Mengenal Peta, Atlas Dan Globe

A. PETA

1. PENGERTIAN PETA

Menurut ICA (Internasional Cartographic Assosiation) peta adalah suatu gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi atau bendabenda angkasa.

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar-dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Kapan peta mulai ada dan digunakan manusia? Jawabannya adalah peta mulai ada dan di gunakan manusia, sejak manusia melakukan penjelajahan dan penelitian walaupun masih dalam bentuk yang sangat sederhana yaitu dalam bentuk sketsa mengenai lokasi suatu tempat.

Pada awal abad ke 2 (87M -150M), Claudius ptolomaeus mengemukakan mengenai pentingnya peta. Kumpulan dari peta-peta karya Claudius ptolomaeus dibukukan dan diberi nama “ Atlas ptolomaeus”. Ilmu yang membahas mengenai peta adalah kartografi.

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan, peta adalah :
  • Gambaran permukaan bumi yang diperkecil dengan skala 
  • Mengambarkan permukaan bumi yang diperkecil dengan skala diberi tulisan dan simbol-simbol
  • Gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil seperti penampakan yang terlihat dari atas. Penampakan tersebut digambarkan menggunakan symbol-simbol sebagai pengganti penampakan yang ada dipermukaan bumi. Selain itu, digunakan juga tulisan-tulisan sebagai keterangan tentang simbol-simbol tersebut.

2. PENGGOLONGAN PETA

Peta bisa digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu :
  1. Peta berdasarkan isinya
  2. Peta berdasakan skalanya
  3. Peta berdasarkan tujuannya

a. Peta Berdasarkan Isinya

1) Peta Umum. Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum.. Misalnya: sungai, gunung, laut, danau, dan lainnya. Kenampakan sosial budaya misalnya jalan raya, 
jalan kereta api, pemukiman, kota dan lainnya.

Peta umum terdiri dari 2 jenis yaitu : peta topografi dan peta chorografi:
  1. Peta Topografi; yaitu peta yang menggambarkan bentuk relief (tinggi rendahnya) permukaan bumi.
  2. Peta Chorografi; yaitu peta yang mengambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi dengan skala yang kecil antara 1 : 250.000 samapai 1 : 1.000.000 atau lebih.
2) Peta Tematik
Peta tematik adalah peta yang terdiri dari satu atau beberapa tema dengan informasi yang 
lebih dalam / detail. Contohnya peta penyebaran penduduk atau tingkat penghasilan menurut 
Negara, provinsi atau kabupaten.

b. Jenis Peta berdasarkan Skala

Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik di peta dengan jarak sebenarnya dipermukaan bumi (lapangan).

Berdasarkan skalanya peta dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu; (1) Peta kadaster/teknik adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 100 sampai 1 : 5.000; (2) Peta skala besar adalah peta yang mempunyai skala 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000; (3) Peta skala sedang adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 250.000 samapai 1 : 500.00; (4) Peta skala kecil adalah peta yang mepunyai skala 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000 atau lebih.

c. Jenis Peta berdasarkan Tujuannya

Berdasar tujuannya, peta digolongkan menjadi 8 jenis, antara lain :
  1. peta pendidikan ( educational Map), seperti peta lokasi sekolah SLTP/SMA;
  2. peta Ilmu Pengetahuan, seperti peta arah angin, peta penduduk;
  3. peta informasi umum (General Information Map), seperti peta pusat perbelanjaan;
  4. peta Turis ( Tourism Map), seperti peta museum, peta rute bus;
  5. peta Navigasi, seperti peta penerbangan, peta pelayaran;
  6. peta Aplikasi (Technical application Map), seperti peta penggunaan tanah;
  7. peta curah hujan, dan
  8. Peta Perencanaan (Palning Map), seperti peta jalur hijau, peta perumahan, peta pertambangan.

3. FUNGSI PETA

Fungsi peta adalah :
  1. Menunjukan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi;
  2. Memperlihatkan ukuran (luas, jarak ) dan arah suatu tempat dipermukaan bumi;
  3. Mengambarkan bentuk-bentuk dipermukaan bumi, seperi benua, Negara, gunung, sungai, dan bentuk bentuk lainya; dan
  4. Membantu peneliti sebelum melakukan survey dengan mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti;
  5. Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah;
  6. Alat analisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan;
  7. Alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan;
  8. Alat untuk menpelajari hubungan timbal balik antara fenomena-fenomena (gejala-gejala) geografi dipermukaan bumi.

4. KOMPONEN-KOMPONEN PETA

1) Judul Peta

Judul peta biasanya diletakkan dibagian tengah atas peta. Tetapi judul peta dapat juga diletakkan di bagian lain dari peta, asalkan tidak mengganggu kenampakan dari keseluruhan peta.

2) Skala Peta

Skala adalah perbandingan antara dua titik sembarang di peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi, dengan satuan ukuran yang sama. Pembilang ,yang terletak di bagian atas pecahan merupakan satuan unit peta dan penyebut yang terteletak di bagian bawah pecahan merupakan angka dalam unit yang sama yang menunjukkan jarak yang sebenarnya dilapangan/bumi.

Bila ingin menyajikan data yang rinci, maka digunakan skala besar, misalnya 1 : 5000. Sebaliknya, apabila ingin ditunjukkan hubungan kenampakan secara keseluruhan, digunakan skala kecil, misalnya skala 1 : 1000.000. Contonya skala 1 : 500.000 artinya 1 bagian di peta sama dengan 500.000, jarak yang sebenarnya, apabila dipakai satuan cm maka artinya 1 cm jarak di peta sama dengan 500.000 cm (5 Km) jarak sebenarnya di permukaan bumi.

3) Legenda Atau Keteragan.

Legenda adalah penjelasan simbol-simbol yang terdapat dalam peta. Gunanya agar pembaca dapat dengan mudah memahami isi peta. Contoh simbol legenda :

Gambar Contoh Legenda / Keterangan pada peta
Contoh Legenda / Keterangan pada peta

4) Tanda Arah atau Tanda Orientasi

Tanda arah atau tanda orientasi penting artinya dalam suatu peta. Gunanya untuk menujukkan arah utra, Timur dan barat. Tanda arah pada peta biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk ke arah Utara. Petunjuk ini diletakkan di bagian mana saja dari peta, asalkan tidak mengganggu kenampakan peta.

Berikut ini adalah gambar 16 arah :

Gambar Tanda Arah atau Tanda Orientasi
Tanda Arah atau Tanda Orientasi
Keterangan
U = Utara
UTL = Utara Timur Laut
TL = Timur Laut
TTL = Timut Timur Laut
T = Timur
TTG = Timur Timur Tenggara
TG = Timur Tenggara
STG = Selatan Tenggara
BBD = Barat Barat Daya
B = Barat
BL = Barat Laut
UBL = Utara Barat LautS = Selatan
SBD = Selatan Barat Daya
BD = Barat Daya
BD = Barat Daya
BBD = Barat Barat Daya
B = Barat
BBL = Barat Barat Laut

Arah Mata Angin
Untuk mempercepat pengertian dan ingatnya 16 arah mata angin berikut ini diciptakan lagu beserta iramanya

16 ARAH MATA ANGIN ( IRAMA JEJAK ROWO )

Ku coba-coba mengenal arah
Nama arah ada enam belas
Ku coba-coba menyebutkannya
Menyebutkannya satu persatu

 Utara, Utara Timur laut
 Timur Laut, Timur - Timur Laut
 Timur, Timur-Timur Tenggara
 Timur Tenggara, Selatan Tenggara

Selatan, Selatan Barat Daya
Barat Daya, Barat-barat Daya
Barat-Barat Barat Laut
Barat Laut, Utara Barat Laut.

5) Simbol dan Warna

Bentuk simbol dapat bermacam-macam seperti ; titik, garis, batang, lingkaran, dan pola. Simbol titik biasanya dipergunakan untuk menunjukkan tanda misalnya letak sebuah kota dan menyatakan kuantitas misalnya satu titik sama dengan 100 orang, dan sebagainya. Simbol garis digunakan untuk menunjukkan tanda seperti jalan, sungai, rel kereta api dan lainnya. Garis juga digunakan untuk menunjukkan perbedaan tingkat kualitas, yang di kalangan pemetaan dikenal dengan isolines.

Contoh simbol-simbol umum yang dipergunakan dalam pembacaan peta :

Contoh simbol-simbol umum yang dipergunakan dalam pembacaan peta
Contoh simbol-simbol umum yang dipergunakan dalam pembacaan peta

Contoh simbol-simbol umum yang dipergunakan dalam pembacaan peta
Contoh simbol-simbol umum yang dipergunakan dalam pembacaan peta

Contoh simbol-simbol umum yang dipergunakan dalam pembacaan peta
Contoh simbol-simbol umum yang dipergunakan dalam pembacaan peta

Simbol peta gunanya agar informasi yang di sampaikan tidak membingungkan.Simbol-simbol dalam  peta harus memenuhi syarat ( sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum) sehingga dapat menginformasikan hal-hal yang di gambarkan dengan tepat. Jenis simbo peta antara lain :

1. Simbol peta berdasarkan bentuknya :
  • Simbol titik, di gunakan untuk menyajikan tempat.
  • Simbol Garis , di gunakan untuk menyajikan data geografis.
  • Simbol luasan (Area), di gunakan untuk menujukkan ke nampakan area 
  • Simbol aliran, di gunakan untuk menyatakan alur dan gerak 
2. Simbol peta berdasarkan fungsinya :
  • Simbol daratan, digunakan untuk simbol-simbol permukaan bumi di daratan.
  • Simbol perairan, digunakan utuk simbol-simbol bentuk perairan
  • Simbol budaya, digunakan untuk simbol-simbol, bentuk hasil budaya 
b. Warna
Guna warna pada peta ditujukan untuk tiga hal, yaitu; untuk membedakan, untuk menunjukan tingkatan kualitas maupun kuantitas (gradasi), dan untuk keindahan. Dalam menyatakan perbedaan digunakan bermacam warna atau pola. Misalnya laut berwarna biru, perkampungan warna hitam, sawah warna kuning dan sebagainya.

6) Sumber dan Tahun Pembuatan Peta

Sumber memberikan kepastian kepada pembaca peta , bahwa data dan informasi yang disajikan dalam peta tersebut benar-benar absah (dipercaya/akurat), dan bukan data fiktif atau hasil rekaan. Hal ini akan menentukan sejauh mana sipembaca peta dapat mempercayai data/informasi tersebut. Selain sumber, tahun pembuatan peta juga perlu diperhatikan. Pembaca peta dapat mengetahui bahwa peta itu masih cocok atau tidak untuk digunakan pada masa sekarang.

7) Inset dan Indek Peta

Inset peta merupakan peta yang diperbesar dari bagian belah bumi. Sebagai contoh,mau memetakan pulau Jawa, pulau Jawa merupakan bagian dari kepulauan Indonesia yang diinzet.

8) Grid

Tujuan grid adalah untuk memudahkan penunjukkan lembar peta dan untuk memudahkan penunjuk letak sebuah titik di atas lembar peta.


9) Nomor peta

Penomoran peta penting untuk lembar peta dengan jumlah besar dan seluruh lembar peta terangkai dalam satu bagian muka bumi.


10) Sumber/Keterangan Riwayat Peta

Sumber di tekankan pada pemberian indentitas peta, meliputi penyusun peta, percetakan, sistem proyeksi peta, penyimpangan deklinasi magnetis, tanggal /tahun pengambilan data dan tanggal pembuatan/percetakan peta, dan lain sebagainya.

11) Elevasi.

Elevasi yaitu ketinggian sebuah titik atas muka bumi dari permukaan laut

12) Koordinat
Sistem koordinat yang dipakai adalah koordinat geografis (gographicalcoordinate). Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis katulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan ) yang sejajar dengan garis katulistiwa. Garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan kutup utara dan kutub selatan, mengukur seberapa jauh suatu tempat dari meridian. Sedangkan garis lintang adalah garis khayal diatas permukaan bumi yang sejajar dengan khatulistiwa, untuk mengukur seberapa jauh suatu tempat di utara/selatan khatulistiwa.

5. SKALA PETA

a. Skala angka/Skala Pecahan (Numerical Scale). Skala ini sering disebut skala numeric yaitu skala yang dinyatakan dalam bentuk perbandingan angka.Contoh: Skala 1 : 100.000, Skala 1 ; 2.000.000. Untuk menentukan skala peta ini dapat dipakai rumus :

Rumus Skala Peta
Rumus Skala Peta
b. Skala verbal yaitu skala yang dinyatakan dengan kalimat dan kata-kata
c. Skala garis (Line Scale)/Skala Grafik (Graphical Scale) / Skala Batang (Bar Scale)/ Skala Jalan (Road Scale).

6. PEMBUATAN PETA

Menurut Erwin Raisz untuk menjadi seorang ahli pemetaan harus memili persyaratan yaitu;
  1. Pengetahuan geografi, karena yang di petakan adalah bentang alam dan bentang budaya yang ada di permukaan bumi;
  2. Bakat dalam bidang seni, karena simbol, tulisan, dan konposisi peta sebaiknya di buat indah dan menarik;
  3. Pengetahuan lilmu pasti, karena diperlukan dalam perhitungan;
  4. Pengetahuan lain untuk menunjang profesinya.

Dalam pembuatan peta,ada beberapa prinsip pokok yang harus di perhatikan..
1. Langkah-langkah prinsip pokok dalam pembuatan peta adalah;
  1. Menentukan daerah yang akan di petakan;
  2. Membuat peta dasar (base map) yaitu peta yang belum diberi simbol;
  3. Mencari dan mengklafikasikan data sesuai dengan kebutuhan;
  4. Membuat simbol-simbol yang mewakili data dan menempatkan simbol pada peta dasar;
  5. Membuat legenda (keterangan ) dan
  6. Melengkapi peta dengan tulisan (lettering ) secara baik dan benar.

2. Tata Cara Penulisan pada Peta
Untuk membuat tulisan (lettering ) pada peta ada kesepakatan di antara para ahli 
(kartografer) yaitu;
  1. Nama geografis ditulis dengan bahasa dan istilah yang digunakan penduduk setempat.Contoh: Sungai ditulis Ci (Jawa Barat), kreung (Aceh), Air (Sumatera Utara). Nama sungai ditulis searah dengan aliran sungai dan menggunakan huruf miring;
  2. Nama jalan ditulis searah dengan jalan dan ditulis dengan huruf cetak kecil;
  3. Nama kota ditulis dengan 4 cara yaitu, dibawah simbol kota, diatas simbol kota, di sebelah kanan simbol kota, disebelah kiri simbol kota.
3. Memperbesar dan Memperkecil Peta
Cara-cara untuk memperbesar atau memperkecil peta adalah :
1) Memperbesar grid (sistem kotak-kotak). Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :
  1. Buat grid pada peta yang akan diperbesar;
  2. Buat gird yang lebih besar dari kertas yang akan digunakan untuk mengambar peta baru, pembesarannya sesuai dengan rencana pembesaran;
  3. Memindahkan garis peta sesuai dengan peta dasar ke peta baru; dan
  4. Mengubah skala, sesuai dengan rencana pembesaran.
2) Menggunakan alat pantograph.
Pantograph adalah alat untuk memperbesar dan memperkecil peta.

7. PROYEKSI PETA

Proyeksi peta adalah cara memindahkan sistem parallel (garis lintang) dan meridian (garis bujur) berbentuk bola (Globe) ke bidang datar (peta).

8. MEMBACA PETA

Hal-hal yang perlu diketahui dalam membaca peta antara lain ;
  1. Isi peta dan tempat yang digambarkan, melaui judul;
  2. Lokasi daerah, melalui letak garis lintang dan garis bujur;
  3. Arah, melalui petunjuk arah (orientasi)
  4. Jarak atau luas suatu tempat di lapangan, melalui skala peta;
  5. Ketinggian tempat, melalui titik trianggulasi (ketinggian) atau melalui garis kontur;
  6. Kemiringan lereng, melalui garis dan jarak antara garis kontur yang berdekatan, dan
  7. Sumber daya alam, melalui keterangan (legenda).
Selanjutnya dapat ditafsirkan peta yang dibaca, antara lain; 
  1. Peta yang banyak gunung/pegunungan dan lembah/sungai, menunjukan bahwa daerah itu berelief kasar;
  2. Alur-alur yang lurus, menunjukan bahwa daerah itu tinggi dan miring; dan
  3. Pola (bentuk) pemukiman penduduk yang memusat dan melingkar, mununjukan daerah itu kering (sulit air) tetapi di tempat-tempat tertentu terdapat sumber air.

8. Perkembangan Pemetaan

Ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang pemetaan mengalami kemajuan yang baik. Pengumpulan data-data geografis secara manual diperkuat dengan teknologi seperti foto udara, foto satelit, radardan sebagainya. Begitu juga dalam penyusunan peta, kartografi manual kini banyak di bantu dengan konputerisasi sehingga banyak dijumpai peta-peta dijital. Dalam usaha mengiformasikan peta, dari sekian banyak lembar peta kemudian disusun dalam suatu sistem yang mampu menginformasikan peta yang banyak tadi dalam waktu cepat melalui Sistem Informasi Geografi (SIG) yang tentunya dengan konputerisasi.

B. ATLAS

1. Pengertian Atlas
Atlas merupakan sebagai suatu kumpulan peta yang disusun sedemikian rupa untuk maksud 
dan tujuan tertentu. Merupakan kumpulan peta-peta yang di rancang untuk di simpan dalam 
bentuk jilid ataupun dalam keadaan lepas-lepas tetapi dikumpul menjadi satu.

2. Syarat-syarat atlas
Jika ditinjau dari penggunaan,atlas dapat dibedakan atas: 
  1. Atlas anak-anak merupakan suatu bentuk awal pengenalan peta dan atlas kepada anak-anak. Isi Atlas anak-anak lebih ke penyajian informasi kebumian dalam bentuk piktorial dan foto, sehingga muda di terima dan dicerna oleh alam pikiran anak-anak.
  2. Atlas Sekolah merupakan salah satu buku peraga pada proses pembelajaran bidang Geografi pada pendidikan dasar dan menengah.
  3. Atlas Nasional merupakan suatu atlas yang dapat digunakan secara umum oleh para pangguna data dan informasi kebumian,mulai dari mahasiswa, peneliti, masyarakat , sampai dengan para pengambilan keputusan di instansi pemerintah dan swasta.
4. Penggunaan Atlas
Penggunaan atlas pada dasarnya adalah informasi geografi berkenaan dengan aspek alam, sosial, ekonomi,dan budaya yang digambarkan dalam aneka jenis dan bentuk peta dari gambaran menyeluruh sampai bagian bagian wilayah yang sempit dan rinci.

Hal-hal yang perlu dicermati dalam penggunaan atlas antara lain :
  • Daftar Isi 
  • Simbol-Simbol 
  • Daftar Singkatan
Bentuk singkatan, seperti; . S = sungai, P = pulau, LU = lintang utara, Khat = khatulistiwa, G = gunung, Sel= selat, LS = lintang selatan, KU = kutub utara, D = danau, Tel = teluk, BT = bujur timur, KS = kutub selatan, L = laut, Kep = kepulauan, BB = bujur barat, dan ind = Indeks. Pada atlas dihalaman akhir selalu terdapat indeks.

Indeks adalah daftar nama tempat, kota, gunung, pulau, sungai, dan unsur-unsur geografi lainnya yang disusun menurut urutan abjad. Tujuannya untuk memudahkan pengguna atlas dalam mencari letak suatu tempat, kota, gunung, pulau, laut, dan unsur-unsur geografi lainnya.

Misalnya, Indeks pada atlas Indonesia.
  • Nama kota : Abang, 36, E2 ; Abeansemal, 36, D3 Bakauheni, 14, C3; dan seterusnya sampai dengan Z.
  • Nama pulau : Anambas, 10, F7; bangka, 12, E2; Combol, 10, D3; Deli, 18, A3; Enggano; 13, B4 dan seterusnya sampai dengan Z
  • Nama gunung : arjuna, 21, B2; Ei Cikuray, 18, C3; Dempo, 12, B4; Egong, 35, Ei Faktaf, 39. C2; dan setrusnya sampai Z
  • Nama sungai : Asahan, 8, C3; Barito, 25, A2; Citarum, 18, C2; Daya, 36, B2; dan seterusnya sampai dengan Z
  • Nama Danau : Batur,36, C2 waduk Toba, 8, B3 Saguling,18, C2; dan seterusnya sampai dengan Z
  • Nama laut : Arafura, 5 E3 ; Banda,5, D3; Cina Selatan, 5, C3 dan seterusnya sampai Z
  • Nama Selat ; Alas, 32, B1; Sunda, 14, C3 Wetar, 31, C3; dan seterusnya sampai dengan Z8) Nama Tanjung : Awarawar, 21, Ai; bribes, 19, B1; Datuk, 10,D4; dan seterusnya sampai dengan Z
Cara mencari indeks adalah sebagai berikut:
Misal dicari letak kota Alabina dan Selat Sunda. Untuk mengetahui letak masing-masing tempat di atas pada indeks peta wilayah Indonesia cari abjad A pada nama kota dan abjad S pada nama selat. Pada indeks tertera, Alabino, 25, B2, artinya, angka 25 menunjukan nomor urut halaman pada atlas, huruf B kolom antara dua garis bujur/meridian, angka 2 adalah lajur 2 antara dua garis lintang. Sunda, 14, C3, artinya, angka 14 Menunjukan Nomor urut halaman, huruf C adalah kolom C antara garis-garis bujur/meridian, angka 3 adalah lajur 3 antara dua garis lintang.

C. GLOBE

1. Pengertian Globe.

Globe adalah gambaran permukaan bumi pada sebuah tiruan bola bumi. Globe berbentuk bulat seperti bentuk bumi sesungguhnya, karena mendekati bentuk bumi yang sesungguhnya, globe memiliki skala yang benar dan konstan diseluruh bagian globe. Globe memberikan gambaran nyata akan bentuk, ukuran tanah dan area air, dan menunjukan jarak dan arah yang sebenarnya antara 2 tempat.

2. Fungsi Globe

Fungsi globe adalah..............
  • Menunjukan Bentuk Bumi yang Sesungguhnya
  • Menirukan Rotasi Bumi
  • Menunjukan Garis Lintang dan Garis Bujur
  • Mencari Informasi Geografi pada Globe.

D. CARA PENGUNAAN / PEMAKAIAN PETA, ATLAS, DAN GLOBE DIDEPAN KELAS.

PETA

Cara menggunakan peta sebgai pembelajaran di depan kelas yaitu :
  1. Ambil peta 
  2. Buka kedua tali ikatan
  3. Buka dari gulungannya
  4. Pajangkan didepan kelas
  5. Tidak boleh menutupi keseluruhan papan tulis
  6. Tidak boleh menutupi keseluruhan papan tulis
  7. Tidak boleh dipajangkan didinding kiri dan kanan sewaktu proses KBM
  8. Setelah peta terpajang koreksi apakah sudah benar dengan apa yang diinginkan beserta syarat-syaratnya.
  9. Siapkan alat menunjuk.(penggaris)
  10. Tunjukkan sesuatu daerah dengan menunjukkan kesemua wilayah daerah itu, jangan menunjuk satu titik saja, dan contohkan kepada siswa.
  11. Tidak boleh mempergunakan peta buta
  12. Selesai belajar peta digulung dan diikat.

Cara menggunakan Atlas sebgai pembelajaran di depan kelas :
  1. Buka Atlas
  2. Cari judul pada halaman daftar isi , sebab daftar isi berisikan informasi, ataupun di daftar indeks. Menunjuknya sama dengan peta
  3. Jangan melipat peta yang ada didalam atlas
  4. Penyimpanan Atlas: Atlas disampul dengan plastik atau dibuat peti atlas dari papan kayu/ triplek.

Cara menggunakan Globe sebgai pembelajaran di depan kelas :
Kalau globenya ringan :
  1. Pegang gagang dengan kuat dan mantap dengan tangan kiri
  2. Diangkat diatas bahu kiri 
  3. Letakkan posisi globe yang benar (o derajat sampai dengan 180 derajad) belahan bumi timur berada di sebelah kanan kita dan (180 derajat sampai dengan 0 derajad) belahan bumi selatan berada dikiri kita berdiri.
  4. Diputar dengan satu jari saja (telunjuk) berlawanan dengan arah jarum jam
  5. Memutar dengan pelan-pelan. Jika globenya berat cukup diletakkan diatas meja yang agak tinggi di depan kelas, untuk penggunaan sama dengan diatas.
  6. Penyimpanannya : globe dimasukkan kedalam plastik yang tembus pandang supaya globe bisa dilihat dan tidak kena debu.

Rangkuman

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan skala tertentu. Peta dapat digolongkan berdasarkan isi (content), skala (scale) dan tujuannya (purpose). Berdasarkan isinya peta dibedakan menjadi peta umum dan peta khusus. Berdasarkan skalanya peta dibedakan menjadi peta kadaster/teknik, peta skala besar, peta skala sedang, dan peta skala kecil. Dalam pembuatan peta ada beberapa prinsip pokok yang harus diperhatikan yaitu: menentukan daerahnya, membuat peta dasar, mencari data, membuat simbol-simbol, menempatkan simbol peta, membuat legenda, melengkapi dengan tulisan yang baik dan benar. Dalam membaca peta orang harus memahami dengan baik semua simbol dan informasi yang ada pada peta.

Atlas adalah suatu kumpulan peta yang disusun sedemikian rupa untuk maksud dan tujuan tertentu. Persyaratan Atlas yang baik adalah memiliki Judul, Daftar isi, Legenda, Isi, Daftar Indeks. Atlas berdasarkan pengguna dapat digolongan atas : Atlas Pendidikan yang terbagi atas Atlas anak-anak, Atlas Sekolah, dan Atlas Nasional. Berdasarkan tema di golongkan atas atlas tematik dan atlas umum.

Globe adalah sebuah benda berbentuk bola yang merupakan model/tiruan dari bumi yang sebenarnya serta jarak dan luas pada sebagian dari permukaan bumi yang diperlukan (ingin diketahui). Globe sebagai model bumi mempunyai poros yang miring sesuai dengan kedudukan poros bumi yang sebenarnya terhadap matahari dan sebagai alat bantu untuk memperjelas konsep geografis.

Demikian pembahasan mengenai Mengenal Peta, Atlas Dan Globe, semoga bermanfaat. Silakan membaca pembahasan penting yang lainnya................
Dan tema lainnya pada blog ini. Terimakasih atas kunjungan Anda.

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel