Menggambar Bentuk Benda Dengan Teknik Kering

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari artikel ini Anda diharapkan dapat : 
  1. Menjelaskan dasar-dasar menggambar alam benda secara singkat dan tepat 
  2. Menjelaskan  teknik kering untuk menggambar alam benda  secara singkat dan tepat 
  3. Mengidentifikasi jenis teknik kering untuk menggambar alam benda 
  4. Mengidentifikasi  bahan dan alat untuk menggambar alam benda dengan teknik kering 
  5. Melakukan eksplorasi teknik kering arsir dan dusel  
  6. Membuat gambar alam benda dengan teknik kering.



Kegiatan Belajar Menggambar Alam Benda Dengan Teknik Kering
Mengamati
a.  Mengamati teknik kering gambar alam benda 
  • 1)  Mengamati teknik kering charcoal.


Gambar Teknik dusel bahan charcoal
Gambar 1. Teknik dusel bahan charcoal

  • 2)  Mengamati teknik kering pensil grafit.
Gambar Teknik arsir pensil grafit
Gambar 2. Teknik arsir pensil grafit

  • 3)  Mengamati teknik kering pensil warna.
Gambar Teknik arsir pensil warna
Gambar 3. Teknik arsir pensil warna

  • 4)  Mengamati teknik kering pastel.
Gambar Teknik arsir pastel
Gambar 4. Teknik arsir pastel

Pembahasan Materi

Ketika mengamati alam dan lingkungan serta dunia sekitar akan dijumpai beraneka macam bentuk yang berbeda-beda, mulai dari bentuk objek atau benda  yang disediakan oleh alam sampai dengan bentuk benda/produk buatan manusia. Dari alam,  akan dapat  dilihat, awan, gunung, laut, batu tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia dan sebagainya.

Di samping itu, dapat juga dijumpai  sepeda, mobil televisi, almari, piring dan benda-benda kebutuhan hidup manusia sehari-hari lainnya. Dari berbagai macam bentuk benda tersebut di atas, baik yang ada di alam (ciptaan Tuhan), maupun benda/produk buatan manusia dapat dibedakan bentuknya menjadi dua macam bentuk, yaitu geometris dan organis. 

Benda-benda yang memiliki ketebalan/volume misalnya  batang pohon, batu dan meja.  Sedangkan benda-benda yang relatif tidak memiliki ketebalan misalnya daun, kertas dan kain. Perbedaan diantara keduanya terletak pada demensinya, yaitu tiga dimensi (yang  memiliki sisi panjang lebar dan tinggi), dan dua dimensi (yang hanya memiliki sisi panjang dan lebar), sehingga bentuk penampangnya juga berbeda.

Kemampuan untuk menggambar bentuk benda-benda tersebut di atas akan dapat dicapai dengan baik apabila  mengetahui permasalahannya, langkah-langkahnya dan kemauan berlatih menggambar secara terus-menerus. 

Bahan pelatihan ini sangat penting untuk Anda pelajari, karena akan memberikan panduan untuk dapat menggambar bentuk benda geometris dan organis dengan baik dan benar. Bahan pelatihan ini dapat sekaligus dipergunakan oleh guru, sebagai buku pegangan mengajar menggambar bentuk di Sekolah.

Sebelum mempelajari bahan pelatihan ini diharapkan Anda sudah mahir membuat bermacam-macam garis menggunakan pensil  graphite  di atas kertas, misalnya dilihat dari bentuknya garis ada yang berbentuk lurus, zig-zag, lengkung, berkelok-kelok  dan seterusnya, sedang kalau dilihat dari arah garis  meliputi beberapa arah, yaitu vertikal, horisontal, diagonal dan sebagainya.

Dari tebal tipisnya garis menggambarkan karakter dan sugesti yang ditimbulkan oleh garis tersebut. Penguasaan garis harus Anda dimiliki, agar memudahkan dalam  mengikuti latihan-latihan yang akan diberikan pada pembahasan ini.

1. Dasar-dasar Gambar Alam Benda 

a.  Identifikasi Bentuk
Bulan, matahari, bintang, bingkai foto, almari dan sebagainya merupakan benda-benda  dengan  bentuk yang beraturan karena panjang, lebar/diameter dan tingginya relatif terukur. karena sifat-sifatnya yang beraturan dan terukur, maka bentuk benda-benda ini lazim disebut dengan bentuk geometris.

Apabila dibandingkan dengan bentuk tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia yang memiliki bentuk relatif tidak beraturan dan tidak terukur atau sering disebut dengan bentuk organis, maka  bentuk geometris memiliki penampilan wujud yang lebih sederhana. Untuk membedakannya, dapat dilihat pada beberapa gambar di bawah ini.

Gambar Bentuk-bentuk geometris
Gambar 5. Bentuk-bentuk geometris

Gambar Bentuk-bentuk organis
Gambar 6. Bentuk-bentuk organis

Kemudian kalau kita melihat benda dari segi dimensinya, bentuk-bentuk yang sama akan menjadi berbeda apabila diberi volume atau ketebalan,  misalnya saja lingkaran, apa bila diberi ketebalan akan menjadi bola,  segitiga diberi ketebalan menjadi kerucut, sedangkan bujursangkar diberi ketebalan menjadi kubus dan sebagainya. Lihat beberapa contoh gambar di bawah ini.

Gambar Bentuk-bentuk dua dimensi geometris dan organis
Gambar 7. Bentuk-bentuk dua dimensi geometris dan organis

Gambar Bentuk-bentuk tiga dimensi geometris dan organis
Gambar 8. Bentuk-bentuk tiga dimensi geometris dan organis

b. Pengertian  Menggambar.
Proses memindahkan  citra atau gambaran  bentuk objek benda yang dihat, atau objek benda yang pernah dilihat, ke dalam bidang gambar  merupakan keterampilan merekam bentuk visual yang lazim disebut dengan menggambar. 

c. Dasar-Dasar Menggambar.
Keterampilan menggambar dapat dicapai dengan baik apabila didahului dengan pengetahuan  tentang menggambar, dan latihan menggambar  secara terus menerus. Adapun dasar-dasar menggambar adalah sebagai berikut.
1)  Proporsi.
Untuk   menggambar sebuah botol atau benda apa saja, baik dua demensi mau  pun tiga demensi, geometris ataupun yang organis, ada di alam atau benda buatan manusia, yang harus diketahui adalah perbandingan antara panjang, lebar dan tinggi secara keseluruhan serta ukuran bagian-bagian dari benda tersebut secara rinci.

Jadi  untuk  menggambar sebuah botol, harus diketahui berapa ukuran perbandingan badan botol, leher botol, kepala botol, tutup botol dan seterusnya. Begitu juga untuk  menggambar benda dalam kelompok, misalnya  botol, cangkir dan piring, maka sebelum mulai menggambar harus diketahui lebih dahulu perbandingan ukuran dari masing masing benda tersebut.

Gambar Mengukur proporsi masing-masing benda
Gambar 9. Mengukur proporsi masing-masing benda

Jadi pengertian proporsi dalam hal ini adalah ukuran perbandingan  ukuran antara  bagian benda satu dengan yang lain, dan antara bagian benda itu sendiri secara keseluruhan.

2)  Ketepatan Bentuk
Dalam menggambar bentuk, ketepatan bentuk merupakan hal yang paling utama, sehingga kompetensi ini disebut dengan menggambar bentuk, dalam menggambar bentuk secara realis tidak boleh ada distorsi atau deformasi bentuk, sehingga bentuk menjadi mutlak  harus dapat dicapai. Dalam upaya mendapatkan ketepatan bentuk ada dua pendekatan, yaitu:

❤ a)  Formula Albert Dureer
Dalam upaya mendapatkan ketepatan/presisi bentuk, seniman kenamaan Albert Dureer melakukan eksperimen dengan membuat  gred  pada lubang jendela, setiap gred diberi nomor, baik  yang vertikal maupun horizontal. Kemudian model manusia diposisikan dibelakang gred, sehingga dalam eksperimen tersebut  Albert Dureer dapat memindahkan objek manusia ke bidang gambar berdasar 
yang terlihat dalam gred tersebut,  dengan akurasi yang sempurna.

Gambar Eksperimen Gred Albert Dureer
Gambar 10. Eksperimen Gred Albert Dureer

Gambar Pengembangan eksperimen Gred Albert Dureer
Gambar 11. Pengembangan eksperimen Gred Albert Dureer

❤ b)  Formula Cezanne
Berbeda dengan Albert Dureer, Cezanne memAndang bentuk-bentuk yang ada di alam dikembalikan pada dasar bentuknya masing-masing.

Gambar Formula Cezanne tentang bentuk
Gambar 12. Formula Cezanne tentang bentuk

Kedua pakar seni rupa dan praktisi seni rupa ini memiliki pendekatan bentuk yang berbeda, namun hakekat dan esensinya adalah sama, yaitu  keduanya berusaha untuk mendapatkan ketepatan bentuk.

❤ c)  Formula Struktur Bentuk
Formula struktur bentuk merupakan sebuah metode menggambar bentuk dengan pendekatan struktur objek, menggunakan garis-garis bantu atau garis-garis pertolongan dari struktur bentuk objek yang digambar.

3)  Perspektif.
Ketika berada  tepat di  tengah-tengah rel kereta api, kemudian rel kereta api  kelihatan  lurus menjauh, disana akan  terlihat sebuah ilusi yang tidak sesuai dengan kenyataan, rel kereta api yang menjauh makin lama akan semakin menyempit dan suatu ketika akan bertemu pada suatu titik. Hal ini membuktikan bahwa benda yang sama bentuk dan ukurannya, hanya karena perbedaan jaraknya, akan mengalami perubahan ukuran, semakin jauh semakin kecil.

Gambar Perspektif pada rel kereta api
Gambar 13. Perspektif pada rel kereta api

Perhatikan rel kereta api  pada gambar  di atas,  semakin jauh terlihat  semakin mengecil,  hal  ini menunjukkan adanya pengaruh perspektif. Perspektif merupakan ilusi  pandangan mata yang memberikan nilai keruangan atau keluasaan.

4) Komposisi
Dalam menggambar bentuk dikenal dua pengertian, yaitu: 
a) Komposisi pengaturan benda-benda yang akan digambar diatur sedemikian rupa  sehingga menghasilkan komposisi yang menarik, proporsional, dan artistic.

Gambar Komposisi penataan objek
Gambar 14. Komposisi penataan objek

b) Komposisi  layout,  terkait dengan pengaturan bidang gambar diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan komposisi layout  bidang gambar yang menarik, proporsional, dan artistik.

Gambar Komposisi layout meruncing di atas
Gambar 15. Komposisi layout meruncing di atas

Gambar Komposisi layout arah diagonal
Gambar 16. Komposisi layout arah diagonal

Gambar Komposisi layout mengarah ke kanan
Gambar 17. Komposisi layout mengarah ke kanan

Gambar Komposisi layout memusat di tengah
Gambar 18. Komposisi layout memusat di tengah

5) Karakter.
Karakter permukaan batu berlainan dengan permukaan kayu, begitu juga  ciri khas  benda yang terbuat dari  logam berlainan dengan benda yang terbuat dari kaca, kulit, keramik, tekstil dan sebagainya. Masing-masing memiliki  kualitas  permukaan yang berbeda-beda mulai dari sangat keras, padat, lunak, lembek, berpori-pori, berkelok-kelok, lembut, cair dan sebagainya.

Cara menggambarkannya dibutuhkan ketelitian, kecermatan,  dan penguasaan teknik.  Disamping itu,  harus diperhatikan  juga kualitas  permukaan benda yang digambar, misalnya kayu berserat, kaca mengkilap, awan bergumpal dan sebagainya.

Gambar Beberapa karakter benda yang berbeda
Gambar 19. Beberapa karakter benda yang berbeda 

Beberapa karakter benda yang berbeda, bisa dilihat dari perbedaan cerah-suram, halus-kasar, warna, bentuk, dan sebagainya. Karakter dalam menggambar adalah ciri khas yang ada pada fisik benda yang meliputi keras, lunak, kurang basah, transparan dan tidak transparan, dan lain sebagainya. 

6)  Gelap-Terang.
Dalam mengamati benda  tiga demensi, akan  selalu  nampak ada bagian yang terlihat gelap dan bagian yang terlihat terang. Hal ini dikarenakan  adanya cahaya, baik cahaya yang sifatnya alami seperti matahari dan bulan atau cahaya buatan misalnya lampu atau lilin.

Pada bagian yang banyak mendapatkan sinar akan terlihat lebih terang bila dibandingkan dengan bagian yang kurang mendapatkan sinar. Kemudian akibat dari cahaya yang mengenai benda tersebut akan muncul bagian gelap yang menyerupai benda tersebut yang disebut dengan bayangan. Gelap terang dalam menggambar berfungsi untuk memberi kesan objek menjadi nyata dan berdimensi/volume.

Gambar Gelap terang dan bayangan benda
Gambar 19 Gelap terang dan bayangan benda

7) Cara Memegang  Pensil.
Ada beberapa cara memegang pensil seperti terlihat pada gambar di bawah ini. 
❤ a) Writing Position

Gambar Cara memegang pensil writing position
Gambar 20. Cara memegang pensil writing position

Gambar ini menunjukkan posisi tangan memegang pensil,seperti orang sedang menulis atau disebut dengan Writing Position, posisi ini cocok untuk menggambar bentuk benda yang relatif kecil, rumit, detail, garis yang teratur, dan sama ukurannya.

❤ b)  In the Palm Position

Gambar Cara memegang pensil shaft In The Palm Position
Gambar 21. Cara memegang pensil shaft In The Palm Position

Posisi  In  The Palm Position  (di dalam  telapak tangan)  cocok untuk mengarsir bidang yang relatif lebar, dengan goresan yang spontan dan ekspresif.

❤ c)  Shaft Held Horizontally


Gambar Cara memegang pensil Shaft Held Horizontally atau Underhand Position
Gambar 22. Cara memegang pensil Shaft Held Horizontally atau Underhand Position

Cara memegang pensil  Shaft Held Horizontally atau Underhand Position  (di bawah  telapak tangan)  ini cocok untuk membuat arsiran yang lembut, bertekstur, serta hasil goresannya luas karena posisi pensil ditidurkan sehingga tekanan yang diberikan akan lebih lemah sewaktu digoreskan.

Unsur-Unsur Seni Rupa 

Unsur-unsur seni rupa merupakan salah satu elemen atau bagian dari bahasa gambar yang sangat menentukan dalam mewujudkan karya seni rupa. Dengan memahami unsur-unsur rupa dan prinsip pengorganisasiannya, seseorang akan mampu membuat karya seni rupa menjadi lebih sempurna.

❤ 1)  Titik
Sebuah bentuk disebut titik karena ukurannya relatif kecil. Titik akan tampak besar bila berada dalam bingkai yang kecil, namun sebaliknya titik akan nampak kecil bila berada pada bingkai yang besar. Wujud titik dapat berupa bulatan, bujur sangkar, segitiga,  dan lain sebagainya. Sebuah titik relatif belum memiliki makna sebelum disusun ke  dalam sebuah komposisi tertentu,

Gambar Komposisi titik 1
Gambar 23. Komposisi titik 1

❤ 2)  Garis
Garis dalam seni rupa merupakan suatu goresan yang memiliki dimensi memanjang, sedangkan bentuknya dapat berupa garis lurus, lengkung, atau berkelok-kelok. Garis disebut juga sebagai batas limit dari suatu bentuk, bidang, ruang, warna dan sebagainya. Garis memiliki beberapa fungsi antara lain kesan keselarasan, rerak, irama, sugesti, pesan simbolik, kode ilusi dan bersifat maya.

 Gambar Komposisi garis lurus
 Gambar 24. Komposisi garis lurus

Contoh di atas adalah komposisi garis lurus yang digoreskan secara acak, spontan, ritmis dan teratur, yang dirangkai dalam satu kesatuan komposisi.

Gambar Komposisi garis lengkung
Gambar 25. Komposisi garis lengkung

Contoh di atas menunjukkan sebuah komposisi garis lengkung yang disusun secara teratur membentuk rangkaian bergelombang.


Garis Dan Kesan Efek Fisiknya

Gambar Garis dan kesan efek fisik
Gambar 26. Garis dan kesan efek fisik

❤ 3)  Bidang
Bidang adalah keluasan dari segala bentuk pipih yang bukan titik dan garis. Bidang dikelilingi garis sebagai pembatas. Bentuk bidang dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk antara lain geometris, organis, bersudut, tak teratur dan sebagainya.

Gambar Contoh bidang geometris
Gambar 27. Contoh bidang geometris

Gambar Contoh bidang organis
Gambar 28. Contoh bidang organis

❤ 4) Bentuk
Bentuk adalah raut yang memiliki ukuran, warna dan barik (tekstur). Dalam bahasa Inggris bentuk dibedakan menjadi dua yaitu  form  dan  shape.  Kedua istilah ini dipakai untuk membedakan demensinya.  Shape  memiliki demensi panjang dan lebar saja, tidak memiliki volume (dua dimensi), sedangkan form  memiliki demensi panjang, lebar dan tinggi sehingga membentuk atau memiliki volume (tiga dimensi).

Gambar Contoh shade dan form
Gambar 29. Contoh shade dan form

Contoh shape pada gambar di atas berada di sebelah kiri,  dan form sebelah kanan.

❤ 5) Warna
Teori ataupun difinisi tentang warna  banyak jumlahnya, diantaranya menurut Teori Sir Isaac Newton bahwa warna adalah suatu kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap mata. Warna terjadi karena getaran cahaya putih. Sedangkan menurut Herbert Ivens, dengan teori lingkaran warnanya,  membagi warna menjadi warna primer (merah,kuning dan biru), warna sekunder (hijau, oranye dan violet), serta warna tertier (percampuran warna primer dan sekender).

Gambar Lingkaran warna
Gambar 30. Lingkaran warna

Pada gambar lingkaran warna  di atas  tampak ada  tiga warna primer,  tiga  warna sekender dan  6 warna tersier. Warna menurut teori ilmu bahan adalah pigmen yang dihasilkan dari percampuran bahan alam dengan zat kimia.

Dimensi warna.
❤ (a)  Hue, adalah suatu istilah untuk menunjukkan nama warna, misalnya merah, kuning, biru, hijau dan sebagainya. Warna merah berbeda dengan warna kuning karena keduanya berbeda huenya, warna hijau berbeda dengan warna biru karena keduanya memiliki hue yang berbeda, begitu juga dengan warna-warna yang lain.

❤ (b) Value, adalah istilah untuk menunjukkan terang gelapnya warna. Suatu warna apabila ditambah dengan warna putih akan menjadi lebih terang dari warna aslinya, sedangkan untuk mendapatkan warna yang lebih gelap dari warna aslinya dapat ditambahkan dengan sedikit warna hitam. Apabila sebuah warna  ditambah secara berangsur-angsur dengan warna putih maka akan terjadi beberapa tingkatan warna yang mengarah ke warna terang, yang sering disebut dengan istilah  ‘tint’,  namun bila suatu warna ditambah secara berangsur-angsur dengan sedikit warna hitam, maka akan terjadi beberapa tingkatan warna yang mengarah ke gelap yang  sering disebut dengan istilah ‘shade’.

❤ (c)  Intensity, adalah suatu istilah untuk menyebut cerah suramnya warna. Warna  cerah memiliki intensitas yang tinggi, sedangkan warna suram memiliki intensitas yang rendah. Hitam, putih dan abu-abu adalah warna-warna yang tidak memiliki intensitas hue.  Warna-warna ini berperan sebagai warna netral, sehingga sering dipakai untuk menetralisasikan sebuah komposisi warna yang terdiri banyak warna.

Setelah memahami tentang teori warna, berikut  adalah  contoh beberapa komposisi warna, yang terdiri dari komposisi warna primer, sekunder dan tersier. Kesemua komposisi dibuat dalam bentuk susunan bidang-bidang geometris.

Gambar Komposisi warna primer
Gambar 31. Komposisi warna primer

Gambar Komposisi warna sekunder
Gambar 32. Komposisi warna sekunder

Gambar Komposisi warna tersier
Gambar 33. Komposisi warna tersier

6) Tekstur
Tekstur adalah nilai raba dari suatu pemukaan sebuah benda, misalnya  kertas, kanvas,  kayu, batu, logam, kain dan sebagainya, masing-masing memiliki tekstur yang berbeda-beda.  Dari  beberapa  jenis  gambar  yang  dikerjakan  di atas kertas yang sama dapat memiliki tekstur yang berbeda apabila dalam pengerjaannya menggunakan bahan dan alat yang berbeda, misalnya menggunakan pensil berbeda dengan charcoal, pastel  dan sebagainya, sehingga terjadilah permukaan itu menjadi kasap, licin atau kasar.

Tekstur dibedakan menjadi dua, yaitu: 
❤1)  Tekstur Nyata. Disebut dengan tekstur nyata apabila kualitas permukaan atau nilai raba dari sebuah permukaan benda tersebut betul-betul nyata sesuai penglihatan mata: kasar, bergerigi, tidak rata, bergelombang dan seterusnya.

Gambar Tekstur nyata
Gambar 34. Tekstur nyata

❤ 2)  Tekstur Semu
Disebut dengan tekstur semu apabila kualitas permukaan atau nilai raba dari sebuah permukaan benda tidak sesuai penglihatan mata, misalnya kelihatannya kasar, bergerigi, tidak rata, bergelombang dan seterusnya,  akan tetapi  ketika diraba ternyata halus, licin, lembut dan sebagainya.

Gambar Tekstur semu
Gambar 35. Tekstur semu

8. Eksplorasi
Pada bagian eksplorasi ini akan dicobakan beberapa kali tentang berbagai jenis arsir dan beberapa unsur bentuk benda. 
a.  Eksplorasi arsir 

  • 1) Arsir garis lurus mendatar.
Gambar Arsir garis lurus mendatar
Gambar 36. Arsir garis lurus mendatar

  • 2) Lurus padat.
Gambar Arsir garis lurus verikal padat
Gambar 37. Arsir garis lurus verikal padat

  • 3) Arsir garis lengkung.
Gambar Arsir garis lengkung
Gambar 38. Arsir garis lengkung

  • 4) Arsir garis ikal padat.
Gambar Arsir ikal padat
Gambar 39. Arsir ikal padat

  • 5) Arsir garis lurus diagonal.
Gambar Arsir garis lurus diagonal
Gambar 40. Arsir garis lurus diagonal

  • 6) Arsir garis lacak zig zag membentuk gradasi gelap-terang.
Gambar Arsir garis zig-zag membentuk gelap terang
Gambar 41. Arsir garis zig-zag membentuk gelap terang
  • 7) Arsir garis acak membentuk gradasi gelap terang dari bawah ke atas.
Gambar Arsir acak membentuk gelap terang
Gambar 42. Arsir acak membentuk gelap terang

  • 8) Arsir garis acak bebas membentuk transisi dari gelap-terang dari atas ke bawah.
Gambar Arsir acak bebas membentuk gelap terang ke bawah
Gambar 43. Arsir acak bebas membentuk gelap terang ke bawah

  • 9) Arsir garis lengkung diagonal.
Gambar Arsir garis lengkung arah diagonal
Gambar 44. Arsir garis lengkung arah diagonal

  • 10)  Arsi dot memusat.
Gambar Arsir dot arah memusat
Gambar 45. Arsir dot arah memusat

  • 11)  Arsir dot acak.
Gambar Arsir dot acak
Gambar 46. Arsir dot acak

  • 12)  Arsir dot teratur membentuk transisi gelap terang.
Gambar Arsir dot teratur membentuk transisi
Gambar 47. Arsir dot teratur membentuk transisi

  • 13)  Arsir garis lengkung memusat dengan gelap di tengah.
Gambar Arsir garis lengkung memusat dengan gelap di tengah
Gambar 48. Arsir garis lengkung memusat dengan gelap di tengah

  • 14)  Arsir garis lurus silang diagonal.
Gambar Arsir garis lurus silang diagonal
Gambar 49. Arsir garis lurus silang diagonal

  • 15)  Arsir membentuk gelap terang melengkung.
Gambar Arsir membentuk gelap terang melengkung
Gambar 50. Arsir membentuk gelap terang melengkung

  • 16)  Arsir pengulangan gelap terang.
Gambar Arsir pengulangan gelap terang
Gambar 51. Arsir pengulangan gelap terang

  • 17)  Arsir garis lengkung membentuk gelap terang diagonal
Gambar Arsir garis lengkung membentuk gelap terang diagonal
Gambar 52. Arsir garis lengkung membentuk gelap terang diagonal

b.  Eksplorasi bentuk 
  • 1) Arsir bentuk silinder
Gambar Arsir bentuk silinder
Gambar 53. Arsir bentuk silinder

  • 2)  Arsir bentuk Kerucut
Gambar Arsir bentuk kerucut
Gambar 54. Arsir bentuk kerucut

  • 3)  Arsir bentuk kubus berserat kayu
Gambar Arsir bentuk kubus berserat kayu
Gambar 55. Arsir bentuk kubus berserat kayu

  • 4)  Arsir membentuk bola

Gambar Arsir bentuk bola
Gambar 56. Arsir bentuk bola

  • 5)  Arsir membentuk bola kayu dengan permukaan tidak rata
Gambar Arsir bentuk bola dengan permukaan tidak rata
Gambar 57. Arsir bentuk bola dengan permukaan tidak rata

  • 6)  Arsir bentuk gelas
Gambar Arsir bentuk gelas
Gambar 58. Arsir bentuk gelas

  • 7)  Arsir bentuk gitar
Gambar Arsir bentuk gitar
Gambar 59. Arsir bentuk gitar

  • 8)  Arsir untuk membuat bentuk draperi kain
Gambar Arsir membentuk draperi kain
Gambar 60. Arsir membentuk draperi kain

3.  Menggambar Bentuk Benda Dengan Teknik Kering Pensil Grafit

a. Gambar alam benda dengan dasar bentuk geometris.
Pada bagian ini akan diberikan panduan cara membuat gambar bentuk alam benda beserta urutan langkah-langkahnya. Benda yang akan dijadikan model untuk digambar adalah benda yang  memiliki dasar bentuk geometris, yaitu  teko, gelas, apel dan tutup gelas.

Berikut adalah langkah kerja cara membuatnya. 
  • 1) Mengamati objek model sebagai acuan
Gambar Gambar acuan: teko, cangkir dan apel
Gambar 61. Gambar acuan: teko, cangkir dan apel

  • 2) Membuat sketsa struktur objek
Gambar Gambar sketsa struktur objek
Gambar 62. Gambar sketsa struktur objek

  • 3) Membuat sketsa bentuk global objek
Gambar Gambar sketsa bentuk global objek
Gambar 63. Gambar sketsa bentuk global objek

  • 4) Merapikan sketsa bentuk
Gambar Merapikan sketsa bentuk
Gambar 64. Merapikan sketsa bentuk

  • 5) Membuat garis-garis untuk menandai  bagian gelap dan terang serta transisinya
Gambar Membuat garis-garis tanda antara gelap dan terang
Gambar 65. Membuat garis-garis tanda antara gelap dan terang

  • 6) Membuat arsiran dasar sedikit demi sedikit.
Gambar Arsiran dasar
Gambar 66. Arsiran dasar

  • 7) Membuat kesan volume benda dengan cara menambahkan kontras gelap terang.
Gambar Membuat kesan volume dengan menambah gelap terang
Gambar 67. Membuat kesan volume dengan menambah gelap terang

  • 8) Menambahkan transisi antara kontras gelap ke terang.
Gambar Menambah transisi antara gelap dan terang
Gambar 68. Menambah transisi antara gelap dan terang

  • 9) Menambahkan garis-garis tipis ornament yang ada pada teko dan cangkir.
Gambar Menambahkan garis-garis ornamen.
Gambar 69. Menambahkan garis-garis ornamen.

  • 10)  Menambahkan ornamen dan memperjelas bentuk objek teko, cangkir dan apel.
Gambar Mengarsir ornament dan memperbaiki bentuk objek
Gambar 70. Mengarsir ornament dan memperbaiki bentuk objek


  • 11)  Menambahkan alas sebagai dasar peletakan objek.
Gambar Menambahkan alas sebagai dasar peletakan objek
Gambar 71. Menambahkan alas sebagai dasar peletakan objek


  • 12)  Membuat kesan latar belakang seolah dinding.
Gambar Kesan latar belakang
Gambar 72. Kesan latar belakang


  • 13)  Menambahkan detil objek.
Gambar Menambahkan detil objek
Gambar 73. Menambahkan detil objek


  • 14) Memasang bingkai pigura kaca.
Gambar Pigura bingkai kaca
Gambar 75. Pigura bingkai kaca

b.  Gambar alam benda dengan dasar bentuk organis 
Setelah menggambar alam benda dengan bentuk dasar geometris, maka sekarang akan dipandu cara membuat gambar alam benda yang memiliki dasar bentuk organis. Pada prinsipnya,  cara membuat gambar antara keduanya sama, letak perbedaannya tidak terlalu prinsip, misalnya pada masalah bentuk, bentuk-bentuk yang memiliki dasar bentuk geometris lebih sederhana dan terukur, sehingga dalam proses visualisasinya lebih mudah, yaitu dengan membuat garis-garis bantu atau garis pertolongan. Untuk bentuk-bentuk benda yang memiliki dasar bentuk organis lebih rumit.

Berikut adalah urutan langkah cara menggambarnya.

  • 1)  Mengamati objek model sebagai acuan. Model yang akan digambar adalah bintang laut, yang memiliki bentuk dan anatomi rumit dan unik, sangat khas dan menarik untuk digambar. Yang perlu diperhatikan dalam mengamati objek yang akan digambar adalah menangkap bentuk globalnya lebih dahulu, kemudian memperkirakan struktur bentuk.

Gambar Gambar acuan bintang laut dan kerang
Gambar 76. Gambar acuan bintang laut dan kerang


  • 2)  Membuat sketsa struktur
Gambar Sketsa struktur objek.
Gambar 77. Sketsa struktur objek.


  • 3)  Membuat sketsa bentuk
Gambar Sketsa bentuk objek
Gambar 78. Sketsa bentuk objek


  • 4)  Mengarsir sedikit demi sedikit bentuk bintang laut dan kerang.
Gambar Mengarsir objek
Gambar 79. Mengarsir objek


  • 5)  Mengarsir sedikit demi sedikit area latar belakang
Gambar Mengarsir area latar belakang
Gambar 80. Mengarsir area latar belakang


  • 6)  Mempertegas bentuk objek dan latar belakang
Gambar Mempertegas bentuk objek dan latar belakang
Gambar 81. Mempertegas bentuk objek dan latar belakang


  • 7)  Membuat kesan dimensi, perspektif, dan kesan volume secara keseluruhan, serta detil objek sehingga dapat memberi kesan nyata, realis serta wajar.
Gambar Membuat kesan volume dan detil objek
Gambar 82. Membuat kesan volume dan detil objek


  • 9)  Memasang bingkai pigura kaca.
Gambar Memasang bingkai kaca
Gambar 84. Bingkai kaca

Rangkuman 

Identifikasi Bentuk yaitu bentuk geometris dan bentuk organis.

Dasar-Dasar Menggambar  

  1. Proporsi.
  2. Ketepatan Bentuk
  3. Perspektif.
  4. Komposisi
  5. Karakter.
  6. Gelap-Terang.

Cara Memegang  Pensil ada tiga

Unsur-Unsur Seni Rupa 

  1. Titik 
  2. Garis 
  3. Bidang 
  4. Bentuk  
  5. Warna 
  6. Tekstur
Demikian pembahasan tentang Menggambar Bentuk Benda Dengan Teknik Kering, semoga bermanfaat. Silakan menyimak materi penting lainnya......
Juga pembahasan menarik lainnya. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel