Tujuan

Artikel yang ada di blog ini dimaksudkan untuk pedoman bagi guru atau siapa saja yang memberikan pelajaran menggambar atau melukis  pada anak-anak khususnya usia SD. Sistem yang kami pakai disamping mengutamakan inisiatif anak yang harus bebas dalam mengekspresikan gambaran dalam angan-angannya, mengharuskan pula  para  pembimbing untuk mempunyai inisiatif dan daya kreasi sendiri dalam membimbing anak-anak di tingkat yang lebih tinggi. 

Dimaksudkan disini, janganlah anak-anak dibiarkan begitu saja tanpa mendapat perhatian dan tuntunan seperlunya, yang harus berlandaskan  pada petunjuk dan contoh yang ada.  Teristimewa mengenai gambar yang motifnya khas daerah.  Karena memberikan pelajaran seni lukis pada anak-anak di kota besar, berbeda sekali dengan dengan memberikan pelajaran pada anak-anak desa yang tinggal di kaki-kaki gunung atau pedalaman. Oleh sebab menggambar atau melukis adalah pengetahuan dan  pengamatan pada alam sekitar, yakni realitas yang dilihat sehari-hari.

Sesuai dengan perkembangan jiwa anak-anak di suatu negara yang merdeka, maka kebebasan daya kreasi tak dapat diabaikan.  Oleh sebab itu metode yang dipergunakan sangatlah memperhatikan seta mengutamakan daya fantasi anak-anak yang masih duduk di kelas 1, kelas 2 dan kelas 3.

Yang artinya setelah mereka duduk di kelas yang lebih tinggi, pengaruh tersebut dapat mengimbangi pelajaran-pelajaran baru yang bersifat teknis atau ilmiah meskipun masih dalam bentuk praktis dan sederhana.  Jadi anak-anak diberikan kebebasan untuk menyalurkan gairahnya dalam mencari bentuk-bentuk yang sesuai dengan khayalan maupun keinginannya. Barulah di kelas 4 diajarkan teknik merealisasikan ekspresinya secara praktis dan sederhana sesuai dengan tingkat umur mereka.

Tujuan dari metode yang diterapkan di kelas 4 ini agar anak dapat lebih maju lagi dalam pengetahuannya dan memudahkan bagi mereka untuk merealisasikan apa yang terangan-angan olehnya. Yang nantinya jika cara ini telah dikenal  atau dikuasainya, maka dengan sendirinya secara otomatis teknik tersebut tak diperlukannya lagi.  Ia akan dapat langsung menggambar keinginannya, meskipun tidak keseluruhan teknik itu akan dapat dihilangkan.

Contoh-contoh yang ada disini tidaklah dimaksudkan untuk ditiru begitu saja oleh para pembimbing dengan menyalinnya di papan tulis kemudian disuruh pula anak menirunya seperti banyak dilakukan selama ini. Tidak! Bukan itu yang menjadi tujuan. Melainkan dengan contoh-contoh yang ada hendaknya para pembimbing menuntun anak merealisasikan daya kreasinya, disesuaikan pula dengan keadaan setempat. 

Sebagai contoh : Gerobak Jawa Tengah tentu berbeda dengan bentuk gerobak Palembang.  Akan tetapi anak di   Palembang maupun anak di Jawa Tengah dapat mempergunakan teknik dan cara-cara yang diberikan oleh contoh-contoh, pelajaran menurut keadaan setempat maupun untuk merealisasikan keinginan anak, akan mudah melaksanakannya. 

Harus diingat juga, keterangan di atas tidak berarti bahwa pelajaran menggambar dan melukis tidak membolehkan mencontoh atau menyalin. Mencontoh atau menyalin ini perlu juga dipelajari oleh anak di kelas tinggi.  Karena ada pekerjaan di bidang menggambar atau seni lukis yang memerlukan kepandaian menyalin atau mencontoh dengan sebaik-baiknya. 

Seperti menggambar peta, membuat gambar yang ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan, ilmu alam, ilmu hayat, menyalin foto, pekerjaan di bidang reklame, dan lain-lain. Seperti diterangkan tadi, pelajaran ini diberikan di kelas tinggi.

Semoga tulisan ini dapat dipergunakan menurut tujuannya. Teguran yang menuju kepada perbaikan pada kekurangan-kekurangan yang masih terdapat pada tulisan ini akan diterima dengan senang hati.

0 Response to "Tujuan"

Post a Comment