Belajar Gambar Teknik Dengan Mudah

A. Pengantar
Gambar teknik yaitu gambar yang dibuat menggunakan cara-cara, ketentuan-ketentuan, aturan-aturan yang telah disepakati bersama oleh para ahli teknik.


Untuk membuat gambar yang baik dan memenuhi syarat serta bisa dipahami dengan mudah dan benar oleh orang lain, diperlukan adanya peralatan yang memenuhi syarat dan teknik-teknik menggambar yang benar.

Artikel kali ini akan membahas tentang Belajar Gambar Teknik Dengan Mudah, sehingga akan bisa difahami dengan mudah. Setelah mempelajari artikel ini Anda diharapkan dapat : 
  1. Menjelaskan pengertian gambar teknik secara singkat dan jelas 
  2. Menjelaskan metode proyeksi ortogonal secara singkat dan jelas 
  3. Menjelaskan metode proyeksi perspektif secara singkat dan jelas 
  4. Menjelaskan metode proyeksi aksonometri secara singkat dan jelas 
  5. Membuat proyeksi ortogonal sesuai ketentuan 
  6. Membuat proyeksi perspektif sesuai ketentuan 
  7. Membuat proyeksi aksonometri sesuai ketentuan.

C. Kegiatan Belajar Gambar Teknik
1.  Mengamati 
AMengamati gambar proyeksi ortogonal 
  • a.  Simbol Gambar Proyeksi ortogonal kuadran 1.
Gambar Simbol proyeksi ortogonal kwadaran 1
Gambar 1 Simbol proyeksi ortogonal kwadaran 1

  • b.  Simbol Gambar Proyeksi ortogonal kuadran 3.
Gambar Simbol proyeksi ortogonal kwadaran 3 (Third angle)
Gambar 2 Simbol proyeksi ortogonal kwadaran 3 (Third angle)

  • c.  Gambar Proyeksi  ortogonal  kuadran  1, dengan objek benda imajiner.
Gambar Proyeksi ortogonal kwadaran 1, dengan objek imajiner
Gambar 3 Proyeksi ortogonal kwadaran 1, dengan objek imajiner

  • d.  Gambar Proyeksi perspektif tiga (3) titik lenyap  dengan objek sangkar burung.
Gambar Proyeksi perspektif tiga titik lenyap
Gambar 4 Proyeksi perspektif tiga titik lenyap

  • e.  Gambar grid isometric, untuk bentuk ellips.
Gambar Grid isometric, untuk bentuk ellips
Gambar 5 Grid isometric, untuk bentuk ellips

B.  Menulis hasil pengamatan
2.  Menanya 
a.  Menanyakan kepada ahli tentang: 
  1. Pengetian gambar proyeksi  ortogonal, perspektif dan proyeksi aksonometri 
  2. Jenis gambar proyeksi  ortogonal, perspektif dan proyeksi aksonometri 
  3. Urutan langkah menggambar proyeksi ortogonal 
  4. Urutan langkah menggambar proyeksi perspektif 
  5. Urutan langkah menggambar proyeksi aksonometri

b.  Menuliskan hasil yang diperoleh

3.  Mengeksplorasi 
  1. Buatlah eksplorasi gambar proyeksi ortogonal kwadaran 1, dengan objek imajiner, tanpa mistar dengan bahan pensil  
  2. Buatlah eksplorasi gambar proyeksi ortogonal kwadaran 3, dengan objek imajiner, tanpa mistar dengan bahan pensil  dengan bahan pensil 
  3. Buatlah eksplorasi gambar proyeksi perspektif dengan menggunakan dua titik lenyap.
  4. Buatlah eksplorasi gambar proyeksi perspektif dengan menggunakan dua titik lenyap 
  5. Buatlah eksplorasi gambar proyeksi aksonometri, isometric, dimetri dan trimetri 
  6. Tuliskan hasil eksplorasinya

4.  Mengasosiasi
  1. Bandingkan perbedaan antara simbol gambar-gambar  ortogonal kuadran  1 (first angle) dengan simbol gambar-gambar  ortogonal kuadran 3 (third angle) 
  2. Bandingkan perbedaan antara gambar proyeksi  ortogonal dengan perspektif 
  3. Bandingkan perbedaan antara gambar proyeksi  ortogonal dengan aksonometri. 
  4. Bandingkan perbedaan antara gambar proyeksi perspektif dengan aksonometri 
  5. Tuliskan hasil perbedaannya

5.  Mengkomunikasikan/praktek 
  1. Buatlah  gambar  ortogonal  kuadran  1, objek bebas bahan/alat drawing pen 
  2. Tuliskan urutan langkah-langkah  membuat gambar  ortogonal kuadran 1, bahan/alat drawing pen 
  3. Buatlah gambar perspektif dua titik lenyap, objek bebas bahan/alat drawing pen 
  4. Tuliskan urutan langkah-langkah membuat gambar perspektif dua titik lenyap 
  5. Buatlah ketiga  gambar aksonometri, meliputi isometric, dimetri dan trimetri.  
  6. Tuliskan urutan langkah-langkah membuat gambar aksonometri

D. Pembahasan Materi
1.  Gambar Proyeksi Ortogonal
Di dalam gambar teknik, dikenal beberapa jenis gambar proyeksi, yaitu gambar  proyeksi  ortogonal, proyeksi  aksonometrik dan proyeksi perspektif.  Masing-masing gambar proyeksi ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ketiga jenis gambar teknik tersebut telah memiliki standar  baku internasional.

Gambar proyeksi ortogonal merupakan suatu cara untuk menggambarkan bentuk suatu benda/objek dengan dua, tiga, empat, lima atau enam pandangan / tampak terpisah pada bidang proyeksi yang biasanya membentuk sudut siku-siku satu sama lain. Gambar proyeksi ortogonal sangat cocok untuk gambar kerja desain  seni rupa dan  kria  tiga  demensi, karena dalam proyeksi ortogonal  memproyeksikan bentuk benda tiga demensi menjadi gambar tampak, yaitu tampak depan, tampak belakang, tampak atas, tampak bawah atau dasar, tampak  samping kanan dan tampak samping kiri.

Biasanya dalam perencanaan suatu gambar kerja cukup diambil tiga (3) tampak saja, yaitu tampak depan, tampak atas dan tampak samping. Dengan demikian,  gambar kerja yang dibuat oleh seorang perancang/pendisain  akan mudah dipahami atau dibaca oleh produsen, pemesan, pelaksana atau oleh siapa saja, karena dalam gambar tampak juga dilengkapi dengan notasi ukuran baik dalam ukuran sebenarnya mau  pun dibuat dalam ukuran skala.

Gambar proyeksi  ini merupakan  gambar proyeksi sejajar.  Proyeksi jenis ini terbentuk oleh proyektor yang mengarah tegak lurus dan direntangkan  dari objek ke bidang datar membentuk sebuah tampang.  Dengan demikian gambar proyeksi ortogonal ini dapat dimanfaatkan untuk: menggambarkan suatu objek benda yang mempunyai sifat tiga dimensi ke dalam bentuk tampak  dua dimensi. Disamping itu dapat pula menggambarkan bentuk sebuah benda  sebenarnya  dengan cara menarik garis-garis proyeksi lurus terhadap dua atau lebih bidang proyeksi.

Proyeksi  ortogonal  hanya menggunakan dua bidang proyeksi,  yaitu dua (2) bidang vertical terdiri dari “bidang depan” dan “bidang profil dan satu (1) bidang horizontal, yakni  “bidang mendatar” objek/benda akan terproyeksi pada bidang-bidang tersebut.  Jika  bidang-bidang tersebut saling dipertemukan membentuk sudut 90 derajad, akan terbentuk empat buah sudut bidang,  yaitu sudut pertama, sudut kedua, sudut ketiga dan sudut keempat.  Keempat  buah sudut bidang tersebut sering disebut dengan istilah kuadran, namun hanya kuadran satu dan kuadran tiga saja yang digunakan dalam gambar  ortogonal.

Hal ini disebabkan karena  pandangan-pandangan   pada kuadran  dua dan empat menjadi  overlapping  (saling menumpuk), sehingga  akan menyulitkan dalam menggambar  dan menginterpretasikannya secara jelas.

Berikut adalah gambar yang menunjukkan letak ke-empat  kuadran tersebut.

Gambar Ilustrasi letak ke empat kuadran
Gambar 6 Ilustrasi letak ke empat kuadran

Gambar Posisi kwadaran 1 dan kuadran 3
Gambar 7 Posisi kwadaran 1 dan kuadran 3

Dari ke  dua gambar  di atas  dapat dilihat  bahwa posisi kuadran ke 1 dan kuadran ke    3 berseberangan atas dan bawah dengan arah diagonal. Pada gambar berikut akan dijelaskan tentang objek benda yang akan diproyeksikan ke bidang profil, bidang depan dan bidang mendatar.

Gambar Kuadran 1
Gambar 8 Kuadran 1

Gambar Kuadran ke tiga
Gambar 9 Kuadran ke tiga

Perbedaan antara kuadran pertama dan ketiga terletak pada kedudukan mata pengamat, bidang proyeksi dan objeknya. Pada kuadran pertama mata pengamat dapat langsung melihat obyek tanpaterhalang bidang proyeksi, sedangkan pada kuadran ketiga, kedudukan mata pengamat terhadap  objek terhalang oleh bidang proyeksi (kaca transparan).  Persamaan  prinsip dasar dalam proyeksi kuadran pertama dan proyeksi kuadaran ketiga, adalah  bahwa dengan sudut yang bagaimanapun objek  ditempatkan, pengamat memandangnya dari sebelah depan bidang dan dari atas bidang mendatar.

Gambar Pandangan dari salah satu sudut
Gambar 10 Pandangan dari salah satu sudut

Pengambilan sudut pandang objek:

Gambar Sudut pandang obyek
Gambar 11 Sudut pandang obyek

Ada dua metode penggambaran proyeksi  ortogonal  yaitu proyeksi sudut pertama (Proyeksi Eropa) dan proyeksi sudut ketiga (Proyeksi Amerika), kedua metode menghasilkan pandangan depan, samping dan pAndangan atas yang sama,  tetapi letak serta hubungan masing-masing posisi  dengan pandangan depan berbeda, berikut ini penjelasannya.

a.  Proyeksi Ortogonal Kuadran Ketiga 
Dalam  kuadran ketika atau proyeksi Amerika diilustrasikan bahwa objek melayang di  tengah kotak imajiner yang tembus cahaya/transparan.  Masing-masing sisi objek dapat dilihat/terproyeksikan kebidang kaca.  Pada sisi-sisi kubus ditempatkan engsel sehingga m asing-masing sisi kubus dapat diputar.  Apabila kotak imajiner dibuka, maka keenam pandangan tersebut terlihat seperti padaselembar kertas.

Amatilah objek tersebut dan perhatikanlah gambar  yang terproyeksi pada setiap dinding kotak. Metode ini dapat menggambarkan enam pandangan objek secara bersama-sama  terlihat/tergambar pada permukaan kotak/kubus bagian luar.  Namun umumnya cukup  digambar  tiga pandangan yaitu pandangan depan, samping dan atas.  Arah memutar bidang mendatar dan bidang profil ke dalam bidang depan dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar Objek dalam kotak kaca, proyeksi kuadran ke tiga atau proyeksi Amerika
Gambar 12 Objek dalam kotak kaca, proyeksi kuadran ke tiga atau proyeksi Amerika

Pada gambar di atas tampak bahwa, kotak imajiner memiliki empat pasang engsel yang dapat dibuka, semua sisi kubus dibuka sehingga membentuk bidang datar seperti pada gambar berikut.

Gambar Hasil proyeksi bukaan kotak kaca
Gambar 13 Hasil proyeksi bukaan kotak kaca

Setiap gambar proyeksi ortogonal biasanya selalu dilengkapi dengan simbul masing-masing, berikut adalan simbol dari proyeksi kuadran ketiga.

Gambar Simbol gambar proyeksi ortogonal kuadran tiga
Gambar 14 Simbol gambar proyeksi ortogonal kuadran tiga

Menggambar Proyeksi  Ortogonal  Atau Gambar Tampak Kuadran Ketiga.
Langkah kerja. 
1) Siapkan bahan dan alat yang akan digunakan.  
2) Buat garis tepi kertas.  
3) Sediakan ruang untuk membuat kolom nama dan keterangan seperlunya.  
4) Tentukan obyek benda atau model benda yang akan digambar (kalau ada). Pada latihan ini dipilih model kotak tisu.

Gambar Model kotak tisu bahan logam  gambar proyeksi ortogonal
Gambar 15 Model kotak tisu bahan logam  gambar proyeksi ortogonal

5)  Tentukan sudut pandangan objek, pilih mana tampak depan, tampak samping dan tampak atas.  Sudut pandang menyesuaikan dengan foto model benda kotak tisu.

Gambar Kotak tisu  turunan dari model
Gambar 16 Kotak tisu  turunan dari model

6) Ukurlah masing masing sisi model, serta bagian-bagian penting, termasuk lobang memanjang untuk keluarnya kertas tisu. Kalau perlu sampai ornamen hiasannya.

Gambar Ukuran masing-masing sisi kotak tisu
Gambar 17 Ukuran masing-masing sisi kotak tisu


7) Buatlah  layout  dimana gambar tampak akan dibuat, sekaligus simbol atau lambang proyeksi ortogonal kuadran ketiga.

Gambar Layout proyeksi kuadran ke 3
Gambar 18 Layout proyeksi kuadran ke 3

Pandangan yang diperlukan cukup tiga tampak saja,  yaitu tampak depan, tampak  atas,  dan tampak samping.  Namun bila setiap sisi objek memiliki bentuk yang berbeda dapat digambar lebih dari tiga tampak.  Amati dengan seksama setiap bagian dari bentuk objek yang akan digambar.  Dari layout  yang sudah dibuat,  gambarlah tampak depan secara rinci.

Gambar Menempatkan tampak depan pada lay out proyeksi kuadran ke 3
Gambar 19 Menempatkan tampak depan pada lay out proyeksi kuadran ke 3

8) Setelah gambar tampak depan dibuat, tarik garis-garis proyeksi untuk membuat gambar tampak atas   dengan  posisi tepat  di atas tampak depan, garis-garis proyeksi yang dibuat dari setiap titik-titik detil tampak depan untuk membentuk pandangan tampak atas objek. Usahakan garis-garis proyeksi yang dibuat selalu tegak lurus atau membentuk sudut 90 derajat terhadap objek.

Gambar Menarik garis-garis proyeksi dari tampak depan ke atas untuk mendapatkan gambar tampak atas
Gambar 20 Menarik garis-garis proyeksi dari tampak depan ke atas untuk mendapatkan gambar tampak atas

9) Dari gambar tampak atas dan depan tarik garis-garis proyeksi untuk membuat tampak samping, posisi ada di samping kiri, sejajar dengan tampak depan.

Gambar Garis-garis proyeksi tampak atas, depan dan samping
Gambar 21 Garis-garis proyeksi tampak atas, depan dan samping

Setelah ketiga gambar tampak dibuat, tebalkan garis dengan pensil atau  drawing pen  atau rapido, tuliskan notasi ukuran keterangan gambar tampak serta kolom  nama.  Tulisan dibuat rapi dan bersih dengan huruf cetak.

Gambar Melengkapi gambar dengan notasi
Gambar 22 Melengkapi gambar dengan notasi

b.  Proyeksi Ortogonal atau Gambar Tampak Kuadran Pertama
Metode proyeksi ortogonal kuadran pertama sering disebut dengan metode proyeksi Eropa.  Dalam metode proyeksi ini dapat diiliustrasikan bahwa objek melayang di tengah kotak tidak tembus cahaya.  Amatilah objek tersebut dan perhatikanlah hasil proyeksi pada setiap dinding kotak.  Dengan metode jenis ini dapat terproyeksikan enam pandangan objek secara bersama-sama terlihat/tergambar pada permukaan kotak/kubus bagian dalam. Kubus dapat dibuka dan keenam pandangan objek dapat terlihat.

Berikut contoh gambar objek benda yang ditempatkan pada proyeksi  ortogonal  kuadran pertama.  Dari benda tersebut ditarik garis-garis proyeksi ke dinding kubus sebelah dalam, maka hasil proyeksi akan dapat terlihat di keenam dinding kubus, kemudian kubus tersebut dibuka, letak posisi dari masing-masing keenam tampak adalah sebagai berikut.

Gambar Hasil penarikan garis-garis proyeksi ke dinding kubus sebelah dalam yang tidak transparan
Gambar 23 Hasil penarikan garis-garis proyeksi ke dinding kubus sebelah dalam yang tidak transparan

Pada gambar  di atas, tampak bahwa hasil yang diperoleh berbeda dengan proyeksi garis-garis pada kuadran ketiga yang menggunakan kotak kaca transparan. Sekarang coba bandingkan dengan hasil bukaan dari proyeksi  kuadran ketiga berikut.

10) Proyeksi Kuadran Ketiga

Gambar Hasil bukaan kotak kaca transparan kuadran tiga
Gambar 24 Hasil bukaan kotak kaca transparan kuadran tiga

11) Proyeksi Kuadran Pertama

Gambar Hasil bukaan kotak kaca transparan kuadran tiga
Gambar 25 Hasil bukaan kotak kaca transparan kuadran tiga

Setelah diamati posisi berbalikan antara atas dan dasar, serta antara posisi depan dan belakangnya.  Simbol Proyeksi Ortogonal Kuadran Pertama.

Gambar Simbol proyeksi ortogonal kuadran pertama
Gambar 26 Simbol proyeksi ortogonal kuadran pertama

Menggambar Proyeksi  Ortogonal  Atau Gambar Tampak Kuadran Pertama.
Langkah kerja. 
a)  Siapkan bahan dan alat yang akan digunakan.  
b)  Buat garis tepi kertas, sediakan  ruang untuk membuat kolom nama dan keterangan seperlunya.  
c)  Sesuaikan gambar dengan ukuran kertas  dan dengan skala yang tepat.  
d)  Tentukan objek benda atau model benda yang akan digambar (kalau ada).  Pada latihan ini dipilih model kotak tisu pada gambar. 
e)  Tentukan sudut pandangan objek  sesuai model kotak tisu, pilih mana tampak depan, tampak samping dan tampak atas.

Gambar Kotak tisu  turunan dari model
Gambar 27 Kotak tisu  turunan dari model

f)  Ukur masing masing sisi model, serta bagian-bagian penting, termasuk lobang memanjang untuk keluarnya kertas tisu. Kalau perlu sampai ornamen hiasan.

Gambar Gambar kotak tisu  turunan dengan notasinya
Gambar 28 Gambar kotak tisu  turunan dengan notasinya
g)  Buatlah  layout  untuk  gambar tampak  yang  akan dibuat, sekaligus simbol atau lambang proyeksi ortogonal kuadran pertama.

Gambar Lay out penempatan gambar tampak kuadran pertama
Gambar 29 Lay out penempatan gambar tampak kuadran pertama

Pandangan yang diperlukan cukup tiga tampak, tampak depan, atas, tampak dan tampak samping. Namun bila setiap sisi objek memiliki bentuk yang  berbeda dapat digambar lebih dari tiga tampak. Amati dengan seksama setiap bagian dari bentuk objek yang akan digambar. Dari layout yang sudah dibuat gambarlah tampak depan secara rinci, gunakan pensil H.

Gambar Tampak depan
Gambar 30 Tampak depan

h)  Setelah gambar tampak depan dibuat, tarik garis-garis proyeksi untuk membuat gambar tampak atas dengan posisi tepat di bawah tampak depan.

Gambar Hasil proyeksi tampak atas
Gambar 31 Hasil proyeksi tampak atas

i)  Dari gambar tampak atas dan depan,  tarik garis-garis proyeksi untuk membuat tampak samping,  dengan  posisi ada di samping kanan sejajar dengan tampak depan.

Gambar Hasil proyeksi tampak samping
Gambar 32 Hasil proyeksi tampak samping

j)  Setelah ketiga gambar tampak dibuat, tebalkan garis dengan pensil atau  drawing  pen  atau rapido.  Sebagai pedoman dasar perbandingan ketebalan garis proyeksi dan garis utama objek adalah 1:2.

k)  Tuliskan notasi ukuran dan keterangan gambar tampak, dan kolom nama. Tulisan  rapi dan bersih  dibuat dengan huruf cetak.

Gambar Notasi ukuran dan keterangan tampak
Gambar 33 Notasi ukuran dan keterangan tampak

2.  Gambar Proyeksi Perspektif 
Gambar proyeksi  perspektif  merupakan  bagian dari ilmu gambar proyeksi  yang banyak digunakan  pada gambar arsitektur, seni rupa, kriya dan perancangan benda-benda tiga demensi  lainnya.  Ilmu perspektif merupakan seni dan ilmu menggambar suatu benda atau objek  tiga demensi  di atas  bidang datar.  Gambar  dibuat seperti pandangan mata pada jarak tertentu.

Prinsip gambar perspektif adalah apabila kedudukan suatu objek  semakin jauh  dari pandangan mata, akan semakin kecil ukuran benda sebenarnya. Sedangkan objek yang jauh tak terhingga akan  digambarkan sebagai  satu titik. Titik tersebut dinamakan titik  hilang/lenyap, dalam pandangan tak terhingga semua objek akan menjadi titik–titik yang berderet mendatar dan terletak pada satu garis lurus mendatar setinggi mata.  Garis ini disebut horizon.

Gambar proyeksi perspektif dibedakan menjadi tiga, yaitu : 
1. Perspektif satu titik hilang/lenyap 
Gambar perspektif  satu titik lenyap adalah gambar proyeksi yang menghasilkan gambar objek dengan satu sisi vertikal sejajar dengan bidang gambar.  Garis proyeksi diambil dari masing-masing sudut terkumpul dalam satu titik lenyap, sehingga garis-garis membentuk kerucut. Gambar perspektif jenis ini banyak dimanfaatkan untuk mengilustrasikan beberapa kelompok objek dan desain interior.

Gambar Gambar persperktif  satu titik lenyap
Gambar 34 Gambar persperktif  satu titik lenyap

Cara Menggambar Perspektif Satu Titik Lenyap. 
1) Mengamati objek yang akan digambar. Tampak depan objek memiliki bentuk dasar bujur sangkar.

Gambar Objek untuk digambar
Gambar 35 Objek untuk digambar

2) Membuat garis horizon, dan meletakkan titik lenyap tepat ditengah-tengah panjang garis horizon.

Gambar Garis horizon dan titik lenyap
Gambar 36 Garis horizon dan titik lenyap

3) Menentukan  layout  untuk menempatkan  objek mau ditempatkan, dipilih tiga tempat yang berbeda, yaitu  di atas garis horizon, di  tengah garis horizon dan  di bawah  garis horizon, kemudian menggambar bentuk bujur sangkar sebagai bentuk dasar pada tampak depan objek yang akan digambar.

Gambar Layout dan bentuk bujur sangkar
Gambar 37 Layout dan bentuk bujur sangkar

4) Menarik garis-garis proyeksi dari setiap titik sudut bujur sangkar kearah titik lenyap, kemudian membuat bentuk balok.

Gambar Menarik garis-garis proyeksi, serta membuat bentuk balok
Gambar 38 Menarik garis-garis proyeksi, serta membuat bentuk balok

5) Melengkapi bentuk objek sesuai dengan acuan gambar yang dicontohkan.

Gambar Melengkapi bentuk objek sesuai dengan gambar acuan
Gambar 39 Melengkapi bentuk objek sesuai dengan gambar acuan

6)  Mempertegas objek

Gambar Mempertegas bentuk objek sesuai dengan gambar acuan
Gambar 40 Mempertegas bentuk objek sesuai dengan gambar acuan

Gambar yang dihasilkan adalah tiga gambar perspektif dengan objek yang sama, namun berbeda tempat dan kedudukannya terhadap mata penggambar.
b. Perspektif dua titik hilang/lenyap 
Gambar perspektif dua titik lenyap adalah gambar proyeksi yang memiliki satu set garis sejajar atau paralel pada bidang gambar, garis-garis sejajar tersebut adalah garis vertikal. Gambar jenis ini juga memiliki dua set bidang miring/ oblik. Garis-garis bidang menuju pada dua titik lenyap. Garis proyeksi objek konvergen pada dua titik lenyap berbeda posisinya pada garis  horizon.  Gambar ini sering dimanfaatkan untuk menggambarkan objek ukuran kecil sampai yang besar.

Gambar Gambar persperktif  satu titik lenyap
Gambar 41 Gambar persperktif  satu titik lenyap

Perbedaan tinggi mata pengamat terhadap benda, menghasilkan gambar perspektif yang berbeda.  
  1. Worm’s eye view: mata pengamat di bawah objek  
  2. Normal view: mata pengamat pada ketinggian objek  
  3. Bird’s eye view: mata pengamat dia atas objek
Gambar Gambar dengan perbedaan ketinggian mata pengamat
Gambar 42 Gambar dengan perbedaan ketinggian mata pengamat

Cara Menggambar perspektif dua titik lenyap 
1)  Mengamati objek acuan yang akan digambar.

Gambar Bangku sebagai acuan gambar
Gambar 43 Bangku sebagai acuan gambar

2)  Membuat garis horizon dan titik lenyap.

Gambar Membuat garis horizon dan dua buah titik lenyap
Gambar 44 Membuat garis horizon dan dua buah titik lenyap

3)  Membuat bentuk dasar bangku.

Gambar Membuat bentuk dasar bangku
Gambar 45 Membuat bentuk dasar bangku

Bangku yang digambar memiliki bentuk dasar balok, caranya dengan membuat garis vertikal tinggi bangku.  Ukuran dapat dibuat  seperti  sebenarnya atau dibuat skalanya. Kemudian dihubungkan dengan kedua titik lenyap, setelah itu dibuat ukuran panjang dan lebar, kemudian dibuat garis tegak sejajar dengan garis tinggi bertemu dengan garis perspektif, setiap titik temu dihubungkan dengan kedua titik lenyap, maka terbentuklah balok sebagai dasar bentuk bangku.

4)  Melengkapi bentuk bangku.

Gambar Membuat bentuk dasar bangku
Gambar 46 Membuat bentuk dasar bangku

5)  Mempertegas bentuk bangku.

Gambar Bentuk  bangku
Gambar 47 Bentuk  bangku

c. Perspektif tiga titik hilang/lenyap
Proyeksi perspektif tiga titik lenyap adalah gambar proyeksi yang mempunyai tiga set garis miring pada bidang gambar, sehingga membutuhkan tiga titik lenyap. Gambar ini tidak memiliki garis atau bidang yang sejajar dengan bidang gambar.  Fungsi: sebagai foto udara dan sering diterapkan pada karya fine art dua dimensi.

Gambar Perspektif tiga titik lenyap
Gambar  48 Perspektif tiga titik lenyap

Gambar Penerapan perspektif pada karya seni oleh Escher M.C dengan judul “Ascending and Descending”
Gambar 49 Penerapan perspektif pada karya seni oleh Escher M.C dengan judul “Ascending and Descending”

Cara membuat proyeksi perspektif tiga titik lenyap: 
1)  Mengamati objek acuan yang akan digambar

Gambar. Sangkar burung sebagai acuan gambar
Gambar 50. Sangkar burung sebagai acuan gambar

2)  Membuat garis horizon dan tiga titik lenyap.

Gambar Garis horizon dan tiga titik lenyap
Gambar 51 Garis horizon dan tiga titik lenyap

3)  Membuat bentuk dasar sangkar.

Gambar Bentuk dasar sangkar
Gambar 52. Bentuk dasar sangkar

Dalam membuat gambar perspektif tiga titik lenyap, harus selalu diingat bahwa tidak ada garis dan bidang yang sejajar dengan bidang gambar. Garis-garis proyeksi mengrucut ke arah pada ketiga titik lenyap.

4)  Membuat kerangka sangkar.

Gambar Kerangka sangkar burung
Gambar 53 Kerangka sangkar burung

5)  Membuat jeruji sangkar.

Gambar Jeruji sangkar
Gambar 54 Jeruji sangkar

Dalam  membuat jeruji sangkar harus memperhatikan jarak antara jeruji yang satu dengan yang lain, garis-garis jeruji mengerucut menuju titik lenyap ketiga. 

6)  Membuat hendel sangkar.

Gambar Hendel sangkar burung
Gambar 55 Hendel sangkar burung

3.  Gambar Proyeksi Aksonometri 
Aksonometri adalah proyeksi sejajar dan juga tegak.  Gambar aksonometri dihasilkan oleh garis-garis proyeksi suatu benda.. Dalam penggambarannya garis-garis pemroyeksi ditarik sejajar dan tegak lurus terhadap bidang proyeksi. Aksonometri merupakan salah satu modifikasi penggambaran satu bentuk yang berskala. Gambar aksonometri sering dipakai dalam perencanaan bangunan untuk menjelaskan bentuk suatu objek,  baik secara  utuh, potongan, interiornya, detail objek, sampai menunjukkan skema kegunaan suatu bangunan. 

Ada tiga jenis proyeksi aksonometri yaitu: 
a.  Proyeksi Isometri 
Proyeksi isometri merupakan salah satu jenis proyeksi aksonometri. Proyeksi isometri berpenampilan tiga dimensi atau piktorial dengan ukuran ketiga sudutnya sama, yaitu masing-masing  1200, dan perbadingan masing-masing ukuran tinggi, panjang, dan lebarnya sama yaitu 1  :  1  :  1.  Proyeksi isometri digambarkan dengan sudut sumbu 1200, atau dibuat dengan sudut 30 derajat terhadap garis horisontal pada sudut kanan maupun kiri. 

Contoh gambar proyeksi Isometri

Gambar Gambar isometri
Gambar 56 Gambar isometri

b.  Proyeksi Dimetri  
Proyeksi dimetri biasanya menggunakan perbandingan 2  :  2  :  1 atau 3  :  3  :  1. Dimetri berarti dua ukuran hal ini merupakan pengaebangan atau modifikasi dari bentuk Isometri dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi  yang  diubah untuk memberikan kesan nyata, karena penerapan isometri seringkali menyebabkan distorsi pada gambar yang ditampilkan, dan garis-garis yang berhimpitan.

Gambar Perbandingan ketiga sumbu dan dua sudut kanan dan kiri pada gambar dimetri
Gambar 57 Perbandingan ketiga sumbu dan dua sudut kanan dan kiri pada gambar dimetri

c.  Proyeksi Trimetri 
Proyeksi  trimetri merupakan penyempurnaan  atau modifikasi dari proyeksi isometri dan dimetri. Ukuran perbandingan panjang, lebar dan tingginya disesuaikan. Hal ini disebabkan penggunaan proyeksi isometric dan dimetri ternyata banyak mengalami distorsi, oleh karena itu ukuran kedua rusuk/sumbu salah satunya (rusuk panjang) perlu dipendekkan, sehingga perbandingan yang sering digunakan adalah 10  :  9  :  5 atau 6  :  5  :  4. Ciri gambar proyeksi trimetri  adalah  ketiga sisinya tidak sama, dan ketiga sudutnya berbeda. 

Contoh Gambar Trimetri.

Gambar Gambar Trimetri
Gambar 58 Gambar Trimetri

Cara Menggambar Proyeksi Aksonometri
Pada prinsipnya cara menggambar  ketiga jenis aksonometri yaitu isometri, dimetri  dan trimeti adalah sama.  Perbedaannya hanya terletak pada perbandingan ukuran ketiga sisinya dan ketiga sudutnya. Berikut adalah contoh membuat gambar isometri.  
1)  Membuat garis dasar tanah dan sudut 30 derajat di sebelah kanan dan di sebelah kiri

Gambar Membuat sudut 30 derajat kanan dan kiri
Gambar 59 Membuat sudut 30 derajat kanan dan kiri

2)  Membuat sumbu tegak lurus dari sudut 120 derajat, dan menentukan panjang ketiga sisinya, dengan perbandingan 1  :  1  :  1, kemudian ditandai.

Gambar Menentukan panjang ketiga sisi dan menandai dengan titik
Gambar 60 Menentukan panjang ketiga sisi dan menandai dengan titik

3)  Menarik garis-garis proyeksi sejajar dari setiap sisi, yang sudah ditandatangani dengan titik.

Gambar Menarik garis-garis proyeksi dari setiap sisi
Gambar 61 Menarik garis-garis proyeksi dari setiap sisi

4)  Menebalkan hasil gamnbar isometric  yang telah dibuat.

Gambar Menebalkan garis gambar Isometri
Gambar 62 Menebalkan garis gambar Isometri

Rangkuman
Gambar teknik, meliputi: 
1.  Gambar Proyeksi Ortogonal 
Di dalam gambar teknik dikenal beberapa jenis gambar proyeksi, yaitu gambar  proyeksi  ortogonal,  proyeksi  aksonometrik dan  proyeksi perspektif.  Gambar proyeksi ortogonal merupakan suatu cara untuk menggambarkan bentuk suatu benda/objek dengan dua, tiga, empat, lima atau enam pandangan/tampak terpisah pada bidang proyeksi yang biasanya membentuk sudut siku-siku satu sama lain. Gambar Proyeksi ortogonal sangat cocok untuk gambar kerja desain seni rupa dan kria 3 demensi.  

2.  Gambar Proyeksi Perspektif 
Gambar proyeksi perspektif merupakan bagian dari ilmu gambar proyeksi yang banyak digunakan pada gambar arsitektur, seni rupa, kriya dan perancangan benda-benda tiga demensi lainnya. Gambar proyeksi perspektif dibedakan menjadi : 
  1. Perspektif satu titik hilang/lenyap 
  2. Perspektif dua titik hilang/lenyap 
  3. Perspektif tiga titik hilang/lenyap 

3.  Gambar Proyeksi Aksonometri 
Aksonometri adalah proyeksi sejajar dan juga tegak.  Gambar aksonometri dihasilkan oleh garis-garis proyeksi suatu benda. Gambar aksonometri sering dipakai dalam perencanaan bangunan untuk menjelaskan bentuk suatu objek.  baik secara utuh, potongan, interiornya, detail objek, sampai menunjukkan skema kegunaan suatu bangunan. Ada tiga jenis proyeksi aksonometri yaitu: 
  1. Proyeksi Isometri 
  2. Proyeksi Dimetri 
  3. Proyeksi Trimetri
Demikian pembahasan tentang Belajar Gambar Teknik Dengan Mudah, semoga bermanfaat. Silakan menyimak sajian menarik yang lainnya........
Dan sajian menarik lainnya pada blog ini. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel