Cara Membuat Peta Statistik

Peta statistik adalah peta yang menggambarkan sebaran data kuantitatif gejala/fenomena yang diinformasikan. Selain menunjukkan lokasi unsur/objek yang digambarkan, peta statistik juga menunjukkan nilai atau jumlahnya, baik untuk data bersifat posisional, linier, ataupun data luasan (bidang).

Peta statistik untuk simbol posisional/titik   Pada data yang posisional dapat dicerminkan dengan memakai simbol atau dapat pula digambarkan dengan grafik dan diagram. Data titik dapat digambarkan dengan simbol, dan diikuti dengan tulisan angka yang menyatakan ukuran/nilai, contoh peta yang menggambarkan ketinggian gunung, lihat gambar di bawah ini......

Gambar Peta Statistik dengan simbol titk dan petunjuk nilai ketinggian
Gambar 1. Peta Statistik dengan simbol titk dan petunjuk nilai ketinggian

Simbol titik dapat digunakan untuk menggambarkan penyebaran penduduk di suatu wilayah sehingga dapat teramati secara visual tentang daerah mana yang jumlah penduduknya banyak, yang kepadatan penduduknya jarang, sedang dan padat. Juga dapat teramati tentang bagaimana pola persebaran penduduknya apakah memusat, mengelompok, tidak merata, ataupun merata. Simbol titik untuk jumlah penduduk contohnya : 1 titik mewakili 20 0rang ( . = 20 orang).

Gambar Peta Penyebaran Penduduk Daerah A, B, dan C
Gambar 2. Peta Penyebaran Penduduk Daerah A, B, dan C
Contoh peta statistik menggunakan simbol titik dengan data visual statistik dalam bentuk grafik, dilakukan dengan menampakkan jumlah penduduk dalam bentuk lingkaran atau bola.

Gambar Peta statistik jumlah penduduk dengan grafik lingkaran
Gambar 3. Peta statistik jumlah penduduk dengan grafik lingkaran

Keterangan : Daerah P = 54.000 jiwa diameter grafik lingkaran 
                      = 16,43 mm,   
                      daerah Q = 70.000 jiwa diameter grafik lingkaran 
                      = 18,70 mm, 
                      daerah R = 83.000 jiwa. diameter grafik 
                      lingkaran = 20,37 mm.

Satu lingkaran baku mewakili jumlah penduduk tertentu, contoh satu lingkaran dengan diameter tertentu (0,5 mm) mewakili 50 jiwa penduduk. Jika jumlah penduduk suatu kota 54.000 jiwa, maka diperlukan simbol grafik lingkaran yang garis tengahnya dapat dihitung dengan rumus :

Rumus Diameter Lingkaran
Rumus Diameter Lingkaran

Peta statistik untuk simbol garis 

Peta statistik garis panah dan garis aliran 
Data kuantitatif untuk visual garis/linier dapat dicerminkan dengan tiga cara : (1) dengan simbol panah, (2) dengan simbol aliran, dan (3) dengan simbol isoplet. Contoh data dengan simbol panah adalah untuk memvisualisasikan arus migrasi masuk dan migrasi keluar dari satu kota ke wilayah di sekitarnya, lihat gambar 4.  Contoh peta statistik simbol garis yang memvisualisasikan ukuran jumlah pergerakan dengan simbol aliran dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar  Peta arah migrasi masuk dan migrasi keluar kota A terhadap daerah sekitar dengan simbol panah
Gambar 4.  Peta arah migrasi masuk dan migrasi keluar kota A terhadap daerah sekitar dengan simbol panah
Gambar Peta aliran siswa SMA antar kota K, M, N ke kota L, dengan simbol aliran
Gambar 5. Peta aliran siswa SMA antar kota K, M, N ke kota L, dengan simbol aliran

Peta statistik garis isopleth   

Peta statistik yang memvisualisasikan data kuantitatif simbol garis isopleth banyak digunakan dalam geografi.  Isopleth  adalah garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang sama nilai indeknya. Tergolong pada isopleth adalah garis kontur, garis isobar, garis isotherm, garis isohyps, garis kontur ketinggian muka air tanah.

Garis kontur adalah garis imajiner di permukaan bumi yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian yang sama (Santoso,tt). Peta yang menggambarkan garis-garis kontur, kenampakan alam dan kenampakan buatan manusia disebut peta topografi. Sekarang ini peta topografi dinamai peta rupa bumi, yang diterbitkan oleh BAKOSURTANAL.

Data sebaran tekanan udara di berbagai tempat dalam waktu yang sama dapat digunakan untuk menggambarkan peta isobar. Dengan peta isobar dapat ditentukan, digambarkan sebaran arah angin dan dapat dihitung sebaran kecepatan angin untuk wilayah peta isobar tersebut. Penggambaran peta isobar dapat dilakukan dengan menggambarkan sebaran data tekanan udara untuk setiap stasion meteorologi yang ada di daerah tersebut.

Dengan cara perhitungan statistik secara ekstrapolasi, dapat ditentukan titik-titik yang sama tekanan udaranya yang terletak antar dua stasiun meteorologi yang bersekatan. Dengan demikian dapat diperkirakan letak semua titik-titik (tempat-tempat) yang sama tekanan udaranya.Selanjutnya dapat ditarik garis penghubung antar titik yang sama tekanan udaranya, garis itulah yang disebut  garis isobar.  Cara menggambarkan peta isoterm, peta isohypse sama modelnya dengan cara menggambarkan peta isobar.

Penggambaran peta kontur muka air tanah preatis dapat dilakukan setelah terlebih dahulu dilakukan survei tinggi muka air sumur-sumur preatis yang ada di wilayah itu. Pengukuran tinggi muka air sumur dilakukan dengan menggunakan benang yang dilengkapi dengan bandul pemberat untuk mengukur kedalaman muka air sumur dari permukaan tanah atau dari bibir sumur.

Ketinggian permukaan tanah sebagai titik 0 m kedalaman muka air dilakukan dengan alat Altimeter, ataupun dengan GPS. Tinggi  permukaan sumur dari permukaan laut dapat dihitung dengan cara mengurangkan tinggi permukaan tanah titik 0 m tempat pengukuran kedalaman dengan kedalaman sungai. Data setiap tinggi muka air sumur digambarkan ke dalam peta, untuk selanjutnya digunakan untuk menggambarkan garis kontur muka air tanah dengan cara ekstrapolasi secara statistik.

Garis kontur muka air tanah suatu wilayah digunakan sebagai data untuk memetakan arah aliran air tanah di wilayah tersebut. Menurut Todd (1980) aliran air tanah bergerak  dari kontur yang lebih tinggi ke kontur yang lebih rendah, dengan arah tegak lurus terhadap garis kontur.

Peta Statistik untuk Simbol Bidang (contoh :pembuatan peta kelas kemiringan lereng)   Kemiringan lereng permukaan tanah/lahan adalah sudut yang diukur  pada permukaan tanah/lahan terhadap bidang horisontal, dapat dinyatakan dalam persen (%) atau dalam derajat (.. ). Sudut kemiringan bidang permukaan tanah/lahan tersebut dapat secara langsung diukur di lapangan dengan alat pengukur sudut seperti clinometer, abney level, maupun kompas geologi. Akan tetapi dapat pula secara tidak langsung dengan menggunakan yalon, pita ukur, dan waterpass.

Di laboratorium, pengukuran lereng dan sekaligus pembuatan peta lereng dapat dilakukan dengan menggunakan peta topografi. Peta topografi menggambarkan keadaan topografi suatu wilayah yang dipresentasikan dalam bentuk garis kontur (garis yang menghubungkan titik-titik yang sama tingginya). Pola dan kerapatan kontur menggambarkan berbagai variasi bentuk dan kemiringan lereng dan ekspresi topografi lainnya. 

Prinsip kerja pengukuran dan pembuatan peta lereng dengan peta topografi dituturkan berikut ini. Di dalam peta topografi terbagi atas banyak grid berbentuk bujur sangkar yang setiapsisinya mempunyai panjang 2 cm x 2 cm. Ini berarti bahwa kalau skala peta topografi tersebut 1 : 50.000, maka panjang masing-masing sisi bujur sangkar adalah 1000 meter. Di dalam setiap grid terdapat bervariasi jumlah dan pola kontur yang menggambarkan kemiringan lereng dan bentuk berbeda. Besarnya interval antara satu kontur dengan kontur berurutan lainnya dapat dihitung dengan rumus :

Rumus Besarnya Interval
Rumus Besarnya Interval
Selanjutnya prinsip kerja dalam pengukuran besar lereng masing- masing grid adalah dengan sistem grid (Wentworth) yakni dengan rumus :
Rumus besar lereng masing- masing grid
Rumus besar lereng masing- masing grid

Keterangan :
  • = sudut kemiringan lereng (%)
  • n = jumlah kontur terpotong diagonal terbanyak
  • Ki = interval kontur   
  • = panjang diagonal
  • d = penyebut skala

Diagonal memotong 7 garis kontur pada Grid peta 2 cm2 (1 km2 di lapangan)
Diagonal memotong 7 garis kontur pada Grid peta 2 cm2 (1 km2 di lapangan)
Keterangan gambar :
  • Garis diagonal pada grid 2 cm2 di peta ( 1 km2 di lapangan) memotong 7 garis kontur, berarti kemiringan lereng permukaan bumi di grid tersebut 21,1 % (kelas kemiringan lereng IV menurut Arsyad, 1989).

Berikut ini, disajikan Tabel Kelas kemiringan lereng berdasarkan jumlah kontur terpotong diagonal pada grid 1 Km2 sesuai dengan kelas kemiringan lereng menurut Arsyad (1989).

Tabel Kelas Kemiringan Lereng Untuk Klasifikasi Kemampuan Lahan, Konservasi Tanah dan Air
Tabel Kelas Kemiringan Lereng Untuk Klasifikasi Kemampuan Lahan, Konservasi Tanah dan Air
Tabel Kelas Kemiringan Lereng Berdasarkan jumlah kontur terpotong Pada Grid 1 Km2 Sesuai dengan Kelas Kemiringan lereng untuk kelas Kemampuan Lahan
Tabel Kelas Kemiringan Lereng Berdasarkan jumlah kontur terpotong Pada Grid 1 Km2 Sesuai dengan Kelas Kemiringan lereng untuk kelas Kemampuan Lahan

Kesimpulan

Peta statistik geografi menunjukkan nilai/kuantitas untuk data bersifat posisional (titik), linier (garis), dan luasan (bidang) yang terdiri dari : (1) peta statistik untuk simbol titik, (2) peta statistik untuk simbol garis (garis bentuk panah dan garis aliran, serta garis isopleth), dan (3) peta statistik untuk simbol bidang (contoh : peta kelas kemiringan lereng).

Demikian pembahasan tentang Cara Membuat Peta Statistik, semoga bermanfaat. Silakan menyimak pembahasan lainnya............
Dan berbagai tema menarik yang lainnya pada blog ini. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel