjojono memiliki wawasan, sudut dan cara pandang yang jarang dimiliki oleh seniman pada waktu itu, kritikan-kritikannya tajam dan mendalam.

S. Soedjojono di kalangan seniman sering dipanggil  dengan nama  Pak Djon.  S. Soedjojono memiliki pengikut dan murid cukup banyak, sehingga para seniman memberi gelar kehormatan sebagai Bapak Seni Lukis Indonesia Baru, karena pengabdian beliau di  bidang seni, terutama seni lukis.  S. Sudjojono adalah tokoh sentral pendiri Persagi (Persatuan Ahli Gambar). Yang didirikan pada tanggal 23 Oktober 1938.

Gambar Foto S. Sudjojono, S.Sudjojono salah satu tokoh seni lukis realis Indonesia
Gambar 47. Foto S. Sudjojono, S.Sudjojono salah satu tokoh seni lukis realis Indonesia
Gambar Sketsa dengan judul The First Assembly of The DPR karya S.Sudjojono
Gambar 48. Sketsa dengan judul The First Assembly of The DPR karya S.Sudjojono

Pada saat mulai berkembangnya seni lukis realis  di era Persagi, ada  dua tokoh yang paling menonjol, yaitu Sindudarsono Sudjojono  dan Affandi Koesoema.  Lukisan karya pelukis S. Soedjojono yang menonjol dan memiliki nilai sejarah  serta  monumental antara lain berjudul:  Di Depan Kelambu Terbuka, Cap Go Meh, Pengungsi  dan Seko.

❤ 5)  Affandi
Nama lengkap Affandi adalah Affandi Koesoema, dilahirkan di  Cirebon  pada tahun  1907, putra dari R. Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik  gula  Ciledug, Cirebon.  Mengenyam pendidikan HIS, MULO, dan selanjutnya tamat dari  AMS, pendidikan yang jarang  diperoleh oleh pribumi saat itu.

Affandi dikenal sebagai seorang Maestro Seni Lukis  Indonesia  dan  merupakan salah satu pelukis Indonesia yang dikenal di dunia internasional, dengan gaya ekspresionisnya yang sangat khas. Pada tahun 1950-an ia banyak mengadakan pameran tunggal di luar negeri, antara lain di  India,  Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat. Sebagai seorang pelukis yang sangat produktif karya-karyanya telah banyak dikoleksi oleh kolektor, galeri, museum dari dalam mau pun luar negeri. 

Di tahun 1933 pada umur 26 tahun Affandi menikah dengan Maryati, gadis kelahiran  Bogor. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis, yaitu  Kartika Affandi. Liku-liku kehidupan Affandi diwarnai dengan beberapa kali ganti profesi, pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. Pekerjaan ini tidak lama digeluti karena Affandi lebih tertarik pada bidang seni lukis.  

Pada jaman penjajahan, sekitar tahun 30-an, Affandi menggabungkan diri dengan kelompok Lima Bandung, yaitu kelompok lima pelukis Bandung. Mereka adalah  Hendra Gunawan,  Barli,  Sudarso, dan  Wahdi  serta Affandi yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan kelompok. Affandi dengan kelompok Lima memiliki andil  yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Sebuah kelompok yang memiliki pandangan sedikit berbeda dengan kelompok Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) pada tahun 1938. Kelompok Lima Bandung merupakan kelompok belajar bersama dan kerja sama saling membantu sesama pelukis.

Pameran tunggal pertama Affandi dilaksanakan di Gedung Poetera Djakarta pada tahun  1943, yang saat itu sedang berlangsung pendudukan tentara Jepang di Indonesia.

Gambar Foto Affandi
Gambar 49. Foto Affandi

Affandi memiliki hubungan yang erat dengan tokoh-tokoh politik nasional saat itu, termasuk diantaranya Empat Serangkai-yang terdiri dari Ir.  Soekarno, Drs. Mohammad Hatta,  Ki Hajar Dewantara, dan  Kyai Haji Mas Mansyur.

Affandi dan S.Sudjojono aktif dalam kegiatan kebudayaan, antara lain memimpin Seksi Kebudayaan Poetera singkatan dari Poesat Tenaga Rakyat. Affandi bertindak sebagai tenaga pelaksana dan S. Soedjojono  sebagai penanggung jawab, yang langsung mengadakan hubungan dengan Bung Karno.

Pada saat republik Indonesia diproklamasikan pada tahun 1945, Affandi dan teman-teman pelukis ambil bagian memperjuangkan melalui bakat seninya,  dengan membuat poster-poster revolusioner. Gerbong-gerbong kereta api dan tembok-tembok  diberi tulisan  antara lain "Merdeka atau mati!". Kata-kata itu diambil dari penutup pidato  Bung Karno, pada lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945.

Momentum  itu menjadi  salah satu yang memiliki nilai sejarah dalam kehidupan  Affandi sebagai pelukis poster.  Poster  itu menggambarkan seseorang yang dirantai tapi rantainya sudah putus. Yang menjadi model adalah sesama pelukis, yaitu pelukis Dullah. Adapun kata-kata atau slogan patriotis yang dituliskan di poster itu berbunyi "Bung, ayo bung" usulan dari penyair  Chairil Anwar.  Dapat dikatakan karya poster tersebut merupakan kolaborasi antara seni rupa dan sastra. Sekelompok pelukis siang-malam memperbanyaknya dengan gaya sketmatis tidak detail dan dikirim ke daerah-daerah.

Talenta melukis yang luar biasa pada diri Affandi pernah memberikan pengalaman menarik dalam kehidupannya,. yaitu ketika dia mendapat beasiswa didik untuk melanjutkan kuliah melukis di Santiniketan,  India, suatu akademi yang cukup ternama di India, didirikan oleh Rabindranath Tagore. Ketika Affandi diketahui memiliki  skill  dan pengetahuan melukis yang  handal,  maka dia ditolak dengan alasan bahwa dia dipandang sudah tidak memerlukan pendidikan melukis lagi. Akhirnya beasiswa  yang telah diterima digunakan untuk mengadakan pameran keliling negeri India.

Gambar Sketsa foto diri Affandi
Gambar 50. Sketsa foto diri Affandi

Setelah pameran keliling  di India dan Eropa, Affandi pulang ke tanah air sekitar tahun lima puluhan. Oleh Parta Komunis Indonesia Affandi  dipandang  sangat potensial  dan dicalonkan untuk mewakili orang-orang tak berpartai dalam pemilihan Konstituante.

❤ 6)  Hendra Gunawan
Hendra Gunawan selain berprofesi sebagai seorang pelukis juga berprofesi sebagai  pematung. Dia dilahirkan  pada tanggal  11 Juni 1918 di Bandung,  dan meninggal  pada tanggal 17 Juli 1983. di Bali. Hendra belajar melukis pada Wahdi, seorang pelukis pemAndangan. Dari pelukis Wahdi inilah  ia banyak  mendapatkan  keterampilan dan pengetahuan tentang melukis. Kegiatan  Hendra tidak sekedar  melukis, tetapi pada waktu-waktu  senggang ia melibatkan    diri pada kelompok sandiwara Sunda sebagai pelukis dekor. Dari pengalaman itulah, ia mengasah kemampuan melukis.

Gambar Foto Hendra
Gambar 51. Foto Hendra

Karir melukis Hendar Gunawan semakin menanjak setelah berkenalan dengan  Affandi.  Pertemuan ini merupakan fase dan sumber inspirasi jalan hidupnya untuk menjadi  seorang pelukis.  Semangat melukis dan berkeseniannya luar  biasa. Spiritnya  lebih terlihat ketika ia membentuk Sanggar Pusaka Sunda pada tahun 1940-an bersama pelukis Bandung dan pernah beberapa kali mengadakan pameran bersama. 

Pada jaman Revolusi Hendra ikut berjuang, yang kemudian dari pengalamannya di front perjuangan banyak memberikan pengalaman estetis yang sangat berpengaruh pada jiwa seninya.  Medan perjuangan dapat  memberinya  inspirasi untuk  tema-tema lukisannya,  yang kemudian  lahir karya-karya lukisan Hendra yang revolusioner. Lukisan “Pengantin Revolusi”, disebut-sebut sebagai karya empu dengan ukuran kanvas yang besar, tematik yang menarik dan warna yang menggugah semangat juang. Nuansa kerakyatan menjadi fokus dalam pemaparan lukisannya. Baginya antara melukis dan berjuang sama pentingnya.

Gambar Sketsa Hendra
Gambar 52.Sketsa Hendra

❤ 7)  Sudjana Kerton
Sudjana Kerton lahir pada tahun 1922, dan meninggal pada tahun 1994. Dia  adalah pelukis asal dari  Bandung.  Ia dikenal sebagai Pelukis Perang di Bandung, dikala Bandung bergejolak melawan penjajah Belanda  yang ingin menguasai kembali kota Bandung setelah Jepang menyerah melawan tentara Sekutu.  Melalui goresan tangannya berupa sketsa, poster, dan lukisan dia ikut mengobarkan semangat perang melawan penjajah. 

Ketika jaman penjajahan  Jepang,  Sudjana Kerton aktif belajar melukis di  Keimin Bunka Sidhoso  Bandung, Kemudian setelah Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya tahun  1950-an dia  belajar senirupa di Belanda atas beasiswa peserta didik  dari  Stichting  STICUSSA: Nederlands, Indonesia, Suriname, Antillen. Ketika belajar di Eropa.

Gambar Foto Sudjono Kerton
Gambar 53. Foto Sudjono Kerton

Gambar Sketsa penyerahan kekuasaan militer BelAnda kepada Republik Indonesia di Bandung, tanggal 27 Desember 1949.
Gambar 54. Sketsa penyerahan kekuasaan militer BelAnda kepada Republik Indonesia di Bandung, tanggal 27 Desember 1949.

Sudjana Kerton juga mendapatkan kesempatan belajar di Academie Du Grande Chaumiere  Paris, dan di  Art Student League, New York, Amerika Serikat.

❤ 8)  H. Widayat
Widayat adalah seorang pelukis dan staf pengajar Sekolah Tinggi Seni Rupa  “ASRI”  (STSRI  “ASRI) Yogyakarta, yang sekarang namanya berganti menjadi Institut Seni Indonesi (ISI) Yogyakarta.  Setelah memasuki  purna tugas sebagai dosen beliau  dapat lebih intensif dan total dalam melukis.

Bagi Widayat tiada hari tanpa melukis. Walaupun  usianya sudah tidak muda lagi, Widayat tetap melukis dengan penuh semangat.  Karya lukisannya tampak    rijit, detil dan unik. Lukisannya dikenal dengan gaya Dekoratif Magis. Berbekal imajinasi yang kuat, Widayat melukis dengan teliti.  Dalam melukis Widayat sangat memperhatikan komposisi, warna, garis, sedikit mengabaikan proporsi dan bentuk pada  figur-figur objek lukisannya, karena bentuk-bentuk objek sudah dideformasi.

Gambar Foto H. Widayat
Gambar 55. Foto H. Widayat

Widayat adalah sosok pelukis atau senirupawan yang serba bisa. Karya lukisannya mendapatkan apresiasi yang hangat di kalangan pecinta seni.  Kalangan seni menjulukinya dengan nama Begawan Seni Lukis  Indonesia.  Sifat kreatifnya menjadikan Widayat tidak hanya puas melukis di atas kanvas. Berbagai benda di sekelilingnya tidak luput menjadi ajang olah kreasi seninya. Dengan sentuhan seni 
yang khas ia mengolah benda-benda itu menjadi karya seni.

Ia adalah pribadi yang mudah diterima di berbagai kalangan. Karya-karyanya dianggap menjadi satu tonggak penting bagi perkembangan seni lukis di Indonesia.

Gambar Sketsa karya H. Widayat
Gambar 56. Sketsa karya H. Widayat

❤ 9)  Nyoman Gunarsa
I Nyoman Gunarsa adalah salah seorang seniman seni lukis yang piawai menari Bali. Kepandaiannya menari bali berpengaruh terhadap beberapa tema lukisannya yang mengangkat penari Bali. Dia adalah salah satu seniman ternama dari Bali. Sebagian besar karya-karya  lukisannya didasari oleh cerita rakyat Bali, dan legenda Hindu Dharma. Hal tersebut membuat gaya melukisnya berbeda dari yang lain.

Karya-karyanya berdasarkan eksplorasi dari kesenian Bali, seperti tarian tradisional, musik tradisional, upacara keagaman, dan keanekaragaman lingkungan yang mempengaruhi banyak seniman yang berasal dari Bali dan Indonesia.  Karya lukisannya yang terakhir cenderung bergaya ekspresionis  dengan memunculkan figur-figur penari Bali. Nuansa Balinya sangat kental pada setiap karya lukisannya.

Dalam proses perjalanan melukisnya,  Nyoman  Gunarsa telah melewati berbagai tahapan, diawali dengan realis, abstrak, dan terakhir bergaya ekspresionis.  Karya-karya lukisan  Nyoman Gunarsa  yang sumber ide penciptaannya dari  penari Bali,  disebut  sebagai ruang dan gerak.  Sketsa Nyoman Gunarso sangat ekspresif, bahkan apabila membuat sketsa wajah seseorang secara langsung hasilnya selalu tepat dan mirip, serta dibuat dalam waktu yang tidak lama.

Gambar Foto Wajah Nyoman Gunarsa
Gambar 57. Foto Wajah Nyoman Gunarsa
Gambar Sketsa Nyoman Gunarsa untuk Andi Malarangeng
Gambar 58. Sketsa Nyoman Gunarsa untuk Andi Malarangeng

❤ 10) Nyoman Lempat
I Gusti Nyoman Lempad  pada mulanya dikenal sebagai pematung batu Bali dan arsitek Bali. Karena keahliannya di bidang arsitek dia sering dipercaya membangun istana dan pura-pura di Ubud.  Selain sebagai pematung dan ahli arsitek bangunan tradisional Bali,  dia juga menekuni seni lukis.  K,  tema  lukisannya mengangkat  mitologi dari cerita rakyat Bali.

Gambar Foto I Gusti Nyoman Lempad
Gambar 59. Foto I Gusti Nyoman Lempad

Tidak ada seorang pun yang mengetahui tanggal kelahiran I Gusti Nyoman Lempad, termasuk keluarganya. Dia menikah ketika Gunung  Krakatau meletus pada tahun 1883  dan  meninggal pada tanggal 25 April 1978 di rumahnya di Ubud, Bali.

Gambar Sketsa karya Nyoman Lempad
Gambar 60. Sketsa karya Nyoman Lempad

❤ 11) Fadjar Sidik
Fadjar Sidik  dilahirkan dari seorang ibu bernama Dewi Maryam, dan ayahnya bernama Muhammad Sidik.  Fajar Sidik lahir  pada tanggal 8 Februari 1930  di Surabaya. Dia adalah seorang pelukis sekaligus seorang dosen yang mengajar di STSRI  “ASRI” Yogyakarta,  jurusan Seni Lukis, Lukisannya bergaya abstrak, walaupun  ketika masih bermukim di Bali ia  menekuni seni lukis realis. Setelah pindah ke Yogyakarta dan menjadi dosen, secara bertahap aliran lukisannya berganti menjadi abstrak.

Gambar Foto Fajar Sidik
Gambar 61. Foto Fajar Sidik

Bakat seni Fadjar Sidik sudah mulai tampak ketika duduk di bangku sekolah SMA tahun 1949.  Dia mulai dengan membuat sketsa  dan  vignette  yang  dimuat  ke majalah-majalah kebudayaan. Dari kegemaran membuat sketsa dan vignette  inilah mengantarkan dirinya menjadi seorang maestro. Selanjutnya untuk menyalurkan talenta seninya, ia masuk ASRI  Yogyakarta, yang  akhirnya dapat mengantarkan dirinya menjadi staf pengajar di sana.

Gambar Sketsa karya Fajar Sidik
Gambar 62. Sketsa karya Fajar Sidik

Rangkuman  

Sketsa adalah gambar sederhana atau draf kasar yang  dibuat secara global tidak detail,  melukiskan bagian-bagian pokok  yang ingin di ungkapkan pembuatnya. Sketsa biasanya dibentuk dengan menggunakan unsur garis, walaupun kadang ditemukan beberapa seniman seketsa selain menggunakan unsur garis juga menggunakan unsur blok dan warna.  

Jenis Sketsa ada 2, yaitu :

  1. Sketsa sebagai seni murni. 
  2. Sketsa  ‘Voor Studie’.  

Fungsi Sketsa antara lain..........

  1. Sketsa sebagai media ekspresi  
  2. Sketsa sebagai media studi bentuk, proporsi, anatomi, komposisi dan sebagainya 
  3. Sketsa sebagai media perancangan awal
  4. Sketsa  dapat dijadikan media pembelajarn  alternatifyang efektif dan efisien dalam proses pembelajaran sketsa. 

Manfaat Mempelajari Sketsa 

  1. Sebagai media latihan untuk menggores dengan lancar, bebas dan spontan. 
  2. Sebagai media untuk studi bentuk, proporsi, anatomi, komposisi dan sebagainya, 
  3. Sebagai media eksplorasi untuk mendapatkan ide atau gagasan yang akan dituangkan dalam karya seni rupa.  
  4. Sebagai media ekspresi dalam bentuk seni sketsa murni. 

Sejarah awal sketsa dalam seni rupa tidak dapat lepas  dari  seniman Leonardo Da Vinci dan untuk mengawali webuah karya dengan membuat sketsa.  

Perkembangan Seni Sketsa dapat dilihat dari makin seringnya seni sketsa muncul dalam berbagai bentuk pameran,  yang menandakan  bahwa sketsa dapat diterima dan diapresiasi oleh masyarakat pecinta seni.  

Tokoh Sketsa 
1.  Mancanegara 

  1. Michelangelo 
  2. Leonardo Davinci 
  3. Delacroix 
  4. Auguste Rodin 
  5. Vincent van Gogh 
  6. Pablo Picasso 

2.  Indonesia 
  1. Raden Saleh 
  2. Ipe Ma’ruf 
  3. Henk Ngantung 
  4. S. Sudjojono 
  5. Affandi 
  6. Hendra Gunawan 
  7. Sudjana Kerton 
  8. H. Widayat 
  9. Nyoman Gunarsa 
  10. Nyoman Lempat 
  11. Fadjar Sidik
Demikin pembahasan tentang Belajar Teknik Sketsa Seni Lukis Realis, semoga bermanfaat. Silakan menyimak pemhasan menarik lainnya....
Dan pembahasan penting yang lainnya. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel