Apresiasi Menggambar Ilustrasi sebagai Materi Pembelajaran di Sekolah Dasar (SD)

Pengertian dan Fungsi Menggambar Ilustrasi 

Menggambar adalah proses kegiatan untuk menghasilkan gambar. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Moeliono,  1988:250)  gambar adalah tiruan barang (orang, binatang, alam, tumbuh-tumbuhan, dsb) yang dibuat dengan coretan pensil dan sebagainya pada kertas.

Simon (dalam Sunoto, 2009:30) menyatakan bahwa: Gambar adalah ekspresi. Gambar merupakan sesuatu yang erat dan alami, yang ada hubunganya dengan keinginan manusia. Dengan gambar manusia dapat mengekspresikan diri, pola pikir dan emosi-emosinya. Artinya melalui kegiatan menggambar, manusia dapat mengungkapkan segala apa yang dirasakan dalam pikirannya.

Menggambar menurut Wallschlaeger dan Snyder  (dalam  Muharrar dan Mudjiono, 2007:4)  adalah suatu proses visual  dalam  menghadirkan figur dan bentuk pada sebuah permukaan dengan menggunakan pensil, pen, atau tinta untuk menghasilkan titik, garis, nada warna, tekstur dan lain sebagainya sehingga mampu memperjelas bentuk  image.

Sedangkan menurut Ching (dalam Sunoto, 2009:31) menggambar adalah membuat goresan di atas permukaan yang secara grafis menunjukkan kemiripan mengenai sesuatu.

Dalam konteks pendidikan, sebagaimana telah disebutkan di depan terdapat jenis kegiatan menggambar ilustrasi. Istilah ilustrasi diambil dari bahasa Inggris illustration dengan bentuk kata kerjanya to illustrate dan dari bahasa latin illustrare yang berarti membuat terang.

Istilah ilustrasi secara umun mencangkup sesuatu yang dapat berbentuk gambar, ungkapan, dan lain-lain untuk memperindah atau memperjelas suatu hasil pemikiran.

Kaitannya dalam gambar,  Mayer  (dalam Muharrar,  2003:2) mendefinisikan ilustrasi sebagai gambar  yang secara khusus dibuat untuk menyertai teks seperti pada buku atau iklan untuk memperdalam pengaruh dari teks tersebut.

Salam  (dalam Muharrar, 2003:2)  juga berpendapat bahwa ilustrasi secara khusus digunakan untuk menggambar benda, suasana, adegan, atau yang diangkat dari teks buku atau lembaran-lembaran kertas.  Lebih lanjut dijelaskan dalam pengertian yang lebih luas ilustrasi didefinisikan  sebagai gambar yang bercerita.

Dari pengertian-pengertian di atas dapat diperoleh pemahaman bahwa istilah gambar ilustrasi memiliki dua pengertian secara khusus dan secara umum.

Secara khusus pengertian ilustrasi merupakan gambar yang dibuat untuk menyertai teks yang biasanya dibuat  oleh ilustrator, contohnya seperti ilustrasi sampul buku, ilustrasi iklan/poster, dan sebagainya. Pengertian gambar ilustrasi secara umum dapat diartikan sebagai  suatu  gambar berupa suasana atau adegan yang bercerita.

Gambar ilustrasi dalam pengertian khusus atau gambar yang dibuat oleh ilustrator memiliki beberapa fungsi yang diuraikan menurut  Kusmiati (dalam Muharrar,  2003:3)  secara rinci, yaitu menjelaskan bahwa ilustrasi merupakan suatu cara untuk menciptakan efek atau memperlihatkansuatu subjek dengan tujuan:
  1. untuk menggambarkan suatu produk atau suatu ilusi yang belum pernah ada,
  2. menggambarkan kejadian atau peristiwa yang agak mustahil, misalnya gambar sebuah pohon yang memakai sepatu,
  3. mencoba menggambarkan ide abstrak, misalnya depresi, 
  4. memperjelas komentar, biasanya komentar editorial,  dapat berbentuk kartun atau karikatur,
  5. memperjelas suatu artikel untuk bidang medis atau teknik dengan gambar yang memperlihatkan bagaimana susunan otot atau cara kerja sebuah mesin,
  6. menggambarkan sesuatu secara rinci, misalnya ilustrasi untuk ilmu tumbuh-tumbuhan yang mengurai  bagian yang tampak tumbuh,
  7. (membuat corak tertentu pada pada suatu tulisan yang menggambarkan masa atau zaman pada saat tulisan tersebut dibuat, misalnya “Victorian”  digambarkan dengan bentuk yang lembut dan garis berornamen. 


Dalam mata pelajaran SBK berkaitan dengan pembelajaran menggambar ilustrasi, istilah ilustrasi yang digunakan tentunya bukan dalam arti secara khusus   sebagaimana siswa membuat gambar seperti yang dibuat oleh seorang ilustrator, melainkan pengertian ilustrasi secara umum dalam konteks pembelajaran Seni Rupa di Sekolah Dasar yang dapat dibelajarkan kepada siswa.

Ditegaskan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) dalam kaitannya dengan pembelajaran Seni Rupa pada mata pelajaran SBK di Sekolah Dasar, pengertian ilustrasi adalah gambar yang menceritakan suatu benda, hal, atau peristiwa.

Berdasarkan  penjelasan di atas maka dapat disimpulkan  menggambar ilustrasi  kaitannya dalam mata pelajaran SBK di Sekolah Dasar  adalah proses mengekspresikan diri melalui media tertentu sehingga menghasilkan gambar sesuai dengan imajinasi  pembuat  (siswa) dengan maksud menceritakan atau menjelaskan dari suatu hal.  Agar siswa mampu menggambar ilustrasi dengan baik, diperlukan pemahaman tentang fungsi menggambar ilustrasi.

Secara umum fungsi menggambar ilustrasi yaitu untuk menceritakan ide berupa peristiwa atau suasana melalui gambar. Dari fungsi menggambar ilustrasi maka dapat diperoleh tujuan  menggambar ilustrasi bagi  siswa  yaitu siswa  diharapkan mampu menceritakan sesuatu ide atau bercerita melalui gambar. Hal ini sangat bermanfaat untuk menggembangkan anak dalam berkomunikasi.

Gambar Ilustrasi dalam Karya Seni Rupa

Seni  rupa  adalah  konsep  atau nama untuk salah satu cabang seni yang bentuknya terdiri atas unsur-unsur rupa yaitu bidang, garis, bentuk, ruang, warna, dan tekstur  (Rondhi dan Sumartono, 2002:13).  Dalam seni rupa, unsur-unsur tersebut tersusun menjadi satu dalam sebuah pola tertentu.

Disebutkan dalam  Rondhi dan Sumartono  (2003:13) berdasarkan dimensinya, karya seni rupa dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
  1. Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar atau karya yang hanya bisa dilihat dari satu arah pandang. Contohnya lukisan, gambar, dan lain-lain.
  2. Karya seni rupa tiga dimensi adalah karya seni rupa yang mempunyai tiga ukuran yaitu panjang, lebar, dan tinggi atau karya yang mempunyai volume dan menempati suatu ruang. Contohnya patung, kriya, keramik, dan lain-lain.


Berdasarkan  fungsinya, seni rupa dapat dikelompokkan menjadi dua (Rondhi dan Sumartono, 2002:13), yaitu : 
  1. Seni murni adalah karya seni rupa yang dibuat semata-mata untuk memenuhi kebutuhan artistik. 
  2. Seni terapan adalah karya seni rupa yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan praktis.


Gambar ilustrasi termasuk dalam jenis karya seni rupa dua dimensi, karena pengertian gambar itu sendiri seperti yang telah dijelaskan di sub bab sebelumnya merupakan karya yang dibuat pada media kertas. Gambar pada media kertas tersebut memiliki dimensi permukaan panjang dan lebar yang dapat dilihat dari satu arah pandang.

Berdasarkan fungsi karya seni rupa, gambar ilustrasi dikatakan sebagai karya seni terapan.  Dikatakan  karya seni terapan karena terdapat dua fungsi gambar ilustrasi yaitu gambar untuk menjelaskan/menceritakan suatu hal atau peristiwa dan gambar ilustrasi sebagai penghias untuk menyertai suatu teks atau buku.

Dalam hal ini kedua fungsi gambar ilustrasi tersebut tergolong digunakan untuk memenuhi kebutuhan praktis seperti contohnya dalam pembuatan gambar ilustrasi pada cover buku yang berfungsi sebagai penghias atau gambar ilustrasi yang dibuat anak berkaitan dalam pembelajaran Seni Rupa di Sekolah Dasar yang berfungsi untuk menjelaskan.

Unsur-Unsur Rupa Gambar Ilustrasi 

Gambar ilustrasi  merupakan karya seni rupa, maka dalam pembuatan karyanya  terdapat  unsurunsur rupa. Unsur-unsur seni rupa memegang peranan penting dalam berkarya seni termasuk juga dalam kegiatan menggambar ilustrasi. 

Sunaryo (2002:5) mengungkapkan bahwa, pada umumnya yang termasuk unsur-unsur rupa ialah
  1. garis (line),
  2. raut atau bangun,
  3. warna (colour),
  4. gelap terang atau nada (light-dark,  tone),
  5. tekstur atau barik (texture), dan
  6. ruang (space) .


1) Garis.
Sebelum unsur rupa garis, ada yang memandang titik atau noktah sebagai unsur yang paling sederhana. Sebab unsur rupa garis dihasilkan melalui rangkaian titik atau noktah.  Sebagai unsur rupa, garis memiliki pengertian 
  1. tanda atau markah yang memanjang yang membekas pada suatu permukaan dan mempunyai arah
  2. batas suatu bidang atau permukaan, bentuk atau warna
  3. sifat kualitas yang melekat pada obyek lanjar/memanjang (Sunaryo, 2002:7).


Garis selalu dapat diamati secara visual pada tiap benda alam dan pada hasil  karya seni rupa termasuk juga pada karya gambar ilustrasi.

2).  Raut
Unsur utama untuk mengenali bentuk adalah melalui raut. Sebuah bentuk dapat dikenali dari rautnya yaitu  sebagai suatu bangun yang pipih datar, yang menggumpal padat atau berongga bervolume, lonjong, bulat, persegi, dan sebagainya  (Sunaryo, 2002:9). Raut dapat ditampilkan dengan kontur  yang mengelilingi bentuk raut. Raut sering disebut pula bangun atau bidang yang dapat diamati dalam karya gambar ilustrasi sebagai wujud pembentukan suatu objek ke dalam bentuk gambar. 

3).  Warna
Warna  ialah kualitas rupa yang dapat membedakan kedua obyek atau bentuk  yang  identik  raut, ukuran, dan nilai gelap terangnya  (Sunaryo, 2002:13). Terdapat tiga warna pokok yaitu warna merah, biru, dan kuning yang sering disebut juga sebagai warna primer yaitu warna yang bebas dari unsur-unsur warna lain.

Hasil pencampuran dua warna primer akan terbentuk warna sekunder, yaitu warna hijau percampuran warna biru dan kuning, warna jingga percampuran warna merah dan kuning, kemudian warna ungu percampuran warna merah dan biru.

Dua warna sekunder apabila dicampurkan kembali akan terbentuk warna tersier. Dalam kegiatan menggambar ilustrasi, pemberian warna dapat dilakukan dengan menggunakan media pewarna seperti pensil warna, crayon/pastel, cat air dan sebagainya. 

4). Gelap Terang.
Ungkapan gelap terang dinyatakan dengan bentuk gradasi yang dimulai dari yang paling putih untuk menyatakan sangat terang, sampai kepada yang paling hitam untuk bagian yang gelap.

Unsur rupa gelap terang dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan antara lain:
  1. memperkuat kesan trimatra suatu bentuk,
  2. mengilusikan kedalaman atau ruang,
  3. menciptakan kontras atau suasana tertentu (Sunaryo, 2002:20).

Dalam hal ini, menggambar ilustrasi yang terdapat unsur gelap terang juga dapat digunakan beberapa manfaat di atas.

5. Tekstur .
Tekstur  atau barik, ialah sifat permukaan. Sifat permukaan dapat halus, polos, kasap, licin, mengkilap, berkerut, lunak, keras, dan sebagainya  (Sunaryo, 2002:17). Tekstur mencakup dua macam yaitu  tekstur nyata dan tekstur semu. Suatu permukaan bila dilihat kasar, namun ketika diraba halus disebut tekstur semu.

Sebaliknya tekstur nyata adalah apa yang dirasakan atau diraba dan dilihat adalah menunjukan hal yang sama.  Dalam karya dwimatra seperti gambar ilustrasi, termasuk dalam tekstur visual.  Tekstur visual merupakan tekstur yang dapat diserap oleh penglihatan, walaupun dapat pula membangkitkan pengalaman raba.

6. Ruang
Ruang berarti sesuatu yang kosong yang memungkinkan untuk ditempati atau diisi dengan sebuah bentuk. Dalam gambar ilustrasi, ruang terkait dengan raut dan bentuk. Ruang sesungguhnya tak terbatas, dapat kosong, sebagian terisi, atau dapat pula penuh padat terisi. Bentuk dan ukuran ruang baru dapat disadari dan dikenali justru setelah ada sosok atau bentuk yang mengisinya atau terdapat unsur yang melingkupinya (Sunaryo, 2002:21).

Prinsip Komposisi dalam Pembuatan Gambar Ilustrasi 

Prinsip komposisi memiliki peranan penting dalam pembuatan karya seni rupa termasuk juga pada gambar ilustrasi. Sunaryo (2002:31-40) menyebutkan beberapa prinsip komposisi terdiri dari:

❤1.  Kesatuan Kesatuan (unity) merupakan prinsip pengorganisasian unsur-unsur rupa yang paling mendasar. Tujuan akhir dari penerapan prinsip-prinsip desain yang lain, seperti keseimbangan, kesebandingan, irama, dan lainnya adalah untuk mewujudkan kesatuan yang padu atau keseutuhan.

❤2. Keserasian Keserasian (harmony) merupakan prinsip desain yang mempertimbangkan keselarasan dan keserasian antar bagian dalam suatu keseluruhan sehingga cocok satu dengan yang lain, serta terdapat keterpaduan yang tidak saling bertentangan. Susunan harmonis menunjukkan adanya keserasian dalam bentuk raut dan garis, ukuran, warna-warna, dan tekstur. Semuanya berada pada kesatupaduan untuk memperoleh suatu tujuan atau makna.

❤3. Irama Irama (ritme) merupakan pengaturan unsur atau unsur-unsur rupa secara berulang dan berkelanjutan, sehingga bentuk yang tercipta memiliki kesatuan arah dan gerak yang membangkitkan keterpaduan bagian-bagiannya. Peruangan yang teratur itu dapat mengenai jarak bagian-bagian, raut, warna, ukuran, dan arah yang ditata. Terulangnya sesuai secara teratur memberi kesan keterkaitan peristiwa, oleh hukum, sesuatu yang ditaati, sesuatu yang berdisiplin.

❤4. Dominasi Dominasi merupakan pengaturan peran atau penonjolan bagian atas bagian lainnya dalam suatu keseluruhan. Dengan peran menonjol pada bagian itu maka menjadi pusat perhatian (center of interest) dan merupakan tekanan (emphasis), karena itu menjadi bagian penting dan yang diutamakan. Bagian yang tidak mengambil peran disebut subordinasi.

❤5. Keseimbangan Keseimbangan (balance) merupakan prinsip  yang berkaitan dengan pengaturan “bobot” akibat “gaya berat” dan letak kedudukan bagian-bagian, sehingga susunan dalam keadaan seimbang. Tidak adanya keseimbangan dalam suatu komposisi, akan membuat perasaan tak tenang dan keseutuhan komposisi akan terganggu, sebaliknya, keseimbangan yang baik memberikan perasaan tenang dan menarik, serta menjaga keutuhan komposisi.

❤6. Kesebandingan Kesebandingan atau proporsi (proportion), berarti hubungan antar bagian atau antar bagian terhadap keseluruhannya. Pengaturan hubungan yang dimaksud, bertalian dengan ukuran, yakni besar kecilnya bagian, luas sempitnya bagian, panjang pendeknya bagian, atau tinggi rendahnya bagian. Selain itu, kesebandingan juga menunjukkan pertautan ukuran antara suatu suatu obyek atau bagian dengan bagian yang mengelilinginya. Tujuan pengaturan kesebandingan adalah agar tercapai kesesuaian dan keseimbangan, sehingga diperoleh kesatuan yang memuaskan.

Menggambar Ilustrasi sebagai Materi Pembelajaran dalam Mata Pelajaran SBK

Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Seni Budaya dan Keterampilan (SBK), pelajaran menggambar ilustrasi mulai diterapkan pada kelas IV, V dan VI Sekolah Dasar/SD.  Menggambar ilustrasi harus jelas maksud hasil gambarnya terutama sesuai dengan “tema”. Dalam KTSP, tema menggambar ilustrasi sudah tercantum dalam Kompetensi Dasar.

Adapun kelas IV kompetensi dasarnya mengekspresikan diri melalui gambar ilustrasi  dengan tema benda alam: buah-buahan, tangkai, kerang dan sebagainya, kelas V pada semester gasal kompetensi dasarnya mengekspresikan diri melalui gambar ilustrasi dengan tema hewan dan kehidupannya sedangkan pada semester genap kompetensi dasarnya mengekspresikan diri melalui gambar ilustrasi manusia dan kehidupannya, kemudian  Kompetensi Dasar di  kelas VI adalah mengekspresikan diri melalui gambar ilustrasi dengan tema suasana di sekitar sekolah.

Terkait dengan pembelajaran Seni Rupa, menurut Garha (dalam Sunaryo, 2009:5) materi pelajaran atau bahan ajar ialah satuan pelajaran terkecil yang dapat disampaikan kepada anak-anak (siswa) dalam satu kali pertemuan yang paling banyak memakan waktu dua jam pelajaran. Materi pelajaran menggambar ilustrasi sebagai satuan pelajaran terkecil disebutkan dalam Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru.

Dalam RPP memuat SK, KD, tujuan dan indikator pembelajaran. Tujuan dan indikator dibuat berdasarkan SKKD yang nantinya dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan materi pembelajaran menggambar ilustrasi.

Materi menggambar ilustrasi penerapannya dalam pembelajaran Seni Rupa di Sekolah Dasar mencangkup konsep, media berkarya, dan prosedur pembuatan.

1  Konsep
Konsep gambar ilustrasi dengan menjelaskan tentang pengertian gambar ilustrasi secara umum sehingga dapat dipahami oleh siswa. Pengertian gambar ilustrasi secara umum yaitu gambar yang memiliki maksud menceritakan suatu hal atau peristiwa yang kemudian dikaitkan dengan tema yang sudah tercantum dalam Kompetensi Dasar.

2  Media Berkarya gambar ilustrasi 
Media merupakan suatu perantara yang dipakai untuk menyampaikan suatu ide  atau gagasan kepada orang lain. Berkaitan dalam kegiatan berkarya, Sunaryo (2009:19) mengemukakan bahwa media adalah bahan dan alat, serta perlengkapan yang biasa digunakan untuk memproduksi karya seni rupa, termasuk cara menggunakannya.

Gambar ilustrasi termasuk dalam jenis karya seni rupa dua dimensi seperti yang dijelaskan di atas. Dalam penerapannya berarti gambar ilustrasi dibuat pada suatu bidang datar yang pada umumnya dibuat pada media kertas gambar. Kertas gambar ini digunakan sebagai medium bahan dalam berkarya.

Selain kertas sebagai bahan berkarya, diperlukan juga beberapa alat yang mendukung dalam proses berkarya gambar ilustrasi. Adapun bahan dan alat yang biasanya digunakan dalam menggambar ilustrasi sama halnya dalam kegiatan menggambar pada umumnya yaitu berupa kertas gambar, pensil, penghapus, pensil warna, spidol, krayon atau pastel, cat air/cat poster, dan lain sebagainya.

Setiap bahan dan alat yang digunakan memiliki karakteristik sifat dan teknik yang berbeda antara media yang satu dengan yang lainnya.

Kegiatan menggambar ilustrasi diperlukan bahan, alat dan juga teknik. Pada dasarnya teknik menggambar ilustrasi tidak terlepas dari media yang digunakan. Berdasarkan sifatnya, terdapat dua jenis media yaitu media kering dan media basah. Media kering yaitu berupa pensil, pensil warna, atau krayon/pastel yang dalam teknik penggunaannya dengan cara menggoreskan  ke permukaan bidang gambar.

Sedangkan media basah yaitu berupa cat air atau cat poster yang dalam teknik penggunaannya dilakukan dengan cara menyapukan/menguaskan cat dengan menggunakan alat kuas pada permukaan bidang gambar.

3 Prosedur Pembuatan 
Prosedur pembuatan karya gambar ilustrasi  terutama  kaitannya dalam pengembangan kreativitas dan imajinasi siswa  yaitu dengan siswa diberikan rangsangan berupa suatu cerita. Cerita mempunyai peran  penting dalam melatih imajinasi dan fantasi siswa. Sebagaimana  dinyatakan oleh Ariyani (1985:84) bahwa  dengan cerita  akan memperkuat daya imajinasi dan mempertajam kreativitas anak. Termasuk  juga kreativitas dalam menggambar,  cerita  dapat dijadikan stimulasi untuk melatih kreativitas anak.

Pada dasarnya anak memang biasa membayangkan suatu kejadian dalam fantasinya  dari  yang dibayangkan seolah-olah menjadi kenyataan. Ketika anak merasa dirinya Superman atau Gatotkaca yang bisa terbang, maka dengan kain sarung atau taplak meja yang diikatkan pada lehernya pun ia sudah merasa bisa terbang, walaupun kenyataanya hanya meloncat-loncat di kasur atau berlari-lari di taman.

Artinya pada batas-batas tertentu kemampuan imajinasi dan abstraksi yang baik dapat berkembang pada ketajaman dalam menganalisis suatu peristiwa  secara komprehensif sehingga dapat mendorong serta melahirkan kreativitasnya.

Sebagai contoh dalam konteks menggambar ilustrasi sesuai dengan Kompetensi Dasar di kelas V SD  pada semester gasal  yaitu terkait kegiatan menggambar ilustrasi dengan tema hewan  dan kehidupannya,  cerita dapat dilakukan guru dengan dongeng tentang cerita binatang. Dongeng binatang adalah dongeng yang ditokohi oleh binatang-binatang, dapat berupa binatang peliharaan atau liar.

Binatang-binatang dalam cerita ini dapat berbicara, berakal budi, dan bertingkahlaku seperti manusia (Danadjaja,  2002:86).  Suatu bentuk khusus dongeng binatang adalah  fable.  Di Indonesia binatang yang sering digunakan dalam cerita jenis ini adalah kancil, namun cerita tentang jenis-jenis binatang yang lain juga  dapat digunakan guru untuk disampaikan kepada siswa dalam konteks kegiatan berkarya gambar ilustrasi.

Pembelajaran Seni Rupa dengan Materi Pelajaran Menggambar Ilustrasi di Kelas V SD

Pembelajaran Seni Rupa yang diberikan guru SBK kepada siswa kelas V di SD, salah satu materinya adalah tentang menggambar ilustrasi. Peneliti merasa pembelajaran menggambar ilustrasi sangat penting bagi pertumbuhan daya kreativitas dan imajinasi siswa kelas V dalam berkarya seni.

Proses pembelajaran  menggambar ilustrasi diuraikan menurut unsur-unsur yang terdapat dalam pembelajaran yang meliputi tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, media dan prosedur berkarya gambar ilustrasi,  strategi dan metode pembelajaran, media  dan sumber belajar,  interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran.

1  Tujuan Pembelajaran 
Pembelajaran menggambar ilustrasi di SD merupakan suatu proses pembelajaran seperti halnya kegiatan belajar mengajar pada umumnya. Secara umum tujuan pembelajaran menggambar ilustrasi adalah agar siswa memiliki kemampuan mengungkapkan ide gagasan, memiliki kepekaan artistik (keindahan), mampu berkomunikasi dan mengekspresikan diri melalui kegiatan kreatif.

Pada saat pelaksanaan pembelajaran guru menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa yaitu siswa  diharapkan  mampu  membuat  gambar ilustrasi dengan tema hewan dan kehidupannya.  

Berdasarkan tujuan yang disampaikan guru mengarah pada pembelajaran yang berorientasi pada kegiatan praktik. Jika dilihat dari perencanaannya  yang tertulis pada RPP, tujuan pembelajaran  dengan kompetensi dasar mengekspresikan diri melalui gambar ilustrasi dengan tema hewan dan kehidupannya  disebutkan
  1. siswa mampu mengamati  ilustrasi gambar dekoratif dengan tema hewan dan kehidupannya,
  2. siswa mampu merancang gambar ilustrasi dengan tema hewan dan kehidupannya,
  3. siswa mampu membuat  gambar ilustrasi dengan tema hewan dan kehidupannya.

Berdasarkan tujuan pembelajaran yang tertulis dalam RPP guru sudah dapat menyampaikannya dalam pelaksanaan  pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang disampaikan guru kepada siswa masih sesuai dengan kompetensi dasarnya dalam kurikulum.

2  Materi Pembelajaran 
Membuat karya gambar ilustrasi  dengan tema  hewan dan kehidupannya seperti yang tertuang dalam kompetensi dasar merupakan bahasan dalam pembelajaran menggambar ilustrasi di kelas V Sekolah Dasar. Dalam perencanaan pada RPP guru tidak menjabarkan secara  lebih detail mengenai materi. Tertulis materi pembelajaran dalam RPP yaitu anatomi hewan. Semestinya guru dapat membuat materi pembelajaran yang telah direncanakannya dalam perencanaan berupa RPP.

Ketika pelaksanaan pembelajaran guru menyampaikan materi tentang gambar ilustrasi hewan berkaki dua dan hewan berkaki empat. “Saya menyampaikan materi tentang jenis-jenis binatang berkaki dua dan binatang berkaki empat, cara menggambar binatangnya, dan bagaimana teknik menggambar ilustrasi  hewan  dengan menggunakan  media krayon/pastel. Materi menggambar ilustrasi hewan berkaki dua dan hewan berkaki empat saya ambil dari buku paket pelajaran SBK.”

Dapat diketahui dari keterangan guru, materi yang disampaikan pada saat pelaksanaan pembelajaran yaitu  berdasarkan materi yang terdapat pada buku paket pelajaran SBK yaitu tentang menggambar ilustrasi binatang berkaki dua dan binatang berkaki empat. Buku tersebut digunakan sebagai alat panduan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran secara lisan. Berdasarkan materi yang terdapat dalam buku,  lebih banyak dijelaskan tentang  contoh-contoh gambar hewan berkaki dua dan hewan berkaki empat serta teknik membuat gambar hewan tersebut. 
Dalam buku  paket  pelajaran  tersebut  masih belum  ada materi terkait prosedur menggambar ilustrasi hewan dan  contoh-contoh karya gambar ilustrasinya.  Penyampaian materi pembelajaran yang dilakukan guru tidak berlangsung lama yaitu sekitar 10 menit.
3  Media dan Prosedur Berkarya Gambar Ilustrasi
Media berkarya dalam membuat gambar ilustrasi meliputi alat, bahan dan teknik. Berdasarkan informasi dari guru media berkarya gambar ilustrasi yang digunakan siswa berupa alat dan bahan menggambar seperti pensil, penghapus, kertas gambar, spidol, dan untuk media pewarnanya menggunakan krayon/pastel. 
Siswa dibebaskan berkreasi menggunakan berbagai macam media berkarya yang disebutkan guru. Ketika pelaksanaan guru tidak menyampaikan tentang bahan dan alat yang digunakan karena siswa sudah diberitahukan guru sebelumnya untuk membawa  peralatan menggambar siswa.

Alat dan bahan yang digunakan siswa seperti krayon/pastel termasuk dalam jenis media kering yaitu media yang bersifat kering tanpa menggunakan air.Dalam pelaksanaan pembelajaran menggambar ilustrasi, guru  menyampaikan tentang teknik pencampuran media, karena itu siswa dibebaskan dalam penggunaan teknik menggambar ilustrasi.

Langkah-langkah atau prosedur pembuatan karya gambar ilustrasi yang terjadi dalam pembelajaran dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: 
  • 1) Pertama-tama mempersiapkan alat dan bahan menggambar, siswa sudah diberitahukan sebelumnya oleh guru untuk membawa peralatan menggambar berupa krayon/pastel sebelum pembelajaran berlangsung.
  • 2) Menentukan ide/gagasan, dengan siswa diperintahkan guru menuju ruang perustakaan untuk mencari referensi buku bergambar ilustrasi hewan.
  • 3) Siswa membuat sket gambar menggunakan pensil terlebih dahulu. Guru menyampaikan kepada siswa sket gambar hewan agar sesuai dengan bentuknya dapat dengan menggunakan pola.
  • 4) Siswa memberi warna pada gambar. Guru menyampaikan dalam mewarnai gambar ilustrasi, agar hasil gambar lebih menarik dapat gunakan spidol untuk menekankan garis pada bentuk gambar yang dibuat.
  • 5) Hasil gambar siswa yang sudah selesai disampaikan guru untuk dituliskan nama, tanggal dan judul pada karya yang dibuat.

4  Strategi dan Metode pembelajaran

Pembelajaran menggambar ilustrasi bisa dengan memanfaatkan  ruang perpustakaan sebagai sumber belajar yang lebih mendukung dalam pembelajaran berkarya siswa.

Siswa  dapat  menentukan ide atau gagasan dalam menggambar ilustrasi dengan tema  hewan dan kehidupannya karena tersedianya fasilitas berupa buku-buku dengan gambar ilustrasi hewan di perpustakaan. Disini guru memanfaatkan ruang perpustakaan karena tersedianya fasilitas berupa referensi buku bergambar ilustrasi hewan sebagai strategi dalam pembelajaran menggambar ilustrasi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang guru :
“Strategi yang saya lakukan dalam pembelajaran menggambar ilustrasi hewan yaitu ketika siswa berkarya saya arahkan mereka ke perpustakaan untuk mencari referensi  buku  bergambar ilustrasi binatang. Siswa juga saya arahkan pembelajaran berkarya sekalian di sana. Pembelajaran yang saya lakukan di perpustakaan dimaksudkan agar pembelajaran tidak selalu berada di ruang kelas, dan siswa tentunya mendapatkan suasana baru dalam pembelajaran.”

Gambar Sumber belajar yang digunakan siswa dalam berkarya gambar ilustrasi
Sumber belajar yang digunakan siswa dalam berkarya gambar ilustrasi

Berdasarkan keterangan di atas, guru menyatakan bahwa dengan pembelajaran menggambar ilustrasi di luar ruang kelas seperti di ruang perpustakaan dapat berdampak positif bagi siswa yaitu siswa mendapatkan suasana baru dalam pembelajaran. Hal ini dilakukan agar siswa tidak merasa bosan ketika pembelajaran yang biasanya dilakukan di dalam kelas.

Namun guru perlu memperhatikan media atau sumber belajar yang digunakan siswa, dengan diperintahkan mencari referensi buku bergambar ilustrasi hewan dapat berdampak buruk bagi siswa. Hal ini menjadikan siswa mencontoh pada gambar ilustrasi hewan yang terdapat pada buku tersebut. Dengan demikian kreativitas dan imajinasi siswa dalam mengungkapkan ide/gagasan menjadi tidak berkembang.

Untuk anak usia kelas V Sekolah  Dasar dalam mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya memang diperlukan rangsangan berupa media yang tepat. Namun tidak menjadikan siswa membuat karya gambar ilustrasi dengan mencontoh dari gambar yang sudah terdapat pada buku tersebut.

Fungsi dari pembelajaran menggambar  ilustrasi yaitu siswa mampu menceritakan ide berupa peristiwa atau suasana melalui gambar. Supaya siswa mampu menceritakan ide berupa peristiwa atau suasana, dalam hal ini sesuai dengan tema hewan dan kehidupannya.

Semestinya cara yang digunakan guru untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dapat dilakukan dengan rangsangan berupa cerita mengenai aktivitas, peristiwa, atau suasana kehidupan hewan-hewan. Guru dapat bercerita kepada siswa mengenai aktivitas hewan-hewan tersebut melalui kisah dongeng atau cerita binatang, atau lebih mudahnya bagi siswa dengan cara diberikan materi tertulis tentang kisah atau cerita tentang hewan untuk dibaca oleh siswa.

Gambar Siswa mencari sumber belajar di ruang perpustakan
Siswa mencari sumber belajar di ruang perpustakan

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi yang dilakukan guru dengan mengarahkan siswa ke perpustakaan untuk berkarya gambar ilustrasi masih kurang tepat karena guru memerintahkan siswa untuk membuat gambar ilustrasi dengan mencontoh dari buku bergambar  ilustrasi hewan yang ada di perpustakaan.

Metode pembelajaran adalah cara yang dilakukan oleh guru dalam menyampaikan pesan pembelajaran kepada  siswa.  Guru harus dapat memilih metode-metode pembelajaran yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Beberapa metode yang biasa digunakan dalam pembelajaran menggambar ilustrasi hewan dan kehidupannya di Sekolah Dasar/SD yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, dan metode penugasan.

1) Metode Ceramah 
Metode ceramah dengan cara berkomunikasi secara lisan kepada siswa, diterapkan guru dalam menjelaskan tentang materi pembelajaran menggambar ilustrasi. Siswa diberikan penjelasan tentang jenis-jenis hewan dan aktivitasnya, teknik menggambar hewan, dan prosedur menggambar ilustrasi hewan.

Ketika guru melakukan ceramah menjelaskan tentang materi diselingi juga dengan tanya jawab kepada siswa. Hal ini dilakukan untuk meninjau pemahaman siswa setelah menerima materi yang disampaikan guru. Guru juga membuka pertanyaan untuk siswa, hal ini dilakukan agar siswa yang belum memahami materi dapat menanyakan kepada guru.

2) Metode Demonstrasi 
Guru  melakukan demonstrasi  dalam mempraktikkan proses pembuatan gambar di depan kelas. Ketika demonstrasi, guru memberikan contoh bagaimana membuat gambar  hewan  dengan menggunakan pola  secara garis besar.  Tidak banyak yang guru lakukan dalam metode demonstrasi. 

Demonstrasi yang dilakukan guru praktiknya masih kurang, terutama kaitannya dalam pengembangan kreativitas dan imajinasi siswa. Apalagi guru tidak melakukan demonstrasi langkah-langkah membuat gambar ilustrasi.

Guru perlu berupaya melakukan demonstrasi agar dapat mengembangkan kreativitas dan  imajinasi siswa. Demonstrasi yang dilakukan guru diupayakan jangan sampai memberikan pemahaman kepada siswa untuk kemudian mencontoh dari demonstrasi gambar yang dilakukan guru.

3) Metode Penugasan
Untuk melihat kemampuan siswa setelah memperoleh materi  gambar ilustrasi hewan,  kemudian guru dalam pembelajarannya memberikan penugasan kepada siswa. Tugas yang diberikan guru kepada siswa yaitu berupa uji praktik berkarya. Siswa diberikan petunjuk dalam pengerjaan tugas praktik berkarya.

Tugas berkarya yang diberikan guru yaitu siswa ditugaskan membuat gambar ilustrasi hewan dengan tema “aktivitas binatang dan kehidupannya, baik binatang berkaki dua atau binatang berkaki empat”. 

Metode ceramah merupakan metode yang banyak dilakukan guru dalam pembelajaran menggambar ilustrasi. Melalui metode ceramah diharapkan siswa dapat menyerap materi yang disampaikan guru melalui bahasa verbal atau lisan, guru juga diselingi dengan tanya jawab kepada siswa.  Metode demonstrasi dilakukan agar siswa mengerti teknik membuat bentuk gambar hewan.

Media dan Sumber Belajar 

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan  berupa alat untuk menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri siswa serta untuk mencapai tujuan dari pembelajaran.  Saat pelaksanaan pembelajaran, guru menggunakan media pembelajaran berupa media visual.

Media visual yaitu media yang memanfaatkan indera penglihatan atau mata. Berdasarkan hasil pengamatan guru memanfaatkan media berupa contoh-contoh gambar hewan yang ditampilkan melalui lembaran  photocopy  dari buku paket pelajaran. Lembaran tersebut diperbesar ukurannya dan digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di depan kelas dengan cara menempelkannya pada papan tulis.

Papan tulis digunakan guru sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi pembelajaran dari media yang di tempel. Ketika menjelaskan teknik menggambar hewan guru memanfaatakan papan tulis sebagai alat bantu dalam melakukan demonstrasi menggambar bentuk hewan.

Sedangkan sumber belajar yang dipegang guru  dengan menggunakan  buku paket pelajara SBK yang  dimiliki sekolah.  Berdasarkan keterangan dari beberapa furu,  penggunaan media  yang ditempel dimaksudkan  agar penyampaian materi pembelajaran lebih praktis, dengan  tidak perlu menuliskan materi di papan tulis.

Keinginan guru untuk dapat praktis dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan media dan sumber belajar yang digunakan guru masih dinilai kurang. Apalagi media yang ditempel di papan tulis, walaupun sudah diperbesar ukurannya masih tidak dapat terlihat oleh siswa dengan jelas.

Siswa melihat materi dari buku paket SBK yang memang tersedia untuk siswa, karena materi yang ditempel guru di papan tulis juga merupakan salinan dari buku paket tersebut. Oleh karena itu media yang ditempelkan guru menjadi tidak efisien bagi siswa. Semestinya guru dapat memanfaatkan media seperti poster gambar hewan, kamus gambar hewan, contoh-contoh karya gambar ilustrasi hewan dan lain sebagainya yang dapat ditunjukkan kepada siswa.

Karena guru pada saat pembelajaran tidak menggunakan media peraga berupa contoh-contoh karya gambar ilustrasi untuk ditunjukan kepada siswa. Melalui contoh-contoh tersebut diupayakan agar dapat mengembangkan kreativitas dan imajinasi siswa.

Pada saat penugasan berkarya gambar ilustrasi hewan, siswa menggunakan sumber belajar berupa buku yang terdapat gambar ilustrasi hewan dari koleksi buku di perpustakaan. Pemanfaatan sumber belajar yang terdapat di ruang perpustakaan yang dilakukan guru dalam pembelajaran berkarya gambar ilustrasi hewan, sangat baik dilakukan dalam hal pemanfaatan sumber belajar yang berada di sekolah, namun cara penugasan yang disampaikan guru dengan menggunakan sumber belajar tersebut masih dinilai kurang tepat.

Semestinya contoh-contoh gambar ilustrasi pada buku dapat ditunjukan kepada siswa sebagai kegiatan apresiasi sedangkan  cerita  pada buku dapat digunakan sebagai bahan dalam pembuatan gambar ilustrasi siswa. Dengan cara seperti itu maka pembelajaran menggambar ilustrasi dapat lebih berhasil dalam mengembangkan kreativitas dan imajinasi siswa.

.Interaksi Guru dan Siswa dalam Proses Pembelajaran  

Selama  pelaksanaan pembelajaran menggambar ilustrasi di SD yang berlangsung selama dua kali pertemuan, dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu  kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup. Pembelajaran diawali guru dengan melakukan pembukaan di depan kelas. Guru memulai dengan melakukan salam, menyapa siswa, dan bercerita tentang materi yang akan dipelajari tentang berkarya gambar ilustrasi hewan.

Kegiatan awal yang dilakukan guru tidak berlangsung lama yaitu sekitar 5 menit. Setelah menyapa dan sedikit bercerita kemudian guru melanjutkan dengan kegiatan inti. Dalam kegiatan  inti guru memberikan penjelasan tentang materi pelajaran. Siswa dikondisikan untuk menyimak materi yang disampaikan guru.

Kondisi siswa saat menyimak materi yang disampaikan guru, masih dapat berlangsung dengan tenang. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya terkait materi yang telah disampaikan guru. Interaksi antara guru dan siswa pada saat pelajaran materi berlangsung cukup baik, walaupun masih  terdapat beberapa siswa yang kurang memperhatikan penjelasan dari guru.

Setelah menjelaskan materi, guru memberikan penugasan kepada siswa. Guru mengingatkan siswa untuk membawa alat dan bahan menggambar yang sudah disiapkan siswa sebelumnya, kemudian siswa mulai beranjak menuju ruang perpustakaan. Ketika siswa menuju ke ruang perpustakaan, guru ikut mendampingi siswa dan mengatur jalannya pembelajaran.

Terlihat siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran ketika diarahkan guru menuju perpustakaan. Guru mencoba mengkondusifkan pembelajaran dengan mengarahkan siswa untuk duduk mencari tempat yang nyaman di dalam ruang perpustakaan setelah mendapatkan referensi buku bergambar ilustrasi hewan. Guru juga dibantu petugas perpustakaan dengan memperingatkan siswa agar dapat tertib di dalam ruangan. 

Gaya mengajar guru ketika berinteraksi dengan siswa dibawakan dengan santai. Guru juga berusaha bersikap ramah dan sabar terhadap siswa. Guru menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan siswa, jika terdapat siswa yang masih bergurau sesekali ditegur agar kondisi tetap tenang. Guru tetapmembimbing, mengawasi, dan memberikan bantuan pada siswa yang merasa kesulitan.

Namun kapasitas guru dalam membimbing siswa, melihat proses berkarya siswa, membantu siswa yang merasa kesulitan masih terlihat kurang.

Sampai pembelajaran usai pada pertemuan pertama, guru mengakhiri dengan menyampaikan kepada siswa agar gambar pekerjaan yang dibuat siswa dapat disimpan, kemudian dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya. Interaksi antara guru dan siswa pada pertemuan pertama berlangsung cukup baik.

Gambar Suasana pembelajaran saat di ruang perpustakaan
Suasana pembelajaran saat di ruang perpustakaan

Evaluasi


Secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran menggambar ilustrasi di SD yang terurai menurut unsur-unsur pembelajaran belum seluruhnya  berjalan dengan baik. Tujuan pembelajaran  yang disampaikan guru dalam pelaksanaan pembelajaran  masih  sama  sesuai dengan  kompetensi dasar dalam  kurikulum.

Penyampaian materi pembelajaran tentang prosedur berkarya gambar ilustrasi masih belum seluruhnya dapat dipahami siswa. Media pembelajaran yang kurang tepat, dan perlu penambahan media peraga berupa contoh-contoh karya gambar ilustrasi untuk ditunjukan kepada siswa. Strategi dalam penyampaian metode berkarya yang kurang tepat bagi pengembangan kreativitas  dan imajinasi siswa.

Perencanaan  langkah-langkah kegiatan pembelajaran  masih  belum sesuai dengan pelaksanaannya.  Penilaian evaluasi hasil  karya siswa dilakukan guru  setelah selesai pembelajaran.  Pembelajaran menggambar ilustrasi dapat berjalan dengan baik jika guru memahami unsur-unsur pembelajaran yang dapat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa.

Hasil Pembelajaran Menggambar Ilustrasi di Sekolah Dasar (SD)

Pembelajaran menggambar ilustrasi  di SD kelas V menghasilkan karya gambar dengan bentuk dan ide yang beraneka ragam. Seluruh siswa mengikuti pelaksanaan pembelajaran, dengan masing-masing siswa menghasilkan karya gambar ilustrasi menurut tingkat kemampuan siswa.  

Sebagian besar siswa dalam proses berkarya gambar ilustrasi hewan, sudah mampu melaksanakan dengan baik. Hal ini ditandai dengan siswa mampu menuangkan ide atau gagasannya dalam menggambar ilustrasi sesuai dengan tema yang diberikan guru, siswa merasa senang  dan antusias  saat pelaksanaan pembelajaran berkarya  ketika diarahkan guru menuju ke perpustakaan,  siswa mampu menyelesaikan karya gambar ilustrasi sesuai waktu perencanaan.

Gambar Siswa sedang menyelesaikan gambar ilustrasi
Siswa sedang menyelesaikan gambar ilustrasi
Namun dapat dilihat terdapat siswa yang masih kurang bersungguh-sungguh dalam proses berkarya gambar ilustrasi, walaupun pada akhirnya karya gambar  ilustrasi dapat diselesaikan siswa.

Penilaian dilakukan guru untuk mengetahui keberhasilan dalam pembelajaran. Dalam menilai tugas berkarya siswa, guru membuat kriteria nilai menjadi tiga yaitu karya dengan nilai baik, karya dengan nilai  cukup, dan karya dengan nilai kurang.

Guru menerangkan bahwa karya dengan nilai baik memiliki skor dari 83-90, karya dengan nilai sedang memiliki skor dari 76-82, dan karya dengan nilai kurang memiliki skor dari 70-75. Batas tuntas atau Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran SBK adalah 75. Bila siswa mendapatkan nilai  75 berarti masuk dalam kriteria kurang namun masih dapat tuntas.

Tabel.Pedoman rentangan nilai menggambar ilustrasi
Tabel.Pedoman rentangan nilai menggambar ilustrasi
Pada saat pembelajaran berkarya, siswa masih merasakan beberapa kesulitan ketika menggambar ilustrasi hewan.  Siswa masih kurang paham tentang teknik dalam membuat  bentuk gambar dan cara pewarnaannya.

Salah satu siswa mengatakan “Saya sulit membuat bentuk gambar, mewarnai gambar juga agak sulit. Kalau menentukan ide, saya tidak terlalu sulit karena banyak contoh gambar yang tersedia”.

Hal ini pun dirasakan juga sebagian siswa yang lainnya dalam kesulitan membuat bentuk gambar dari dokumentasi hasil karya gambar siswa. Namun ada juga beberapa siswa yang menyatakan ketika membuat bentuk gambar tidak terlalu sulit karena dapat mencontoh dari buku yang terdapat gambar hewannya. 

Dapat diketahui kesulitan-kesulitan siswa dalam berkarya gambar ilustrasi diantaranya adalah dalam membuat gambar bentuk hewan.  Walaupun siswa berupaya untuk mencontoh gambar ilustrasi yang sudah ada, namun hasil gambarnya masih ada yang kurang baik. Siswa juga masih  ada yang  kesulitan dalam teknik memberi pewarnaan, dari beberapa hasil  dokumentasi  gambar ilustrasi siswa terlihat masih ada yang kurang rapi dalam membubuhkan warna. 

Di sini peran guru seharusnya dapat memberikan pemahaman materi pembelajaran kepada siswa secara tuntas dan jelas  terutama dalam prosedur menggambar ilustrasi hewan  sehingga kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dapat teratasi.

Berikut penilaian hasil karya siswa berdasarkan kriteria baik, kriteria cukup, dan kriteria kurang menurut guru :

1) Gambar Ilustrasi yang Dibuat Siswa dengan Kriteria Baik

Gambar Sampel karya dengan kriteria baik
Sampel 1. Karya dengan kriteria baik
Karya gambar ilustrasi ini diberi judul gajah yang gendut. Judul dibuat sebagai identitas karya yang mewakili dari gambar ilustrasi yang dibuat. Dalam pembuatan karyanya, siswa menggunakan media berupa pensil, krayon, dan spidol hitam di atas kertas gambar ukuran A4.

Melalui media tersebut siswa menuangkan ide gagasan dalam pembuatan gambar ilustrasi yang dibuatnya dengan menampilkan beberapa subjek gambar yang terdiri dari seekor gajah, gunung, awan, pepohonan, rerumputan dan jalan setapak. Subjek-subjek yang ditampilkan pada gambar cukup variatif.

Karya gambar  ilustrasi ini sudah sesuai dengan tema yang ditentukan  yaitu tentang aktivitas hewan dan kehidupannya.  Ide/gagasan  yang ditampilkan pada gambar terlihat menarik dan teknik menggambarnya  juga sudah baik. Subjek berbentuk gambar gajah dibuat siswa dari mencontoh pada gambar gajah yang ada di buku bergambar ilustrasi hewan. Proporsi gambar gajah dibuat sangat baik menyerupai bentuk yang ada pada contoh gambar.

Goresan garis conture pada gambar terlihat tegas dengan menggunakan spidol berwarna hitam. Pewarnaan gambar dibuat dengan membubuhkan krayon secara rata pada raut atau bidang subjek gambar. Teknik dalam pemberian warna pada gambar dengan menggunakan teknik blok,  sudah terlihat rapi dan bersih.

Gambar gajah dibuat dengan warna abu-abu, langit berwarna kuning, gunung dan awan berwarna biru, tanah berwarna coklat, dan tumbuhan berwarna hijau. Gambar memiliki warna yang variatif dengan penggunaan warna-warna terang. 

Berdasarkan prinsip komposisi,  gambar yang dibuat siswa ini memiliki keseimbangan asimetris. Terlihat subjek gajah ditempatkan di sebelah kiri bidang gambar sedangkan bagian kanan bidang gambar merupakan gambar sebuah pemandangan.

Subjek gajah sebagai pusat perhatian (center of interest) yang dibuat cukup besar pada bidang kertas gambar. Secara keseluruhan gambar memiliki kesatuan bentuk dan warna yang menarik sehingga karya gambar ilustrasi yang dibuat siswa ini dinilai guru termasuk dalam kategori baik, dengan perolehan nilai 85.

Gambar Sampel Karya dengan kriteria baik
Sampel 2. Karya dengan kriteria baik
Karya gambar ilustrasi ini diberi judul si jalas yang pemalas. Dalam  pembuatan karya gambar ilustrasi, siswa menggunakan media berkarya berupa pensil, krayon,  spidol hitam,  dan kertas  gambar ukuran A4.

Gambar yang dibuat sudah sesuai dengan tema yang ditentukan yaitu tentang aktivitas hewan dan kehidupannya. Siswa menuangkan ide/gagasan dalam pembuatan gambar ilustrasi yang dibuatnya dengan menampilkan beberapa subjek gambar yang terdiri dari seekor ayam jantan, bebatuan, sebuah pohon, tanah dan rerumputan.

Dari subjek-subjek yang  ditampilkan pada gambar sudah cukup variatif. Ide/gagasan yang ditampilkan pada gambar terlihat menarik,  dengan teknik menggambar yang sudah baik. Subjek gambar dibuat siswa dari mencontoh pada gambar yang ada di buku bergambar ilustrasi hewan.  Proporsi  gambar dibuat sangat baik menyerupai bentuk yang ada pada contoh gambar. 

Goresan garis pada gambar di atas sudah terlihat luwes. Pewarnaan pada gambar dibuat  dengan  menggunakan teknik blok,  digoreskan  secara  merata sehingga gambar terlihat rapi. Gambar ayam dibuat dengan warna coklat, langit berwarna biru, bebatuan berwarna kuning kecoklatan, tanah berwarna coklat, tumbuhan dan rerumputan berwarna hijau. Gambar memiliki warna yang variatif dengan penggunaan warna-warna yang terlihat cerah.

Berdasarkan prinsip komposisi, gambar ini memiliki keseimbangan asimetris. Subjek ayam sebagai pusat perhatian (center of interest) pada bidang kertas gambar. Secara keseluruhan gambar memiliki kesatuan bentuk dan warna yang menarik sehingga karya gambar ilustrasi yang dibuat Siswa ini dinilai guru termasuk dalam kategori baik, dengan perolehan nilai 85.

2)  Gambar Ilustrasi yang Dibuat Siswa dengan Kriteria Cukup

Gambar Sampel Karya dengan kriteria cukup
Sampel 1..Karya dengan kriteria cukup
Karya gambar ilustrasi di atas dibuat siswa dengan diberi judul Bebek dan Ayam. Dalam pembuatan karya gambar  ilustrasi,  siswa menggunakan media berkarya berupa pensil, krayon,  dan  kertas  gambar ukuran A4.  Gambar  Ilustrasi  yang dibuat  siswa sudah sesuai dengan tema yang ditentukan yaitu tentang aktivitas hewan dan kehidupannya. 

Siswa menuangkan ide/gagasan dalam pembuatan gambar ilustrasi yang dibuat dengan menampilkan beberapa subjek gambar yang terdiri dari  dua ekor bebek, seekor ayam jantan, bebatuan, rumput, tanah dan danau atau rawa. Subjek gambar dibuat siswa dari mencontoh pada gambar yang ada di buku bergambar ilustrasi hewan.

Dari subjek-subjek yang ditampilkan pada gambar sudah cukup variatif. Ide/gagasan yang ditampilkan pada gambar terlihat menarik  karena ada interaksi yang terjalin antar subjek gambar hewan. 

Proporsi gambar dibuat  cukup baik  menyerupai bentuk yang ada pada contoh gambar. Namun  goresan  garis  yang ditampilkan masih  terlihat  tipis dan agak  ragu-ragu dalam menggoreskannya.

Dapat dilihat dari  conture  garis masih belum terlihat tegas. Pewarnaan gambar dibuat dengan menggunakan teknik blok namun masih terlihat tipis dan belum merata. Sedangkan warna-warna yang digunakan masih kurang variatif.

Gambar bebek dibuat dengan warna putih dan yang satunya berwarna coklat crem, seekor ayam yang terlihat hanya bagian kepala dengan wajah  terlihat  berwarna merah, danau atau rawa berwarna biru, permukaan  tanah berwarna abu-abu, bebatuan berwarna coklat, dan adanya rumput berwarna hijau. Komposisinya sudah cukup baik, namun belum adanya dominasi pada subjek gambar yang  dibuat  agar  lebih menonjol.

Gambar dibuat dengan menggunakan keseimbangan asimetris. Secara keseluruhan gambar  yang dibuat Gusrena  termasuk dalam kategori  cukup berdasarkan penilaian dari guru dengan perolehan nilai 77.
Gambar Sampel Karya dengan kriteria Cukup
Sampel 2. Karya dengan kriteria Cukup


Karya gambar ilustrasi ini dengan diberi judul penjelajahan gajah dan singa kecil. Dalam pembuatan karya gambar ilustrasi, siswa menggunakan media berkarya berupa pensil, krayon, spidol hitam,  dan  kertas  gambar ukuran A4.  Gambar yang dibuat  Rizki  sudah sesuai dengan tema yang ditentukan yaitu tentang aktivitas hewan dan kehidupannya. 

Siswa menuangkan ide/gagasan dalam pembuatan gambar ilustrasi yang dibuat dengan menampilkan beberapa subjek gambar yang terdiri dari seekor gajah, seekor anak singa, pepohonan, gunung, jalan setapak, tanah dan rerumputan.

Dari subjek-subjek yang ditampilkan pada gambar sudah cukup variatif. Ide/gagasan yang ditampilkan pada gambar terlihat  cukup  menarik. Subjek gambar hewan dibuat siswa dari mencontoh pada gambar yang ada di buku bergambar ilustrasi hewan.

Namun  gambar yang dibuat siswa  tidak sepenuhnya mencontoh dari buku karena siswa menggambar dengan  setting  pemandangan berdasarkan imajinasinya. Proporsi pada gambar hewan dibuat cukup baik hampir menyerupai bentuk yang ada pada contoh gambar. Sedangkan goresan garis yang ditampilkan pada gambar sudah terlihat luwes. 

Pewarnaan pada gambar dibuat dengan membubuhkan krayon secara rata dengan menggunakan teknik blok. Gambar gajah dibuat dengan warna abu-abu, anak singa berwarna jingga, gunung dan awan berwarna biru, langit berwarna kuning, tanah berwarna coklat, tumbuhan dan rerumputan  berwarna hijau. 

Gambar memiliki warna yang  cukup  variatif dengan penggunaan warna-warna yang terlihat cerah. Berdasarkan komposisinya, gambar masih belum baik dari penempatan subjek gambarnya. Terlihat subjek gambar gajah diposisikan  terlalu menyamping pada bidang gambar dan masih adanya ruang kosong pada gambar. 

Secara keseluruhan gambar yang dibuat siswa memiliki kesatuan bentuk dan warna yang cukup menarik. Guru memberikan penilaian pada karya gambar ilustrasi yang dibuat Rizki  termasuk dalam kriteria cukup dengan perolehan nilai 80.

3)  Gambar Ilustrasi yang Dibuat Siswa dengan Kriteria Kurang

Gambar Sampel Karya dengan kriteria kurang
Sampel 1. Karya dengan kriteria kurang
Karya gambar ilustrasi siswa ini dengan diberi judul bebek mencari makan. Dalam pembuatan karyanya, siswa menggunakan media berupa pensil, krayon, spidol hitam, dan kertas gambar ukuran A4. Gambar ilustrasi yang dibuat siswa dengan menampilkan subjek gambar yang terdiri dari  dua ekor bebek, dua ekor ikan, pepohonan, sungai, matahari dan awan.

Terlihat subjek gambar yang dibuat siswa memiliki struktur bentuk gambar yang masih kurang baik. Terlihat bentuk gambar dibuat masih sangat sederhana. Hal ini dapat dilihat dari subjek bebek, ikan, dan pohon masih belum sempurna dalam menggambarkannya. 

Goresan garis  yang ditampilkan masih  terlihat agak ragu-ragu dan belum terlihat tegas. Pewarnaan gambar dibuat dengan menggunakan teknik blok namun masih terlihat tipis dan belum merata. Gambar dibuat dengan perpaduan warna kuning kecoklatan pada langit, warna biru pada gambar sungai dan awan, warna coklat pada gambar bebek yang sama dengan permukaan tanah sehingga tidak terlihat dengan jelas bentuk gambarnya, gambar ikan dengan diberi warna merah dan biru, dan adanya gambar matahari dengan warna kuning.

Warna-warna yang digunakan masih kurang variatif dengan penggunaan warna-warna yang terlihat gelap.  

Berdasarkan komposisinya, gambar ini memiliki  penempatan subjek  yang kurang tertata dengan baik.  Subjek gambar dibuat dengan ukuran yang kecil sehingga masih terdapat ruang yang masih kosong pada bidang gambar. Secara keseluruhan gambar yang dibuat siswa ini bedasarkan penilaian guru termasuk dalam kategori  kurang. Perolehan nilai yang diberikan guru pada gambar ini mendapatkan nilai 75.

Gambar Sampel karya dengan kriteria kurang
Sampel 2. karya dengan kriteria kurang
Karya gambar ilustrasi siswa ini dengan diberi judul kelinci. Dalam pembuatan karya gambar ilustrasi, siswa menggunakan media berkarya berupa pensil, krayon,  spidol hitam,  dan  kertas gambar ukuran A4.  Gambar yang dibuat  siswa sudah sesuai dengan tema yang ditentukan yaitu tentang aktivitas hewan dan kehidupannya. 

Siswa menuangkan ide/gagasan dalam pembuatan gambar ilustrasi yang dibuat dengan menampilkan subjek gambar yang terdiri dari seekor kelinci, wortel, dan dua pohon kecil. Subjek gambar hewan dibuat dari mencontoh pada gambar yang ada di buku bergambar ilustrasi hewan. Proporsi bentuk gambar hewan sudah cukup baik, namun subjek-subjek yang ditampilkan pada gambar masih kurang variatif. Goresan garis  conture  yang ditampilkan terlihat luwes pada subjek gambar.

Pewarnaan pada gambar dibuat dengan membubuhkan krayon secara rata dengan menggunakan teknik blok.  Warna-warna yang digunakan masih kurang variatif dengan penggunaan warna-warna yang terlihat gelap. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan warna yang dominan warna coklat dan jingga. Selain itu masih terdapat ruang  kosong pada  background  gambar. 

Berdasarkan komposisinya, gambar  ini dibuat dengan keseimbangan asimetris. Adanya dominasi yaitu subjek gambar kelinci sebagai pusat perhatian (point of interest).  Secara keseluruhan gambar  yang dibuat siswa dinilai guru  termasuk dalam kategori kurang, dengan perolehan skor 75.

Hasil kajian sampel karya di atas menunjukkan bahwa hasil gambar siswa sangat bervariasi. Penilaian tersebut dilakukan oleh guru berdasarkan  nilai yang diperoleh siswa. Sedangkan menurut penulis, pada gambar yang dibuat siswa di atas sebenarnya sudah cukup baik dan dapat dimasukan ke dalam kriteria nilai cukup.

Hal ini dikarenakan  subjek gambar hewan yang dibuat siswa sudah baik digambarkan, selain itu siswa mampu mewarnai gambar secara penuh dengan menggunakan teknik blok secara merata walaupun subjek gambar yang ditampilkan masih kurang. 

Analisi Penulis

Berikut karya gambar ilustrasi siswa SD kelas V yang penulis analisis hasil karyanya berdasarkan penilaian penulis dengan mengambil salah satu sampel karya yang dinilai guru masih kurang dan karya yang dinilai menurut guru baik.


Pada karya gambar di sebelah kiri,  guru menilai karya yang dibuat siswa termasuk dalam  kriteria kurang. Namun Jika dibandingkan dengan gambar kanan yang dibuat oleh siswa dengan berdasarkan penilaian guru termasuk dalam kriteria baik. 

Menurut penulis,   karya di sebelah kiri masih lebih baik dari karya di sebelah kanan. Hal ini dapat dilihat dari gambar yang di sebelah kiri sudah mampu membuat bentuk gambar hewan sesuai dengan proporsinya dibandingkan dengan gambar yang di sebelah kanan.

Dalam hal ini penulis melihat penilaian yang dilakukan guru masih kurang memperhatikan bentuk gambar yang dibuat siswa, guru dalam penilaiannya yang pertama kali lebih melihat pada pewarnaan yang dibuat siswa. Oleh karena itu guru dalam melakukan penilaian atau evaluasi terhadap hasil karya siswa perlu memperhatikan berbagai macam aspek tidak hanya dalam aspek tertentu saja.

Berdasarkan hasil karya gambar ilustrasi yang dibuat siswa menurut penulis secara keseluruhan sudah cukup baik namun memiliki kecenderungan mencontoh dari gambar ilustrasi yang terdapat pada buku, oleh karena itu siswa kurang dapat mengembangkan imajinasinya dalam berkarya gambar ilustrasi, selain itu kreativitas siswa juga kurang dapat berkembang.

Faktor  Pendukung dan Penghambat Pembelajaran Menggambar Ilustrasi di SD

Pembahasan mengenai faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam pembelajaran menggambar ilustrasi dipengaruhi oleh beberapa aspek, yaitu  menyangkut aspek siswa, guru, strategi, media dan sumber belajar, serta sarana prasarana. Secara spesifik dikemukakan faktor pendukung dan pengahambat berdasarkan aspek-aspek tersebut adalah sebagai berikut:

1)  Aspek dari Siswa 

Selama pelaksanaan pembelajaran, aspek dari siswa yang mendukung adalah siswa senang ketika pembelajaran berkarya, khususnya ketika siswa diarahkan guru untuk berkarya di ruang perpustakan dapat terlihat suasana pembelajaran dipenuhi oleh keceriaan anak-anak. Adanya kemauan siswa untuk berusaha mengikuti pembelajaran yang dilakukan guru dapat dilihat dari seluruh siswa kesemuannya hadir dan tidak ada yang membolos dalam pembelajaran, hal ini membuktikan bahwa siswa memiliki keinginan untuk belajar.  

Faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran berdasarkan aspek dari siswa yaitu masih ada beberapa siswa yang sedikit susah diatur dalam pembelajaran sehingga menggangu siswa yang lain. Selama pembelajaran guru memberikan beberapa peringatan terhadap beberapa siswa agar tidak menggangu teman-temannya.

Dalam mengajar memang dibutuhkan kesabaran terhadap siswa yang masih tergolong anak-anak. Anak butuh perhatian khusus dari guru dengan berusaha mendidik anak didiknya dengan baik. Kesungguhan siswa ketika berkarya yang tidak sama antara siswa yang rajin untuk belajar dan siswa yang butuh perhatian karena kurang termotivasi untuk lebih giat belajar juga menjadi faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran.

Guru harus lebih memotivasi siswanya agar pekerjaan yang dilakukan siswa dapat cepat terselesaikan dengan hasil yang maksimal. Dengan usaha guru untuk mendorong siswa, karya yang dibuat siswa pada akhir pembelajaran pada akhirnya juga dapat terselesaikan, walaupun dengan hasil karya yang beragam dari yang baik sampai yang masih kurang. 

2)  Aspek dari Guru

Adanya guru bantu yang mengajar mata pelajaran SBK di SD menjadi salah satu faktor pendukung dalam pembelajaran di Sekolah. Dengan adanya guru SBK, pembelajaran yang diberikan kepada siswa dapat lebih fokus untuk menyampaikan materi-materi tentang pelajaran seni.

Adanya jadwal pelajaran SBK yang diisi oleh guru yang bersangkutan, sehingga beban mengajar materi-materi pelajaran yang diajarkan guru kelas tidak terlalu berat. Guru kelas dapat fokus pada mata pelajaran yang diajarkannya, sedangkan guru SBK fokus pada mata pelajaran SBK.

Didukung dengan pernyataan Kepala Sekolah bahwa masing-masing guru harus menjalankan tugas sesuai dengan beban mengajar yang telah diberikan, termasuk guru SBK harus dapat membantu guru kelas dalam proses belajar siswa di bidang seni agar lebih baik. 

Selain itu faktor pendukung yang lain yang dimiliki guru adalah sikap guru yang baik dan  ramah di dalam maupun di luar pembelajaran menjadikan siswa nyaman dan senang.  Faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran berdasarkan aspek dari guru adalah guru bukan dari latar belakang lulusan pendidikan seni sehingga ketika mengorganisasikan materi seni, kemampuan guru masih terbatas.  

3)  Aspek Menentukan Strategi Pembelajaran 

Faktor yang mendukung yaitu dari aspek strategi guru memanfaatkan ruang perpustakaan dalam kegiatan berkarya siswa. Hal ini menjadikan siswa merasa senang dengan mendapatkan suasana baru dalam pembelajaran, karena biasanya pembelajaran dilakukan di ruang kelas yang dapat menjadikan siswa bosan. Usaha guru ini baik karena mampu memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah.

Namun faktor yang menghambat yaitu strategi guru dalam pemilihan metode penugasan, siswa diperintahkan guru untuk memanfaatkan buku bergambar ilustrasi hewan yang berada di perpustakaan. Hal ini menjadikan siswa ketika berkarya, mencontoh gambar pada buku tersebut sehingga kreativitas dan imajinasi siswa kurang berkembang. Walaupun hasil gambar siswa terlihat sudah cukup baik dengan nilai rata-rata 80.

4)  Aspek dari Media dan Sumber Belajar 

Faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran menggambar ilustrasi dari aspek sumber belajar yaitu siswa menggunakan buku paket SBK yang dimiliki sekolah sehingga lebih ekonomis terhadap kebutuhan belajar siswa. Faktor penghambatnya adalah media yang digunakan guru masih kurang, karena guru tidak menggunakan media peraga seperti contoh-contoh gambar ilustrasi yang dapat ditunjukan kepada siswa.

5)  Aspek dari Sarana dan Prasarana 

Dalam pembelajaran menggambar ilustrasi diperlukan sarana dan prasarana yang mendukung guna kelancaran kegiatan belajar mengajar. Faktor yang mendukung dari aspek sarana dan prasarana yang ada di sekolah yaitu tersedianya fasilitas pembelajaran berupa ruang kelas yang cukup nyaman, media yang mendukung dalam pembelajaran di ruang kelas seperti papan tulis, meja dan kursi, dan papan hasil karya siswa.

Adanya ruang perpustakaan digunakan guru sebagai sumber belajar siswa ketika berkarya gambar ilustrasi, dengan kondisi ruangan yang nyaman dan bersih. Namun faktor penghambat pembelajaran dari aspek sarana dan prasarananya adalah jika ruang perpustakaan tidak terlalu luas untuk seluruh siswa.

Berdasarkan uraian mengenai aspek-aspek yang mempengaruhi pembelajaran menggambar ilustrasi di SD padda umumnya,  dapat disimpulkan bahwa yang termasuk faktor pendukung pembelajaran adalah:
  • kemauan siswa untuk belajar,
  • adanya guru bantu yang mengajar mata pelajaran SBK yang memiliki sikap baik dan ramah,
  • siswa menggunakan sumber belajar berupa buku paket pelajaran SBK milik sekolah sehingga lebih ekonomis terhadap kebutuhan belajar siswa,
  • pemanfaatan ruang perpustakaan sebagai sumber belajar menjadikan siswa merasa senang ketika berkarya,
  • tersedianya fasilitas berupa ruang kelas dan ruang perpustakaan yang cukup nyaman dan bersih. 

Sedangkan faktor penghambat pembelajaran menggambar ilustrasi hewan, yaitu:
  • adanya siswa yang masih susah diatur, karena itu dibutuhkan kesabaran seorang guru,
  • kesungguhan siswa saat berkarya yang berbeda-beda, sehingga perlunya motivasi yang dilakukan guru,
  • guru bukan dari latar belakang pendidikan seni, sehingga penguasaan materi yang dimiliki terbatas,
  • pemanfaatan buku bergambar ilustrasi hewan dapat menghambat pengembangan kreativitas dan imajinasi dalam berkarya siswa, karena siswa mencontoh dari gambar pada buku tersebut,
  • guru tidak menggunakan media peraga seperti contoh-contoh gambar ilustrasi yang dapat ditunjukan kepada siswa dalam upaya pengembangan kreativitas dan imajinasi

Simpulan 

Berdasarkan hasil pengamatan penulis secara global, dapat dikemukakan simpulan sebagai berikut. . . .
Pertama, pembelajaran menggambar ilustrasi di SD dilakukan  melalui tiga tahapan yang meliputi kegiatan perencanaan, kegiatan pelaksanaan, dan kegiatan evaluasi.

Dalam kegiatan perencanaan guru menyusun rancangan pembelajaran, namun rancangan tersebut masih belum sesuai dengan pelaksanaan  dan evaluasi  yang dilakukan guru. Kegiatan pelaksanaan dilakukan guru dengan menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi pembelajaran yang diselingi tanya jawab dengan siswa.

Guru menggunakan metode demonstrasi ketika pembelajaran dengan  memberikan contoh  teknik membuat gambar bentuk hewan,  demonstrasi yang dilakukan guru belum berupaya untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi siswa.  Guru mengambil materi pembelajaran dari buku paket pelajaran SBK tentang menggambar ilustrasi binatang  berkaki dua dan binatang berkaki empat.

Media pembelajaran yang digunakan guru berupa papan tulis untuk demonstrasi membuat gambar, dan contoh-contoh gambar hewan yang ditampilkan melalui lembaran photocopy dari buku paket pelajaran. Metode penugasan yang dilakukan guru yaitu siswa ditugaskan untuk membuat gambar ilustrasi dengan tema aktivitas hewan dan kehidupannya.

Guru memerintahkan siswa untuk berkarya gambar ilustrasi menggunakan referensi dari buku bergambar ilustrasi hewan yang ada di perpustakaan. Metode penugasan yang dilakukan guru menjadikan siswa dalam berkarya gambar ilustrasi cenderung mencontoh pada gambar yang sudah ada, akibatnya kreativitas dan imajinasi siswa belum dapat berkembang. 

Media berkarya seni rupa yang digunakan oleh siswa yaitu berupa krayon, pensil, kertas gambar, dan spidol. Kegiatan evaluasi dalam pembelajaran dilakukan berdasarkan hasil uji praktik gambar siswa. Dalam pelaksanaannya guru memiliki karakteristik pembawaan gaya mengajar yang santai, guru juga berusaha bersikap ramah dan sabar terhadap siswa. Terlihat pula siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran ketika diarahkan guru menuju perpustakaan.

Pada saat siswa berkarya gambar ilustrasi, guru memberikan bimbingan kepada siswa namun pelaksanaan bimbingan tersebut masih kurang.  Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menggambar ilustrasi di SD pada umumnya masih belum seluruhnya berjalan dengan baik.

Demikian pembahasan tentang Apresiasi Menggambar Ilustrasi sebagai Materi Pembelajaran di Sekolah Dasar (SD),  semoga bermanfaat. Dan silakan menyimak pembahasan menarik lainnya.......
Juga berbagai tema menarik lainnya pada blog ini. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel